Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluasi Performa Produksi Telur Pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb Dan Ross Di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta Aine Nur Firdausya; Nena Hilmia; Dani Garnida
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.122 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i2.35020

Abstract

Performa produksi parent stock ayam broiler dipengaruhi oleh genetik, lingkungan dan interaksi keduanya. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2019, bertujuan untuk mengetahui performa produksi parent stock ayam broiler strain Cobb dan Ross serta untuk mengetahui perbedaan performa produksi keduanya di PT.  Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta.  Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data secara purposive sampling. Data produksi dan konsumsi ransum diperoleh dari 7 kandang strain Cobb dengan jumlah populasi 47.410 ekor dan 9 kandang strain Ross dengan jumlah populasi sebanyak 53.165 ekor.  Pengujian performa produksi strain Cobb dan Ross dianalisis dengan uji T tidak berpasangan.  Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi ransum strain Cobb sebesar 150,59±1,24 g, produksi telur (egg mass) 43,38±1,72 g, hen day production (HDP) 64,06±2,30%, dan feed convertion ratio (FCR) 3,48±0,15, sementara strain Ross secara berturut-turut adalah 154,85±0,92 g, 46,79±1,03 g, 71,92±1,31%,  dan 3,31±0,07.  Meskipun konsumsi ransum strain Ross lebih tinggi dari strain Cobb, namun memiliki produksi telur dan HDP yang lebih tinggi serta FCR yang lebih rendah dari strain Cobb. Kata kunci: Konsumsi ransum, produksi telur, hen day production, feed convertion ratio, strain Cobb, strain Ross
Evaluasi Haugh Unit (HU) dan Indeks Albumen dengan Menggunakan Gelombang Ultrasonik pada Telur Ayam Ras Mega Febria; Dani Garnida; Indrawati Yudha Asmara; Darmawan Hidayat
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.171 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v3i1.37916

Abstract

Cara penentuan kualitas interior telur yaitu Haugh Unit (HU) dan Indeks Albumen penting untuk dikembangkan agar bisa dilakukan secara non-destruktif sehingga lebih efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai haugh unit dan indeks albumen telur ayam ras secara non-destruktif menggunakan gelombang ultrasonik. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Dipilih 37 butir telur ayam ras segar yang kemudian diuji kualitas interiornya yaitu HU dan Indeks Albumen menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi transduser 200 kHz. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai HU dan Indeks Albumen telur ayam ras segar secara berturut-turut sebesar 91,95 ± 4,14 dan 0,117 ± 0,014. Rata-rata kecepatan rambat gelombang dan koefisien atenuasi secara berturut-turut sebesar 2127,14 ± 81,43 m/s dan 68,61 ± 2,25. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kualitas interior telur ayam ras segar yaitu Haugh unit (HU) dan Indeks Albumen telur dapat diketahui secara non-destruktif menggunakan parameter kecepatan rambat dan koefisien atenuasi gelombang ultrasonik.
Evaluasi Kualitas Eksterior Telur Tetas pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta Alfiah Almas Hamid; Nena Hilmia; Dani Garnida
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.252 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i1.35016

Abstract

Penelitian mengenai “Evaluasi Kualitas Eksterior Telur Tetas pada Parent Stock Ayam Broiler Strain Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Purwakarta,“ telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas eksterior telur yang dihasilkan parent stock ayam broiler strain Cobb dan Ross.  Telur yang digunakan adalah telur yang dihasilkan dari strain Cobb 2.121 butir dan strain Ross 2.673 butir.  Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data secara simple random sampling.  Variable yang diamati meliputi berat telur dan shape index (panjang dan lebar).  Hasil penelitian menunjukkan strain Cobb memiliki rataan berat telur 69,48 g dan shape index 76,00 sedangkan strain Ross memiliki rataan berat telur 65,58 g dan shape index 77,63.  Strain berpengaruh terhadap kualitas eksterior telur tetas.  Strain Cobb memiliki berat telur yang lebih tinggi dari strain Ross namun shape indexnya lebih rendah. Shape index strain Cobb dominan oval/normal sedangkan shape index strain Ross dominan bulat.
Evaluasi Indeks Yolk dan Ketebalan Kerabang dengan Menggunakan Gelombang Ultrasonik pada Telur Ayam Ras Aulia Nabilla Hannani; Dani Garnida; Indrawati Yudha Asmara; Darmawan Hidayat
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.029 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v3i1.37918

Abstract

Pengukuran kualitas telur seperti ketebalan kerabang dan indeks yolk biasanya menggunakan metode destruktif (konvensional) dengan cara memecahkan telur. Gelombang ultrasonik merupakan cara alternatif untuk mengetahui kualitas telur tanpa dipecahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks yolk dan ketebalan kerabang telur ayam ras tanpa dipecahkan menggunakan gelombang ultrasonik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan menggunakan 37 butir. Variabel yang diamati adalah kualitas telur yang meliputi indeks yolk dan ketebalan kerabang, sementara pada gelombang ultrasonik meliputi cepat rambat dan koefisien atenuasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cepat rambat dan atenuasi gelombang ultrasonik dapat mengetahui indeks yolk dan ketebalan kerabang.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) yang Disuplementasi dengan Cu dan Zn Terhadap Performa Ayam Sentul Fase Produksi Ichsan Yurie Abdilah; Dani Garnida; Tuti Widjastuti
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.12 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v2i1.35058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi dengan Cu dan Zn dalam ransum terhadap performa ayam sentul (konsumsi ransum, berat rata – rata telur, henday production dan konversi ransum) pada fase produksi. Penelitian menggunakan 40 ekor ayam sentul betina umur 25 minggu dan dipelihara dari tanggal 1 November 2019 - 13 Februari 2020 yang bertempat di Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran dan Test Farm Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari P0 (ransum basal), P1 (ransum basal ditambahkan 0,3%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang suplementasi Cu dan Zn), P2 (ransum basal ditambahkan 0,6%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn), P3 (ransum basal ditambahkan 0,9%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn), P4 (ransum basal ditambahkan 1,2%/kg ransum ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn). Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali dan setiap pengulangan terdiri dari 2 ekor ayam Sentul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan pengaruh terhadap konsumsi ransum, henday production, dan konversi ransum tetapi tidak berpengaruh pada berat rata – rata telur. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi dengan Cu dan Zn pada tingkat 0.6% dalam ransum dapat meningkatkan henday production, menurunkan konsumsi ransum dan menurunkan konversi ransum.Kata Kunci: Cu dan Zn, produksi, Ekstrak buah mengkudu, performa ayam sentul. 
Performa Ayam Sentul Fase Developer Yang Diberi Tingkatan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L.) Yang Disuplemenasi Dengan Cu Dan Zn AANG MOHAMAD MUSLIM; Tuti Widjastuti; Dani Garnida
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.642 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v3i1.37919

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit manggis yang disuplementasi dengan Cu dan Zn dalam ransum terhadap performa ayam sentul (konsumsi ransum, pertumbuhan bobot badan, konversi ransum dan dewasa kelamin) pada fase developer. Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam sentul betina umur 17 minggu, dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2020 yang bertempat di Laboratorium Sentral dan Test Farm Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari P0 (ransum basal), P1 (ransum basal ditambahkan 60mg/kg ransum ekstrak kulit manggis yang suplementasi Cu dan Zn), P2 (ransum basal ditambahkan 120mg/kg ransum ekstrak kulit manggis yang disuplementasi Cu dan Zn), P3 (ransum basal ditambahkan 180mg/kg ransum ekstrak kulit manggis yang disuplementasi Cu dan Zn), P4 (ransum basal ditambahkan 240 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis yang disuplementasi Cu dan Zn). Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali dan setiap pengulangan terdiri dari 5 ekor ayam Sentul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit manggis yang disuplementasi Cu dan Zn berpengaruh terhadap konsumsi ransum, PBB, FCR, dan umur dewasa kelamin ayam Sentul. Penambahan sampai dengan konsentrasi 240 mg/kg ransum menghasilkan pengaruh yang sama terhadap performa ayam Sentul
POPULATION DOCUMENTATION OF PELUNG CHICKEN IN FIVE SUB DISTRICTS IN GARUT REGENCY wulan anisha mahdayanti; Indrawati Yudha Asmara; Dani Garnida
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 4, No 2 (2023): October
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v4i2.42327

Abstract

Pelung chicken is a local Indonesian chicken originating from Cianjur.  The Pelung population data is still not known with certainty. This study aims to obtain the total and structure of  population, determine the effective population size (Ne), and the rate of inbreeding (∆F) in Pelung chickens in five districts in Garut Regency. This research was conducted from May to June 2022 in Cikajang, Pasirwangi, Bayongbong, Samarang, and Cigedug Districts. The study used, quantitative descriptive methods and data were obtained by direct interview techniques in which a total of respondents were interviewed.  The results of the study showed that the total population of Pelung chickens at the research location was 1,867 Pelung chickens with 452 birds in district of Cikajang, 316 of Pasirwangi, 555 of Bayongbong, 194 of Samarang, and 350 of Cigedug. The total number of effective population sizes at the study site was 465 individuals.  The inbreeding rate per generation in five sub-districts was 0.1%, with the highest inbreeding rates in Samarang 0.82%, followed by Cigedug 0.78%, Pasirwangi 0.54%, Cikajang 0.42%, and Bayongbong 0.39%.
Pengaruh berat telur, luas permukaan, dan berat jenis, terhadap shape index telur puyuh (Coturnix coturnix japonica) Atika Nuriza Tanaffasa; Wiwin Tanwiriah; Dani Garnida
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v11i2.6481

Abstract

The research was held from 6th April 2023 to 6th Mei 2023 in Laboratory of Poultry Poduction, Padjadjaran University. The purpose of this research was to figure out the corellations between weight, surface area, and specific gravity on the shape index of quail eggs (Coturnix Coturnix Japonica). The method used in this research is corellational, and path analysis, with exogenous variables they are weight (X1), surface area (X2), specific gravity (X3) and one endogenous variable is shape index(Y). Sampling collects by purposive sampling with the criteria of eggshell integrity and uniform egg weight. The data obtained from the measurement results were then carried out the normality test, linearity test, Pearson correlation and path analysis. The results showed that the weight and surface area of the quail egg shape index has a correlation value of -0.194. Specific gravity with shape index quail eggs showed a correlation value of 0.013. Weight gives the greatest effect on the shape index of quail eggs (Coturnix Coturnix Japonica) by 7.51%, surface area gives the effect on the shape index of quail eggs (Coturnix Coturnix Japonica) by 0.62% and specific gravity gives a low effect on the shape index of quail eggs (Coturnix Coturnix Japonica) 0.03%.
Kontribusi surface area, specific gravity, dan volume telur terhadap berat telur puyuh Dicky Wahyu; Johar Arifin; Dani Garnida
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v11i2.6483

Abstract

The purpose of this study was to determine the correlation and obtain the amount of contribution between surface area (X1), specific gravity (X2), and volume (X3) to the weight of quail eggs (Y). This study used 300 samples of fresh eggs with the correlation method of the path analysis test. The calculation of the correlation coefficient is pX1Y = 0.924, pX2Y = 0.056, and pX3Y= 0.499. The calculation of the trajectory coefficient is pYX1 = 0.875, pYX2 = 0.235, and pYX3 = 0.888. Based on the results of data analysis in this study, it can be concluded that the surface area is very strongly correlated, the specific gravity is very low, and the volume of eggs is moderately correlated with a correlation of 0.924, 0.056, and 0.499 (P>0.05). The total influence was 86.36% and the influence of other factors was 13.64% with volume being the largest contributing independent variable, which was 42.08%, while surface area was 41.55% and specific gravity being the smallest contributing independent variable at 2.73%.
THE EFFECT OF ADDING GTG SOLUTION IN DRINKING WATER ON FINAL BODY WEIGHT, FEED EFFICIENCY, AND INCOME OVER FEED COST OF LOCAL DUCK TANWIRIAH, WIWIN; Garnida, Dani; Sujana, Endang; Mushawir, Andi; Widyastuti, Tuti
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 23, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v23i2.46320

Abstract

This research aims to determine the effect of adding GTG solution in drinking water to the body weight gain, final body weight, ration efficiency and income over feed cost in local ducks. This study used 60 male Tasikmalaya local ducks which were divided into 4 treatment groups and then put into 5 pens as replications, so there were 20 pens. Ducks were reared from 1 day to 45 days old. The initial body weight of the ducklings after being weighed had a coefficient of variation of 5.10 %. GTG solution consists of water, ginger juice, turmeric juice, and garlic juice in equal ratios. There were 4 treatments, namely P0 = drinking water + 0% GTG solution, 12 = drinking water + 0.5 % GTG solution, P2 = drinking water + 1% GTG and P3 = drinking water + 1.5% GTG solution. The data were analyzed with ANOVA to determine the effect of the treatment and then subjected to Duncan's test to differentiate each treatment. The parameters measured were body weight gain, final body weight, feed efficiency, and income over feed cost. The results showed that the addition of 1% JKBP solution into drinking water gave the highest body weight gain, final body weight, feed efficiency, and income over feed cost in local ducks.