Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Enhancing Pancasila Education through Differentiated Learning: The Role of E-Modules Developed with Flip PDF Professional Septiana Dewi; Alfiandra Alfiandra; Sani Safitri
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5337

Abstract

This study addresses the need for high-quality, flexible learning materials in Indonesia’s independent curriculum, focusing on differentiated learning strategies to enhance student motivation in Pancasila Education. The objective is to develop and validate differentiated learning-oriented electronic modules (e-modules) using the professional Flip PDF application to boost student engagement and motivation. The Research and Development (RD) method was applied using the Rowntree model, which includes three phases: planning, development, and evaluation. The study was conducted at SMA Negeri 1 Indralaya Utara, where the e-modules were created to align with differentiated learning principles in content, process, and product design. Validation was conducted through walkthroughs by three experts: a content expert, a media expert, and a linguist. The analysis demonstrated that the developed e-modules were valid, practical, and effective in fostering student motivation. The modules adhered to learner-centered principles, incorporating various elements to meet the needs of differentiated instruction. Experts verified the content quality, usability, and linguistic clarity of the modules. These findings indicate that using differentiated, e-module-based learning materials significantly impacts students' motivation by providing interactive and visually appealing resources aligned with learning objectives. The professional Flip PDF application allowed systematic and engaging content delivery, contributing to improved motivation and learning outcomes. The study successfully developed validated e-modules that enhance student motivation and engagement. Future research could further explore differentiated e-modules across various subjects to support diverse learning needs and optimize educational outcomes.
Pendampingan Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Mendesain Instrumen Penilaian Berbasis Kasus (Case Based) di Desa Inderalaya Mulya Alfiandra Alfiandra; Rizki Maharani; Nila Sari; Puspa Dianti; Tri Andyta
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22131

Abstract

Pembelajaran pada abad 21 menekankan pengembangan kemampuan berfikir kritis peserta didik. Salah satu pembelajaran yang memfasilitasinya adalah pendekatan pembelajaran berbasis masalah (Case Based Learning). Hasil penelitian kompetitif kami yang didanai dana PNBP Universitas Sriwijaya tentang desain pembelajaran berbasis masalah pada 2022 dan 2024 menyimpulkan salah satu komponen penting adalah penilaian yang juga berbasis masalah. Penilaian berbasis masalah adalah penilaian di mana siswa mengeksplorasi studi kasus nyata atau semi nyata. Guru berperan sebagai fasilitator, sedangkan peserta didik mengembangkan pemecahan masalah melalui analisis kritis, kolaborasi, dan refleksi. Banyak guru mengalami kesulitan merancang instrumen penilaian autentik sesuai prinsip penilaian berbasis kasus, seperti penggunaan kasus relevan, penilaian komprehensif, dan pemberian umpan balik. Untuk itu guru memerlukan pendampingan lewat kegiatan pengabdian masyarakat. Mitra sasaran adalah guru PPKn dalam MGMP PPKn SMP di desa Inderalaya Mulya. Kondisi eksisting mitra ditandai ketimpangan akses pelatihan, fokus sebelumnya lebih pada kurikulum/administrasi, bukan pedagogik dan penilaian kontekstual. Solusi prioritas adalah pelatihan dan simulasi desain penilaian berbasis kasus serta pendampingan implementasi. Tahapan kegiatan: sosialisasi, pelatihan, penerapan, pendampingan, evaluasi. Hasil menunjukkan kehadiran dan keaktifan tinggi, pemahaman peserta meningkat, produk instrumen sangat baik, dan kepuasan guru kategori sangat puas. Kegiatan PPM berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mendesain instrumen penilaian berbasis kasus untuk meningkatkan pelayanan pembelajaran.