Claim Missing Document
Check
Articles

Found 82 Documents
Search
Journal : e-GIGI

PENGARUH TEKNIK MENYIKAT GIGI VERTIKAL TERHADAP TERJADINYA RESESI GINGIVA Christiany, Joan; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10484

Abstract

Abstract: Gingival recession is a state or condition of the marginal gingiva that is more apical than the cementoenamel junction and is usually accompanied by opening of the root surface of teeth. Wrong brushing technique is the most common cause of gingival recession. Brushing technique that is most widely used is vertical direction. This study aimed to determine the influence of vertical brushing technique to the occurrence of gingival recession in students of Dentistry study program Sam Ratulangi University. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Samples were obtained by using the purposive sampling method. Data of brushing technique were obtained by observing the vertical movement of tooth brushing used by respondents and were filled in a check list. Gingival recession was obtained by examination of the oral cavity and the severity of gingival recession was determined. There were 71 students as samples. Data were analyzed with the chi-square test. The results showed the influence of vertical brushing technique to gingival recession with a p value = 0.000 (p = <0.005).Keywords: gingival recession, vertical techniques, brushing techniqueAbstrak: Resesi gingiva adalah kondisi marginal gingiva yang lebih ke apikal dari Cemento Enamel Junction dan biasanya disertai dengan terbukanya permukaan akar gigi. Kesalahan dalam menyikat gigi merupakan penyebab resesi gingiva yang paling umum. Kesalahan yang dimaksud yaitu kesalahan dalam teknik menyikat gigi. Teknik menyikat gigi yang paling banyak di gunakan ialah teknik menyikat gigi vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh teknik menyikat gigi vertikal terhadap terjadinya resesi gingiva pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan data teknik menyikat gigi vertikal dengan cara melihat gerakan menyikat gigi yang digunakan subjek penelitian. Hasil pengamatan dimasukkan pada check list sesuai dengan teknik menyikat gigi yang digunakan. Resesi gingiva didapat dengan melakukan pemeriksaan rongga mulut kemudian dihitung tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil data menunjukkan adanya pengaruh teknik menyikat gigi vertikal terhadap resesi gingiva dengan nilai p = 0,000 (p = <0,005).Kata kunci: resesi gingiva, teknik vertikal, teknik menyikat gigi
Analisis Kualitas Hidup Pasien Usia Produktif Pengguna Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Siagian, Krista V.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17985

Abstract

Abstract: Working-age population has a great potential in terms of productivity and creativity of work as well as health problems including oral and dental health that will affect the quality of life (QoL). This study was aimed to analyze the QoL of the productive age patients who wore partial removable dentures made at Dental and Oral Hospital (RSGM) Sam Ratulangi University in Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Dental and Oral Hospital from March to October 2017. We used OHIP 14 questionnaire to assess the QoL. Data were statistically analyzed by using univariate, bivariate, and multivariate analysis. There were 30 respondents of working age (16-54 years) wearing partial removable dentures obtained by purposive sampling. The results of OHIP-14 showed that 25 respondents (83.3%) had good QoL and 5 respondents (16.7%) had moderate QoL. The chi-square test showed a significant relationship between the duration of wearing denture and QoL (P-value of 0.041). Conclusion: In this study, the quality of life of most working-age patients wearing partial removable dentures was good. There was a significant correlation between the duration of wearing denture and the quality of life based on OHIP-14.Keywords: productive age, partial removable denture, OHIP-14 Abstrak: Populasi usia produktif memiliki potensi besar dalam hal produktivitas dan kreativitas bekerja, namun juga masalah kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut yang akan memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hidup pasien usia produktif pengguna gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) yang dibuat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PSPDG) Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi sejak bulan Maret sampai Oktober 2017. Instrumen penelitian ialah kuesioner OHIP 14 untuk menilai kualitass hidup. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Responden dalam studi ini berjumlah 30 pasien usia produktif (16-54 tahun) pengguna GTSL yang dibuat di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, diperoleh dengan metode purposive sampling. Hasil penilaian dimensi OHIP-14 memperlihatkan 25 responden (83,3%) dengan kualitas hidup baik dan 5 responden (16,7%) dengan kualitas hidup sedang. Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara lama pemakain GTSL dan kualitas hidup pasien pengguna GTSL mendapatkan nilai P=0,041. Simpulan: Kualitas hidup pasien pengguna GTSL di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi berdasarkan OHIP-14 tergolong baik. Terdapat hubungan antara lama pemakaian GTSL dan kualitas hidup berdasarkan OHIP-14 pada pasien pengguna GTSL.Kata kunci: usia produktif, gigi tiruan sebagian lepasan, kualitas hidup OHIP-14
Perbedaan Intensitas Nyeri Saat Tindakan Skeling Ultrasonik Berdasarkan Kriteria OHI-S di RSGM Universitas Sam Ratulangi Karamoy, Deborah; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy N.; Khoman, Johanna
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23881

Abstract

Abstract: Pain is defined as an unpleasant sensory and emotional experience related to actual or the potential to cause tissue damage. Ultrasonic scaling is easier and more preferred to remove calculus on the tooth surface compared to manual scaling. The Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) is an index for assessing dental and oral hygiene status. This study was aimed to obtain the differences in pain intensity during ultrasonic scaling treatment among patients with varied OHI-S at RSGM Unsrat. This study is an analytical study using a cross sectional analysis. There were 36 patients involved in this study, obtained by using total sampling method. The results showed that the means of pain intensity during ultrasonic scaling in patients with good OHI-S was 6.50%; in patients with moderate OHI-S was 18.50%; and in patients with poor OHI-S was 28.79%. The Kruskal Wallis test showed a p-value of 0,000 for the differences in pain intensity during ultrasonic scaling. It is concluded that there were significant differences in the pain intensity during ultrasonic scaling based on the OHI-S criteria.Keywords: pain, ultrasonic scaling, Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S).Abstrak: Nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau berpotensi untuk mengakibatkan kerusakan jaringan. Skeling ultrasonik merupakan skeling yang lebih mudah dan lebih banyak dilakukan untuk menghilangkan kalkulus pada permukaan gigi dibanding dengan skeling manual. Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) merupakan indeks untuk menilai status kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri saat tindakan skeling ultrasonik berdasarkan kriteria OHI-S di RSGM Unsrat. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh secara total sampling yang berjumlah 36 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai rerata intensitas nyeri saat skeling ultrasonik dengan OHI-S baik sebesar 6,50%; dengan OHI-S sedang sebesar 18,50%; dan dengan OHI-S buruk sebesar 28,79%. Hasil uji Kruskal Wallis terhadap perbedaan nilai rerata intensitas myeri mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna dalam intensitas nyeri saat tindakan skeling ultrasonik berdasarkan kriteria OHI-S.Kata kunci: nyeri, skeling ultrasonik, Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S)
Perbandingan indeks plak gigi setelah mengunyah buah stroberi dan buah apel pada siswa SMK Negeri 6 Manado Koagouw, Marco S.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14160

Abstract

Abstract: Oral health plays an important role in human life. One effort to maintain oral health is plaque control. Plaque is a layer that is formed from food residues on the teeth that reacts with saliva, bacteria, enzymes, and acids. Strawberry and apple are juicy and fibrous fruit that are able to clean the dental plaque. This study was aimed to compare the plaque indexes after chewing strawberry and then apple. This was a quasi experimental study with a pre-post design group. This study was performed on students of 10th pharmaceutical grade SMK Negeri 6 Manado. Samples were obtained by using proportionate stratified simple random sampling of 3 classes of 10th grade. There were 55 students as respondents. The results showed that based on dental plaque index, chewing strawberries had a declined average of 0.74 meanwhile chewing apples had a declined average of 0.78. The unpaired T-test showed a p value of 0.58 (p> 0.05). Conclusion: Strawberries and royal gala apples could reduce dental plaque index, however, there was no significant difference between the two of them. Keywords: munching strawberry, munching apple, plaque indeks Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting dalam hidup manusia. Salah satu upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut ialah dengan kontrol plak. Plak merupakan lapisan yang terbentuk dari sisa makanan, menempel pada gigi, dan bereaksi dengan ludah, bakteri, enzim, dan asam. Buah stroberi dan buah apel yaitu buah berair dan berserat yang mampu membersihkan plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan indeks plak setelah mengunyah buah stroberi dan apel. Jenis penelitian quasi experimental dengan rancangan pre-post design group terhadap siswa kelas X Farmasi SMK N 6 Manado. Untuk pengambilan sampel digunakan proportionate stratified simple random sampling pada 3 kelas X Farmasi dengan jumlah responden 55 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengunyah buah stroberi mempunyai rerata penurunan indeks plak gigi 0,74 dan mengunyah buah apel mempunyai rerata penurunan indeks plak gigi 0,78. Uji T tidak berpasangan menunjukkan nilai p = 0,58 (p > 0,05). Simpulan: Buah stroberi dan buah apel royal gala dapat menurunkan nilai indeks plak gigi tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna antara keduanya.Kata kunci: mengunyah, buah stroberi, buah apel, plak gigi
Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada penyandang tunanetra Marimbun, Betrix E.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13924

Abstract

Abstract: Blind people have limited ability to receive any knowledge through their sight. A false perception can lead to wrong actions including the act of oral health maintenance, therefore, the risk of oral diseases such as caries, is higher in blind people than in normal ones. This study was aimed to determine the relationship between the level of oral health knowledge and caries status. Respondents were selected by using total sampling technique. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnaires and caries status examination, the DMF-T (Decay, Missing, Filling - Teeth), and were presented in frequency distribution tables. The results showed that of 31 respondents aged 18-45 years old, there were 18 (58.1%) with poor knowledge and 13 (41.9%) with good knowledge. There were also 25 respondents (80.6%) with high caries status and 6 (19.4%) with low caries status. The Chi-Square showed a significant relationship between the level of oral health knowledge and caries status (p=0,022). Conclusion: There was a significant relationship between the oral health knowledge and caries status among blind people.Keywords: oral heath knowledge, caries status, blind people Abstrak: Penyandang tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan yang memengaruhi kemampuan untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Persepsi yang salah dapat menghasilkan tindakan yang keliru dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga resiko penyakit mulut antara lain karies diprediksikan lebih tinggi pada tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies penyandang tunanetra. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status karies menggunakan DMF-T (Decayed, Missing, Filled - Teeth) dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Responden penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 31 responden pada kelompok usia 18-45 tahun. Sejumlah 18 responden (58,1%) dengan tingkat pengetahuan kurang dan 13 responden (41,9%) dengan tingkat pengetahuan baik. Terdapat 25 responden (80,6%) dengan status karies tinggi dan 6 responden (19,4%) dengan status karies rendah. Hasil uji Chi Square mendapatkan hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies (p = 0,022). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada penyandang tunanetra. Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, status karies, tunanetra.
Gambaran Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Bitung Kinontoa, Fitrisya C.; Mintjelungan, Christy N.; Tambunan, Elita
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17512

Abstract

Abstract: Human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/ AIDS) is an infectious disease that attacks the immune system, therefore, the individual becomes more susceptible to opportunistic infections. The lower the dental and oral hygiene status are, the more susceptible an individual to opportunistic infections in the oral cavity due to the presence of HIV/AIDS. This study was aimed to obtain the status of oral and dental hygiene in individuals with HIV/AIDS at the Batamang Plus Foundation in Bitung. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Data were obtained by examination of oral and dental hygiene status using OHI-S index. There were 30 respondents obtained by using total sampling method. The results showed that the highest percentage of the oral and dental hygiene status of the respondents (68% of male respondent and 57% of female respondents) was at moderate category. The average OHI-S was 2,2, categorized as moderate. Conclusion: Most respondents in this study had moderate category of oral and dental hygiene status.Keywords: human immunodeficiency virus, dental and oral hygiene status Abstrak: Human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) merupakan penyakit menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga lebih mudah terserang infeksi oportunistik. Semakin rendah status kebersihan gigi dan mulut seorang pengidap HIV/AIDS akan lebih memudahkannya terserang infeksi oportunistik pada rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pada pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Bitung. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut menggunakan indeks OHI-S. Terdapat 30 responden yang diperoleh mengunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persentase tertinggi dari status kebersihan gigi dan mulut responden berada pada kategori sedang yaitu 68% responden laki-laki dan 57% responden perempuan. Rerata OHI-S yang diperoleh ialah 2,2 yang tergolong kategori sedang. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki status kebersihan gigi dan mulut kategori sedang.Kata kunci: pengidap HIV/AIDS, kebersihan gigi dan mulut
Perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado Bagaray, Felisa E. K.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13487

Abstract

Abstract: Oral health is still a problem in Indonesia, including Manado. General sources of dental health problems are closely related to the behavior of dental and oral hygiene maintenance. Although Dental Health Education (DHE) could change the bad behavior, it still depends on the media or educational tools. This study aimed to analyze the differences in the effectiveness of DHE with booklet and flipchart media on the improvement of dental health knowledge of students in SDN 126 Manado. This was a quasi experiment with two group pre-test post-test design. Samples were students of SDN 126 aged 8-10 years obtained by using total sampling method. The samples were divided into two treatment groups: booklet media and flip chart media. Data were statistically analyzed by using the Mann-Whitney test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that in improving dental health knowledge of students the DHE using booklet media had a p-value = 0.025 and the DHE using flip chart media had a p-value = 0.008. The statistical test comparing the effectiveness of DHE using both media showed a p-value = 0.688. Conclusion: DHE using booklet media was as effective as DHE using flip chart media in improving the oral health knowledge of students of SDN 126 Manado.Keywords: DHE, booklet media, flipchart media, students’ knowledgeAbstrak: Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di kota Manado. Sumber masalah kesehatan gigi umumnya berkaitan erat dengan perilaku pemeliharan kebersihan gigi dan mulut. Untuk merubah perilaku yang buruk, salah satunya dengan melakukan intervensi melalui pendidikan, yaitu melalui Dental health education (DHE). Keberhasilan DHE antara lain dipengaruhi oleh adanya media atau alat bantu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment, dengan two group pre-test post-test design. Sampel penelitian yaitu siswa SDN 126 Manado yang berusia 8-10 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media booklet dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,025 pada DHE menggunakan media booklet dan p=0,008 pada DHE menggunakan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas DHE dengan menggunakan kedua media tersebut, mendapatkan p= 0,688. Simpulan: DHE menggunakan media booklet dan flip chart keduanya sama efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak SDN 126 Manado.Kata kunci: DHE, media booklet, media flip chart, pengetahuan anak
GAMBARAN KELUHAN DI RONGGA MULUT PADA PENGGUNA OBAT ANTIHIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT TINGKAT III ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Tambuwun, Priscilia G. J.; Suling, Pieter L.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8761

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition with an increased blood pressure above normal. Treatment of hypertension is proved to be very effective and widely available but some side effects inter alia in the oral cavity cannot be avoided. This study aimed to obtain the oral complaints of hypertensive outpatients at the Internal Department of Robert Wolter Mongisidi Hospital Manado. This was a descriptive cross sectional study. The results showed that of the 30 respondents there were more females (60%) than males (40%). The most frequent age group was 56-60 years (20% males and 26,6% females), and the most frequent antihypertensive agent was amlodipine (80%). The oral complaints were as follows: xerostomia (80%), swollen gums (16,67%), and stomatitis aphtous recurrent (3,33%).Keywords: hypertension, antihypertensive agents, oral complaints.Abstrak: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas normal. Pengobatan hipertensi terbukti sangat efektif dan tersedia luas, namun beberapa efek samping akibat penggunaan obat hipertensi antara lain pada rongga mulut tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan di rongga mulut pengguna obat antihipertensi rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat III Robert Wolter Mongisidi Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan dessain potong lintang. Responden penelitian berjumlah 30 orang. Hasil penelitian memperlihatkan jenis kelamin perempuan (60%) lebih banyak dari laki-laki (40%); usia responden terbanyak 56-60 tahun (46,67%); dan obat antihipertensi yang tersering digunakan ialah amlodipine (80%). Keluhan rongga mulut yang dialami responden ialah xerostomia (80%), gingiva bengkak (16,7%), dan sariawan (3,3%).Kata kunci: hipertensi, obat antihipertensi, keluhan rongga mulut
Gambaran status karies dan status gizi pada murid TK Kartika XX-16 Manado Rengkuan, Raissa Y.E.; Wowor, Pemsi M.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17369

Abstract

Abstract: Dental caries is a dental hard tissue disease with multifactorial causes. Consumption of food and beverages improperly and less of dental treatment affect dental caries status and nutritional status. This study was aimed to obtain the profile of dental caries status and nutritional status of kindergarten students of Kartika XX-16 Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Subjects were selected using nonprobability sampling method with consecutive sampling technique. There were 71 students as the total population; 48 students were selected as subjects. Deciduous dental examination was performed to assess the dental caries status using the dmf-t index. Body weight, height, and age were noted to assess the nutritional status using antrophometric indices based on z score to obtain the body mass index for age (BMI for age). The results showed that the dental caries status of the subjects was at high category (dmf-t index of 4.92). There were 37 subjects (77.1%) who had caries experience in primary teeth and 11 subjects (22.9%) with caries-free primary teeth. Of all subjects, 93.75% had normal nutrition status and 6.3% had nutritional problems. Conclusion: In general, the kindergarten students of Kartika XX–16 Manado had dental caries status of high category, however, their nutritional status was quite good.Keywords: dental caries status, nutritional status Abstrak: Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi dengan penyebab multifaktorial. Konsumsi makanan dan minuman dengan pola yang tidak tepat, serta kurangnya pemeliharaan kesehatan gigi berdampak pada status gizi dan status karies gigi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies gigi dan status gizi pada murid TK Kartika XX-16 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Jumlah populasi 70 orang murid dengan subyek 48 anak diperoleh menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik consecutive sampling. Pemeriksaan gigi-geligi sulung untuk menilai status karies gigi. Penilaian status karies gigi menggunakan indeks dmft. Pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan usia untuk menilai status gizi. Penilaian status gizi menggunakan indeks antropometri berdasarkan z-skor terhadap indikator indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Status karies gigi murid TK Kartika XX–16 Manado berada pada kategori tinggi dengan indeks dmf-t 4,92. Jumlah subyek dengan riwayat karies gigi sulung sebanyak 37 anak (77,1%) sedangkan yang bebas karies gigi sulung sebanyak 11 anak (22,9%). Status gizi murid TK Kartika XX–16 Manado terdiri dari 93,75% status gizi normal dan 6,3% bermasalah gizi. Simpulan: Murid TK Kartika XX–16 Manado umumnya mempunyai status karies gigi pada kategori tinggi sedangkan status gizi cukup baik.Kata kunci: status karies gigi, status gizi
Hubungan Teknik Menyikat Gigi dengan Keparahan Resesi Gingiva pada Masyarakat Pesisir Pantai di Kawasan Megamas Kota Manado Rizkika, Lilies; Mintjelungan, Christy N.; Zuliari, Kustina; Khoman, Johanna
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23929

Abstract

Abstract: Gingival recession is the displacement of marginal gingiva to the apical direction of the cementoenamel junction due to the loss of alveolar bone attachment tissue resulting in exposure of the root surface of the tooth. Wrong technique of tooth brushing is one of the causes of gingival recession. This study was aimed to determine the correlation between tooth brushing techniques and gingival recession among the coastal coast community at the Megamas area of Manado. This was an analytical study with a cross sectional design. Sampleswere obtained by using total sampling method. Tooth brushing techniques were observed by looking at the way the respondents brushed their teeth. We provided check lists in accordance with the techniques they used. Data of gingival recession were obtained by examination of the oral cavity and then we calculated the severity of gingival recession. There were 43 respondents involved in this study. The result of the Kolmogorov-Smirnov obtained a p-value of 0.000. In conclusion, Yjere was a relationship between tooth brushing technique and the severity of gingival recession.Keywords: gingival recession, tooth brushing technique Abstrak: Resesi gingiva adalah perubahan posisi tepi gingiva ke arah apikal dari cemento enamel junction karena hilangnya jaringan perlekatan tulang alveolar sehingga mengakibatkan terbukanya permukaan akar gigi. Kesalahan teknik menyikat gigi merupakan salah satu penyebab resesi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyikat gigi dengan keparahan resesi gingiva pada masyarakat pesisir pantai di Kawasan Megamas Kota Manado. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara melihat gerakan menyikat gigi yang digunakan. Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam check list sesuai dengan teknik yang digunakan. Resesi gingiva yang diperoleh melalui pemeriksaan langsung diklasifikasikan menurut tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 43 orang. Hasil analisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan teknik menyikat gigi dengan keparahan resesi gingiva.Kata kunci: resesi gingiva, teknik menyikat gigi
Co-Authors . Juliatri, . Angelia Langkir Anggow, Ollivia R. Aruperes, Geraldo Y. Aurelia S. R. Supit Bawenti, Suryani Bayahu, Cintia Billy J. Kepel Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Christal G. Oroh, Christal G. Citra Ilery D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pengemanan Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Ekarisma, Verena M. Elita Tambunan, Elita Ezra G. R. Tambunan, Ezra G. R. Felisa E. K. Bagaray, Felisa E. K. Freddy Wagey Gabrielle Warongan Galongi, Junistika P. Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Gerung, Ayumi Y. Hassan, Ewithya H. Herwanto, Adine V. K. Hontong, Cheny Indry Worotitjan Inoi, Archi G. P. Jane Wuisan Jefrianto Wololy Jemima L. Waworuntu, Jemima L. Jimmy Posangi Joan Christiany, Joan Joenda Soewantoro Johanna A. Khoman Julian G. Komansilan, Julian G. Juliatri . Juliatri Juliatri Kaida, Dita C. Karamoy, Deborah Karamoy, Keysha A. Karel Pandelaki Keloay, Princess Khoman, Johanna Kindangen, Miranda L. Kinontoa, Fitrisya C. Koagouw, Marco S. Kojongian, Gloria M. P. Kolonio, Fanessa E. Krista V. Siagian Kustina Zuliari, Kustina Kusumawardani, Chendrakasih Lidia Iswanto, Lidia Lolongan, Raymond A. Lumempouw, Novany Lydia E. N. Tendean, Lydia E. N. Mangindaan, Rocky J. Mangowal, Maya P. Mangundap, Gledis C. M. Mantiri, Amanda N. P. Mararu, Wahyu P. Marimbun, Betrix E. Mario S. Howarto, Mario S. Marsela Liwe, Marsela Mega S. J. Warongan, Mega S. J. Meilan M. Suleh, Meilan M. Michael A. Leman Mo'o, Billie A. F. P. Mokodompit, Moh. Fahmi M. Mongi, Pebrian B. Monica M. Sengkey, Monica M. Motto, Christavia J. Nadhira Thereza Manoy, Nadhira Thereza Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. Octavian, David Olivia Waworuntu Olyvia Octaviany Monoarfa P. S. Anindita Pardanus, Darlene G. Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pieter L. Suling Priscilia G. J. Tambuwun, Priscilia G. J. Pritartha S. Anindita Putra, Febrian S. Putrawan, I Putu G.E. Rahayu, Mayangsari P. Rambitan, Wulan K. D. Ratulangi, Marly H.R. Rengkuan, Raissa Y.E. Reyna Agnes Nastassia Lumentut Rizka Wahyuni Rizkika, Lilies Rompas, Irene F. Rompis, Kezia R. Sagemba, Pascal G. Sagrang, Patricia S. Shane H.R. Ticoalu Shirley E. S. Kawengian Sompie, Grace M. M. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sundah, Michael J. Syukri, Dwi M. Tambunan, Miranda A. Tandra, Noviana F. Tangka’a, Roy R. B. Tato, Enjelin M. Tawas, Stevany A.D. Ticoalu, Jolanda P. Utomo, Hestia E. Vania, Marella T. Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Wanti, Melyana Woran, Yobel R. Wowor, Stephanie G. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K.