Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk pada Syair KIM Berjudul Damam Akiak yang Dinyanyikan oleh Nedi Gampo Wahyudi, Randi; Morelent, Yetty; Syofiani, Syofiani
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 9 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/rrgm6w72

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada pertunjukan KIM yang sudah mulai langka dan bahkan tidak banyak dikenal oleh generasi muda. Penulis memfokuskan penelitian pada wacana dalam syair KIM yang dinyanyikan oleh Nedi Gampo menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk. Model Teun A. Van Dijk tidak hanya melihat wacana dari struktur teks saja, tapi juga melihatnya dari sudut pandang sosial yang berkembang di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) struktur makro, (2) skematik, (3) struktur mikro, (4) kognisi sosial dan (5) konteks sosial menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk pada syair dari musik KIM. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian ini adalah lirik dendang KIM berupa syair berjudul "Pisau Silet", Raja Doli", "Damam Akiak", dan "Kaleng Kuncang" yang  didendangkan oleh Nedi Gampo dari kanal Youtube 'Nedi Gampo Channel'. Hasil penelitian ini menunjukan syair-syair KIM tersebut menggunakan bahasa secara terstruktur dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada para pendengar dendang KIM atau pembaca syair KIM dalam memahami isi syairnya. Nedi Gampo sebagai penyanyi memfasilitasi kebutuhan pendengar dan penikmat KIM ini supaya tetap hangat dan menarik untuk dibahas. (5) Konteks sosial yang terdapat dalam dalam syair KIM yang dinyanyikan Nedi Gampo berfungsi mendukung kejelasan makna mengenai materi yang dibahas.
Pengaruh Model Problem Based Learning dan Motivasi Belajar terhadap Keterampilan Menulis Teks Argumentasi Siswa Fase F SMAN 1 Koto XI Tarusan Yusda, Dolly Riyanti; Morelent, Yetty; Syofiani, Syofiani
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 11 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/g1hf9807

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada kesulitan siswa dalam menulis teks argumentasi karena guru tidak menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model problem based learning dan motivasi belajar terhadap keterampilan menulis teks argumentasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Instrumen penelitian ini, yaitu tes unjuk kerja dan angket. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu angket diberikan kepada siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selanjutnya, guru memberikan pretest untuk melihat kemampuan awal siswa. Guru kemudian melaksanakan pembelajaran menggunakan model problem based learning di kelas eksperimen dan model konvensional di kelas kontrol lalu melakukan postest untuk mengukur kemampuan akhir siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil tes keterampilan menulis teks argumentasi siswa dengan motivasi belajar menggunakan model problem based learning dengan hasil tes keterampilan menulis teks argumentasi siswa dengan motivasi belajar menggunakan model konvensional. Selain itu, tidak terdapat interaksi antara model problem based learning dan motivasi belajar siswa dalam mempengaruhi keterampilan menulis teks argumentasi.
Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Teknik Pengamatan Objek secara Langsung  di Kelas XE1 SMA Negeri 1 Koto XI Tarusan Yusda, Dolly Riyanti; Syofiani, Syofiani; Morelent, Yetty
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 11 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/n0n2nb52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada kesulitan siswa dan rasa malas dalam menulis teks puisi karena merasa bosan dengan cara guru melaksanakan pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana teknik pengamatan objek secata langsung dapat meningkatkan hasil belajar menulis puisi siswa kelas  XE1 SMAN 1 Koto XI Tarusan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini, yaitu tes unjuk kerja dan nontes yaitu observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu tes dilakukan dengan pemberian tugas menulis puisi berdasarkan pengamatan objek secara langsung. Tugas ini dilakukan dengan dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II. Guru kemudian melaksanakan pembelajaran menggunakan teknik pengamatan objek secara langsung. Lalu melakukan tes, observasi dan wawancara untuk mengukur kemampuan akhir siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan objek secara langsung mengalami peningkatan. Pada tahap prasiklus nilai rata-rata siswa hanya 60, pada tindakan siklus I nilai rata-rata yang diperoleh 70,5 artinya mengalami peningkatkan sebesar 10,5 atau 17,5 %. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat lebih baik lagi yaitu menjadi 83,3, Dengan kata lain mengalami peningkatan sebesar 12,8 atau 18,2 % bila dibandingkan dengan hasil sebelumnya.
Pengaruh Model Pembelajaran Projek Based Learning dan Motivasi Belajar terhadap Keterampilan Menulis Teks Anekdot Siswa Fase E SMAN 3 Painan Maino, Restu; Morelent, Yetty; Syofiani, Syofiani
JELISA (Jurnal Edukasi dan Literasi Bahasa) Vol. 5 No. 1 (2024): JELISA (Jurnal Edukasi dan Literasi Bahasa)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahaputra Muhammad Yamin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36665/jelisa.v5i1.833

Abstract

This study is aimed to determine: (1) the difference of students’ writing anecdot text ability between low and high motivated students taught by Project Based Learning model and conventional learning; and (2) the effect of learning approach and learning motivation in writing news text ability. The theory that became the reference in this research is the contextual opinion of Johnson and Komalasari, theory of motivation is adopted from Sardiman, and writing news text is gotten from Panggabean. This study is a quasi experimental design with non-equivalent control group design. The population in this study was all students of class X SMAN 3 Painan, the total number of students is 120. The sampling technique is cluster sampling technique. The sample was X E1 as experiment class, and X E2 as control class. Based on data analysis, the result of research was done at the 95% level of confidence: (1) The improvement of writing news ability of students taught by using contextual learning was significantly higher than students taught using the conventional learning because t_observed = 7.48> t_table = 2,021; it can be seen that the students' response in the process of teaching and learning by using contextual learning is better (2) the improvement in the students' writing news ability who have low learning motivation which is taught using a contextual learning is significantly higher than the students who have low learning motivation taught by using the conventional learning, with t_observed = 6.99> t_table = 2.048; (3) the improvement of students' writing news ability with high learning motivation which is taught by using a contextual learning is considerably higher than students who have high learning motivation taught by using conventional learning, t_observed = 2,36> t_tabel = 2,048 (4) there is an interaction between learning approach and student's learning motivation on year twelve students' writing anecdot text ability at SMAN 3 Painan, with Fobserved = 5,554 <Ftable = 4,02; in conclusion, the contextual learning can be used as an appropriate learning approach and improve the learning outcomes of news text writing ability.
Nilai Feminimisme dan Konflik Sosial Dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf dan Novel Terusir Karya Hamka: Penelitian Intertekstual Oktavia, Mila; Morelent, Yetty; Gusnetti, Gusnetti; Jendriadi, Jendriadi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 3 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i3.165

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data bersumber dari teks novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya  Hamka. Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data bersumber dari teks novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya  Hamka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai feminisme dan konflik sosial dalam kedua novel. Novel Layangan Putus karya Mommy ASF ditemukan 42 data  yang menggambarkan nilai feminisme dan 35 data yang menggambarkan konflik sosial. Sedangkan novel Terusir karya  Hamka ditemukan 14 data gambaran nilai feminisme dan 28 data yang menggambarkan konflik sosial. Hubungan intertekstual dari kedua novel yang dilihat dari segi unsur intrinsik yaitu, tokoh, alur, latar dan tema. Persamaan dari kedua novel adalah Kinan dan Mariah sama-sama seorang istri yang mendapatkan ketidak adilan dari suami mereka. Suami Kinan dan juga Mariah telah berkhianat, melukai perasaan dan melupakan janjinya sebelum menikah. Perbuatan masing-masing suami membuat hidup kedua tokoh utama penuh dilema, perjuangan berat serta cobaan yang berliku dalam kehidupannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai feminisme dan konflik sosial diantara kedua tokoh utama. Pada novel Layangan Putus Kinan wanita yang hidup di zaman moderen lebih berani mengungkapkan perasaannya terhadap hal-hal yang membuatnya tidak nyaman terhadap lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Sedangkan dalam novel Terusir Mariah wanita yang hidup di zaman belanda cendrung penurut dan polos cenderung sulit untuk mengungkapkan dan membantah keadaan yang membahayakannya.
Nilai Feminimisme dan Konflik Sosial Dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf dan Novel Terusir Karya Hamka: Penelitian Intertekstual Oktavia, Mila; Morelent, Yetty; Gusnetti, Gusnetti; Jendriadi, Jendriadi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 3 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i3.165

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data bersumber dari teks novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya  Hamka. Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data bersumber dari teks novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya  Hamka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai feminisme dan konflik sosial dalam kedua novel. Novel Layangan Putus karya Mommy ASF ditemukan 42 data  yang menggambarkan nilai feminisme dan 35 data yang menggambarkan konflik sosial. Sedangkan novel Terusir karya  Hamka ditemukan 14 data gambaran nilai feminisme dan 28 data yang menggambarkan konflik sosial. Hubungan intertekstual dari kedua novel yang dilihat dari segi unsur intrinsik yaitu, tokoh, alur, latar dan tema. Persamaan dari kedua novel adalah Kinan dan Mariah sama-sama seorang istri yang mendapatkan ketidak adilan dari suami mereka. Suami Kinan dan juga Mariah telah berkhianat, melukai perasaan dan melupakan janjinya sebelum menikah. Perbuatan masing-masing suami membuat hidup kedua tokoh utama penuh dilema, perjuangan berat serta cobaan yang berliku dalam kehidupannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai feminisme dan konflik sosial diantara kedua tokoh utama. Pada novel Layangan Putus Kinan wanita yang hidup di zaman moderen lebih berani mengungkapkan perasaannya terhadap hal-hal yang membuatnya tidak nyaman terhadap lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Sedangkan dalam novel Terusir Mariah wanita yang hidup di zaman belanda cendrung penurut dan polos cenderung sulit untuk mengungkapkan dan membantah keadaan yang membahayakannya.
Tinjauan Sistematis Pembelajaran Berbasis AR/VR dalam PPG untuk Penguatan Nilai Gotong Royong dan Kebhinnekaan Global effendi, heri; Pebriyenni, Pebriyenni; Morelent, Yetty; Rahayu, Ade Riza; Anjela, Puput Mia; Aisyah, Siti
Journal of Moral and Civic Education Vol 9 No 2 (2025): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412922025877

Abstract

The use of Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) technologies in education has opened new opportunities to enhance learning quality, including within the Teacher Professional Education Program (PPG). As part of the effort to prepare professional teachers who can integrate the values of the Pancasila Student Profile, the exploration of AR- and VR-based learning becomes increasingly relevant for strengthening the values of gotong royong (mutual cooperation) and global diversity. This study aims to analyze the existing literature on the application of AR and VR in PPG and their impact on reinforcing these values. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) approach, reviewing 38 articles published between 2014 and 2024 in reputable journals indexed by Scopus, Sinta, Springer, IEEE Xplore, and Google Scholar, ensuring relevance to the technological developments of the past decade. The findings indicate that AR and VR can create immersive learning environments that allow PPG participants to deeply understand cultural diversity and collaborate effectively through interactive simulations. Moreover, these technologies assist teachers in developing pedagogical competencies that support cross-cultural and project-based learning. Despite their great potential, the adoption of AR and VR remains constrained by issues of accessibility, cost, and the need for intensive teacher training. In conclusion, AR and VR make a significant contribution to promoting the values of gotong royong and global diversity within PPG; however, more inclusive and sustainable implementation strategies are required to maximize their educational impact.