Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Teacher Strategy SMPN 2 Pacet Mojokerto To Improve Student Learning Motivation Vina Aprilia; Seli Septiana Pratiwi
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol19.no1.a6760

Abstract

The purpose of this study was to find out the management of funds, accountability, and the benefits of Dankesis at Prawira Marta Kartasura High School. Dankesis is used for all student activities both for participating in competitions outside of school or for activities made by the students themselves. To support student welfare, it is necessary to have activities that make students happy while at school. The student fund planning is designed by the school principal and deputy of the school. This type of research uses qualitative by taking real data from the school. The data were obtained from interviews and observations at the school.
Implementation of Pancasila Student Profiles at Madrasah Aliyah Negeri 2 Kediri City adjeng afidah Nurrohamah; Seli Septiana Pratiwi
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol19.no1.a6768

Abstract

This research wants to show and describe the application of the project to strengthen the profile of Pancasila students in MAN 2 Kediri City, where MAN 2 Kediri City became the pioneer in implementing the independent curriculum which was under the auspices of the Ministry of Religion. The research method used is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were curriculum representatives, facilitating teams, and students of MAN 2 Kota Kediri. The results showed a lack of understanding regarding the project to strengthen the profile of Pancasila students from both the facilitating team and the students. MAN 2 Kota Kediri to encourage the successful implementation of the project to strengthen the profile of Pancasila students by creating a Pancasila student profile expo program, the aim of which is to showcase and demonstrate the results of the project to strengthen students' Pancasila student profiles. The theme applied by MAN 2 Kediri City is local wisdom and wake up the soul, wake up the body, its implementation results in students experiencing the inculcation of the character of the two themes through a series of project processes to strengthen the profile of Pancasila students.
Pembinaan Karang Taruna Sebagai Penyuluh untuk Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS Seli Septiana Pratiwi; Ahmad Arif Widianto; Desy Santi Rozakiyah; Megasari Noer Fatanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6776

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada bertujuan untuk mempersiapkan anggota karang taruna terlibat aktif dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Desa Batuaji. Kegiatan tersebut dilatar belakangi peningkatan kasus penyakit menular HIV/AIDS mempengaruhi sektor kesehatan, keamanan, ekonomi, dan bahkan sosial. Melalui keterlibatan karang taruna diharapkan tercipta pemerataan edukasi tentang penyakit menular di masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah menciptakan anggota karang taruna yang bisa memahami secara mendalam penyakit HIV/AIDS dan mengimplementasikannya dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat lainnya. Metode yang dilakukan yaitu partisipasi secara langsung dengan melibatkan anggota karang taruna melalui penyampaian materi dan diskusi aktif. Di setiap sesi peserta diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab, bertukar informasi dan pengetahuan mengenai penyakit HIV/AIDS, dan melengkapi pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS. Secara umum, peserta sudah mengetahui penyakit HIV/AIDS, peserta juga sudah memiliki pengetahuan tempat melaporkan kasus-kasus baru dari pengidap HIV/AIDS. Perlu ditingkatkan kembali pengetahuan tentang prosedur pengobatan pengidap HIV/AIDS agar anggota karang taruna dapat memberikan informasi kepada masyarakat dengan jelas dan sistematis. Kegiatan dilakukan pada bulan Oktober tahun 2022 dengan jumlah peserta 20 orang anggota karang taruna. Hasil pengabdian yaitu peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman berkaitan dengan gejala dan penyebaran penyakit HIV/AIDS. Selain itu, peserta kegiatan juga memiliki koordinasi yang lebih jelas dengan pihak desa mengenai keterlibatan dalam penanggulangan dan penanganan penyakit menular HIV/AIDS.Service activities aim to prepare Karang Taruna members to be actively involved in tackling HIV/AIDS in Batuaji Village. This activity was motivated by increased cases of the infectious disease HIV/AIDS affecting the health, security, economic and social sectors. Through the involvement of youth organizations, it is hoped that there will be an equal distribution of education about infectious diseases in the community. This activity aims to create youth members who can understand HIV/AIDS in depth and implement it in the form of outreach to other communities. The method used is direct participation by involving youth members through material delivery and active discussion. In each session, the participants were allowed to conduct questions and answers, exchange information and knowledge about HIV/AIDS, and complete their knowledge about HIV/AIDS. In general, the participants already knew about HIV/AIDS; the participants also knew where to report new cases of people living with HIV/AIDS. It is necessary to increase knowledge about procedures for treating people with HIV/AIDS so that youth members can provide information to the public clearly and systematically. The activity was carried out in October 2022 with 20 members of Karang Taruna. The result of the service is that participants know and understand the symptoms and spread of HIV/AIDS. In addition, activity participants also have clearer coordination with the village regarding involvement in the prevention and management of HIV/AIDS infectious diseases. 
Kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras (studi kasus di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang) Putri Clariza; Nanda Harda Pratama Meiji; Seli Septiana Pratiwi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p412-425

Abstract

Juvenile delinquency is a problem that is still rife in Indonesia. One happened to teenagers in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency. The issue of juvenile delinquency of liquor consumers needs to be taken seriously because it violates legal norms, religious norms, and the moral system in society. The purpose of this study was to find out the influencing factors and how to overcome juvenile delinquency which consumes liquor in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency. The method in this study uses a descriptive qualitative method through a case study approach that focuses on late adolescence. The results of research data on adolescents consuming liquor in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency, show teenagers carrying out these deviant activities because of two factors that affect them, namely internal factors and external factors. Internal factors occur due to the weak self-control possessed by adolescents, while external factors occur due to free parenting, the association of friendship environments, the circulation of liquor that sells freely, and the weak social control of the surrounding environment. The solution to juvenile delinquency of liquor consumption in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency has not been implemented optimally. Kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras merupakan suatu persoalan yang masih marak terjadi di Indonesia. Salah satunya terjadi pada remaja di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Permasalahan kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras perlu diperhatikan secara serius karena sudah melanggar norma hukum, norma agama, dan tata kesusilaan yang ada di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi dan bagaimana solusi kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus yang berfokus pada usia remaja akhir. Hasil data penilitian remaja pengkonsumsi minuman keras di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang ialah remaja melakukan kegiatan menyimpang tersebut karena dua faktor yang mempengaruhinya, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terjadi karena lemahnya kontrol diri yang dimiliki oleh remaja, sedangkan faktor eksternal terjadi karena pola asuh dan keteladanan orang tua yang bersifat bebas, pergaulan lingkungan pertemanan, peredaran minuman keras yang terjual bebas, dan lemahnya kontrol sosial dari lingkungan sekitar. Solusi kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang belum terlaksana secara optimal.
Peningkatan Promosi Digital Desa Melalui Keterlibatan Pemuda Desa Seli Septiana Pratiwi; Desy Santi Rozakiyah; Nanda Harda Pratama Meiji; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.171

Abstract

Local and foreign tourists can be persuaded to visit attractions offered through social media. Wonokitri Village, one of the gateways to Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS), has resumed tourism promotion through social media. There are barriers to managing social media, including owning and managing social media. The charity will be implemented through outreach and direct support to village youth by involving Pokdarwis Wonokitri Village as a participant. The goal is to make village promotions more inclusive and allow local communities to manage social media to attract tourists. Philanthropic activities include direct participatory efforts. The first step in maximizing our work was to work with POKDARWIS members to identify the key constraints and needs of the local community. Next, a discussion was held on the content that characterizes the village's potential. In addition, local village youth are supported to create engaging social media content for tourists, especially in the form of photographs. The implementation team also gained an understanding of the different functions of social media used and how to best utilize them to promote digital village tourism.
Pendampingan dan Penyusunan Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum untuk Guru IPS di Kabupaten Pacitan Agus Purnomo; Agung Wiradimadja; Seli Septiana Pratiwi; Nevy Farista Aristin; Aaron Ardery
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v8i1.7605

Abstract

The common understanding of the preparation of the Minimum Competency Assessment (AKM) instrument is the main problem for the MGMP IPS of Pacitan Regency as a partner of the Social Sciences Education Study Program, Universitas Negeri Malang. Partners need assistance in the preparation of the AKM IPS instrument. This service aims to improve teacher competence in compiling and providing AKM IPS instruments. The method of implementing community service activities includes the stages of mentoring, monitoring, performance, and impact by the MGMP IPS of Pacitan Regency. Sixty-six teachers attended this activity. The results show that most social studies teachers gave an excellent response of 76%. This can be interpreted that the MGMP IPS teacher understanding the materials and training related to the AKM that the presenters delivered during the activity. Social studies teachers have experienced significant improvements in understanding the AKM of social studies subjects in the current curriculum. So, it can be shown that the program has succeeded in increasing the ability of social studies teachers to prepare for the AKM IPS. The implications of this service are expected to be a guideline in designing the development of a minimum competency assessment instrument so teachers can use it more.
Literasi Peduli Lingkungan dalam Pengembangan Merdeka Belajar di Desa Ranupani Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Desy Santi Rozakiyah; Seli Septiana Pratiwi; Megasari Noer Fatanti; Ahmad Arif Widianto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.783 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2571

Abstract

SDN Ranupani terletak di Desa Senduro Lumajang. Sekolah ini masih menjadi satu dengan sekolah SMP Negeri Satu Atap, kegiatan dan proses pembelajaran masi dalam satu gedung antara SD dan SMP. Implementasi pembelajaran yang mengembangkan literasi dan numerasi belum dipraktekkan secara langsung oleh pihak sekolah. Mengambil tema kegiatan tentang peduli lingkungan di lakukan pada siswa SDN Ranupani sebagai bentuk peningkatan stimulus dan kemampuan siswa dalam mengembangkan pemahaman literasi dan numerasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini sebagai peningkatan literasi dan numerasi pada siswa dengan melalui pendekatan lingkungan dan mengenal kondisi tempat tinggal siswa. Selain itu, dapat memberikan sikap menyadarkan siswa pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan menanamkan sikap peduli lingkungan. Model kegiatan pengabdian yang dilakukan dalam bentuk pendampingan, sosialisasi pada siswa SDN Ranupani bagaimana membangun kesadaran siswa dalam memperhatikan sampah dan mencintai lingkungan sekitar. Hasil kegiatan dan pendampingan yang dilakukan pada siswa SDN Ranupani disambut baik oleh kepala desa maupun dari pihak Guru SDN Ranupani. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan kegiatan sangat aktif dan partisipasi, mulai dari pemaparan materi tentang menjaga lingkungan, dan praktek pemetaan sampah secara langsung selama kegiatan. Mengingat Desa Ranupani sebagai desa penyangga dari taman nasional Bromo tengger Semeru (TNBTS) yang rawan akan terjadinya banjir. Dengan adanya kegiatan ini sikap dan kesadaran dari individu siswa dapat terbentuk dan menggembangkan jiwa peduli pada lingkungan dan menjaga lingkungan sekitar setiap harinya. 
Pelatihan Penguatan Materi Esensial Kurikulum Merdeka untuk MGMP Sosiologi Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Malang Joan Hesti Gita Purwasih; Seli Septiana Pratiwi; Nanda Harda Pratama Meiji
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5776

Abstract

Transisi kurikulum 2013 menuju kurikulum merdeka berdampak bagi guru mata pelajaran sosiologi. Beberapa materi esensial sosiologi dalam Kurikulum Merdeka sedikit berbeda dengan kurikulum 2013. Selain itu, capaian pembelajaran (CP) kurikulum merdeka ditulis dengan narasi berupa paragraf. Standar tersebut relatif baru bagi guru sehingga urutan materi dan kompetensi yang akan diajarkan harus disusun secara rinci dalam bentuk alur tujuan pembelajaran (ATP). Sebagian besar guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah(MA) Kabupaten Malang berasal dari latar belakang non pendidikan sosiologi. Oleh karena itu, penafsiran CP menjadi ATP sebagai urutan materi esensial cukup sulit dipetakan. Kasus ini menjadi tantangan bagi guru mata pelajaran sosiologi di MA Kabupaten Malang. Penguatan mengenai materi esensial sosiologi dapat membantu guru mengatasi tantangan tersebut. Pendampingan dengan metode capacity building dilakukan untuk membedah materi-materi esensial Sosiologi. Hasilnya, guru dapat memanfaatkan materi pendampingan tersebut menjadi ATP di satuan pendidikan masing-masing sebagai bahan untuk menyusun perangkat ajar lanjutan, yaitu modul ajar. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan survei (angket tertutup), tujuannya untuk mengukur tingkat penguasaan dan kepuasan program.
Pengembangan Kompetensi Alumni Pendidikan Sosiologi dalam Membuat Modul Ajar Kurikulum Merdeka Joan Hesti Gita Purwasih; Nanda Harda Pratama Meiji; Seli Septiana Pratiwi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.5838

Abstract

Kurikulum Merdeka menuntut seorang pendidik mampu mengembangkan pembelajaran dengan konsep teaching at right level. Tujuan pengabdian ini meningkatkan keterampilan alumni dalam membuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) hingga produk modul ajar yang utuh. Perangkat-perangkat pembelajaran tersebut relatif baru dan berbeda dengan materi yang pernah dipelajari alumni ketika studi di jenjang S1. Pengabdian dilakukan melalui tahapan prasurvei, perencanaan program, pendaftaran peserta, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ceramah, diskusi, praktik, dan tes digunakan selama proses pengabdian. Hasilnya, terdapat 50 alumni yang mendaftar menjadi peserta dari berbagai wilayah terlibat dalam kegiatan ini. Rata-rata hasil survei terhadap peserta selama sesi kegiatan menunjukkan materi yang diajarkan dapat diaplikasikan di dunia kerja hal ini dibuktikan dari pernyataan sesuai (41,4%), dan sangat sesuai (57,3%). Hanya 33 peserta yang dapat membuat perangkat ajar sendiri berupa modul ajar, sementara sisanya tidak mengumpulkan produk modul ajar.
Peningkatan Promosi Digital Desa Melalui Keterlibatan Pemuda Desa Seli Septiana Pratiwi; Desy Santi Rozakiyah; Nanda Harda Pratama Meiji; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.171

Abstract

Local and foreign tourists can be persuaded to visit attractions offered through social media. Wonokitri Village, one of the gateways to Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS), has resumed tourism promotion through social media. There are barriers to managing social media, including owning and managing social media. The charity will be implemented through outreach and direct support to village youth by involving Pokdarwis Wonokitri Village as a participant. The goal is to make village promotions more inclusive and allow local communities to manage social media to attract tourists. Philanthropic activities include direct participatory efforts. The first step in maximizing our work was to work with POKDARWIS members to identify the key constraints and needs of the local community. Next, a discussion was held on the content that characterizes the village's potential. In addition, local village youth are supported to create engaging social media content for tourists, especially in the form of photographs. The implementation team also gained an understanding of the different functions of social media used and how to best utilize them to promote digital village tourism.