Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Experimental Characterization of A Load Sensor Based on Singlemode – Multimode – Singlemode (SMS) Fiber Structure with A Variation of The Number of Bends Rionda Bramanta Kuntaraco; Agus Muhamad Hatta; Sekartedjo Koentjoro; Catur Arif Prastyanto; Insrasurya Budisatria Mochtar
IPTEK Journal of Proceedings Series Vol 1, No 1 (2014): International Seminar on Applied Technology, Science, and Arts (APTECS) 2013
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2014i1.393

Abstract

A load sensor based on singlemode-multimode-singlemode (SMS) fiber structure is presented in this paper. An SMS fiber structure with core diameter of 50 µm and length of 30 cm of the multimode fiber (MMF) section was chosen as a sensor. The measurement principle of the sensor is based on change of SMS fiber structure power response due to the applied load. A fiber bending and load transmitting (FBLT) device is designed to appropiately bend the SMS fiber structure under applied load in order to make the SMS fiber structure work as a load sensor. The applied load can bend the SMS fiber structure and hence affect the multimode interference (MMI) pattern that occured in SMS fiber structure. The number of bends that occured on SMS fiber structure is determined by the pin number of FBLT device. Five variations of pin number at 3, 5, 7, 9 and 11 pins were chosen. The applied load was varied at 0 – 100 kg. From the experiments, it is found that the relative outpout power response of the sensor gave a specific MMI pattern for each pin number variation. The configuration of 3 pins on FBLT device has the best response as a load sensor with the sensitivity at 1.32 μW/kg and R2 at 0.9783 with the longest measurement range from 1.82 – 91.32 kg.
Taxiway Pavement Evaluation to Support the Operational of Terminal 2 Juanda Airport Istiar Istiar; Indrasurya B. Mochtar; Wahyu Herijanto; Catur Arif Prastyanto
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2017): The 3rd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.654 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i6.3314

Abstract

The movement of aircraft and passengers at Juanda international airport is increasing every year. In 2012, the air side infrastructure of Juanda airport almost reached the maximum capacity. In other side, PT. Angkasa Pura I as the operator of Juanda airport had planned to revitalize the Juanda airport terminal that located on the south side. This terminal was not operated for 8 years. The pavement of taxiway should be evaluated its strength. The evaluation method compared The Pavement Classification Number (PCN) of taxiway pavement with Aircraft Classification Number (ACN). If PCN value was higher than ACN value, so the taxiway pavement could serve aircraft movements. The pavement of taxiway on Juanda airport evaluated by using software COMFAA. Data input into the software COMFAA was the existing pavement structure and the movement of the aircraft that will to use south side of Juanda Airport Terminal. The scenario 1 result is the exiting pavement should be overlaid 7 inches to support The operational of Terminal 2 Juanda Airport. In other side, scenario 2 result showed that the existing taxiway pavement structure was able to hold the load of aircraft movements over 20 years. The PCN value is 80.2 dan the ACN values are 89.3 in the scenario 1 and 75 in the scenario 2.
Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo dan Fly Ash Sebagai Material Buatan Berbasis Pasta Berdasarkan Nilai Kuat Tekan dan Keausan Toni Budi Santoso; Catur Arif Prastyanto; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.068 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i1.8444

Abstract

Semburan Lumpur Sidoarjo (Lusi) masih berlangsung sampai sekarang. Inovasi pemanfaatan Lusi menjadi pilihan alternatife karena belum ada cara untuk menghentikan semburan. Fly ash limbah dari PLTU juga dimanfaatkan untuk dijadikan pasta dengan Lusi sebagai material bauatan berbasis pasta berdasarkan nilai kuat tekan dan keausan. Pembuatan pasta silinder 5 cm x 10 cm untuk diuji kuat tekan pada umur 7, 21, 28 hari, dimana pasta terdiri dari pasta geopolimer dan pasta semen. Lusi terkalsinasi 800° C dengan ukuran lolos ayakan 200.  Metode moist curing digunakan untuk mejaga benda uji selama masa perawatan sebelum pengujian tekan. Dari hasil pengujian kuat tekan pasta geopolimer Lusi 20% : fly ash 80% dengan molaritas 12 M mempunyai kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 33.00 MPa dengan keausan 25.08%. Kuat tekan lebih tinggi pada umur 28 hari didapatkan pada pasta semen, dengan perbandingan Lusi 10% : fly ash 30% : semen 60% dengan water to binder 0.27 sebesar 39.83 MPa dengan keausan 30.60%. Sehingga material Lusi dan fly ash bisa dijadikan material buatan berbasis pasta berdasarkan ASTM C 131-03.
Pengaruh Parameter Track Quality Indeks (Tqi) Terhadap Perilaku Bantalan Beton Wawarisa Alnu Fistcar; Hera Widyastuti; Data Iranata; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5637.5 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6274

Abstract

Perhitungan kualitas geometri jalan rel dapat diperoleh dengan menggunakan rumus standar perkeretaapian Indonesia. Hasil perhitungan untuk KA.Galunggung tahun 2018 memperoleh nilai maksimum sebesar 37,44. Sedangkan untuk KA.EM-120 pada tahun 2019 memperoleh nilai maksimum sebesar 40,75. Dari hasil perhitungan kedua kualitas geometri tersebut memiliki perbedaan nilai yang selanjutnya dijadikan tolak ukur untuk pengukuran yang dilakukan secara manual. Nilai geometri aktual selanjutnya di modelkan dengan progam bantu ABAQUS. Dimensi serta propeti material sesuai dengan keadaan yang ada di lokasi penelitian, dimensi bantalan beton tipe N-67 = 2000 x 250 x 215 mm, properti material (Fc’) = 54 Mpa dengan kuat tarik wire prestressed = 1400 Mpa, tipe rel 54 dan material balas yang digunakan sesuai dengan PM.60 tahun 2012. Beban aksial dengan kombinasi  7% Pd, 23% Pd, 40%, serta lateral displacement 0,1 Pd dan 0,2 Pd. Hasil dari analisa adalah tegangan tarik, tegangan tekan serta perpindahan pada struktur atas jalan rel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh letak geometri jalan rel terhadap perilaku struktural bantalan beton. Hasil korelasi FEA pada kondisi normal dan perhitungan manual mempunyai perbedaan 4,055 % maka korelasi input material sudah baik. Hasil dari variasi letak geometri menunjukan perbedaan perilaku struktural pada bantalan beton, wire prestressed serta Rel. Pada nilai penyimpangan geometri terbesar (TQI > 40). Hasil tegangan tarik beton 2,878 Mpa, tengangan tekan beton 8,192 Mpa serta perpindahan terbesar 0.00124 mm, sedangkan tegangan tarik rel type 54 adalah 366,814 Mpa. Dari hasil tersebut maka sampai batas penyimpangan geometri yang dipakai di Indonesia, struktur atas jalan rel masih dapat menumpu beban yang bekerja secara optimal.
Penentuan Prioritas Penanganan Kerusakan Jalan di Kota Dili Timor Leste Berdasarkan Kondisi Kerusakan Perkerasan Jalan (Studi Kasus : Jalan Aikakeu Laran, Jalan Bebonuk, Jalan Comoro dan Jalan Becora) Frans de Jesus Babo; Indrasurya B Mochtar; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.046 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5419

Abstract

Jalan Merupakan prasarana yang sangat penting dalam sektor perhubungan. Kondisi jalan yang baik akan memudahkan mobilitas penduduk dalam mengadakan kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Program pemeliharaan jalan harus dilakukan oleh pemerintah Timor Leste. Dengan banyaknya kendala dan permasalahan, seperti keterbatasan anggaran, usulan dari masyarakat yang terus masuk pada dinas pekerjaan umum, maka diperlukan perencanaan program pemeliharaan jaringan jalan secara bertahap dengan penentuan prioritas penanganan kerusakan jalan. Tujuan dari proritas penanganan kerusakan jalan pada keempat ruas jalan yang ada di Kota Dili tersebut adalah menggunakan data yang dibutuhkan nilai kerusakan visual, equivalent axle load dan fungsi jalan. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kerusakan jalan untuk menentukan prioritas penanganan didapat hasil bahwa jalan yang diamati dan prioritas yang perlu diperbaiki adalah ruas jalan Comoro dengan nilai total EAL maksimum 11691,82.
Analisis Biaya Kerugian Kemacetan Jalan Akibat Adanya Kerusakan pada Kendaraan Berat di Jalan Arteri Primer (Studi Kasus : Ruas Jalan Surabaya-Mojokerto) Aulia Dewi Fatikasari; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.435 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i2.8499

Abstract

Kemacetan bersifat nonrecurrent disebabkan oleh peristiwa yang tidak dapat diprediksi seperti terjadi akibat kendaraan berat mengalami risiko kerusakan. Biasanya kendaraan akan berhenti disalah satu lajur sehingga mengurangi kapasitas jalan dan jalan tidak mampu menampung volume lalu lintas yang tinggi. Selain itu, membutuhkan waktu yang lama untuk proses evakuasinya sehingga akan memperpanjang antrian kemacetan. Hal ini akan menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan. Sehingga perlu dibuatkan model hubungan antara variabel volume lalu lintas, biaya kerugian dan lama waktu penanganan. Digunakan metode regresi sederhana untuk membuat model tersebut. Persamaan model yang didapatkan yaitu ketika waktu penanganan 0,5 jam y =-95848463,493+66456,613X; 1 jam y =-191696926,994+132913,227X; 1,5 jam y =-287545390,476+199369,840X; 2 jam y =-383393853,990+265826,454X dan 3 jam y =-575090781,012+398739,681X dengan variabel y biaya kemacetan (Rp) dan x volume lalu lintas (skr). Persamaan model tersebut digunakan ketika kapasitas jalan 4/2D yang awalnya 3319,68 skr/jam menjadi 1659,84 skr/jam dengan batas volume lalu lintas minimum 1660 skr/jam.
Analisis Pengaruh Variasi Gradasi Aspal Porus Terhadap Parameter Marshall dan Permeabilitas Qurratul Ayun; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1532.79 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i1.8482

Abstract

Genangan air pada musim penghujan mengakibatkan terjadinya kerusakan jalan dikarenakan dapat melonggarkan ikatan antara agregat dengan aspal. Genangan air juga membahayakan pengguna jalan raya, karena jalan menjadi lebih licin dan menyebabkan aquaplaning. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan aspal porus yang memiliki kekesatan permukaan (skid resistance), dapat mereduksi suara yang diakibatkan oleh gesekan antar roda dengan lapisan permukaaan aspal. Selain itu, kadar rongga lapisan aspal yang tinggi diharapkan dapat berfungsi sebagai lapisan drainase agar genangan air diatas permukaan dapat diminimalisir. Penelitian ini menggunakan beberapa variasi gradasi berdasarkan Stone Matrix Asphalt (SMA) Bina Marga 2018. Gradasi SMA memiliki presentase agregat kasar yang tinggi, diharapkan dapat digunakan untuk gradasi aspal porus. Hasil dari pengujian yang menghasilkan gradasi yang paling baik untuk aspal porus adalah gradasi 73% kasar, kadar aspal 5.05% dengan nilai stabilitas 835.667 kg, VIM 6.254%, VMA 17.638%, flow 3.440 mm, MQ 242.926 kg/mm, permeabilitas 0.211 cm/dt.
Analisa Hubungan Antara Nilai Lendutan Dengan Modulus Elastisitas Perkerasan Lentur Akibat Beban Berlebih Dengan Metode Boussinesq Andi Sahrul Hidayat; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.504 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i1.4904

Abstract

Pengujian lendutan perkerasan menggunakan alat Falling Weight Deflectometer merupakan pengujian yang telah digunakan secara luas diseluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan modulus elastis perkerasan lentur diprofil Flexible Pavement Systems (FPS) dengan metode Boussinesq. Lokasi pengujian pada penelitian ini adalah di ruas jalan Raya Ngelom Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini diperoleh persamaan modulus elastisitas setiap lapisan perkerasan yang memiliki korelasi yang baik terhadap nilai lendutan pengujian FWD. Persamaan model yang baik adalah model regresi power dengan nilai Y = 216.51x-1 dimana Y adalah modulus elastisitas perkerasan dan X adalah nilai lendutan perkerasan.
Analisa Lokasi dan Perancangan Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara Bali Utara Ida Bagus Barawakya; Wahyu Herijanto; Catur Arif Prastyanto; Hera Widyastuti; Ervina Ahyudanari
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.615 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5027

Abstract

Jumlah pergerakan Bandara Ngurah Rai meningkat 6,1 persen antara tahun 2016-2017. Berdasarkan RTRW Provinsi Bali akan dibangun Bandara Bali Utara di daerah Kubutambahan, Buleleng. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi apakah lokasi pembangunan Bandara Bali Utara sesuai dengan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan dan juga merencanakan fasilitas sisi udara pada Bandara Bali Utara. Pengumpulan data angin dari tahun 2014 hingga 2018 didapat dari Iowa State University Enviromental Messonet. Dari analisa data didapat bahwa arah runway adalah 90O. Pada perencanaan fasilitas sisi udara dilakukan pengumpulan data pergerakan penumpang dan pesawat dari tahun 2012 hingga 2016 pada Bandara Ngurah Rai yang didapat dari PT. Angkasa Pura 2 dan Kementerian Perhubungan Udara, kemudian dilakukan regresi untuk mendapatkan data pergerakan pada 20 tahun rencana. Dari data historis tersebut dikalikan dengan presentase demand pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Bali Utara yang didapat dari perbandingan tingkat pertumbuhan penghunian hotel di Bali Utara. Presentase yang didapat yakni sebesar 43,3% sehingga pergerakan penumpang pada 20 tahun rencana sebesar 18.035.382 penumpang dan pergerakan pesawat 100.194 pergerakan. Pesawat rencana yang digunakan adalah Airbus A330-200, karena pesawat ini merupakan pesawat terbesar yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai. Dari perhitungan didapatkan pergerakan pesawat saat jam sibuk ditahun 2038 sebesar 18 pergerakan per jam. Dan presentase pesawat yang beroperasi saat jam sibuk adalah kelas B:10%, kelas C:32%, kelas D:58%. Pada perencanaan ini didapatkan panjang runway adalah 3700 m dengan lebar runway 66 m. Dimensi lebar taxiway 25 m dan lebar bahu tiap sisinya sebesar 10 m. Letak exit taxiway sepanjang 3100 m dihitung dari kedua ujung runway dengan sudut 90O, dan luas apron sebesar 106.300 m2. Pada perencanaan tebal perkerasan menggunakan aplikasi FAARFIELD. Didapatkan bahwa tebal perkerasan lentur sebesar 0,5 m – 2,5 m dan tebal perkerasan kaku sebesar 0,8 m – 1 m.
Analisis Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan untuk Perbaikan Kerusakan Perkerasan Jalan di Jalan Harun Thohir, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Stella Tannia Daksa; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.492 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5705

Abstract

Jalan Harun Thohir di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur adalah salah satu akses menuju kawasan Pelabuhan Gresik dengan kelas jalan kabupaten. Jalan sepanjang kurang lebih 1,2 km ini mengalami kerusakan berupa jalan yang bergelombang, berlubang, dan konstruksi beton yang hancur. Kerusakan-kerusakan ini ditengarai disebabkan oleh muatan berlebih dari kendaraan yang melalui jalan tersebut, yang tidak sesuai dengan perencanaan awal. Kerusakan-kerusakan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara dan masyarakat sekitar, sehingga perlu dilakukan perbaikan konstruksi perkerasan jalan. Saat ini, jalan menggunakan perkerasan kaku dan ingin dilakukan perencanaan perbaikan kerusakan perkerasan jalan dengan membandingkan penggunaan perkerasan lentur, perkerasan kaku, dan perkerasan paving block pada seksi yang sama. Perencanaan tebal struktur perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga 2017 dengan usia rencana 20 tahun. Perencanaan tebal struktur perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2017 dengan usia rencana 40 tahun. Sedangkan perencanaan tebal struktur perkerasan paving block menggunakan metode modifikasi perkerasan lentur, metode australian empiris, dan mechanistic design dengan usia rencana 20 tahun. Dalam perencanaan perbaikan kerusakan perkerasan jalan ini hanya digunakan data sekunder, berupa data jumlah penduduk, data PDRB, data PDRB per kapita, data lalu lintas, data curah hujan, dan data HSPK. Data tersebut diolah kemudian dilakukan analisis. Pertama, dilakukan peninjauan karakteristik lalu lintas pada saat ini dan pada umur rencana. Kemudian, dilakukan perencanaan tebal struktur perkerasan jalan dan dilakukan pula analisis biaya. Terakhir, dipilih jenis perkerasan jalan yang paling sesuai ditinjau dari segi biaya konstruksi dan pemeliharaan. Berdasarkan hal di atas, diperoleh hasil perkerasan kaku sebagai perbaikan kerusakan perkerasan jalan di Jalan Harun Thohir, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan tebal lapis drainase 15 cm, lapis pondasi LMC 10 cm, dan tebal pelat beton 30,5 cm.