Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA

Peran dukungan sosial orangtua dan kemandirian terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school SMA Negeri 2 Semarapura Andari, Luh Gde Prisma; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.346 KB)

Abstract

Kecerdasan adversitas adalah kemampuan individu untuk merespon kesulitan dan pengendalian terhadap respon dalam situasi yang menekan. Dalam menjalani program full day school, kecerdasan adversitas diperlukan agar para siswa mampu untuk bertahan dan mengatasi tantangan atau kesulitan yang dialami. Peneliti berasumsi bahwa dukungan sosial orangtua dan kemandirian berperan terhadap kecerdasan adversitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orangtua dan kemandirian terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school kelas X di SMA Negeri 2 Semarapura. Subjek dalam penelitian ini adalah 180 orang siswa full day school kelas X semester 1 di SMA Negeri 2 Semarapura yang telah di random. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan adversitas, skala dukungan sosial orangtua, dan skala kemandirian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,629, nilai koefisien determinasi sebesar 0,396 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial orangtua sebesar 0,502 dan kemandirian sebesar 0,235. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial orangtua dan kemandirian secara bersama-sama berperan terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school di SMA Negeri 2 Semarapura. Kata Kunci : dukungan sosial orangtua, full day school, kecerdasan adversitas, kemandirian
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEBERAGAMAAN DAN INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF PADA REMAJA YANG MENGIKUTI GERAKAN KESADARAN KRISHNA (HARE KRISHNA) DI BALI Yanthi, Putu Srie Wedha; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.704 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p10

Abstract

Interaksi sosial asosiatif merupakan interaksi yang mengarah pada proses keharmonisan dalam sebuah hubungan, dengan bentuk kerjasama, upaya penyelesaian konflik, dan upaya mengurangi perbedaan. Interaksi sosial asosiatif akan membawa kelompok menuju ke arah hubungan yang positif dengan masyarakat terutama out group. Interaksi sosial asosiatif penting dikembangkan pada saat usia remaja. Interaksi sosial asosiatif dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah aspek keberagamaan. Keberagamaan cenderung memberikan batasan antara in group dan out group sehingga terjadi ketidak harmonisan dalam hubungan antar masyarakat. Remaja merupakan individu yang belum bisa dikatakan matang, termasuk pada proses keberagamaannya. Gerakan Kesadaran Krishna atau Hare krishna merupakan salah satu komunitas keagamaan berbasis agama Hindu yang diikuti remaja. Remaja yang mengikuti Hare krishna diharapkan dapat mampu membentuk interaksi sosial yang asosiatif dengan out group, mengingat salah satu tugas perkembangan remaja adalah membangun hubungan sosial yang positif dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidak hubungan antara tingkat keberagamaan dengan interaksi sosial asosiatif pada remaja yang mengikuti Hare krishna di Bali. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah remaja Hare krishna yang berdomisisli di Bali berjumlah 96 responden. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala tingkat religiusitas dan interaksi sosial asosiatif. Koefisien reliabilitas skala religiusitas adalah 0,970 dan skala interaksi sosial adalah 0,940. Penelitian ini menggunakan analisis data korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,811 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 (0,000<0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang negatif antara religiusitas dengan interaksi sosial, artinya semakin tinggi tingkat religiusitas, maka semakin tidak baik interaksi sosial asosiatif pada remaja Hare krishna terhadap out-group. Kata kunci: religiusitas, remaja, interaksi sosial, Hare krishna.
Gambaran self-disclosure pada perempuan pengguna aplikasi online dating Tinder di tengah pandemi COVID-19 Salsabila, Firnandha; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i02.p07

Abstract

Technological developments have made it possible for women to find mates online. One application that makes it possible to find matches online is Tinder. The emergence of the COVID-19 pandemic has led to an increase in Tinder users and increased conversation duration. This increase was motivated by the boredom that was felt during the implementation of the PSBB. Proper self-disclosure is necessary so that communication runs smoothly and builds good relationships. This study aims to get an overview of self-disclosure among women users of online dating application Tinder during the COVID-19 pandemic by using a qualitative research method with a case study approach. In this study, respondents were five women who were active users of the Tinder online dating application during the COVID-19 pandemic. Data collection using interviews. The results showed that self-disclosure in women could be seen through several things: the limitations of communicating, the factors that influence the swiping process, and the Tinder bio's information.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AWAL DI PANTI ASUHAN KOTA DENPASAR Tricahyani, Ida Ayu Ratih; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.815 KB)

Abstract

Early adolescence is a transition from childhood to adulthood. In this period, early adolescence experienced many changes both physically and psychologically. Same with the case of early adolescents who lived in the orphanage, besides the fulfillment of physiological, early adolescents in the orphanage also need a healthy psychological development, one of them is the process of personal adjustment. Personal sdjustment aiming to get harmony between the demands of the self and the environment in which the individual resides. Personal adjustment is a form of behavior that is intended to respond to the needs that exist within the individual. In order to get a good adjustment in early adolescents orphanage, it needs social support. Social support refers to the provision of comfort, care and respect. This study aimed to determine the relationship between social support and personal adjustment to early adolescents orphanage in Denpasar.This research is a quantitative method with simple regression analysis. Subjects in this study are early adolescents orphanages in Denpasar, age range is 12 to 17 years. Sample of this study is 100 persons. The sampling method using simple random sampling. Data is collected through social support scale and the scale of the adjustment of early adolescence in the orphanage. Social support scale reliability is 0.735 and the reliability of scale adjustment in early adolescence in the orphanage is 0.744. The research data shows a normal distribution and linear. The results of this research shows the correlation coefficient is 0.558 with a significance at 0.000 (p <0.05). It means that there is a positive relationship between social support and personal adjustment in early adolescents orphanage. Contribution of social support to the personal adjustment in early adolescents orphanage is 31,2%. Key words : social support, personal adjustment, early adolescents, orphanage
PERAN SELF COMPASSION TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PENGAJAR MUDA DI INDONESIA MENGAJAR Renggani, Atikah Fairuz; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.712 KB)

Abstract

Psychological well-being merupakan aspek penting yang perlu dimiliki pengajar muda selama bertugas di daerahpedalaman Indonesia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi psychological well-being adalah self compassion.Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap diri sendiriketika mengalami tantangan, masalah, dan kesulitan dalam hidup serta mampu melihat hal tersebut sebagai bagiandari pengalaman hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran selfcompassion terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Subjek dalam penelitian iniberjumlah 60 orang pengajar muda yang sedang bertugas di daerah pedalaman dengan menggunakan teknik simplerandom sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala self compassion dengan reliabilitas sebesar0,943 dan skala psychological well-being dengan reliabilitas sebesar 0,915. Hasil uji regresi linier sederhanamenunjukan R= 0,792 dan adjusted R square sebesar 0,628. Hal tersebut menjelaskan bahwa self compassionmemiliki peran sebesar 62,80% terhadap psychological well-being. Koefisien beta terstandarisasi self compassionsebesar 0,792 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion berperan terhadappsychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Kata Kunci: Self compassion, Psychological well-being, Pengajar Muda, Indonesia Mengajar
Resiliensi ibu dengan anak autisme Dewi, Claudia Putu Desiana Chyntia; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.721 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p19

Abstract

Abstrak Kehadiran anak dengan gangguan autisme di tengah-tengah keluarga menjadi pengalaman tersendiri bagi ibu dalam mendampingi dan mengasuh anak dengan autisme, yang dapat menimbulkan perubahan besar dan krisis bagi ibu. Ketidakmampuan ibu dalam mengatasi krisis yang dialami dapat mengganggu fungsi dan peran ibu terkait pengasuhan. Resiliensi menjadi salah satu faktor yang membantu ibu dalam menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi ibu dengan anak autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden yang terlibat di dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak dengan gangguan autisme. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan laporan diri responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu melakukan mekanisme penyesuaian diri dan mekanisme koping dalam usaha mencapai resiliensi. Mekanisme penyesuaian diri yang dikembangkan oleh ibu dengan anak autisme dibagi menjadi dua yaitu mekanisme penyesuaian terhadap karakteristik anak dan mekanisme penyesuaian terhadap respon lingkungan sekitar. Sedangkan mekanisme koping yang dikembangkan berupa kontrol diri, berpasrah, melakukan pengalihan, mencari informasi, mencari bantuan, dan pemecahan masalah bersama. Kata Kunci: Ibu dengan anak autisme, Resiliensi
Perbedaan Emotional Abuse pada Remaja Akhir yang Berpacaran Berdasarkan Pola Komunikasi dalam Keluarga Pemayun, Cokorda Istri Indraswari; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.709 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p18

Abstract

Problems in dating relationship may lead to violence such as emotional abuse that usually can lead to physical abuse and sexual abuse. The need for the role of parents in control and give examples of behaviour to adolescents directly or indirectly. Children will bring exemplified parents into the social environment as communication patterns. Family communication patterns is divided into four, namely Pluralistic, Consensual, Laissez-Faire, and Protective. Communication patterns are different in every family will indirectly establish a different personality for each adolescents. Based on the exposure, this study has the objective to determine differences in emotional abuse in adolescents who are dating is based on communication patterns within the family. Subjects in this study were 75 people late adolescents who are dating and live with parents at Udayana University. Instruments in this research is the Emotional Abuse scale and Revised Family Communication Pattern (RFCP) scale. One Way ANOVA analysis results showed p=0,031 (F=3,138; p<0,05) can thus be noted that there are differences in emotional abuse in adolescents who are dating is based on communication patterns within the family. Differences are also evident from the pattern of Pluralistic group communication and Laissez-Faire contained probability value p=0,043 (p<0,05), which means that Ho is rejected or there is a difference between communication patterns within the family group pluralistic and Laissez-Faire. Adolescents who grew up with communication patterns Laissez-Faire has a higher tendency to do emotional abuse in couples than adolescents who grew up with pluralistic communication patterns.   Keywords: emotional abuse, family communication pattern, late adolescents, RFCP, Pluralistic, Consensual, Laissez-Faire, Protective
Strategi Coping Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi di Tengah Pandemi COVID-19 Sawitri, Annisa Rachma; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p08

Abstract

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang dalam proses penyusunannya memiliki berbagai tantangan. Munculnya pandemi COVID-19 menambah permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa. Pemberlakuan kebijakan pembatasan kegiatan membuat segala kegiatan dalam proses skripsi dilakukan secara online. Banyaknya permasalahan yang dihadapi mahasiswa saat menyusun skripsi dapat menimbulkan stres. Pentingnya strategi coping yang tepat dalam menghadapi permasalahan saat proses skripsi agar mahasiswa dapat melakukan penyesuaian dengan kondisi stres dan terhindar dari stres yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping apa saja yang digunakan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di tengah pandemi COVID-19 dan faktor-faktor apa yang memengaruhi pemilihan strategi coping dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Responden pada penelitian ini adalah 5 orang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di tengah pandemi COVID-19 dan mengalami kendala atau hambatan pada skripsi dikarenakan pandemi COVID-19. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan metode strategi coping yang dilakukan terdiri dari pengalihan, penyelesaian masalah, dan mencari dukungan sosial. Pemilihan metode strategi coping yang dilakukan dipengaruhi oleh konsep diri, keinginan diri sendiri, lingkungan pertemanan, keluarga, dan waktu. Efek yang ditimbulkan setelah melakukan strategi coping adalah merasakan ketenangan dan mampu kembali fokus dalam mengerjakan skripsi.
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SUBJEKIF PADA WANITA YANG MENGALAMI INVOLUNTARY CHILDLESSNESS Sari, Ni Luh Krishna Ratna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.47 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p11

Abstract

Salah satu tujuan penting dari menikah adalah untuk mendapatkan keturunan. Hasil penelitian Blackmore, Lawton, dan Vartanian (2005) menunjukkan wanita memiliki keinginan yang besar untuk segera memenuhi tuntutan tradisionalnya untuk menjadi seorang istri dan seorang ibu. Tidak semua wanita dapat memenuhi keinginan untuk dapat memiliki anak setelah menikah. Ada yang ingin memiliki anak namun mengalami kerusakan fisik yang menyebabkan peluang untuk hamil menjadi berkurang seperti infertilitas, hal ini disebut dengan involuntary childlessness. Mengalami involuntary childlessness membuat wanita merasakan berbagai penderitaan psikologis sehingga akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan melibatkan tiga orang responden yang mengalami involuntary childlessness. Metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan theoretical coding (open coding, axial coding, dan selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness pada awalnya mengalami banyak afek negatif, namun melalui proses penyempitan atensi dengan afek negatif yang proporsinal dan dengan melakukan emotion-focused coping responden mampu membangun afek positif seperti merasa bersyukur dan rasa senang. Mengalami involuntary childlessness tidak lantas membuat wanita menjadi tidak puas dengan hidupnya, kepuasan diperoleh dari pekerjaan yang dimiliki dan kualitas hubungan pernikahan yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness adalah kepribadian, kualitas hubungan pernikahan, dukungan sosial, dan lingkungan sosial-budaya. Kata kunci: involuntary childlessness, kesejahteraan subjektif
Hubungan Antara Self-Efficacy dengan Kecemasan Komunikasi dalam Mempresentasikan Tugas di Depan Kelas Deviyanthi, Ni Made Ferra Sarah; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.249 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p16

Abstract

Psychology student is required to have a good communication skills in situations of personal and public. One of the competencies that must be owned by bachelor of psychology are skilled in interpersonal communication and have an ability to communicate with each other. Handling the anxiety experienced by individuals may differ between one individual with another individual depends on an individual assessment of the capabilities that called self-efficacy (Sarafino, 1994).Self-efficacy is a believefrom individual against all aspects of the advantages who aims to reach an achievement.A total of 175 students in Udayana University and Dhyana Pura University are still actively follow lectures and do an individual presentations in front of the class became a subject in this correlational quantitative study. The sampling technique used was simple random samplingData were processed using Pearson Product Moment analysis, simple linear regression, independent sample t-test, and one-way ANOVA analysis. Statistical analysis show, there is significant correlation between self-efficacy and communication apprehensionin order to do presentation in front of class (r = -0,725; p = 0,000). The coefficient of determination obtained for 0,540 which means that 54 % of the variance that occurs in the communication apprehension in order to do a presentationin front of the class variable can be explained by the variance in self-efficacy variable. T test and F test analysis found that the mean scores for communication apprehension in order to do a presentationin front of the class did not differ significantly when assessed from the gender (T = 1,389; p = 0,167) and there are differences in communication apprehension in presenting the task in front of the class when examined from many individual presentation experience (F = 15,848 ; p = 0,000).Keywords: Self-efficacy, communication apprehensionwhen presenting the task in front of the class, students of Psychology.
Co-Authors A.A.Istri Pritha Anindita Indra Agustini, Ni Made Yanti Ary Ambarini, Tri Kurniati Anak Agung Ayu Rianika Wijaya Anak Agung Istri Manik Warmadewi Ananda Aditya Hutapea Andari, Luh Gde Prisma Annisa Rachma Sawitri Ariyanti, Ni Made Putri Astuti, Sang Ayu Made Chyntia Putri Atikah Fairuz Renggani Cahyaningrat, Ni Kadek Dinda Pramesti Claudia Putu Desiana Chyntia Dewi Cokorda Istri Indraswari Pemayun Cokorda Istri Indraswari Pemayun, Cokorda Istri Indraswari Coresy Aquindo Tedjo Prajogo Deviyanthi, Ni Made Ferra Sarah Dewi Puri Astiti Dewi, Claudia Putu Desiana Chyntia Dharmasasmitha, Virgina Divariani, Putu Donna Priskila Dwijayani, Ni Komang Karmini Dwilestari, Ni Made Ayu Krisna Erlangga, I Gusti Made Surya Evitasari, Ida Ayu Gede Sri Firnandha Salsabila Gagahriyanto, Muhammad Anjar Gde Bagus Andhika Wicaksana Hamidah Hamidah Haryati, Tuningsih Heydi Paramitha Hutapea, Ananda Aditya I Gusti Ayu Diah Fridari I Gusti Ayu Jayanthi Prima Dewi I Gusti Ayu Wulandari I Gusti Made Surya Erlangga I Komang Ari Mogi I Made Rustika I Nyoman Darma Kotama Ida Ayu Gede Sri Evitasari Ida Ayu Ratih Tricahyani Ida Bagus Gede Parama Putra Putra Indra, A.A.Istri Pritha Anindita Ivana Gunawan Karla Amanda Permata Kirana, Nabila Ardhyaswari Komang Diah Laxmy Prabadewi Komang Diah Laxmy Prabadewi L.M.K.S. Suarya Linardo, Lionel Timmy Linggasani, Made Anggita Wahyudi Lionel Timmy Linardo Luh Gde Prisma Andari Luh Kadek Pande Ary Susilawati Luh Made Karisma Sukmayanti M.D. Lestari Made Anggita Wahyudi Linggasani Made Kristiana Dewi Made Mas Surya Wiguna Made Suryanatha Prabawa Mahendra Putri, Ni Komang Avelia N.K. Ekawati Nabila Ardhyaswari Kirana Nareswari Diah Wijang Wardhani Ni Komang Avelia Mahendra Putri Ni Komang Indra Mahayani Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Luh Krishna Ratna Sari Ni Made Abi Pawitri Ni Made Ari Wilani Ni Made Asti Suprabhawanti Ni Made Ayu Krisna Dwilestari Ni Made Diah Saraswati Ni Made Ferra Sarah Deviyanthi Ni Made Sintya Noviana Utami Ni Made Widya Pratiwi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanti Ary Agustini Nur Alfian, Ilham Nyoman Adi Krisna Wibawa Nyoman Adi Krisna Wibawa Paramitha, Heydi Pawitri, Ni Made Abi Permata, Karla Amanda Phaedra, Putra Prajogo, Coresy Aquindo Tedjo Prima Dewi, I Gusti Ayu Jayanthi Priskila, Donna Putu Eka Widyawati Putu Maha Putri Sarasdewi Putu Srie Wedha Yanthi Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratna Devy Winayanti Renggani, Atikah Fairuz Salsabila, Firnandha Sang Ayu Made Chyntia Putri Astuti Sarasdewi, Putu Maha Putri Saraswati, Ni Made Diah Sari, Ni Luh Krishna Ratna Sawitri, Annisa Rachma Steffano Aditya Handoko Suprabhawanti, Ni Made Asti Supriyadi Supriyadi Supriyadi, , Suwetha, Putu Yudi Tobing, David Hizkia Tricahyani, Ida Ayu Ratih Tuningsih Haryati Tuningsih Haryati Virgina Dharmasasmitha Wicaksana, Gde Bagus Andhika Widyawati, Putu Eka Wijaya, Anak Agung Ayu Rianika Wulandari, Putu Diana Yanthi, Putu Srie Wedha Yohanes Kartika Herdiyanto