Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KECEMASAN SEBAGAI PREDIKTOR INTENSITAS NYERI PADA PASIEN PASCA AKUPUNKTUR Mei Rianita Elfrida Sinaga; Taufiqur Rohman
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupuncture is an effective complementary therapy for reducing pain, but the needle insertion procedure can induce anxiety that potentially affects the patient's perception of pain. Anxiety as a psychological response is suspected to play a role as a predictor of the pain intensity felt after acupuncture treatment. This study aims to analyze the role of anxiety as a predictor of pain intensity in patients post-acupuncture at Community Development Bethesda Yakkum Yogyakarta. This study uses a quantitative design with a correlational analytical approach. The sampling technique used was total sampling with a total of 30 respondents. The level of anxiety was measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) before the procedure, while the intensity of pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) after the procedure. Data analysis used the Somers’ d test to examine the direction and strength of the relationship. The research results showed that the majority of respondents experienced severe anxiety (43.3%) and mild pain (56.7%). The Somers’ d test indicated a significant relationship between anxiety and pain intensity (p = 0.005) with a positive direction and moderate strength. Anxiety acts as a predictor of pain intensity in post-acupuncture patients, where higher anxiety levels correspond to greater perceived pain intensity.
PENEGAKAN HAK ANAK ATAS MAKANAN AMAN DAN SEHAT: STUDI KASUS KERACUNAN DALAM PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DITINJAU DARI TANGGUNG JAWAB NEGARA Ontran Sumantri Riyanto; Mei Rianita Elfrida Sinaga
Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi HAM dan Humaniter Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jrkhm.v4i1.84

Abstract

Hak anak atas pangan yang aman dan sehat merupakan fondasi esensial bagi tumbuh kembang optimal, dijamin oleh instrumen hukum internasional dan nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai inisiatif penting, namun potensi insiden keracunan makanan menyoroti celah dalam penjaminan hak ini dan memunculkan isu krusial mengenai tanggung jawab negara. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis yuridis untuk memahami penegakan hak anak atas makanan aman dan sehat dalam Program MBG, dengan studi kasus insiden keracunan ditinjau dari tanggung jawab negara. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data sekunder berupa peraturan perundang-undangan relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia telah menyediakan landasan normatif yang kuat bagi hak ini. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan signifikan dalam pengawasan, alokasi sumber daya, dan kapasitas teknis, yang meningkatkan risiko keracunan. Pertanggungjawaban negara dapat diuraikan secara administrasi, perdata, dan pidana, tetapi perwujudannya terhambat oleh kompleksitas birokrasi, kurangnya literasi hukum, dan akses keadilan yang terbatas. Disparitas antara jaminan hukum dan realitas implementasi menciptakan celah akuntabilitas, yang berdampak serius pada anak-anak korban dan kepercayaan publik. Diperlukan reformasi sistemik, termasuk peraturan pelaksana yang spesifik, peningkatan kapasitas pengawasan, dan mekanisme kompensasi yang lebih responsif, demi terwujudnya perlindungan yang komprehensif dan akuntabilitas negara yang nyata dalam Program Makan Bergizi Gratis.