Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KECEMASAN SEBAGAI PREDIKTOR INTENSITAS NYERI PADA PASIEN PASCA AKUPUNKTUR Mei Rianita Elfrida Sinaga; Taufiqur Rohman
Optimal Nursing Journal Volume 3 No 1 Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740327

Abstract

Acupuncture is an effective complementary therapy for reducing pain, but the needle insertion procedure can induce anxiety that potentially affects the patient's perception of pain. Anxiety as a psychological response is suspected to play a role as a predictor of the pain intensity felt after acupuncture treatment. This study aims to analyze the role of anxiety as a predictor of pain intensity in patients post-acupuncture at Community Development Bethesda Yakkum Yogyakarta. This study uses a quantitative design with a correlational analytical approach. The sampling technique used was total sampling with a total of 30 respondents. The level of anxiety was measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) before the procedure, while the intensity of pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) after the procedure. Data analysis used the Somers’ d test to examine the direction and strength of the relationship. The research results showed that the majority of respondents experienced severe anxiety (43.3%) and mild pain (56.7%). The Somers’ d test indicated a significant relationship between anxiety and pain intensity (p = 0.005) with a positive direction and moderate strength. Anxiety acts as a predictor of pain intensity in post-acupuncture patients, where higher anxiety levels correspond to greater perceived pain intensity.
PENEGAKAN HAK ANAK ATAS MAKANAN AMAN DAN SEHAT: STUDI KASUS KERACUNAN DALAM PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DITINJAU DARI TANGGUNG JAWAB NEGARA Ontran Sumantri Riyanto; Mei Rianita Elfrida Sinaga
Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi HAM dan Humaniter Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jrkhm.v4i1.84

Abstract

Hak anak atas pangan yang aman dan sehat merupakan fondasi esensial bagi tumbuh kembang optimal, dijamin oleh instrumen hukum internasional dan nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai inisiatif penting, namun potensi insiden keracunan makanan menyoroti celah dalam penjaminan hak ini dan memunculkan isu krusial mengenai tanggung jawab negara. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis yuridis untuk memahami penegakan hak anak atas makanan aman dan sehat dalam Program MBG, dengan studi kasus insiden keracunan ditinjau dari tanggung jawab negara. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data sekunder berupa peraturan perundang-undangan relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia telah menyediakan landasan normatif yang kuat bagi hak ini. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan signifikan dalam pengawasan, alokasi sumber daya, dan kapasitas teknis, yang meningkatkan risiko keracunan. Pertanggungjawaban negara dapat diuraikan secara administrasi, perdata, dan pidana, tetapi perwujudannya terhambat oleh kompleksitas birokrasi, kurangnya literasi hukum, dan akses keadilan yang terbatas. Disparitas antara jaminan hukum dan realitas implementasi menciptakan celah akuntabilitas, yang berdampak serius pada anak-anak korban dan kepercayaan publik. Diperlukan reformasi sistemik, termasuk peraturan pelaksana yang spesifik, peningkatan kapasitas pengawasan, dan mekanisme kompensasi yang lebih responsif, demi terwujudnya perlindungan yang komprehensif dan akuntabilitas negara yang nyata dalam Program Makan Bergizi Gratis.
The Relationship Between Posyandu Cadre Support for the Elderly and the Quality of Life of the Elderly in Prawirodirjan Village, Yogyakarta Kiku, Yoyakim Mario Ale; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menimbulkan tantangan dalam upaya mempertahankan kualitas hidup lansia. Salah satu program kesehatan masyarakat yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan lansia adalah Posyandu Lansia yang didukung oleh kader kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan kader Posyandu Lansia dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Prawirodirjan, Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan pada 50 lansia yang aktif mengikuti kegiatan Posyandu Lansia. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner dukungan kader dan WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05, dan didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan kader dalam kategori baik (92%) dan memiliki kualitas hidup kategori baik (82%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,339 dan koefisien korelasi r = 0,138 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan kader Posyandu Lansia dan kualitas hidup lansia, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan kader posyandu lansia tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup lansia di KelurahanPrawirodirjan. Kualitas hidup lansia diduga lebih dipengaruhi oleh faktor multidimensional seperti kondisi kesehatan, dukungan keluarga, status ekonomi, aktivitas sosial, dan tingkat kemandirian.
Move for Brain & Heart: Edukasi, Skrining, dan Senam pada Lansia dalam Mencegah Hipertensi dan Dimensia Vaskular Mei Rianita Elfrida Sinaga; Septa Meriana Lumbantoruan; Catharina Guinda Diannita; Evanny Indah Manurung; Benediktus Pascalis Dasit; Agus Frandes Sariaman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.26784

Abstract

ABSTRAK Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan berhubungan erat dengan hipertensiserta gangguan kognitif pada lansia. Kurangnya aktivitas fisik dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini menjadi faktor risiko meningkatnya penyakit kardiovaskular dan demensia vaskular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan demensia vaskular, melakukan skrining kesehatan, serta melatih aktivitas fisik brain gym pada lansia di LLT Wira Wreda Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, dan demonstrasi senam brain gym. Peserta kegiatan berjumlah 81 lansia. Hasil kegiatan menunjukkan lansia mengalamiberat badan overweight dan memiliki hipertensi stadium 1. Setelah aktivitas ini, terjadi peningkatan pengetahuanpeserta setelah edukasi dengan nilai posttest lebih tinggi dibandingkan pretest. Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik, deteksi dini hipertensi, dan pemeliharaan fungsi kognitif. Kata Kunci: Fungsi Kognitif, Hipertensi, Lansia, Senam Otak.  ABSTRACT Cardiovascular diseases are the leading cause of death worldwide and are closely related to hypertension and cognitive disorders in the elderly. The lack of physical activity and low public awareness of the importance of early detection are risk factors for the increase in cardiovascular diseases and vascular dementia. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about hypertension and vascular dementia, conduct health screenings, and train physical activities such as brain gym for the elderly at LLT Wira Wreda, Wirogunan Village, Yogyakarta. The methods of the activity include health examinations, health education, and brain gym exercisedemonstrations. The participants of the activity numbered 81 elderly individuals. The results of the activity showed that the elder adult was overweight and hypertension stage 1. There was an increase in participants' knowledgeafter the education, with posttest scores higher than pretest scores. This activity was able to raise the awareness of the elderly regarding the importance of physical activity, early detection of hypertension, and the maintenance of cognitive function. Keywords: Cognitive Function, Hypertension, Elderly, Brain Gym.
KUALITAS HIDUP PENYITAS LONG COVID PADA TENAGA KESEHATAN YANG BEKERJA DI RUANG ISOLASI Mei Rianita Elfrida Sinaga; Dian Puranti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.10992

Abstract

Penyebaran kasus COVID-19 yang sangat cepat memberikan dampak bagi beberapa aspek fisik, psikologis, sosial dan lingkungan bagi tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan terpapar virus dan dampaknya masih terus dirasakan setelah tiga bulan dinyatakan negatif. Dampak long COVID seperti batuk, sesak nafas, takikardi setelah melakukan aktivitas yang berat dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan dan kualitas hidup tenaga kesehatan terutama yang bekerja di ruang isolasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penyitas long COVID pada tenaga kesehatan yang bekerja di ruang isolasi COVID Rumah Sakit Bethesda. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 47 tenaga kesehatan yang bekerja di ruang isolasi RS Bethesda Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner baku Short Form-36 (SF-36). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan kualitas hidup responden berdasarkan delapan domain SF-36. baku SF-36 yang berisi 36 pertanyaan dengan delapan domain dengan nilai setiap item uji validitas ≥ 0,4 dan uji reabilitas dengan Cronbanch’s Alpha untuk domain fungsi fisik 0,769; peran fisik 0,833; rasa nyeri 0.874; kesehatan umum 0,760; fungsi sosial 0,812; kesehatan mental 0,760; peranan emosi 0,850; vitalitas 0,759. Hasil penelitian ini menggambarkan kualitas hidup tenaga kesehatan dilihat dari rata-rata skor delapan domain yaitu fungsi fisik (20,43 ±1,315); peranan fisik (7,15 ±0,807); rasa nyeri (4,09 ±0,503); kesehatan umum (14,74 ±1,461); fungsi sosial (7,77 ±1,146); kesehatan mental (16,74 ±1,421); peranan emosi (5,62 ±0,739); vitalitas (16,28 ±1,556). Kualitas hidup penyitas long COVID tergambar melalui delapan domain SF-366 dengan domain fungsi fisik memiliki skor rata-rata tertinggi.
FACTORS ASSOCIATED WITH SELF-REPORTED USER ACCEPTANCE AND PERCEIVED USEFULNESS OF SI-TELUR PETIS: A CROSS-SECTIONAL STUDY Sinaga, Mei Rianita Elfrida; Indrayanti; Nainggolan, Santy Ercelina; Setyorini, Retno Heru; Sulistiyani; Riyanto, Ontran Sumantri; Khoirunnisa, Endang
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1455

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus are major contributors to global mortality. Mobile health (mHealth) applications are increasingly utilized for preventive efforts, yet research often prioritizes usability over actual effectiveness. Si-Telur Petis is a telenursing application developed in Indonesia to support behavioral modification and NCD prevention. This study explores factors influencing the effectiveness of Si-Telur Petis in preventing hypertension and diabetes mellitus. A total of 109 working-age individuals (15–59 years) in Yogyakarta, Indonesia, participated in the study. Effectiveness was assessed using a validated 33-item questionnaire (Cronbach’s alpha = 0.957) based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), examining predisposing, enabling, reinforcing, system quality, safety, and satisfaction factors. Results show that employment status, enabling factors, system quality, safety, and satisfaction significantly affect effectiveness, with satisfaction emerging as the strongest predictor (?=0.867, p<0.001). These findings indicate that user satisfaction is the key determinant of Si-Telur Petis effectiveness, emphasizing the importance of user-centered design, reliable system quality, and robust security in mHealth adoption. Despite limitations in sample size and geographic scope, this study offers preliminary evidence supporting the broader implementation of digital nursing interventions.