Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Memayu Hayuning Bawana : Falsafah Ekoteologi Jawa Mengenai Keselarasan Manusia dengan Alam Dalam Cerita Pendek Ulfa Rizqi Putri; Roekhan Roekhan; Maryaeni Maryaeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika lingkungan pada diri manusia dalam mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keselarasan dengan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek "Ayah Menjadi Pohon" karya Surya Gemilang, "Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?" karya Rizqi Turama, "Pohon Larangan di Bengayoan" karya Nafi’ah Al-Ma’rab, "Minyak yang Ditukar dengan Air" karya Riska Wdiana, dan "Pemanggil Air" karya Ahmad Taufik Budi Kusumah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek dalam keselarasan manusia dengan alam yaitu memayu hayuning tirto (air), memayu hayuning wono (hutan), dan memayu hayuning howo (udara). Pada aspek memayu hayuning tirto (air), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem air yakni cerita pendek “Minyak yang Ditukar dengan Air” dan “Pemanggil Air”. Pada aspek memayu hayuning wono (hutan), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem hutan yakni cerita pendek “Pohon Larangan di Bengayoan” dan “Ayah Menjadi Pohon”. Pada aspek memayu hayuning howo (udara), ditemukan satu cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem udara yakni cerita pendek “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini”.
Mapping The Relationship Between Virtual Reality and Bullying Prevention: An Analysis Of Bibliographic Coupling Maryaeni, Maryaeni; Nastiti, Vinna Rahmayanti Setyaning; Oktaviani, Chintya Tria Diana; Reikisyifa, Clarissa Sanindita; Kenanga, Larynt Sawfa; Kusuma, Wahyu Andhyka; Wahyuni, Evi Dwi
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.2.2183

Abstract

Bullying prevention has become a significant topic in contemporary society. The bibliographic analysis method employed is bibliographic coupling, which allows for identifying relationships among relevant scientific articles to understand the role of technology in combating bullying. The research methodology involves identifying previous publications on virtual reality and bullying prevention from Scopus. Bibliographic analysis quantifies relationships between publications based on shared references. The bibliographic data collected focuses on VR-related literature and bullying prevention from various academic sources. This article discusses the interconnections among the reviewed articles regarding the impact of these findings, such as the development of VR applications that can enhance social skills and empathy, which are crucial factors in preventing bullying. Research results indicate a significant correlation between virtual reality and bullying prevention. Relevant prior studies include topics such as using virtual reality to avoid bullying through bystanders and victims, as well as simulating bullying to enhance bystander empathy. These studies provide information on the role of virtual reality technology in effectively combating bullying. Research findings are presented as descriptive and visual analyses using VOS viewer software. Additionally, the article underscores the importance of interdisciplinary collaboration in integrating VR into effective bullying prevention strategies, making us all part of a larger community working towards a common goal. Hopefully, this article will provide a foundation for future research and the development of technology applications with the potential to combat bullying.
PENERAPAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) MELALUI TEKS DRAMA “SULTAN SURIANSYAH” Noortyani, Rusma; Maghfirah, Alfanida; Maryaeni, Maryaeni; Mu'in, Fatchul
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v4i01.60

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning literature to students in class 8C at SMPN 21 Banjarmasin, South Kalimantan, applying the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach to the drama text "Sultan Suriansyah". This study uses a qualitative method that produces descriptive data in the form of speech or writing and observes behavior of students. The results showed that learning begins with orientation, apperception, motivation, and giving references. Furthermore, the core activities carried out by educators through the CRT approach are self-identification, culturally understanding, collaboration, critical reflection, and transformative construction. The last part of the learning activities carried out by educators is in the form of reflection and follow-up plans. The assessment carried out is the cognitive assessment of students obtained from assignments in the form of text. Indicators for achieving competency 3.15.1 in the form of analyzing the intrinsic elements of the drama presented have been completed with a percentage of 96.7%. Indicators for achieving competency 3.15.2 in the form of analyzing the interrelationships between elements of the drama presented have been completed with a percentage of 60%. The affective value, in the form of self-confidence shows that the level of self-confidence of students has developed as expected, it is 93.4%. The attitude of responsibility shows that the level of responsibility of 56% of students has developed according to expectations and 43.3% has greatly developed. The attitude of cooperation shows that the level of cooperation of 66.7% of students has developed according to expectations and 33.3% has greatly developed. The psychomotor value, namely the ability to discuss students shows that 63.3% of students have achieved the minimum completeness criterion value. Likewise, the presentation skills of students showing 70% of students have achieved the minimum completeness criterion score of 70.
Memayu Hayuning Bawana : Falsafah Ekoteologi Jawa Mengenai Keselarasan Manusia dengan Alam Dalam Cerita Pendek Ulfa Rizqi Putri; Roekhan, Roekhan; Maryaeni, Maryaeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika lingkungan pada diri manusia dalam mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keselarasan dengan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek "Ayah Menjadi Pohon" karya Surya Gemilang, "Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?" karya Rizqi Turama, "Pohon Larangan di Bengayoan" karya Nafi’ah Al-Ma’rab, "Minyak yang Ditukar dengan Air" karya Riska Wdiana, dan "Pemanggil Air" karya Ahmad Taufik Budi Kusumah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek dalam keselarasan manusia dengan alam yaitu memayu hayuning tirto (air), memayu hayuning wono (hutan), dan memayu hayuning howo (udara). Pada aspek memayu hayuning tirto (air), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem air yakni cerita pendek “Minyak yang Ditukar dengan Air” dan “Pemanggil Air”. Pada aspek memayu hayuning wono (hutan), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem hutan yakni cerita pendek “Pohon Larangan di Bengayoan” dan “Ayah Menjadi Pohon”. Pada aspek memayu hayuning howo (udara), ditemukan satu cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem udara yakni cerita pendek “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini”.
Kearifan Bayan Budiman Melalui Pembelajaran Bermuatan Konservasi Budaya Nugroho, Faizal Hadi; Maryaeni, Maryaeni; Roekhan, Roekhan; Martutik, Martutik
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13413

Abstract

Abstrak: Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi budaya. Namun, pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kearifan Bayan Budiman dan  (2) pembelajaran bermuatan konservasi budaya dan wujud produk konservasi budaya generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi praktik pembelajaran, analisis hasil pekerjaan peserta didik, dan studi dokumen. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, lalu disajikan dalam narasi temuan yang diperkuat dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hikayat Bayan Budiman memiliki kearifan pada nilai budaya, sosial, agama, dan pendidikan. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa wujud konservasi budaya melalui 25 cerpen terintegrasi hikayat dan 8 cerpen secara eksplisit menyebutkan tokoh-tokoh hikayat sebagai bagian cerpen alih wahana. Konservasi budaya peserta didik menunjukkan hal yang positif dengan berbagai strategi seperti integrasi dan eksplisit, tetapi perlu adanya keberlanjutan supaya peserta didik dapat mengonservasi hikayat ke media yang lain.