Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMANFAATKAN BITTERN MENJADI TAHU SEHAT DI KOPERASI MEKARSARI SEJAHTERA, KABUPATEN BREBES Setiawati, Indah; Kusnaman, Djeimy; Prasetyo, Teguh Jati
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.12065

Abstract

Koperasi Mekarsari Sejahtera merupakan badan usaha yang berjalan dalam bidang produksi garam yang berada di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Koperasi ini hanya baru dapat memproduksi garam rebus dan garam kelor. Dalam produksi garam rebus akan menghasilkan hasil samping berupa cairan kuning kecoklatan yang biasa disebut bittern. Namun, bittern masih belum dimanfaatkan oleh para petani dan akan dibuang pada setiap akhir produksi garam rebus karena para petani garam rebus masih kurang keterampilan dalam pengolahannya. Bittern memiliki banyak manfaat dalam kesehatan dan dapat menjadi bahan koagulan. Bahan ini dibutuhkan dalam pembuatan tahu untuk menggumpalkan sari kedelai yang biasanya menggunakan bahan cuka.   Berdasarkan data tersebut, diperlukan peningkatan keterampilan pemanfaatan limbah bittern oleh petani garam agar dapat menjadi inovasi produk turunan garam yang cocok pada semua kalangan, seperti makanan tahu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para petani garam rebus Koperasi Mekarsai Sejahtera dalam pemanfaatan limbah bittern menjadi bahan koagulan pada tahu sebagai inovasi produk turunan dari garam rebus.  Kegiatan ini dilakukan dengan metode metode kegiatan difusi iptek dimana metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan demonstrasi atau percontohan. Hasil akhir dari kegiatan ini petani garam rebus memiliki keterampilan dalam memanfaatkan limbah bittern menjadi sebuah produk tahu yang memiliki peluang jual yang tinggi.
The application of probability method to estimate micronutrient deficiencies prevalence of Indonesian adults Prasetyo, Teguh Jati; Hardinsyah, Hardinsyah; Baliwati, Yayuk Farida; Sukandar, Dadang
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 13 No. 1 (2018)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.723 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2018.13.1.17-26

Abstract

The objective of this study was to analyze micronutrient deficiencies (Ca, Fe, Zn, Vitamin A and C) of Indonesian adults using probability method (PBM) and cut-off point method (CPM). This research was conducted by analyzing secondary data from Total Diet Study of the Ministry of Health of Indonesia, obtained from 24-h food recall method. The subjects were 58, 014 adults aged 19-49 years. The nutrient requirement from Institute of Medicine were used as benchmark. Both PBM and CPM were applied to assess micronutrient deficiencies. The results showed that by applying PBM, the prevalence of calcium, iron, zinc, vitamin A and C deficiencies was 54.2%, 36.4%, 74.3%, 44.8% and 71.4% respectively; while the prevalence of calcium, iron, zinc, vitamin A and C deficiencies using CPM-100 was 63.9%, 42.5%, 80.7%, 55.8% and 81.7% respectively. PBM result showed more men than women were categorized as suffering from Zn, Vitamin A and C deficiencies; and more women were categorized as Ca and Fe deficiencies. The application of CPM-100 tended to result in overestimation compared to PBM. The nutrient densities of Ca, Fe, Zn, Vitamin A and C were higher in women than in men (p <0.05). The nutrient densities of Ca, Zn, vitamin A and C were below the recommended level for both men and women. This implies micronutrient deficiencies are prevalent among Indonesian adults thus there is a need to improve the quality of their diet. This can be achieved by increasing the consumption of protein source foods (fish, meat and legume), fruits and vegetables as sources of micronutrients.
PENDAMPINGAN STANDARISASI PORSI DAN PENYUSUNAN MENU GIZI SEIMBANG UMKM WARUNG BU MAR KUTASARI: PORTION STANDARIZATION AND BALANCED NUTRITION MENU PLANNING MENTORING FOR UMKM WARUNG BU MAR KUTASARI Khoiriani, Izzati Nur; Prasetyo, Teguh Jati; Wicaksari, Sifa Aulia
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2963

Abstract

Ketidakkonsistenan ukuran porsi, variasi rasa dan menu yang belum selaras dengan prinsip gizi seimbang masih menjadi tantangan  bagi UMKM Warung Bu Mar di Desa Kutasari. Hal ini dapat berdampak pada kualitas produk, efisiensi operasional, dan kepuasan pelanggan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan makanan massal melalui edukasi standardisasi porsi dan penyusunan menu gizi seimbang. Metode participatory action research dilaksanakan melalui beberapa tahapan : Focus Group Discussion, edukasi partisipatif dan demontrasi praktik tentang standar porsi dan gizi seimbang, serta pendampingan teknis intensif selama 40 hari dalam penerapan menu program katering terjadwal. Hasil kegiatan menujukkan sebagian besar peserta masih belum dapat menyusun menu yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang serta belum mengetahui rekomendasi standar porsi dalam penyelenggaraan makanan. Hasil edukasi menujukkan terdapat peningkatan persepsi peserta dalam penyusunan menu gizi seimbang dan penerapan praktik standar porsi. Kesimpulan : kombinasi edukasi dengan demonstrasi dan pendampingan intensif secara nyata dapat efektif memberdayakan UMKM kuliner skala kecil untuk dapat menerapkan praktik terstandar, sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan makanan dan keberlanjutan usaha.
Pengaruh Konseling Gizi Daring dan Aktivitas Fisik terhadap Kualitas Diet dan Persen Lemak Tubuh Dewasa Obesitas: The Effects of Tele-Nutrition Counselling and Physical Activity on Diet Quality and Body Fat Percentage in Obese Adults Prasetyo, Teguh Jati; Wahida, Tresna Putri; Surijati, Katri Andini; Listiandi, Arfin Deri; Sulistyaning, Afina Rachma; Ramadhan, Gumintang Ratna; Khoiriani, Izzati Nur; Wicaksari, Sifa Aulia
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1.2026.131-137

Abstract

Background: Obesity is a global nutrition issue marked by excess body fat and elevated risk of non-communicable diseases. Tele-nutrition counselling has emerged as an alternative strategy to improve dietary behaviour alongside physical activity. Objectives: The study aimed to investigate the effects of tele-nutrition counselling on diet quality and body fat percentage in obese adults. Methods: A quasi-experimental pre-test/post-test control-group design was used with 56 adults selected through purposive sampling, allocated to a control group (exercise) and an intervention group (tele-nutrition counselling + exercise). Both groups received an 8-week physical activity program, while counselling was only given to the intervention group. Diet quality was assessed using a 2×24-hour recall and body fat percentage by BIA OMRON. Data analysis used the Wilcoxon, Paired T-Test, Mann-Whitney, and Independent T-Test. Results: The intervention had an effect on diet quality (p-value=0.038) and body fat percentage (p-value=0.03) in the intervention group. There was no effect on diet quality (p-value=0.556) or percent body fat (p-value=0.448) in the control group. There was a difference in effect on diet quality (p-value=0.038) and no difference in effect on body fat percent (p-value=0.091) in both groups. Conclusions: The intervention affected diet quality and body fat percent in the intervention group but not in the control group. Although the intervention successfully improved diet quality, its impact on body fat percentage was not observed among groups, suggesting that improving eating behaviour needs to be accompanied by other intervention components, such as increased physical activity and a longer program duration.
Substitusi Tempe Koro dan Ikan Lele Pada Mi Basah untuk Alternatif Anak Stunting Friska Citra Agustia; Faiq Mahardika Pujiadhi; Gumintang Ratna Ramadhan; Teguh Jati Prasetyo; Kifayati Rosiyanti Dewi
NUTRISIA Vol. 27 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v27i2.442

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia yang disebabkan oleh rendahnya asupan protein hewani dan nabati. Pangan sumber protein seperti Tepung Tempe Koro Pedang Putih (TTKPP) dan ikan lele dapat digunakan untuk alternatif pencegah stunting. Tujuan: Menentukan mi basah dari tapioka, TTKPP, dan lele terbaik menurut kadar protein, lemak, dan mutu hedonik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) tertinggi. Metode: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan F (proporsi tapioka:ikan lele:TTKPP) yaitu F1 (50:10:40); F2 (50:20:30); F3 (50:30:20); F4 (50:40:10); F5 (50:50:0); dan F6 (50:0:50) dengan 4 kali ulangan. Uji ANOVA dan DMRT digunakan untuk menganalisis kadar protein dan lemak, sedangkan friedman untuk mutu hedonik. Hasil: Perbedaan proporsi berpengaruh (p<0,05) terhadap protein, tekstur, aroma, dan rasa, namun tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap lemak dan atribut warna. Kesimpulan: Mi basah F2 (tapioka 50:ikan lele 20:TTKPP 30) sebagai formula terbaik memiliki kadar air 70,46%bb, abu 1,02%bk, karbohidrat by difference 70,82%bk, energi 118,41 kal, protein 27,18%bk, dan lemak 0,98% bk.Mi basah formula terbaik mampu memenuhi 30,1% kebutuhan protein dan 0,46% kebutuhan lemak anak usia 1–3 tahun, sehingga berpotensi sebagai alternatif makanan untuk pencegahan stunting.