Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Arsitektur Hybrid Pada Redesain Taman Sriwedari Di Surakarta Reny Oktora Wijayanti; Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.423 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.4.1.9-16

Abstract

Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki kekhasan budaya yang masih kental adatnya. Tempat pelestarian budaya masih banyak kita jumpai di kota ini salah satuya adalah Taman Sriwedari. Taman Sriwedari merupakan salah satu ruang terbuka publik berkonsep taman budaya di Kota Surakarta. Dahulu taman ini merupakan kebun milik raja. Seiring berjalannya waktu, Taman Sriwedari telah melakukan beberapa kali peremajaan tetapi hanya di bagian-bagian tertentu. Hal ini merupakan sebuah masalah utama pada sebuah kawasan cagar budaya yang kurang terawat. Oleh karena itu, perencanaan ulang Taman Sriwedari dengan pendekatan Arsitektur Hybrid yang memadukan antara Arsitektur Tradisional Jawa dan Postmodern akan diterapkan untuk menjadikan Taman Sriwedari yang lebih terpadu dan edukatif. Kata Kunci: Arsitektur Hybrid, Redesain, Taman Budaya
HUNIAN VERTIKAL BERKONSEP PEMBERDAYAAN PENGHUNI Indra Lukman; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.3.1.37-46

Abstract

ABSTRAK. Fenomena yang berkembang di negara – negara ASIA seperti di Indonesia saat ini sudah berubah dari dari era pertanian atau agraris menjadi industri. Hal tersebut menyebabkan berkembangnya pabrik yang memproduksi barang semakin pesat. Sebagai imbasnya adalah semakin pesat pula masyarakat yang bekerja di sektor industri tersebut, yang sebagian besar di dominasi oleh pekerja buruh. Dengan pertimbangan mahalnya harga tanah, maka pemerintah daerah saat ini memfokuskan pembangunan hunian vertikal berupa rusun dan rusunawa. Tujuan dari penulis ini bahwa masyarakat menengah ke bawah pada umumnya tidak memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai untuk dapat menigkatkan taraf hidupnya. Penulis dengan merencanakan dan merancang suatu bentuk hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal semata. Namun juga dapat memberdayakan penghuninya melalui pendidikan informal agar mereka dapat meningkatkan taraf hidup ke arah yang lebih baik. Harapan penulis dengan Hunian yang di maksud adalah hunian vertikal berupa rusunawa yang dikhususkan bagi para buruh pabrik, yang dilengkapi dengan fasilitas - fasilitas pendidikan informal untuk pemberdayaan penghuninya.  Kata Kunci : Hunian, Vertikal, Pemberdayaan, Karawang – Jawa Barat
PENERAPAN KONSEP STRUKTUR "V" SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA PADA GEDUNG TEATER DI BANDUNG edi maryanto; lily mauliani; anggana fitri satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.4.2.77-82

Abstract

ABSTRAK. Kota Bandung Merupakan Kota yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan adat istiadatnya. Perkembangan Kota Bandung berjalan dengan dinamis dalam setiap tahunnya, Perkembangan tersebut tidak lepas dari adanya jiwa seni dan budaya dari masyarakatnya yang sangat dilestarikan. Berbagai Kesenian yang ada di Bandung membuat Kota Bandung lebih hidup dan dikenal di kancah domestik maupun Internasional. Penerapan struktur “V” sebagai elemen estetika pada gedung teater ini di maksudkan untuk mewadahi pertunjukan kesenian yang sudah berskala besar dan internasional. Konsep yang memadukan Struktur sebagai elemen estetik akan melengkapi keindahan bentuk bangunan. Metode pengumpulan data dalam perencanaan dan perancangan ini adalah dengan studi literatur, studi preseden dan wawancara. Penerapan struktur sebagai elemen estetika pada gedung teater di bandung terlihat pada sistem struktur “V” yang berfungsi sebagai penyangga bangunan utama dengan material kombinasi beton dan baja, dikarenakan fungsi kegiatan yang dilakukan membutuhkan ruangan yang bebas kolom (bentang lebar) sehingga akses lebih optimal. Kata kunci : Bandung, Pagelaran, Seni Teater, Kesenian, Budaya ABSTRACT. The city of Bandung is a city that upholds cultural values and customs. The development of the city of Bandung runs dynamically in each year, these developments can not be separated from the existence of the spirit of art and culture of the people who are very preserved. Various arts in Bandung make the city of Bandung more alive and known on the domestic and international scene. The application of the structure "V" as an aesthetic element in the theater is intended to accommodate large-scale and international art performances. Concepts that combine structure as an aesthetic element will complement the beauty of the shape of the building. The method of data collection in planning and designing is by studying literature, precedent studies and interviews. The application of the structure as an aesthetic element in the theater building in Bandung is seen in the "V" structural system which serves as a buffer for the main building with concrete and steel combination materials, because the activities carried out require a column-free room (wide span) so that access is more optimal. Keywords: Bandung, Performances, Theater Arts, Arts, Culture
SIMULASI BANGUNAN PINTAR DENGAN ASPEK PENCAHAYAAN PADA BANGUNAN MUSEUM FATAHILLAH JAKARTA Aditya Wicaksono; Ari Widyati Purwantiasning; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 1 No. 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.746 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.1.1.45-50

Abstract

ABSTRAK. Kawasan Kota Lama Jakarta merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang terkena dampak globalisasi yang cukup mengkhawatirkan. Salah satu upaya pelestarian kawasan kota lama tersebut adalah dengan mengupayakan konsep bangunan pintar. Melalui latar belakang tersebut, ada 4 tahapan yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu: a) Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di Kawasan Kota Lama Jakarta, khususnya bangunan Museum Fatahilah, b) Menganalisa kondisi eksisting aspek pencahayaan pada bangunan Museum Fatahillah, c) Membuat sistem pencahayaan yang rendah konsumsi energi menggunakan simulasi arsitektur, dan d) Menata kembali desain bangunan bersejarah dengan penerapan sistem bangunan pintar, khususnya pada sistem pencahayaan. Diharapkan akan dapat terlihat perbandingan pemakaian energi sebelum dan sesudah penerapan simulasi konsep bangunan pintar sebagai hasil akhir penelitian. Kata Kunci: Simulasi Arsitektur, Bangunan Pintar, Bangunan Tua Bersejarah, ABSTRACT. As one of a heritage area, Jakarta’s Old Town is affected by the growing of globalization that concern us nowadays. One of the best conservation effort can be implemented is the smart-bulding concept for the historical buiding in the area. This research proposed ideas to a) identify the problem occurred in Jakarta’s Old Town area especially Fatahillah Museum, b) analyze the existed daylighting on Fatahillah Museum, c) re-model less-energy-consumption lighting system by using architectural simulation, and d) re-layout the existed historical building design by implementing smart-building concept especially on its lighting system. Later, the result will be compared between the existed energy consumption with the new energy consumption by using smart-building concept simulation. Keyword: Architectural Simulation, Smart Building Concept, Historical Building
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA BOTANICAL CENTER DI SETU PENGASINAN DEPOK, JAWA BARAT Lina Witdiya Wanti; Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.676 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.3.3.247-254

Abstract

ABSTRAK. Peran botani sangat penting dalam kehidupan manusia dari aspek ekonomi, kesehatan dan budaya. Penyebab kepunahan botani di Indonesia pada umumnya yang disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan, ekploitasi lahan, pencemaran lingkungan dan penebangan liar terhadap tanaman yang dilindungi sehingga Indonesia membutuhkan Botanical Center. Bangunan Botanical Center di Setu Pengasinan ini menggunakan konsep Arsitektur Metafora berfungsi sebagai visualisasi bentuk untuk menarik pengunjung. Dengan adanya botanical center di Setu Pengasinan Depok diharapkan mampu untuk menekan angka kepunahan tumbuhan di Indonesia serta memberikan kontribusi terhadap para ilmuan dan pengembang pelaku bisnis botani di Indonesia, sehingga kedepannya mampu memperbaiki perekonomian Indonesia dan dapat menciptakan inovasi-inovasi penelitian baru. Kata Kunci: botanical center, arsitektur metafora
KOMPARASI EFEKTIFITAS MATERIAL PELAPIS DINDING SEBAGAI INSULASI AKUSTIK Liah Zakiatul Amalia Latar; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.3.2.151-156

Abstract

ABSTRAK. Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan susunan bahan yang merupakan kesatuan secara sistimatis sebagai pelapis dinding, atap dan lantai suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Akustik merupakan suatu sistem pelapisan dan susunan dinding, atap dan lantai yang berguna untuk menghindari gangguan suara dari luar maupun dalam sehingga mendapatkan hasil terbaik untuk suara langsung maupun hasil produksi (rekaman). Akustik ruang sangat berpengaruh dalam produksi suara dalam suatu ruangan. Kata Kunci: material, akustik interior, akustik, pelapis. ABSTRACT. Space acoustics are defined as the form and arrangement of materials that are sistematically united as a coating of walls, roofs and floors of a room associated with changes in sound or sound that occur. Acoustics is a coating sistem and arrangement of walls, roofs and floors that are useful for avoiding noise interference from outside and inside so as to get the best results for direct sound or production (recording). Space acoustics are very influential in the production of sound in a room. Keywords: material, interior acoustics, acoustics, coatings. 
Kajian Arsitektur Tradisional Sunda Pada Desain Resort Mohammad Sahril Adhi Saputra; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4704.678 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.3.4.65-74

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya dan kekayaan alam maupun keindahan alam yang sangat banyak, salah satunya pada daerah Jawa Barat. Jawa Barat merupakan daerah yang dikenal dengan budaya Sunda. Arsitektur tradisional merupakan arsitektur yang merupakan hasil karya nenek moyang terdahulu yang telah disepakati dan turun-temurun. Arsitektur tradisional pada dasarnya mengutamakan unsur lokal sebagai aspek-aspeknya. Arsitektur tradisional memiliki cara tersendiri untuk merefleksikan dirinya di lingkungan sekitarnya. Terdapat berbagai macam wujud arsitektur tradisional yang ada di Indonesia. Resort merupakan tempat wisata yang dilengkapi dengan tempat penginapan dan fasilitas penunjang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai desain resort dengan menggunakan pendekatan arsitektur tradisional Sunda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan wujud konsep dan karakteristik arsitektur tradisional. Selain itu, diharapkan dapat mendeskripsikan mengenai penerapan wujud arsitektur tradisional Indonesia pada desain resort.
KAJIAN PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN MUSEUM GEOLOGI. STUDI KASUS : MUSEUM FOSSA MAGNA muhammad ghiyas ghurotul muhajjalin; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.4.1.25-32

Abstract

ABSTRAK. Kerusakan alam menjadi salah satu bencana besar bagi dunia, tidak terkecuali seperti pemanasan global, pembuangan limbah, polusi dan lain-lain. Begitu juga dengan bangunan, dimana bangunan menyumbang kerusakan pada lingkungan disekitarnya. Hal ini disebabkan banyaknya pemakaian kaca yang berlebih serta tidak memikirkan iklim dan masih banyak lagi. Berdasarkan permasalahan, tentu harus ada solusi untuk menghentikannya, setidaknya mengurangi konstribusi bangunan dalam perusakan lingkungan. Salah satu caranya adalah mendirikan sebuah bangunan dengan penerapan konsep arsitektur hijau. Arsitektur hijau merupakan sebuah konsep dimana bangunan yang akan didirikan harus memiliki kriteria yang mendukung alam sekitar. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk (1) memahami pengertian arsitektur hijau (2) mengetahui prinsip-prinsip arsitektur hijau pada museum (3) memahami penerapan konsep arsitektur hijau pada museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penggambaran atau menjelaskan fakta-fakta yang ada di lapangan dengan cara menganalisis serta membahasnya secara luas sehingga dapat menemukan hasil dan kesimpulan. Museum fossa magna Jepang memenuhi arsitektur hijau melalui penghematan energi, selaras dengann iklim setempat, lingkungan eksisting terjaga, memeuhi aspek universal, dan penggunaan material ekonomis. Kata Kunci: Kerusakan Alam, Arsitektur Hijau, Deskriptif Kualitatif ABSTRACT. Natural damage is one of the major disasters globally, including global warming, waste disposal, pollution, and others, likewise with buildings, where buildings contribute to damage to the surrounding environment. This is due to the excessive use of glass and not thinking about the climate and much more. Based on the problem, of course, there must be a solution to stop it, at least reduce the contribution of buildings in environmental destruction. One way is to build a building with the application of the concept of green architecture. Green architecture is a concept where buildings must implement criteria that support the natural surroundings. The purpose of this study is to (1) understand the notion of green architecture (2) know the principles of green architecture in the museum (3) understand the application of the concept of green architecture in the museum. The method used in this study is a qualitative descriptive method, which is a description or explains the facts that are in the field by analyzing and discussing them broadly so that they can find results and conclusions. The Japanese Magna Fossa Museum fills green architecture through energy savings, harmony with the local climate, the existing environment is maintained, fulfills universal aspects, and uses economical materials.  Keywords: Natural Damage, Green Architecture, Qualitative Descriptive
KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN SAMARA SUITES DI JAKARTA Muhammad Ridha Faishal; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 5 No. 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.5.1.1-8

Abstract

ABSTRAK. Kajian ini membahas penerapan prinsip arsitektur hijau pada bangunan apartemen CitraLake Suites di Jakarta. Hal yang melatarbelakangi pentingnya kajian ini adalah disebabkan kebutuhan akan tempat tinggal yang sangat penting bagi setiap orang, apalagi dengan semakin tingginya angka urbanisasi membuat kebutuhan akan ruang semakin bertambah, serta memicu adanya perbedaan pertumbuhan atau ketidakmerataan fasilitas-fasilitas dari perkembangan pembangunan. Adanya keterbatasan lahan juga menjadi timbulnya sebuah permasalahan yang pelik. Oleh sebab itu, untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas maka pembangunan secara vertikal semakin gencar dilakukan, salah satunya dengan pembangunan apartemen. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur hijau pada bangunan Apartemen. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan prinsip-prinsip arsitektur hijau dan penerapannya pada studi kasus yang diteliti. Obyek penelitian merupakan apartemen CitraLake Suites. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis penerapan prinsip-prinsip arsitektur hijau pada studi kasus tersebut. Hasil dari kajian ini adalah Apartemen yang diteliti sudah didesain dengan memanfaatkan kondisi alam, serta menggunakan material yang ramah lingkungan. Selain itu, bangunan ini menerapkan konsep hemat energi yang merespon terhadap lingkungan (tapak) dan pengguna. Berdasarkan interpretasi pada studi kasus yang diteliti, arsitektur hijau dapat diinterpretasikan sebagai bangunan yang sustainable (berkelanjutan), earth friendly (ramah lingkungan) dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik). Kata Kunci: prinsip, arsitektur hijau, apartemen, ramah lingkungan, bangunan ABSTRACT. This study discusses the application of green architectural principles in CitraLake Suites apartment building in Jakarta. The reason behind the importance of this study is because the need for housing is very important for everyone, especially with the higher urbanization rate makes the need for space increasing, and triggers differences in growth or inequality of facilities from development development. The existence of land limitations is also the emergence of a complicated problem. Therefore, to optimize limited land, vertical development is increasingly carried out, one of which is with the construction of apartments. The problem of this research is how the application of green architectural principles in Apartment buildings. The purpose of this study is to identify and describe the principles of green architecture and its application to the case studies studied. The research object is CitraLake Suites apartment. The research method used is descriptive qualitative, by analyzing the application of green architectural principles in the case study. The result of this study is that the apartment studied has been designed by utilizing natural conditions, as well as using environmentally friendly materials. In addition, the building applies an energy-efficient concept that responds to the environment (footprint) and users. Based on the interpretation of the case study, green architecture can be interpreted as a sustainable building, earth friendly and high performance building. Keywords: principle, green architecture, apartments, eco-friendly, sustainable buildings
IDENTIFIKASI KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA MALL THE BREEZE BSD Kris Sandi Kartiko; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.3.2.157-162

Abstract

Mall The Breeze yang berada di BSD Tangerang ini merupakan pusat perbelanjaan moderen yang terletak di pinggir sungai Cisadane dan danau yang terintegrasi dengan bangunan perkantoran. Mall ini diidentifikasi untuk mengetahui dampak konsep arsitektur bioklimatik terhadap aktifitas manusia yang tidak terpisahkan dengan iklim dan lingkungan sekitar. Mall ini dianalisis berdasarkan konsep arsitektur bioklimatik, dengan mendeskripsikan penerapan dari variabel arsitektur bioklimatik menurut Yeang. Analisis pada mall ini memperhatikan desain tapak, aklimatisasi matahari, pencahayaan, suhu lingkungan, penghawaan,vegetasi maupun penerapan prinsip hemat energi dan desain dinding bangunan untuk menunjang aktifitas berbelanja dan kelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.