Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Konformitas terhadap Impulsive buying dengan Self-control sebagai Moderator pada Dewasa Awal Agatha Lidya Lianto; Meike Kurniawati
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 22 No. 1 (2024): Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v22i1.2656

Abstract

Impulsive buying yang terjadi pada masa dewasa awal dapat memiliki dampak jangka panjang pada keuangan dan stabilitas kehidupan di masa depan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konformitas terhadap perilaku impulsive buying dengan self-control sebagai moderator pada dewasa awal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 100 responden dewasa awal dalam rentang umur 18-25 tahun dari berbagai jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Kuesioner disebarkan dalam google form. Setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah melakukan uji normalitas dan analisis deskriptif. Selain itu, dilakukan uji hipotesis dengan metode regresi moderasi (MRA) untuk menganalisis hubungan variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas berpengaruh negatif terhadap impulsive buying pada dewasa awal, menunjukkan bahwa tingkat konformitas yang tinggi berkorelasi dengan kemungkinan pembelian impulsif yang rendah. Selain itu, interaksi antara konformitas dan self-control memainkan peran penting dalam memoderasi impulsive buying. Self-control secara parsial berpengaruh positif terhadap impulsive buying, menandakan bahwa tingkat self-control yang tinggi berkorelasi dengan kemungkinan pembelian impulsif yang rendah. Meskipun self-control berperan sebagai predictor moderasi pada pengaruh konformitas terhadap impulsive buying, kontribusinya tidak signifikan secara statistik. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan kompleks antara konformitas, self-control, dan impulsive buying pada dewasa awal.
asas Stanley Darwinus Jayadi; Neva Sefanya; Valencia Pranoto; Meike Kurniawati
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 23 No. 3 (2025): Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v23i3.3951

Abstract

Lifestyle changes and easy access to various financial services have had a significant impact on spending behavior, especially in early adulthood. At this time, individuals begin to manage finances independently but are faced with challenges in managing personal finances amidst increasing needs and desires influenced by social trends and consumptive lifestyles. This study aims to determine the effect of financial management on spending behavior in early adult individuals. The study used a quantitative approach with a survey method involving 73 respondents aged 18 to 25 years selected by convenience sampling technique. The data collection instrument was a questionnaire with a five-point Likert scale. The results of the analysis showed that most participants had a low level of financial management, while the level of spending behavior was quite high. However, the simple linear regression test results show that financial management does not have a significant influence on spending behavior (significance value > 0.05). The coefficient of determination of 0.033 indicates that only 3.3% of spending behavior variables can be explained by financial management, while the rest is influenced by other factors not examined in this study. This finding suggests that spending behavior in early adulthood is not directly influenced by how well they manage their finances. Therefore, it is important for future research to consider psychological, social, cultural, and financial literacy factors in examining spending behavior in the younger generation more comprehensively.
Pengaruh Selebritis Terhadap Perilaku Pembelian Produk Kosmetik Halal Meike Kurniawati
Jurnal Humanipreneur Vol 2 No 3 (2023): (November 2023)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v2i3.46

Abstract

Pertumbuhan populasi Muslim dunia dan peningkatan pendapatan di negara-negara mayoritas Muslim yang menunjukkan tren positif telah membawa peningkatan signifikan dalam permintaan produk halal secara global, termasuk kosmetik halal. Produk kosmetik halal saat ini sedang meningkat di kawasan Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, salah satu produk kosmetik halal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan penjualan 50% per tahun, yang lain hanya tidak lebih dari 10%. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian adalah kelompok referensi. Kelompok referensi memiliki beberapa jenis pengaruh yang dapat menjadi kekuatan untuk mempengaruhi minat beli dan penggunaan barang atau jasa tertentu (pemilihan merek). Dengan demikian, kelompok referensi sering digunakan oleh pemasar sebagai bagian dari komunikasi pemasaran. Selebriti adalah salah satu grup referensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah selebriti mempengaruhi perilaku pembelian kosmetik halal, dan mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, 200 pengguna kosmetik halal. Data yang diperoleh diproses menggunakan regresi sederhana. Dari hasil uji regresi pengaruh selebriti, menunjukkan bahwa r = 0,330 dan sig (p) = 0,000; p <0,05. Nilai R = 0,330, R² = 0,109 menunjukkan bahwa pengaruh artis pada perilaku membeli produk halal adalah 10,9% sedangkan sisanya 89,1% dipengaruhi oleh faktor lain.