Claim Missing Document
Check
Articles

Re-Layout Penempatan Fasilitas Produksi dengan menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Metode 5 S Guna Meminimalkan Biaya Material Handling Rengganis, Esa; Mauidzoh, Uyuunul
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i1.289

Abstract

Perencanaan fasilitas memiliki pengaruh yang sangat besar pada sebuah proses produksi. Penelitian akan dimulai dari lantai produksi untuk mengamati tata letak departemen, pergerakan yang terjadi selama proses produksi sampai dengan penyimpanan produk setengah jadi dan produk jadi. CV. Jakudo Kamsa merupakan salah satu industri yang bergerak pada proses pengolahan kulit, dari bahan mentah sampai dengan produk -produk mereka. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lantai produksi, CV. Jakudo Kamsa, didapatkan permasalahan setengah jadi yang menjadi input bagi perusahaan sepatu maupun tas yang menggunakan kulit sebagai bahan baku utama bagi produk bahwa peletakan peralatan produksi belum optimal sehingga aliran material yang ada kurang baik. Hal ini dapat menyebabkan ongkos material handling yang cukup besar dan terjadi kesimpangsiuran pekerja maupun bahan baku pada saat proses produksi.Dengan kondisi seperti ini, maka sering terjadi delay pada proses produksi dan otomatis hal ini mengakibatkan tenaga kerja yang menganggur.Sehingga perlu dilakukan re-layout pada pengaturan peralatan produksi agar proses produksi lebih optimal.Metode yang digunakan untuk memperbaiki layout departemen produksi adalah Metode Systematic Layout Planning dan metode 5 S. Kedua metode ini dikombinasikan untuk mengoptimalkan layout departemen produksi sehingga meminimalkan biaya material handling. SLP merupakan metode yang digunakan untuk mengatur lantai produksi berdasarkan tingkat frekuensi pergerakan dan hubungan kedekatan. Sedangkan metode 5 S merupakan alat yang paling efektif dan sederhana untuk mengatur area kerja. Tujuan dari metode 5 S adalah menciptakan lingkungan kerja yang bersih sehingga diharapkan produktivitas atau kinerja akan meningkat.Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan pada tahap sebelumnya didapatkan hasil biaya OMH sebelum dilakukan relayout sebesar Rp. 346.190,5. Berdasarkan hasil relayout didapatkan penurunan biaya material handling. Biaya material handling yang semula  Rp. 346.190,5 menjadi Rp. 327.226,1. Setelah proses relayout dilakukan maka dilakukan analisa dan evaluasi dengan menggunakan metode 5 S. Berdasarkan hasil penelitian pada saat ini didapatkan hasil bahwa layout departemen produksi yang ada sekarang ini belum optimal. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya ongkos material handling, yaitu sebesar Rp. 346.190,5. Kemudian dilakukan pertukaran antara departemen Pencucian, Penyamakan, dan Penghalusan. Pertukaran ketiga departemen ini  akan menurunkan ongkos material handling sebesar Rp. 18.924,4, sehingga ongkos material handling menjadi Rp. 327.266,1.Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan metode 5 S perlu dilakukan penambahan rak peletakan perlengkapan kerja dan tools dan rak untuk meletakkan produk setengah jadi.
ANALISIS PERAWATAN MODUL RPC 2000 PADA SECONDARY SURVEILLANCE RADAR (RADAR SSR) DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI PERUM LPPNPI AIRNAV INDONESIADISTRIK YOGYAKARTA Mauidzoh, Uyuunul
SENATIK STT Adisutjipto Vol 2 (2016): Peran Teknologi dan Kedirgantaraan Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/senatik.v2i0.73

Abstract

Radar merupakan suatu alat pendeteksi dan pengatur lalu lintas pesawat diudara. Perawatan radar sangat penting terutama pada komponen-komponennya agar dapat beroperasi dengan baik tanpa ada kendala. Kerusakan yang terjadi  pada komponen Modul RPC 2000 pada Radar SSR yang beroperasi selama 24 jam akan mengakibatkan hilangnya target pesawat pada display controller ataulayartampilan pesawat di ruang ATC. Karena tindakan perawatan saat ini cenderung corrective maintenace. Oleh karena itu tindakan perawatan berkala merupakan hal yang penting dilaksanakan oleh teknisi agar modul dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya. Dalam penelitian ini digunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dengan menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), Logic Tree Analysis (LTA), Task Selection untuk pemilihan tindakan kebijakan perawatan guna mengetahui dan menganalisa mode kegagalan yang terjadi dan memilih tindakan kebijakan perawatan yang lebih efisien.Dari hasil analisis FMEA diperoleh 12 mode kegagalan yaitu pada komponen modul smps switch on/off, bearing, spool motor, resistor, kapasitor, transistor, integrated circuit. Pada Logic Tree Analysis diperolehkategori mode kegagalan yaitu kategori B (outage). Kemudianpada tahapakhirTask Selection yaitu menentukan tindakan kebijakan perawatan. Sehingga rekomendasi perawatan  preventive yang tepat adalah 4 kebijakan perawatan Condition Directed (CD) dan 8 untuk kebijakan perawatan Run To Failure.
Performance Measurement of Customer Relationship Management Using Scorecard CRM ( Case Study of UKM in Bayat Klaten District ) Mauidzoh, Uyuunul
SENATIK STT Adisutjipto Vol 4 (2018): Transformasi Teknologi untuk Mendukung Ketahanan Nasional [ ISBN 978-602-52742-0-6 ]
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/senatik.v4i0.272

Abstract

UKM have an important role in helping the economy in society. One of the UKM that is sufficient to help the economy of the community is Batik UKM. The development of UKM is currently receiving serious attention from various circles, including UKM, the natural coloring batik in Bayat District. This study aims to design measuring the performance measurement of Customer Relationship Management in UKM Batik Pewarna Alam in Bayat. In this design data search is done through literature sources and interviews and questionnaire distribution from respondents. From the search results obtained perspectives and also Key Performance Indicators for each perspective. The perspective and indicators that will be included in the CRM Scorecard are determined using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The perspective in the CRM Scorecard is Customer Knowledge, Customer Value, Customer Interaction and Customer Satisfaction. Where each perspective has indicators in measuring its success.
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN DAN SELEKSI SUPPLIER MENGGUNAKAN MULTI KRITERIA Uyuunul Mauidzoh; Yasrin Zabidi
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 5, No. 3, April 2007
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v5i3.1599

Abstract

Untuk memperoleh bahan baku yang berkualitas maka perusahaan harus dapat selektif dalam memilih supplier. Untuk memilih supplier diperlukan suatu Sistem Evaluasi dan Seleksi Supplier (SESS) yang mempertimbangkan kriteria finansial dan non finansial (multi kriteria). Model QCDFR (Qualty, Cost, Delivery, Flexibility, Responsiveness) digunakan sebagai kerangka acuan dalam merancang SESS. Perancangan SESS dengan kerangka acuan model QCDFR didasarkan pada langkah-langkah penetapan kriteria, penetapan indiaktor kinerja supplier dari tiap kriteria, penetapan bobot kriteria dan indikator, pembuatan lembar kerja dan pelaporan evaluasi dan seleksi supplier. Hasil rancangan dengan menggunakan model QCDFR menghasilkan 7 Supplier Performance Indikator (SPI). Lembar kerja yang terbentuk sangat mudah digunakan untuk evaluasi dan seleksi supplier. Dari lembar kerja tersebut diperoleh hasil bahwa CV. Y memiliki kinerja terbaik.
Analisis Kepuasan Pelanggan Dengan Integrasi Servqual Dan Model Kano Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Transportasi Online Uyuunul Mauidzoh; Esa Rengganis S
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i1.125

Abstract

Di era modern seperti saat ini alat transportasi dan komunikasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena dua hal tersebut sering digunakan untuk mempermudah segala pekerjaan manusia. Kecanggihan alat transportasi di abad 21 tidak dapat terbendung lagi. Semakin banyaknya transportasi online berdampak pada semakin ketatnya persaingan. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut yakni adanya persaingan harga dan banyaknya alternatif pilihan jasa tranportasi online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik layanan transportasi online yang dibutuhkan oleh masyarakat Yogyakarta. Menentukan kondisi kesenjangan kualitas layanan transportasi online yang ada di masyarakat Yogyakarta. Selain itu juga untuk mengetahui kriteria yang mempengaruhi kepuasan konsumen transportasi online dengan menggunakan model Kano yaitu must be requirement, one dimensionel requirement dan attractive requirement. Dengan metode Servqual didapatkan bahwa gap skor untuk 21 atribut layanan yang diukur dalam penelitian ini menghasilkan nilai yang negatif, dan 2 atribut pelayanan menghasilkan nilai positif. Integrasi Kano model ke dalam Servqual berimplikasi pada perubahan yang berarti juga terjadi perubahan prioritas urutan atribut pelayanan yang perlu diperbaiki. Terdapat 13 atribut pelayanan transportasi online yang perlu di-improve yaitu atribut yang merupakan irisan antara ‘weak attributes’ yang didapatkan dari perhitungan Servqual dengan yang berkategori ‘attractive’, ‘one-dimensional’ dan “must be”.
Re-Layout Penempatan Fasilitas Produksi dengan menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Metode 5 S Guna Meminimalkan Biaya Material Handling Esa Rengganis; Uyuunul Mauidzoh
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i1.289

Abstract

Perencanaan fasilitas memiliki pengaruh yang sangat besar pada sebuah proses produksi. Penelitian akan dimulai dari lantai produksi untuk mengamati tata letak departemen, pergerakan yang terjadi selama proses produksi sampai dengan penyimpanan produk setengah jadi dan produk jadi. CV. Jakudo Kamsa merupakan salah satu industri yang bergerak pada proses pengolahan kulit, dari bahan mentah sampai dengan produk -produk mereka. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lantai produksi, CV. Jakudo Kamsa, didapatkan permasalahan setengah jadi yang menjadi input bagi perusahaan sepatu maupun tas yang menggunakan kulit sebagai bahan baku utama bagi produk bahwa peletakan peralatan produksi belum optimal sehingga aliran material yang ada kurang baik. Hal ini dapat menyebabkan ongkos material handling yang cukup besar dan terjadi kesimpangsiuran pekerja maupun bahan baku pada saat proses produksi.Dengan kondisi seperti ini, maka sering terjadi delay pada proses produksi dan otomatis hal ini mengakibatkan tenaga kerja yang menganggur.Sehingga perlu dilakukan re-layout pada pengaturan peralatan produksi agar proses produksi lebih optimal.Metode yang digunakan untuk memperbaiki layout departemen produksi adalah Metode Systematic Layout Planning dan metode 5 S. Kedua metode ini dikombinasikan untuk mengoptimalkan layout departemen produksi sehingga meminimalkan biaya material handling. SLP merupakan metode yang digunakan untuk mengatur lantai produksi berdasarkan tingkat frekuensi pergerakan dan hubungan kedekatan. Sedangkan metode 5 S merupakan alat yang paling efektif dan sederhana untuk mengatur area kerja. Tujuan dari metode 5 S adalah menciptakan lingkungan kerja yang bersih sehingga diharapkan produktivitas atau kinerja akan meningkat.Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan pada tahap sebelumnya didapatkan hasil biaya OMH sebelum dilakukan relayout sebesar Rp. 346.190,5. Berdasarkan hasil relayout didapatkan penurunan biaya material handling. Biaya material handling yang semula  Rp. 346.190,5 menjadi Rp. 327.226,1. Setelah proses relayout dilakukan maka dilakukan analisa dan evaluasi dengan menggunakan metode 5 S. Berdasarkan hasil penelitian pada saat ini didapatkan hasil bahwa layout departemen produksi yang ada sekarang ini belum optimal. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya ongkos material handling, yaitu sebesar Rp. 346.190,5. Kemudian dilakukan pertukaran antara departemen Pencucian, Penyamakan, dan Penghalusan. Pertukaran ketiga departemen ini  akan menurunkan ongkos material handling sebesar Rp. 18.924,4, sehingga ongkos material handling menjadi Rp. 327.266,1.Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan metode 5 S perlu dilakukan penambahan rak peletakan perlengkapan kerja dan tools dan rak untuk meletakkan produk setengah jadi.
PROMOTION SYSTEM FOR PROMOTIONAL PRODUCTS AND TOURIST OBJECT IN PATUK GUNUNGKIDUL DISTRICT Yuliani Indrianingsih; Astika Ayuningtyas; Uyuunul Mauidzoh
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3463.674 KB) | DOI: 10.28989/angkasa.v12i1.575

Abstract

Patuk District is a gateway to enter Gunungkidul Regency. In Patuk District there are several tourist attractions such as Kampoeng Emas, Purba Volcano and Embung Nglanggeran. In addition, there is also the potential for processed food products from natural and agricultural products in Patuk District. Leading potentials in Patuk District need to be promoted to the wider community so that they are known and can be an attraction for tourists. The purpose of this research is to design and create a system of promotion of superior products and Web-based tourism objects that can facilitate Patuk District in introducing superior products owned by each village and facilitate the general public to obtain superior product information in Patuk District. The method used in the analysis and system design uses Unified Modeling Language (UML). In this study, a system consisting of three users was produced, namely admin in the Inter-Village Coordination Board (BKAD), admin of business owners and general users. This system can be accessed at the address www.jelajahipatuk.com.
Pengembangan Industri Kreatif di Panti Asuhan Miftahunnajah Banguntapan Bantul Yogyakarta Berupa Pendampingan Pemasaran Produk Kreatif dari Bahan Limbah Konveksi Kain Perca Uyuunul Mauidzoh
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v1i1.268

Abstract

Panti Asuhan Miftahunnajah Wonocatur Banguntapan dapat dikembangkan agar lebih mandiri secara ekonomi dengan tidak selalu menggantungkan pada sumbangan donator yang ada. Lingkungan disekitar panti asuhan banyak tersedia sumber daya yang bisa diangkat untuk dikembangkan dalam bentuk industri kreatif. Salah satu sumber daya yang ada adalah adanya limbah konveksi berupa kain perca. Kreatifitas para santri panti asuhan Miftahunnajah ini perlu dikembangkan agar bisa menangkap peluang yang ada di sekitarnya, salah satunya dengan memanfaatkan kain perca menjadi produk kreatif dan bisa dipasarkan sehingga dapat mendukung perekenomian panti asuhan dan menjadi Panti Asuhan yang mandiri secara ekonomi. Oleh karena itu dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Tahun Akademik 2017/2018 ini, pelaksana pengabdian melakukan pendampingan untuk membimbing Panti Asuhan Miftahunnajah dalam memasarkan produk kreatif dari bahan limbah kain  perca sehingga dapat mendukung perekenomian panti asuhan dan menjadi Panti Asuhan yang mandiri secara ekonomi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah sebagai berikut:1) Melakukan survey untuk mengetahui kondisi Panti Asuhan Miftahunnajah Wonocatur Banguntapan, 2) Melakukan pendataan industri kreatif yang layak untuk dilakukan pendampingan, 3) Melakukan pendampingan usaha berupa bimbingan pemasaran produk kreatif dari bahan limbah kain perca. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak-anak di Panti Asuhan Miftahunnajah dapat membuat media promosi di media sosial (fan page facebook) serta dapat membuat iklan sederhana menggunakan software Coral draw.
PENGUATAN STRATEGI PEMASARAN USAHA KECIL MENENGAH SEBAGAI UPAYA KEBANGKITAN INDUSTRI KECIL DARI PANDEMI COVID-19 Edy Prayitno; Nerys Lourensius Tarigan; Wahyu Eka Priana Sukmawaty; Uyuunul Mauidzoh; Deborah Kurniawati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5: Oktober 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i5.1130

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif bagi perekonomian dunia secara umum, termasuk UKM di Indonesia. Lebih dari 88% usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengalami penurunan margin keuntungan selama masa pandemi hingga Agustus 2020. Pelaku UMKM harus memiliki strategi untuk tetap bertahan di tengah dan pasca pandemi Covid-19. Kajian ini mencoba membahas berbagai langkah yang bisa dilakukan UMKM untuk bangkit dan aktif kembali dari krisis di masa pandemi Covid-19. Dalam hal ini, peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil kasus UKM yang bergerak di bidang industri kain tenun lurik tradisional. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa UKM dapat menambahkan 3 varian motif baru yang memiliki hak cipta. Perluasan pasar online juga berdampak positif dengan meningkatkan omzet sebesar 20%. Dampak positif ini diperkirakan akan terus meningkat ketika pandemi Covid-19 berakhir dan kemampuan ekonomi masyarakat kembali meningkat
Pengenalan, Optimalisasi Optimalisasi Pengenalan Produk Unggulan Desa Melalui Pelatihan Website Promosi Kecamatan Patuk Gunungkidul Astika Ayuningtyas; Yuliani Indrianingsih; Uyuunul Mauidzoh
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i3.3782

Abstract

The development of information and computerized tenology has led to what is called the Internet and the World Wide Web (WWW). In addition, the dramatic development of the Internet has given users more choice and control over content, and also provides individuals, businesses, and public and private organizations with the opportunity to generate and disseminate information. The interactive features of the web can be an effective way to build and maintain mutually beneficial relationships if the web is used properly. The presence of the Internet has proven to have a positive impact on the development of a village, sub-district or district to introduce and inform the potential of its region. This is evident in several regions of Indonesia which have successfully used Internet facilities to introduce tourist destinations to the world. Therefore, the training on the promotion website is an effort to optimize the introduction of high quality village products in the district of Patuk and is also intended to follow the results of research on the design of a promotion of superior products and tourist objects on the web in Patuk Gunungkidul district. On the basis of the website promotion feasibility test during the training for each representative in 11 villages in the Patuk sub-district, 87.36% was obtained, so that it can be said that the Introduction of superior village products via promotional materials based on the website was optimal and met the needs of users.