Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding Sesiomadika

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP PADA SISWA SMP Latifah Tazkiyatunnisa; Rika Mulyati Mustika Sari; Haerudin Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dengan media pembelajaran pop-up. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu praktisi pendidikan 1 guru mata pelajaran matematika dan 24 peserta didik kelas VIII di SMPIT At-Taubah Karawang. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes tulis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, angket untuk peserta didik, wawancara untuk siswa dan guru, dan dokumentasi. Data yang dihasilkan adalah data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan. Terdapat tiga tahapan analisis pada penelitian ini yaitu reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan media pop-up dapat membantu siswa menyelesaikan soal kemampuan berpikir kreatif, siswa mampu berada pada level tertinggi yaitu level 4. Siswa lebih tertarik belajar dengan media pembelajaran pop-up karena dianggap lebih efektif dalam proses pembelajaran untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis pada materi bangun ruang sisi datar. Implementasi media pembelajaran pop-up membantu penyampaian materi yang disampaikan oleh guru karena penampilannya yang menarik, sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah.Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif matematis, media pembelajaran pop-up
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 KARAWANG BARAT SENDI FAUZAN; RIKA MULYATI MUSTIKA SARI
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta dilapangan yang menunjukan bahwa adanya masalah pada penalaran matematis siswa yang masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah peningkatkan kemampuan penalaran matematis antara kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan kelas yang menggunakan pembelajaran langsung. Hal ini sejalan dengan permasalahan yang terjadi sebelum dilakukannya penelitian yaitu, rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen yang dimana populasinya adalah kelas VII di SMP Negeri 1 Karawang Barat. Dipilih dua kelas pada kelas VII sebagai sampel penelitian, yaitu kelas VII.C yang menggunakan pembelajaran pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan kelas VII.E yang menggunakan pembelajaran langsung, masing-masing kelas berjumlah 29 siswa. Kedua kelas tersebut diberikan pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan penalaran matematisnya. Analisis data kuantitatif menggunakan software SPSS 23 for windows. Hasil dari analisis N-gain menunjukan bahwa nilai sig = 0,007  0,05 ini menunjukan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan pembelajaran pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Kata kunci: Penalaran matematis, Realistic Mathematics Education (RME)
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 KARAWANG BARAT SENDI FAUZAN; RIKA MULYATI MUSTIKA SARI
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta dilapangan yang menunjukan bahwa adanya masalah pada penalaran matematis siswa yang masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah peningkatkan kemampuan penalaran matematis antara kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan kelas yang menggunakan pembelajaran langsung. Hal ini sejalan dengan permasalahan yang terjadi sebelum dilakukannya penelitian yaitu, rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen yang dimana populasinya adalah kelas VII di SMP Negeri 1 Karawang Barat. Dipilih dua kelas pada kelas VII sebagai sampel penelitian, yaitu kelas VII.C yang menggunakan pembelajaran pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan kelas VII.E yang menggunakan pembelajaran langsung, masing-masing kelas berjumlah 29 siswa. Kedua kelas tersebut diberikan pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan penalaran matematisnya. Analisis data kuantitatif menggunakan software SPSS 23 for windows. Hasil dari analisis N-gain menunjukan bahwa nilai sig = 0,007  0,05 ini menunjukan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan pembelajaran pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Kata kunci: Penalaran matematis, Realistic Mathematics Education (RME)
ANALISIS MISKONSEPSI MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Nurul Isnani Setyaningrum; Dadang Fakhruddin; Rika Mulyati Mustika Sari
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) letak miskonsepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Telagasari pada materi kubus dan balok berdasarkan Certainty of Response Index (CRI), (2) faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Telagasari pada materi kubus dan balok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang memfokuskan pada suatu fenomena saja. Pemilihan subjek dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dikelas VIII E SMP Negeri 1 Telagasari dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode tes, dan metode wawancara. Alat pengumpul data yang telah digunakan yaitu instrumen tes penelitian berupa soal uraian yang disertai dengan skala CRI sebanyak 6 soal. Siswa dalam menjawab soal diminta untuk menguraikan jawabannya, serta diminta untuk memberikan nilai CRI (0-5) yang besarnya sesuai dengan tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab soal-soal tersebut. Seorang siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi atau tidak tahu konsep dengan cara membandingkan benar tidaknya jawaban pertanyaan yang diberikan dengan nilai CRI yang diisi siswa. Tepat tidaknya penganalisisan miskonsepsi siswa sangat bergantung dari kejujuran siswa dalam mengisi nilai CRI pada setiap soal. Pemeriksaan keabsahan data dengan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) letak miskonsepsi yang dialami siswa meliputi: miskonsepsi dalam memahami soal, miskonsepsi dalam merencanakan penyelesaian, miskonsepsi dalam melaksanakan rencana penyelesaian, dan miskonsepsi dalam menuliskan jawaban akhir. (2) faktor penyebab miskonsepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Telagasari pada materi kubus dan balok meliputi: siswa tidak terbiasa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, kekacauan konsep penggunaan rumus karena kurangnya siswa latihan soal, siswa tidak mengetahui apakah langkah yang dipilih dalam menyelesaikan soal sudah benar atau salah, siswa tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal, dan kebiasaan siswa menyelesaikan soal tanpa menuliskan kesimpulan jawaban akhir.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) PADASISWA SMP KELAS VII Chandra Zuliady; Dadang Fakhruddin; Rika Mulyati Mustika Sari
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang lebih baik antara CORE dengan model pembelajaran langsung terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode penelitian kuasi ekperimen dan desain penelitian adalah The nonequivalent pretest-postest control group design pada pokok bahasan bilangan bulat yang telah dilakukan di kelas VII D dan VII E. pengumpulan data kemampuan pemahaman konsep matematis menggunakan instrument penelitian. Hasil penelitian peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis yang diajarkan dengan model pembelajaran CORE lebih tinggi dari pada peningkatan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Hal ini terlihat dari nilai uji perbedaan dua rata rata peningkatan kemampuan pemahaman kelas ekperimen dan kelas kontrol yaitu 0.00. kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas ekperimen lebih baik daripada peningkatan pemahaman konsep matematis kelas kontrol.
Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Langkah Polya dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Saripudin; Sari, Rika Mulyati Mustika
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 2 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dan faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Jenis kesalahan akan dianalisis berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bekasi dengan subjek penelitiannya yaitu siswa kelas X. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Dipilih tiga siswa yang mewakili setiap kategori (tinggi, sedang, dan rendah) dari hasil nilai ulangan harian materi sistem persamaan linear tiga variabel. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berkategori tinggi melakukan kesalahan pada indikator memeriksa kembali, siswa yang berkategori sedang melakukan kesalahan pada indikator melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, dan siswa yang berkategori rendah melakukan kesalahan pada indikator memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan yaitu kurang mampunya siswa dalam mengetahui informasi dari soal yang diberikan dan dikarenakan soal berbentuk cerita sehingga membuat siswa kurang mampu untuk memahami maksud dari soal, kurangnya pengetahuan siswa tentang materi prasyarat yang berhubungan dengan permasalahan yang disediakan serta kurang mampunya siswa dalam mengkonstruksikan data atau informasi, tergesa-gesa dan kurang teliti dalam mengerjakan soal sehingga terdapat kekeliruan pada tahap pengeliminasian salah satu variabel, tidak memeriksa kembali hasil akhirnya apakah sesuai dengan informasi yang ditanyakan pada soal, dan tidak dapat menggunakan waktu yang baik sehingga tidak cukup untuk mengoreksi kembali jawaban yang telah diperoleh.