Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Estimated Model of Correlation Environmental Factor with Crowing Characteristics of Pelung Chickens Asmara, Indrawati Yudha; Garnida, Dani; Hilmia, Nena; Maulana, Muhammad Irfan
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 24, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v24i1.55804

Abstract

Indonesia has high biodiversity, one of which is the diversity of local chickens such as Pelung chicken which is included in the singing chicken category. The characteristics of Pelung chicken's crowing sound are thought to be influenced by several factors, including genetic and environmental factors. This research was conducted to determine the relation of environmental factors to the characteristics of the crowing sound. The research was conducted using a survey method with purposive sampling techniques in Bandung, Cianjur and Sukabumi Regencies. The samples used were 32 Pelung chickens. The data observed were the duration, number, and crowing volume of Pelung chicken. When measuring sound characteristics, temperature, humidity, and light intensity were also measured. The data obtained were analyzed using multiple linear regression tests. The results of the research show that the regression equation for Duration and environment is Y=-0.547+0.142χ1+0.02χ2+0.066χ3, while crowing number with environment: Y=-47.48+1.17χ1+0.007χ2+0.423χ3, and Volume with environment: Y=62.563- 0.336χ1+0.01χ2+0.031χ3 with coefficients of determination (R2) of 0.179, 0.096, and 0.023 respectively. This research found that environmental factors such as temperature, light intensity, and humidity influenced the duration and number of Pelung chickens' crowing but did not influence the volume of the crowing sound. It is suspected that other factors and genetic factors are more dominant in influencing crowing characteristics.
KAJIAN PERFORMA AYAM BROILER BERDASARKAN IKLIM MIKRO PADA KANDANG CLOSED HOUSE EVAPORATED COOLING PAD SYSTEM Maulana, Muhammad Irfan; Garnida, Dani; Setiawan, Iwan; Yudantara, Yuna
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.3495

Abstract

Ayam broiler merupakan ayam unggul hasil pemuliaan genetik yang  dikembangkan untuk memproduksi daging secara cepat namun sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Perbedaan iklim mikro dalam kandang pada rentang yang kecil dapat menyebabkan perbedaan performa. Penelitian ini menggunakan data selama 4 periode meliharaan dengan parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan mingguan (PBB) dan bobot panen, FCR, kematian dan IP (Indeks Performa) kemudian diolah menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Performa ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house lantai bawah adalah konsumsi pakan 2,928±0,19 kg per ekor, PBB minggu ke 4 sebesar 1652,2±57,07 gram, bobot panen 1,94±0,008, FCR 1,53±0,064, Kematian 1,28% dan IP 404±44,47. Adapun performa ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house lantai atas adalah konsumsi pakan 3,021±0,21 kg per ekor, PBB minggu ke 4 sebesar 1709,38±72,54 gram, bobot panen 2,05±0,008, FCR 1,47±0,051, Kematian 1,00% dan IP 451±21,20. Berdasarkan posisi pen dalam kandang baik pada lantai atas dan lantai bawah, PBB mingguan ayam broiler yang berada pada pen dekat inlet relatif kecil pada minggu pertama 214,13±12,89 gram tetapi pada minggu ketiga dan keempat meningkat relatif besar yaitu 1075,25±65,54 gram dan 1733,50±56,99 gram, sebaliknya pada pen dekat outlet pada minggu pertama 222,13±14,55 gram tetapi pada minggu ketiga dan keempat sebesar 1043,50±62,85 gram dan 1640,50±57,92 gram. Karakteristik performa ayam broiler yang tidak sama pada penelitian ini antara lain disebabkan oleh sebaran iklim mikro dalam kandang yang berbeda khususnya suhu, kelembaban, dan kecepatan angin baik pada pen maupun lantai yang berbeda.Kata Kunci : Ayam broiler, closed house, iklim mikro, performa
PERANAN IBU-IBU PKK DESA WONOHARJO KABUPATEN PANGANDARAN DALAM MENINGKATKAN GIZI KELUARGA UNTUK MENCEGAH STUNTING MELALUI PEMANFAATAN HASIL PANEN AYAM SENTUL Widjastuti, Tuti; Tanwiriah, Wiwin; Garnida, Dani; Balia, Roostita Lobo; Nurlaeni, Leni
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.45924

Abstract

Usaha beternak ayam Sentul merupakan salah satu altenatif penghasil daging dan telur yang cukup produktif dan disukai masyarakat. Pasca panen dari beternak ayam local berupa daging yang sangat disukai masyarakat karena mempunyai citra rasa yang khas dan dapat dipanen sebagai penghasil daging pada umur 2,5–3 bulan, mengandung protein 22% sehingga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting terjadi karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Daging dan telur ayam lokal merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan dapat diikonsumsi oleh anak-anak agar cerdas, sehat, tumbuh secara normal dan produktif, karena asam amino yang terkandung di dalam daging dapat berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.  Keistimewaan daging ayam adalah kadar lemaknya rendah dan asam lemaknya tidak jenuh.  Oleh karena itu hasil panen ayam Sentul mempunyai potensi yang besar untuk digunakan sebagai makanan pencegah terjadinya stunting, dagingnya mudah diolah untuk makanan yang disukai oleh anak-anak dan orang dewasa dengan relative murah dan masih terjangkau daya belinya oleh masyarakat. Peranan ibu-ibu PKK dapat mengolahnya menjadi makanan yang agar lebih sehat dan terhindar dari bahan berbahaya seperti zat pengawet dan pewarna, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mencegaah terjadinya stunting.  Selain menjadi, produk olahan ini juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan untuk ibu-ibu di Desa Wonoharjo karena adanya potensi usaha dari produk tersebut.
POPULATION DOCUMENTATION OF PELUNG CHICKENS IN FIVE SUB-DISTRICTS IN BANDUNG REGENCY Budiarti, Yenti; Asmara, Indrawati Yudha; Garnida, Dani
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v4i1.42323

Abstract

Pelung chicken is animal-genetic-resources which has a relatively larger physical appearance compared to other local chickens and has a long, melodious and rhythmic sound. Bandung Regency that has a fairly high population of Pelung chickens, but the number and structure of the population have not been documented. This research aims to determine the number and structure of the population, effective population size and inbreeding rate of Pelung chickens. The data collection technique was carried out by means of a survey, namely direct interviews with respondents in sub-districts including Ciparay, Kutawaringin, Katapang, Cicalengka and Cikancung. The variables observed in this research were male and female Pelung chickens grouped based on age, effective population size and inbreeding rate. The population data was then analyzed by quantitative descriptive method. The results showed that total population of Pelung chickens was 1,133 birds. The effective population size of Pelung chickens is 397 birds. The population structure of male Pelung 0-3 months was 228 birds, >3-6 months was 169 birds and >6 months was 201 birds, then for female Pelung chickens 0-3 months was 219 birds, >3-6 months was 119 birds and >6 months was 197 birds.  The inbreeding rate of Pelung chickens is 0.13%.
KAJIAN PERFORMA AYAM BROILER BERDASARKAN IKLIM MIKRO PADA KANDANG CLOSED HOUSE EVAPORATED COOLING PAD SYSTEM Maulana, Muhammad Irfan; Garnida, Dani; Setiawan, Iwan; Yudantara, Yuna
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.3495

Abstract

Ayam broiler merupakan ayam unggul hasil pemuliaan genetik yang  dikembangkan untuk memproduksi daging secara cepat namun sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Perbedaan iklim mikro dalam kandang pada rentang yang kecil dapat menyebabkan perbedaan performa. Penelitian ini menggunakan data selama 4 periode meliharaan dengan parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan mingguan (PBB) dan bobot panen, FCR, kematian dan IP (Indeks Performa) kemudian diolah menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Performa ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house lantai bawah adalah konsumsi pakan 2,928±0,19 kg per ekor, PBB minggu ke 4 sebesar 1652,2±57,07 gram, bobot panen 1,94±0,008, FCR 1,53±0,064, Kematian 1,28% dan IP 404±44,47. Adapun performa ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house lantai atas adalah konsumsi pakan 3,021±0,21 kg per ekor, PBB minggu ke 4 sebesar 1709,38±72,54 gram, bobot panen 2,05±0,008, FCR 1,47±0,051, Kematian 1,00% dan IP 451±21,20. Berdasarkan posisi pen dalam kandang baik pada lantai atas dan lantai bawah, PBB mingguan ayam broiler yang berada pada pen dekat inlet relatif kecil pada minggu pertama 214,13±12,89 gram tetapi pada minggu ketiga dan keempat meningkat relatif besar yaitu 1075,25±65,54 gram dan 1733,50±56,99 gram, sebaliknya pada pen dekat outlet pada minggu pertama 222,13±14,55 gram tetapi pada minggu ketiga dan keempat sebesar 1043,50±62,85 gram dan 1640,50±57,92 gram. Karakteristik performa ayam broiler yang tidak sama pada penelitian ini antara lain disebabkan oleh sebaran iklim mikro dalam kandang yang berbeda khususnya suhu, kelembaban, dan kecepatan angin baik pada pen maupun lantai yang berbeda.Kata Kunci : Ayam broiler, closed house, iklim mikro, performa
Karakteristik Hasil Tetasan Berdasarkan Bobot dan Tata Letal Telur dalam Mesin Tetas Yuniarti, Nurcahyani; Setiawan, Iwan; Garnida, Dani
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41568

Abstract

Penelitian tentang Karakteristik Hasil Tetasan Berdasarkan Bobot dan Tata Letak Telur Ayam dalam Mesin tetas telah dilaksanakan di PT Karya Indah Pertama Hatchery Ciamis dari tanggal 22 Mei sampai tanggal 21 Juni 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hasil tetasan (daya tetas, bobot teta, dan saleable chick) berdasarkan bobot dan tata letak telur yang berbeda dalam mesin tetas. Metode penelitian menggunakan metode percobaan Split Plot RAL dengan perlakuan petak utama yaitu letak telur dalam mesin tetas yang terdiri atas L1 (letak paling atas), L2 (letak bagian tengah) dan L3 (letak paling bawah) serta anak petak yaitu bobot telur yang terdiri atas B1 (bobot Grade A yang berkisar antara 56-60 gram), B2 ( bobot Grade B yang berkisar antara 61-65 gram) dan B3 (bobot Grade C yang berkisar antara 66-70 gram). Bahan percobaan yang digunakan adalah telur tetas ayam strain Cobb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara bobot dan tata letak telur dalam mesin tetas terhadap daya tetas, bobot tetas, dan saleable chick. Daya tetas yang dihasilkan dari ketiga grade bobot telur relatif sama. Bobot telur Grade C (66-70 gram) menghasilkan bobot tetas paling tinggi (43,64 gram) dibandingkan dengan bobot telur Grade A (56-60 gram) dan bobot telur Grade B (61-65 gram). Telur yang diletakkan pada rak bagian atas mesin tetas menghasilkan saleable chick tertinggi (99,49%).
Analisis Pengaruh Suhu dan Durasi Penyimpanan terhadap Indeks Yolk dan Albumen Telur Ismiraj, Muhammad Rifqi; Apriliyani, Lia; Garnida, Dani; Wulansari, Asri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61158

Abstract

Kualitas internal telur mengalami penurunan seiring waktu, dipengaruhi oleh suhu dan lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai suhu dan durasi penyimpanan terhadap indeks kuning telur (IKT) dan indeks putih telur (IPT) pada telur ayam petelur strain ISA Brown. Sebanyak 240 butir telur dari ayam petelur berumur 20 minggu disimpan dalam dua kondisi suhu: suhu ruang (25–30 °C) dan suhu refrigerator (7 °C) dengan durasi penyimpanan yang bervariasi. Penyimpanan pada suhu ruang dilakukan selama 1, 5, 10, dan 15 hari, sedangkan penyimpanan dalam refrigerator dilakukan selama 1, 15, 30, dan 45 hari. IKT dan IPT diukur menggunakan prosedur standar, dan data dianalisis menggunakan ANOVA, uji lanjut Duncan, ukuran efek (partial eta-squared), regresi (dengan waktu sebagai prediktor kontinyu), MANOVA, dan analisis korelasi. Perlakuan berpengaruh signifikan terhadap IKT dan IPT (p < 0.05). Analisis ANOVA satu arah menunjukkan nilai partial eta-squared (ηp²) sebesar 0,888 untuk IKT dan 0,971 untuk IPT, yang menunjukkan bahwa perlakuan menjelaskan sebagian besar variasi yang terjadi. Analisis regresi menunjukkan bahwa penurunan IKT terjadi lebih cepat pada penyimpanan suhu ruang (slope ≈ −0,0102/hari) dibandingkan dengan penyimpanan di refrigerator (slope ≈ −0,0020/hari). MANOVA menunjukkan adanya pengaruh utama dan interaksi yang signifikan antara suhu dan durasi penyimpanan terhadap kedua indeks telur. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat (r ≈ 0,986) antara IKT dan IPT di semua perlakuan. Suhu dan lama penyimpanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas telur, di mana penyimpanan dalam refrigerator secara signifikan memperlambat penurunan kualitas kuning dan putih telur. Hasil penelitian ini mendukung rekomendasi penyimpanan telur dalam kondisi dingin untuk mempertahankan kualitas telur dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pengaruh Lama dan Suhu Penyimpanan Terhadap Indeks Kualitas Telur Ayam Ras Fase Produksi Pertama Apriliyani, Lia; Garnida, Dani; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama dan suhu penyimpanan terhadap indeks kualitas telur ayam ras pada fase produksi pertama. Sebanyak 240 butir telur disimpan pada dua suhu berbeda, yaitu suhu ruang (25–30°C) dan suhu refrigerator (7°C), dengan variasi lama penyimpanan 1, 5, 10, dan 15 hari untuk suhu ruang, serta 1, 15, 30, dan 45 hari untuk suhu refrigerator. Parameter yang diamati meliputi indeks kuning telur (IKT) dan indeks putih telur (IPT), yang dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kualitas telur (P<0,05), di mana telur yang disimpan pada suhu ruang selama 15 hari mengalami penurunan IKT dan IPT masing-masing menjadi 0,277 dan 0,035. Sebaliknya, penyimpanan di suhu refrigerator (7°C) selama 45 hari mampu mempertahankan IKT dan IPT pada nilai 0,342 dan 0,057. Kondisi penyimpanan yang optimal untuk mempertahankan kualitas telur ditemukan pada penyimpanan selama 10 hari di suhu ruang dan 30 hari di suhu refrigerator, dengan nilai IKT masing-masing 0,360 dan 0,387, serta nilai IPT masing-masing 0,051 dan 0,078. Temuan ini menunjukkan bahwa penyimpanan di suhu refrigerator secara signifikan lebih efektif dalam mempertahankan kualitas telur dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang, sehingga penting untuk menerapkan manajemen penyimpanan yang tepat guna menjaga kesegaran dan nilai gizi telur.
Relationship between Storage Duration and Yolk Index, Albumen Index and Haugh Unit of Padjadjaran Quail Eggs in Peak Production Phase Octaviano, Safira Marwa Naifa; Sujana, Endang; Garnida, Dani
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 7, No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v7i1.65723

Abstract

Quail eggs are a highly nutritious source of animal protein at an affordable price. However, their internal quality tends to decline during storage due to physicochemical changes. Padjadjaran Quail is a local variety developed through purification and crossbreeding of brown and black strains of Japanese quail (Coturnix coturnix japonica), possessing good egg production potential and quality. Studies on the internal quality of Padjadjaran Quail Eggs during long-term storage remain limited. Therefore, this study aimed to determine the relationship between storage duration and yolk index, albumen index, and haugh unit of Padjadjaran Quail Eggs. The research was conducted over 60 days at room temperature using 420 Padjadjaran Quail Eggs from hens in peak production phase at the Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran. The data were analyzed descriptively, followed by correlation and regression tests. Results showed a decrease in average yolk index from 0.44 to 0.11, albumen index from 0.12 to 0.01, and haugh unit from 90.28 to 59.56. A very strong correlation was found between storage duration and each parameter. The regression models obtained were Y = 0.327 – 0.004X (yolk index), Y = 0.108 – 0.002X (albumen index) and Y = 91.698 – 0.536X (HU).Keywords: storage duration, quail eggs, yolk index, albumen index, haugh unit