Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Ekonomi Komunitas Tani dan Karang Taruna melalui Sportpreneurship Berbasis Eduwisata dan Digitalisasi di Desa Majannang Syahruddin Syahruddin; Muhammad Hasan; Muh Nurul Akbar; Guruh Amir Putra; Ferawati Ferawati
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.83579

Abstract

Desa Majannang di Kabupaten Gowa memiliki potensi strategis sebagai desa sehat berbasis sport-wellness dan eduwisata, namun masih menghadapi kelemahan kelembagaan ekonomi, rendahnya literasi gizi, ketiadaan teknologi pascapanen, serta minimnya aktivitas ekonomi kreatif pemuda dan digitalisasi desa. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat ekonomi komunitas melalui transformasi Desa Majannang menjadi ―Desa Sehat‖ berbasis sportpreneurship eduwisata dan digital AI-responsif dengan sasaran utama Kelompok Tani Padangmalullu dan Karang Taruna Nirannuang. Metode yang digunakan berupa pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui sosialisasi dan FGD, pelatihan literasi keuangan dan perencanaan usaha, workshop diversifikasi produk pangan lokal bergizi, pelatihan sportpreneurship dan manajemen event eduwisata, pelatihan sistem informasi dan branding digital, serta penerapan teknologi tepat guna (dehydrator, vacuum sealer, label dan QR produk) yang didukung pendampingan teknis dan monitoring berkala. Hasil tahun pertama menunjukkan terbentuknya beberapa produk olahan sehat berbasis komoditas lokal, meningkatnya pemahaman business plan dan strategi pemasaran digital pada kelompok tani, serta menguatnya kapasitas Karang Taruna dalam mengelola kegiatan sport-eduwisata dan komunitas digital. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi sportpreneurship, eduwisata, dan digitalisasi usaha lokal merupakan model penguatan ekonomi komunitas yang relevan dan berpotensi direplikasi pada konteks desa rural agraris lainnya.
Analisis Persepsi Siswa SMP terhadap Penggunaan Media Youtube dalam Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat Datu Bua' Marimbunna; Syahruddin Syahruddin; Misel Laode Patandianan; Anita Candra Dewi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8967

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa SMP terhadap penggunaan media YouTube dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Penelitian dilatarbelakangi rendahnya minat dan fokus siswa pada pembelajaran menyimak yang masih menggunakan metode konvensional, seperti membaca teks dan mendengarkan penjelasan guru secara lisan. Media YouTube dipilih karena mampu menyajikan materi secara audiovisual melalui kombinasi gambar, suara, dan animasi sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa SMP dan 1 guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner skala Likert dengan empat pilihan jawaban. Instrumen penelitian berupa angket berisi 10 pernyataan yang mencakup aspek ketertarikan, kemudahan pemahaman, dan kebermanfaatan penggunaan media YouTube. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase dan dipaparkan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan media YouTube dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Siswa merasa lebih tertarik, lebih fokus, dan lebih mudah memahami unsur cerita seperti tokoh, alur, serta latar. Fitur putar ulang juga membantu siswa memahami materi yang belum dipahami. Selain itu, penggunaan media YouTube meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media YouTube efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan menyimak cerita rakyat. Guru Bahasa Indonesia juga menyatakan bahwa penggunaan video pembelajaran dari YouTube mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak monoton sehingga siswa lebih aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta memperhatikan materi selama proses pembelajaran berlangsung di kelas secara optimal.