Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

MAKNA SPIRITUAL “KLIWONAN” PADA MAKAM SUNAN KALIJAGA KADILANGU- DEMAK Marwoto, Marwoto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The tomb of Sunan Kalijaga has a sacred nature for the pilgrims. The existence of the background story, legend and even myth makes the tomb brought many pilgrims from various quarters because the belief will be able to bring blessing to the life of the community. The strength of the grave artifact of a religious figure (Wali) indicates to certain people who still believe in a supernatural relationship, thus assigning value to the sacred place. The position of the tomb has an important meaning is to give impact on the pilgrims of life activities. Every Friday Kliwon the tomb of Sunan Kalijaga has significance in the eyes of the pilgrims. The research method is descriptive based on observations and interviews of pilgrim respondents. The results of research on the tomb of Sunan Kalijaga explain about the relation of transcendental ritual between the pilgrims with the object of the tomb. Keyword: Religious Pilgrimage, Spiritual, Tomb of Saints, Friday of Kliwon Abstrak: Makam Sunan Kalijaga memiliki sifat sakral bagi para peziarah. Adanya latar cerita sejarah, legenda bahkan mitos menjadikan makam tersebut banyak mendatangkan para peziarah dari berbagai kalangan karena keyakinan akan dapat membawa keberkahan terhadap kehidupan masyarakatnya. Kekuatan artefak makam dari seorang tokoh religius (Wali) mengindikasikan pada masyarakat tertentu  masih yang percaya pada hubungan yang bersifat supranatural, sehingga memberi nilai dengan sebutan tempat keramat. Kedudukan makam memiliki arti penting yaitu memberikan dampak pada para peziarah terhadap aktivitas kehidupannya. Setiap Jumat Kliwon makam Sunan Kalijaga memiliki arti penting di mata para peziarah. Metoda penelitian bersifat deskriptif berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara terhadap responden peziarah. Hasil riset pada makam Sunan kalijaga menjelaskan tentang hubungan ritual yang bersifat transendental antara para peziarah dengan objek makam Kata Kunci: Ziarah Religi, Spiritual, Makam Wali, Jumat Kliwon
KOMPONEN PEMBENTUK RUANG KOTA ALUN-ALUN CIANJUR Wibowo, Heru; Marwoto, Marwoto; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the cities having a historically significant public square is Cianjur Regency. Since the royal era, colonial era, and up to the present, the square has served as the distinguishing feature of the center of the royal authority. The layout of the square space fluctuates depending on the prevailing political ideologies. This study employs an exploratory methodology and approaches for gathering data from field observations. Cianjur Square contains seven of the eight elements that make up urban space, including: (a) changes in land use; (b) The building mass configuration is fixed and the shape of the space is no longer symmetrical like the original form; (c) Parking and circulation areas are well-organized; (d) Open space zones are effectively used; (e) Active and comfortable pedestrian paths; (f) The marker serving as the identity of the space is very thick with Islamic religious values; (g) Supporting activities that take place simultaneously and in various ways are no longer centered on the east side of the mosque, but are spread out to the north side of the open space.Abstrak: Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kota dengan alun-alun sebagai ruang terbuka publik yang memiliki sejarah panjang. Alun-alun merupakan ciri khas sebuah wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang memiliki makna khusus sejak zaman kerajaan, zaman kolonial sampai dengan saat ini. Settingruang alun-alun berubah dari masa ke masa, sesuai dengan kebijakan penguasa pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi lapangan. Terdapat tujuh dari delapan komponen pembentuk ruang kota yang ditemukan di Alun-alun Cianjur, diantaranya: (a) tata guna lahan yang mengalami perubahan; (b) Betuk ruang yang tidak lagi simetris seperti bentuk aslinya, dari terpusat menjadi linier dan konfigurasi masa bangunan yang tetap; (c) Sirkulasi dan ruang parkir yang tertata dengan baik; (d) zona ruang terbuka termanfaatkan dengan efektif; (e) Jalur pedestrian yang aktif dan nyaman; (f) Penanda sebagai identitas ruang sangat kental dengan nilai religius islami; (g) Kegiatan pendukung yang belangsung secara simultan dan beragam, tidak lagi terpusat di sisi timur masjid, namun tersebar ke sisi utara ruang terbuka.