Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pendidikan Karakter dan Multikultural: Pilar-pilar Pendidikan dan Kebangsaan di Indonesia Maryaeni, Maryaeni
ATIKAN Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.721 KB)

Abstract

IKHTISAR: Pendidikan karakter akan berhasil seiring dengan pendidikan multikultural, yang di dalamnya terkandung nilai-nilai universal. Pendidikan karakter, melalui proses pendidikan multikultural, akan menghasilkan manusia yang bermutu, berakhlak mulia, dan berkepribadian, yang tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan sosial, emosi, dan religiusitas. Pendidikan karakter dan multikultural, dengan demikian, merupakan dua hal yang penting bagi bangsa Indonesia. Pendidikan karakter akan bermuara pada kepribadian yang khas, sementara pendidikan multikultural merupakan pendekatan yang progresif dalam rangka transformasi pendidikan untuk merespons kritik dan kebijakan serta praktek pendidikan secara umum. Bisa dikatakan bahwa hasil pendidikan multikultural adalah terbentuknya karakter yang diharapkan oleh empat pilar pendidikan dari UNESCO (United Nations for Educational, Scientific, and Cultural Organization); dan implementasinya di Indonesia dapat diwujudkan untuk mengamalkan Pancasila, mencapai cita-cita dalam UUD (Undang-Undang Dasar) 1945, menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan mempererat kebersamaan dan kekompakan masyarakat Indonesia seperti diinginkan oleh semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika atau berbeda-beda namun tetap satu juga.KATA KUNCI: Pendidikan karakter, pendidikan multikultural, kesatuan dalam keragaman, serta empat pilar pendidikan dan kebangsaan di Indonesia.ABSTRACT: This paper entitled “Character and Multicultural Educations: The pillars of Education and Nationalism in Indonesia”. Character education will be managed in line with multicultural education, in which it is containing the universal values. Character education, through the process of multicultural education, will produce quality human, noble, and personality, which is not only accentuated to intellectual but also rely on social intelligence, emotional, and religiosity. Character education and multicultural, however, are two things that are important to the nation of Indonesia. Character education will lead to the distinctive personality, while multicultural education is a progressive approach to the transformation of education in order to respond to criticism and education policies and practices in general. It can be said that the result of multicultural education is the formation of character education as expected by the four pillars of UNESCO (United Nations for Educational, Scientific, and Cultural Organization); and its implementation in Indonesia can be realized for implementing the Pancasila, achieving the ideals based on the Constitution 1945, maintaining the integrity of the Unitary State ofthe Republic of Indonesia, and strengthen the unity and cohesiveness of Indonesian society as desired by the state motto, Unity in Diversity, or it is different but still one too. KEY WORD: Character education, multicultural education, unity in diversity, and four pillars of education and nationalism in Indonesia.About the Author: Prof. Dr. Maryaeni adalah Guru Besar di Jurusan Sastera Indonesia, Fakultas Sastera UM (Universitas Negeri Malang), Jalan Semarang No.5 Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis dapat dihubungi dengan alamat emel: maryaenium@gmail.comHow to cite this article? Maryaeni. (2013). “Pendidikan Karakter dan Multikultural: Pilar-pilar Pendidikan dan Kebangsaan di Indonesia” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.3(2) December, pp.129-138. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (October 9, 2013); Revised (November 10, 2013); and Published (December 15, 2013).
Mantra Kenduri Matang Puluh Dina Dusun Dadapan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Prastyo, Randa Dwi; Maryaeni, Maryaeni
JURNAL SATWIKA Vol 1, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Cultural Institute University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.775 KB) | DOI: 10.22219/js.v1i2.7016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sastra lisan berupa mantra berdasarkan konteks dan teks yang ada pada masyarakat dusun Dadapan. Melalui teori Albert b. Lord sebagai acuan utama dapat dipahami bahwa untuk mengkaji sebuah sastra lisan berupa mantra perlu melihat konteks yang mendasari lahirnya sebuah mantra. untuk itu diperlukan konteks performance yang mendasari munculnya teks mantra. Transmisi, komposisi dan formula teks mantra merupakan kajian teks bahwa teks mantra akan tetap eksis ketika ada transmisi dan komposisi sehingga dapat diketahui formula yang dipakai penutur. Berdasarkan hal tersebut muncul fungsi mantra dalam ritual kenduri bagi masyarakat dusun Dadapan baik fungsi Individu maupun sosial.
Mantra Kenduri Matang Puluh Dina Dusun Dadapan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Randa Dwi Prastyo; Maryaeni Maryaeni
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 1 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v1i2.7016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sastra lisan berupa mantra berdasarkan konteks dan teks yang ada pada masyarakat dusun Dadapan. Melalui teori Albert b. Lord sebagai acuan utama dapat dipahami bahwa untuk mengkaji sebuah sastra lisan berupa mantra perlu melihat konteks yang mendasari lahirnya sebuah mantra. untuk itu diperlukan konteks performance yang mendasari munculnya teks mantra. Transmisi, komposisi dan formula teks mantra merupakan kajian teks bahwa teks mantra akan tetap eksis ketika ada transmisi dan komposisi sehingga dapat diketahui formula yang dipakai penutur. Berdasarkan hal tersebut muncul fungsi mantra dalam ritual kenduri bagi masyarakat dusun Dadapan baik fungsi Individu maupun sosial.
THE ORAL TRADITION OF PEOPLE'S BELIEFS ON THE PROHIBITING EXPRESSION OF THE BAKUMPAI SOCIETY OF THE BARITO REGION (TRADISI LISAN KEPERCAYAAN RAKYAT UNGKAPAN LARANGAN MASYARAKAT BAKUMPAI WILAYAH BARITO) Rusma Noortyani; Fatchul Mu’in; Jumadi Jumadi; Maryaeni Maryaeni
Jurnal Gramatika Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2023.v9i1.5978

Abstract

The study's findings include: (1) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region, which possesses knowledge of nature, the paranormal, and causal relationships; and (2) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region in terms of educating and passing on the values of life to the next generation. In the Bakumpai community in the Marabahan region, this study intends to describe local wisdom in the oral tradition of traditional beliefs to prevent pregnancy, infancy, and childhood. This study is qualitative. Descriptive analysis is the technique employed. The Bakumpai neighborhood in the Marabahan region is the data source. The study's primary data sources are the oral traditions, words, and sentences of the Bakumpai community in the Marabahan region. The study's findings include the following: (1) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region, which has knowledge of nature, the paranormal, and causal relationships; (2) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region in terms of educating and instilling the values of life in the next generation with an exemplary approach; and (3) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region, which strengthens the family unit.
THE ORAL TRADITION OF PEOPLE'S BELIEFS ON THE PROHIBITING EXPRESSION OF THE BAKUMPAI SOCIETY OF THE BARITO REGION (TRADISI LISAN KEPERCAYAAN RAKYAT UNGKAPAN LARANGAN MASYARAKAT BAKUMPAI WILAYAH BARITO) Rusma Noortyani; Fatchul Mu’in; Jumadi Jumadi; Maryaeni Maryaeni
Jurnal Gramatika Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2023.v9i1.5978

Abstract

The study's findings include: (1) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region, which possesses knowledge of nature, the paranormal, and causal relationships; and (2) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region in terms of educating and passing on the values of life to the next generation. In the Bakumpai community in the Marabahan region, this study intends to describe local wisdom in the oral tradition of traditional beliefs to prevent pregnancy, infancy, and childhood. This study is qualitative. Descriptive analysis is the technique employed. The Bakumpai neighborhood in the Marabahan region is the data source. The study's primary data sources are the oral traditions, words, and sentences of the Bakumpai community in the Marabahan region. The study's findings include the following: (1) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region, which has knowledge of nature, the paranormal, and causal relationships; (2) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region in terms of educating and instilling the values of life in the next generation with an exemplary approach; and (3) the importance of the Bakumpai tradition in the Marabahan region, which strengthens the family unit.
Memayu Hayuning Bawana : Falsafah Ekoteologi Jawa Mengenai Keselarasan Manusia dengan Alam Dalam Cerita Pendek Ulfa Rizqi Putri; Roekhan Roekhan; Maryaeni Maryaeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika lingkungan pada diri manusia dalam mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keselarasan dengan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek "Ayah Menjadi Pohon" karya Surya Gemilang, "Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?" karya Rizqi Turama, "Pohon Larangan di Bengayoan" karya Nafi’ah Al-Ma’rab, "Minyak yang Ditukar dengan Air" karya Riska Wdiana, dan "Pemanggil Air" karya Ahmad Taufik Budi Kusumah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek dalam keselarasan manusia dengan alam yaitu memayu hayuning tirto (air), memayu hayuning wono (hutan), dan memayu hayuning howo (udara). Pada aspek memayu hayuning tirto (air), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem air yakni cerita pendek “Minyak yang Ditukar dengan Air” dan “Pemanggil Air”. Pada aspek memayu hayuning wono (hutan), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem hutan yakni cerita pendek “Pohon Larangan di Bengayoan” dan “Ayah Menjadi Pohon”. Pada aspek memayu hayuning howo (udara), ditemukan satu cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem udara yakni cerita pendek “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini”.
Mapping The Relationship Between Virtual Reality and Bullying Prevention: An Analysis Of Bibliographic Coupling Maryaeni, Maryaeni; Nastiti, Vinna Rahmayanti Setyaning; Oktaviani, Chintya Tria Diana; Reikisyifa, Clarissa Sanindita; Kenanga, Larynt Sawfa; Kusuma, Wahyu Andhyka; Wahyuni, Evi Dwi
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.2.2183

Abstract

Bullying prevention has become a significant topic in contemporary society. The bibliographic analysis method employed is bibliographic coupling, which allows for identifying relationships among relevant scientific articles to understand the role of technology in combating bullying. The research methodology involves identifying previous publications on virtual reality and bullying prevention from Scopus. Bibliographic analysis quantifies relationships between publications based on shared references. The bibliographic data collected focuses on VR-related literature and bullying prevention from various academic sources. This article discusses the interconnections among the reviewed articles regarding the impact of these findings, such as the development of VR applications that can enhance social skills and empathy, which are crucial factors in preventing bullying. Research results indicate a significant correlation between virtual reality and bullying prevention. Relevant prior studies include topics such as using virtual reality to avoid bullying through bystanders and victims, as well as simulating bullying to enhance bystander empathy. These studies provide information on the role of virtual reality technology in effectively combating bullying. Research findings are presented as descriptive and visual analyses using VOS viewer software. Additionally, the article underscores the importance of interdisciplinary collaboration in integrating VR into effective bullying prevention strategies, making us all part of a larger community working towards a common goal. Hopefully, this article will provide a foundation for future research and the development of technology applications with the potential to combat bullying.
PENERAPAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) MELALUI TEKS DRAMA “SULTAN SURIANSYAH” Noortyani, Rusma; Maghfirah, Alfanida; Maryaeni, Maryaeni; Mu'in, Fatchul
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v4i01.60

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning literature to students in class 8C at SMPN 21 Banjarmasin, South Kalimantan, applying the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach to the drama text "Sultan Suriansyah". This study uses a qualitative method that produces descriptive data in the form of speech or writing and observes behavior of students. The results showed that learning begins with orientation, apperception, motivation, and giving references. Furthermore, the core activities carried out by educators through the CRT approach are self-identification, culturally understanding, collaboration, critical reflection, and transformative construction. The last part of the learning activities carried out by educators is in the form of reflection and follow-up plans. The assessment carried out is the cognitive assessment of students obtained from assignments in the form of text. Indicators for achieving competency 3.15.1 in the form of analyzing the intrinsic elements of the drama presented have been completed with a percentage of 96.7%. Indicators for achieving competency 3.15.2 in the form of analyzing the interrelationships between elements of the drama presented have been completed with a percentage of 60%. The affective value, in the form of self-confidence shows that the level of self-confidence of students has developed as expected, it is 93.4%. The attitude of responsibility shows that the level of responsibility of 56% of students has developed according to expectations and 43.3% has greatly developed. The attitude of cooperation shows that the level of cooperation of 66.7% of students has developed according to expectations and 33.3% has greatly developed. The psychomotor value, namely the ability to discuss students shows that 63.3% of students have achieved the minimum completeness criterion value. Likewise, the presentation skills of students showing 70% of students have achieved the minimum completeness criterion score of 70.
Memayu Hayuning Bawana : Falsafah Ekoteologi Jawa Mengenai Keselarasan Manusia dengan Alam Dalam Cerita Pendek Ulfa Rizqi Putri; Roekhan, Roekhan; Maryaeni, Maryaeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika lingkungan pada diri manusia dalam mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keselarasan dengan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek "Ayah Menjadi Pohon" karya Surya Gemilang, "Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?" karya Rizqi Turama, "Pohon Larangan di Bengayoan" karya Nafi’ah Al-Ma’rab, "Minyak yang Ditukar dengan Air" karya Riska Wdiana, dan "Pemanggil Air" karya Ahmad Taufik Budi Kusumah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek dalam keselarasan manusia dengan alam yaitu memayu hayuning tirto (air), memayu hayuning wono (hutan), dan memayu hayuning howo (udara). Pada aspek memayu hayuning tirto (air), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem air yakni cerita pendek “Minyak yang Ditukar dengan Air” dan “Pemanggil Air”. Pada aspek memayu hayuning wono (hutan), ditemukan dua cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem hutan yakni cerita pendek “Pohon Larangan di Bengayoan” dan “Ayah Menjadi Pohon”. Pada aspek memayu hayuning howo (udara), ditemukan satu cerita pendek yang memiliki nilai menjaga ekosistem udara yakni cerita pendek “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini”.
Kearifan Bayan Budiman Melalui Pembelajaran Bermuatan Konservasi Budaya Faizal Hadi Nugroho; Maryaeni Maryaeni; Roekhan Roekhan; Martutik Martutik
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13413

Abstract

Abstrak: Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi budaya. Namun, pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kearifan Bayan Budiman dan  (2) pembelajaran bermuatan konservasi budaya dan wujud produk konservasi budaya generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi praktik pembelajaran, analisis hasil pekerjaan peserta didik, dan studi dokumen. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi, lalu disajikan dalam narasi temuan yang diperkuat dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hikayat Bayan Budiman memiliki kearifan pada nilai budaya, sosial, agama, dan pendidikan. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa wujud konservasi budaya melalui 25 cerpen terintegrasi hikayat dan 8 cerpen secara eksplisit menyebutkan tokoh-tokoh hikayat sebagai bagian cerpen alih wahana. Konservasi budaya peserta didik menunjukkan hal yang positif dengan berbagai strategi seperti integrasi dan eksplisit, tetapi perlu adanya keberlanjutan supaya peserta didik dapat mengonservasi hikayat ke media yang lain.