Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Layanan Kesehatan Maternal, Neonatal, dan Keluarga Berencana (KB) pada Masa Pandemi Covid-19 di Praktik Mandiri Bidan Sugandini, Wayan; Erawati, Ni Ketut; Mertasari, Luh
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 5 No. 3 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.984 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v5i3.39797

Abstract

Masa Pandemi COVID-19 menghabat seluruh komponen kehidupan, tidak terkecuali pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan ibu dan anak di Praktik Mandiri Bidan (PMB). Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan layanan Maternal, Neonatal, dan Keluarga Berencana pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Praktik Mandiri Bidan yang ada berjumlah 52 PMB. Sampel yang digunakan PMB sebanyak 47 orang, data diambil menggunakan kuisioner dengan skala likert. Analisa data dengan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian bahwa PMB di Kabupaten Buleleng 82,98% melaksanakan layanan kehamilan dengan sangat baik, 100% melakukan layanan Persalinan dengan sangat baik, 97.87% melaksanakan layanan masa nifas dan bayi baru lahir dengan sangat baik, dan 76,59% melaksanakan pelayanan keluarga berencana dengan sangat baik, mengacu kepada standar pelayanan di masa pandemic covid-19. Maka, layanan Maternal, Neonatal, dan Keluarga Berencana dilaksanakan dengan sangat baik, sesuai standar pedoman dari Kemenkes, masyarakat mendapatkan layanan sesuai kebutuhan, klaster baru penyebaran covid-19 dapat dicegah khususnya di Kabupaten Buleleng.
Efektivitas Teknik Konseling Satu Tuju terhadap Rasional Pemilihan Alat Kontrasepsi Bagi Calon Akseptor Keluarga Berencana Sugandini, Wayan; Erawati, Ni Ketut; Mertasari, Luh
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsh.v7i1.51155

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada akseptor keluarga berencana(KB) adalah keluhan pasca pemakaian alat kontrasepsi sehingga mengakibatkan tingginya angka drop-out dan Unmet-need. Keadaan ini terjadi akibat dari pilihan yang kurang rasional. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh teknik konseling Satu Tuju terhadap rasional pemilihan alat kontrasepsi pada calon akseptor KB. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, populasinya adalah Pasangan Usia Subur, jumlah sampel ditentukan dengan perhitungan besaran sampel dengan hasil 40 pasangan usia subur  yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara, untuk memperoleh data alat kontrasepsi yang dipilih oleh calon akseptor setelah pelaksanaan konseling. Analisa data dilakukan dengan uji t-test independent. Perolehan hasil analisis t-hitung 8,384 dan t-tabel 2,085, karena t-hitung lebih besar dari t -tabel, maka disimpulkan bahwa pengaruh teknik konseling Satu Tuju efektiv terhadap rasional pemilihan alat kontrasepsi pada calon akseptor KB. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan konseling KB dengan teknik Satu Tuju agar calon akseptor dapat menentukan pilihan secara rasional.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU MEMBUAT PUDDING JAGUNG MODISCO UNTUK PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PENYULUHAN DI DESA TEGALLINGGAH Wayan Sugandini; Erawati, Ni Ketut; Mertasari, Luh
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i1.51152

Abstract

Tujuan pengabdian ini melatih kader posyandu mengolah hasil perkebunan di desa menjadi makanan tambahan yang bergizi dan disukai balita berupa pudding jagung modisco. Pesertanya 14 kader posyadu desa Tegallinggah. Kegiatan dilaksanakan tanggal 15 dan 16 juni 2022 di balai desa. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan kader tentang makanan tambahan, selanjutnya pemberian materi dan demontrasi membuat pudding. Hari kedua kader diberi kesempatan memasak pudding, dan dilanjutkan pots-test. Hasil pre-test rata-rata nilai 69, hasil post-test terjadi peningkatan yaitu rata-rata nilai 89. Peserta dapat memasak pudding jagung modisco dengan baik, serta pada kegiatan posyandu bulan juli kader sudah menyiapkan makanan tambahan sesuai hasil pelatihan, memberikan penyuluhan tentang makanan tambahan kepada ibu balita. Dapat disimpulkan peserta pelatihan sudah mengetahui makanan tambahan yang bergizi dan dapat mengolah dengan baik. Makanan tambahan yang bernilai gizi baik, dapat membantu meningkatkan berat badan balita sesuai umur sehingga derajat kesehatan balita meningkat.
MENYIAPKAN GENERASI SEHAT BERPRESTASI BEBAS STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN IBU “ASIEK” DI DESA TEGAL LINGGAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA I Luh, Mertasari; Wayan Sugandini; Komang Sulyastini
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i1.51519

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif merupakan strategi awal dalam pencegahan stunting di Indonesia. Namun saat ini cakupannya masih rendah karena pemberian MP ASI yang tidak logis. Tujuan pengabdian untuk mensukseskan program ASI eksklusif. Pendampingan, dan pemberian edukasi secara individu dan kelompok. Adapun hasil pendampingan dari tanggal 10 Mei - 25 Juli 2022 adalah dari 20 ibu menyusui terdapat 10 orang yang berhasil ASI eksklusif, 2 orang mengalami bendungan ASI dan tetap menyusui, 1 orang gagal MAL tapi tetap menyusui,5 orang sedang proses ASI ekslusif, dan 5 orang yang drop out ASI karena ASI tidak cukup pada bulan ke 4. Hasil penimbangan bulan Juli total bayi mengalami kenaikan berat badan dan dengan hasil deteksi perkembangan normal. Melakukan pendampingan Ibu ASIEk cukup efektif untuk mensukseskan program ASI ekslusif, mencegah dan mengatasi permasalahan menyusui dan menciptakan generasi sehat bebas stunting. Kata Kunci : Pendapingan, ASI Ekslusif, stunting.
Aktualisasi Pendokumentasian Asuhan Kebidanan dengan Metode SOAP pada Praktek Mandiri Bidan (PMB) Mertasari, Luh; Sugandini, Wayan
International Journal of Natural Science and Engineering Vol. 5 No. 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.07 KB) | DOI: 10.23887/ijnse.v5i1.31352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendokumentasian SOAP pada praktek mandiri bidan (PMB) dalam melaksanakan asuhan kebidanan di Kabupaten Buleleng, Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh PMB di Buleleng yang berjumlah 400 orang. Sampel adalah 43 PMB yang ersertifikasi bidan delima. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian menunjukkan Pelaksanaan Pencatatan hasil pelayanan kebidanan dilakukan pada saat pelayanan kurang dari sebagian dengan kategori baik  (33%), Kesimpulan hasil identifikasi pelaksanaan pendokumentasian dengan SOAP  pada PMB di Buleleng  masih  belum optimal.  
The Implications of Breastfeeding Self-Efficacy on Prelacteal Feeding in First Week of Birth Mertasari, Luh; Sugandini, Wayan; Giri, Ketut Espana
International Journal of Natural Science and Engineering Vol. 5 No. 3 (2021): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.126 KB) | DOI: 10.23887/ijnse.v5i3.39895

Abstract

Breastfeeding is a special and joyful event that most mothers and their babies experience. Exclusive breastfeeding (breastfeeding only for babies until they are six months old) is an activity that is very beneficial for both mother and baby. The low achievement of exclusive breastfeeding often begins with giving prelacteal intake in the first days of the baby's life because of the low understanding of the baby's mother about the importance of breastfeeding. This study links the relationship between breastfeeding self-efficacy and prelacteal feeding in the first week of birth. This type of research is correlational with a cross-sectional approach. The population in this study were breastfeeding mothers in the first week of the baby's birth; the number of samples was 50 people with purposive sampling technique. The data was collected using the BSE-SF questionnaire and observation—data analysis with univariate and bivariate chi-square tests to determine the relationship between the two variables. The study results with a p-value of 0.000 0.05, so it was concluded that there was a relationship between breastfeeding self-efficacy and the provision of prelacteal nutrition in the first week of birth. This research can then be used to reference further breastfeeding guidance strategies.
Contribution of Early Breastfeeding Initiation to Onset of Lactation in Postpartum Mothers and Breastfeeding in Midwives Independent Practice Luh Mertasari; Made Juliani
International Journal of Natural Science and Engineering Vol. 6 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.722 KB) | DOI: 10.23887/ijnse.v6i2.51520

Abstract

After the baby is born, the production and release of breast milk do not occur immediately because there is still a transition of hormones in the mother’s body. Early Breastfeeding Initiation (IMD) is crucial in stimulating breast milk production. This study aimed to analyze the contribution of IMD to the onset of lactation. This type of research is pre-experimental with a one-shot case study design. The population in the implementation of this study were all couples of post-partum and breastfeeding mothers and their babies who gave birth and met the inclusion criteria. This study used a sample of 36 people. Collecting data was carried out using the observation and post-test methods. The Spearman rank correlation test analyzed data. The analysis results show a p-value of 0.000 0.05 and a correlation coefficient of 0.601, so H0 is rejected, and H1 is accepted. It shows a strong, significant, and unidirectional contribution between the implementation of IMD and the onset of lactation. The results of this study can then be used as a reference for further breastfeeding guidance strategies both in the third trimester of pregnancy and in the postpartum period.
Hubungan Status Pekerjaan Dan Pendapatan Orang Tua Di Masa Pandemic COVID-19 Terhadap Perilaku Pemberian ASI Esklusif Mertasari, Luh
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 4 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v4i1.44

Abstract

Covid-19, which cannot be predicted how long it will end, has changed and disrupted the economic system. Many families have lost their jobs and decreased income, which certainly threatens the exclusive breastfeeding program. The aim of the study was to determine the relationship between employment status and income during the Covid-19 period on exclusive breastfeeding behavior. Research method with literature study. The results showed that the employment status and income of parents had no effect on exclusive breastfeeding behavior, but large-scale social restrictions made parents have more time to breastfeed and concentrated on buying food to increase immunity rather than buying formula milk, so exclusive breastfeeding was the best choice.
Identifikasi Penyebab Unmet Need KB Di Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun 2019 Mertasari, Luh; Sulyastini, Ni Komang; Sugandini, Wayan
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 4 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v4i1.45

Abstract

The incidence of family planning unmet needs in Indonesia continues to increase from year to year. Many women who do not need family planning. Pegayaman village ranks the largest unmet need incidence in Buleleng. There are 200 unmet needs whose cause has not been identified. The purpose of this study was to identify the factors causing the unmet need for family planning in Pegayaman. This type of research was descriptive with a survey method. The total sample was 200 women women. The study population was 200 people with a total sampling technique of the WUS population who did not have family planning. The data collection method was cross sectional and univariate analysis was carried out. The results of the study: it was identified that the age of the unmetned respondents was spread across the reproductive range of healthy and unhealthy, with the number of children 1-4 and lebih dari 4 people, experience using contraceptive methods once, and reasons for unmet need because many children had a lot of luck, belief, rarely had sexual intercourse and does not have the support of the husband.
Analisis Hubungan Paritas dan Usia Ibu dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil : Analysis of the Association Between Parity and Maternal Age and the Occurrence of Chronic Energy Deficiency (CED) Among Pregnant Women Rahayu, Kadek Karunia Dita; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Pratiwi, Putu Irma; Mertasari, Luh
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.700

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnancy remains a nutritional problem that may increase maternal health risks and hinder fetal growth. Parity and maternal age are often discussed as related factors, yet previous evidence is inconsistent, especially across midwifery care settings. This study examined the association of parity and maternal age with CED among pregnant women attending antenatal care (ANC) at TPMB Luh Mertasari in 2024-2025. A quantitative analytical observational study with a cross-sectional design was conducted using ANC medical records. Total sampling included 188 pregnant women. CED status was determined using mid-upper arm circumference (MUAC): MUAC <23.5 cm was classified as CED and MUAC ≥23.5 cm as non-CED. Data were summarized using frequencies and percentages. Associations were tested using Fisher’s Exact test (two-sided) because at least one contingency-table cell had an expected count <5, with p<0.05 considered significant. Most participants were non-CED (90.4%). No CED cases were found in the high-risk parity group (n=26), while 18 women (11.1%) in the non-high-risk parity group (n=162) were classified as CED (p=0.141). In the high-risk age group (n=33), 3 women (9.1%) were classified as CED, and in the non-high-risk age group (n=155), 15 women (9.7%) were classified as CED (p=1.000). In conclusion, CED in this setting was not significantly associated with parity or maternal age. Given the multifactorial nature of CED, prevention should emphasize routine nutritional screening and strengthened nutrition interventions for all pregnant women during ANC. ABSTRAK Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan menghambat pertumbuhan janin. Paritas dan usia ibu kerap dipertimbangkan sebagai faktor yang berkaitan dengan KEK. Namun, temuan penelitian terdahulu masih bervariasi sehingga diperlukan bukti pada konteks pelayanan kebidanan. Penelitian ini menganalisis hubungan paritas dan usia ibu dengan kejadian KEK pada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal (ANC) di TPMB Luh Mertasari tahun 2024-2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pelayanan ANC, dengan total sampling sebanyak 188 ibu hamil. Status KEK ditentukan berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LiLA), yaitu KEK jika LiLA <23,5 cm dan tidak KEK jika LiLA ≥23,5 cm. Analisis univariat disajikan dalam frekuensi dan persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact (2-sided) karena terdapat expected count <5, dengan p<0,05. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami KEK (90,4%). Pada paritas berisiko (n=26) tidak ditemukan KEK, sedangkan pada paritas tidak berisiko (n=162) terdapat 18 responden (11,1%) dengan KEK, uji Fisher menunjukkan p=0,141. Pada usia berisiko (n=33) terdapat 3 responden (9,1%) dengan KEK dan pada usia tidak berisiko (n=155) terdapat 15 responden (9,7%) dengan KEK, uji Fisher menunjukkan p=1,000. Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian KEK pada ibu hamil di TPMB Luh Mertasari tahun 2024-2025 tidak berkaitan secara signifikan dengan paritas maupun usia ibu. Mengingat KEK bersifat multifaktorial, upaya pencegahan perlu menekankan skrining status gizi secara rutin dan penguatan intervensi gizi pada seluruh ibu hamil selama pelayanan ANC.