Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Pembelajaran Berbasis Loosepart Ardiana Nur Maulida Hakim; Arri Handayani; Dini Rakhmawati
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 1 No. 4 (2023): Juli : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v1i4.294

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) is an early stage in the educational process that plays an important role in children's language development. One approach that can be used in language development is the loose parts approach. Loose parts refer to objects or materials that children can creatively manipulate and combine. The use of loose parts in language development in PAUD provides many benefits. First, loose parts can stimulate children's creativity and imagination. By having the freedom to organize and combine these materials, children can express their ideas verbally and non-verbally. In conclusion, the use of loose parts in language development in PAUD can improve creativity, communication skills, and learning experiences of early childhood.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU MENYONTEK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 34 SEMARANG Puji Astuti; Dini Rakhmawati; Agus Setiawan
Edunesia Journal Vol 1 No 01 (2024): Edunesia Journal: Educational of Indonesian Journal
Publisher : PGRI University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/edunesiajournal.v1i01.5484

Abstract

Penelitian hubungan antara konsep diri dengan perilaku menyontek siswa kelas VIII SMP Negeri 34 Semarang ini dilatar belakangi oleh persepsi siswa terkait nilai dan rangking adalah suatu hal yang amat penting sehingga mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai dengan cara apapun. Individu yang memiliki konsep diri yang baik atau positif cenderung akan melakukan hal yang positif seperti rajin belajar, memanfaatkan waktu luang, belajar kelompok dan lain-lain. Akan tetapi, individu yang memiliki konsep diri yang kurang baik cenderung akan melakukan berbagai cara seperti menyontek saat ujian atau ulangan berlangsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi data penelitian ini sejumlah 223 siswa, meliputi kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F, VIII G. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh, sehingga seluruh populasi sejumlah 223 siswa dijadikan sampel. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala konsep diri dan skala perilaku menyontek. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dengan perilaku menyontek. Maka hal ini berarti semakin tinggi konsep diri maka akan semakin rendah perilaku menyontek Kata kunci: Konsep Diri, Perilaku Menyontek
Hubungan Persepsi Tentang Guru Bimbingan Dan Konseling Dengan Minat Berkonseling Siswa Imam Wahyu Wijaya; Dini Rakhmawati
Edunesia Journal Vol 1 No 02 (2024): Edunesia Journal: Educational Journal Indonesia
Publisher : PGRI University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/edunesiajournal.v1i02.7448

Abstract

Jenis penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional dipilih karena disesuaikan dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan variable X persepsi terhadap guru BK terhadap Y minat berkonsultasi. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitaf. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Kendal dengan jumlah 1148 siswa. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyusun kisi-kisi instrument. Langkah kedua yaitu menyusun intrumen. Langkah ketiga yaitu melakukan uji coba (try out). Langkah keempat yaitu melakukan revisi terhadap item-item yang tidak valid. Lankah kelima yaitu instrument yang telah di revisi.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa minat konseling siswa termasuk kategori tinggi dengan sekor (M=63.7; SD=8.73737).sedangkan persepdi siswa termasuk kategori tinggi dengan sekor (M=74.7; SD=9.68245) dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa mean lebih besar dari pada standar deviasi. Kata kunci: persepsi siswa, minat berkonseling, guru bimbingan dan konseling
HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI DENGAN SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA SMP Putri, Putri Oktavia Prayoga; Arri Handayani; Dini Rakhmawati
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9, No 1 Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i1.30423

Abstract

This study examines the relationship between academic procrastination and self-regulated learning among students of SMP X. The research employed a quantitative approach using a correlational method. The sample consisted of 205 eighth-grade students of SMP X selected through a saturated sampling technique. The research instruments included an academic procrastination scale and a self-regulated learning scale. The procrastination scale covered four indicators: delaying the initiation or completion of tasks, believing that postponement is preferable, repetitive procrastination behavior, and difficulty in making decisions. The self-regulated learning scale comprised indicators of goal setting and planning, seeking information, keeping records and monitoring, and environmental structuring. The normality test indicated that the data were normally distributed (p = 0.126). Pearson correlation analysis revealed a significant negative relationship (r = –0.561, p = 0.000), indicating that higher levels of self-regulated learning are associated with lower levels of academic procrastination. These findings highlight the important role of self-regulation in minimizing academic delay. This study provides a basis for educators and counselors to develop more targeted interventions and may serve as a reference for future academic support programs in schools.
PENGARUH KESEHATAN MENTAL TERHADAP ETIKA BERKOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL Ria, Ria Amalia; Arri Handayani; Dini Rakhmawati
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9, No 1 Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i1.30424

Abstract

This study aims to determine the effect of mental health on communication ethics in social media among students of SMP X. The research employed a quantitative approach with a survey method. The population consisted of 240 eighth-grade students, and 200 of them were selected as the main sample. Data were analyzed using a simple linear regression test assisted by SPSS version 26. The regression equation obtained was Y = 50.575 + 0.415X + ℮, with a tvalue of 3.719 > t-table 1.653 and a significance level of 0.000 < 0.05. These results indicate that mental health has a positive and significant effect on communication ethics in social media. In other words, the better the students’ mental health, the higher their communication ethics in digital interactions. The findings highlight the importance of mental health education and school counseling services in fostering ethical and responsible online communication behaviors.