Claim Missing Document
Check
Articles

STUDY OF MODERN TROPICAL ARCHITECTURAL DESIGN CONCEPT IN VERTICAL RESIDENCE Saliim, Alief Muzakkii; Satwikasari, Anggana Fitri
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2022): JUNE 2022
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v4i1.90

Abstract

Indonesia is a country with a wet tropical climate with high rainfall intensity and short dry season. Indonesia is also one of the archipelagic countries which is quite densely populated, this density makes the demand for residential housing increasing every year. The solution to overcome these problems is to create vertical residences, or commonly referred to as flats, apartments, and condominiums. However, with the tropical climate conditions in Indonesia, vertical housing has more challenges in overcoming the problem of residential temperature due to areas that are more exposed to the sun. Therefore, this study aims to examine the quality of the vertical occupancy of Kampung Akuarium Flats against tropical climatic conditions. This research method is carried out by describing the condition of the building against the parameters of a tropical climate-based dwelling. The results of the study show that the design applied has climatic factors and can meet the needs of residential density in Indonesia.
Bus Rapid Transit-oriented Development: An Identification of Bus Rapid Transit System Passengers’ Modal Shift Potential Considerations Prayogi, Lutfi; Satwikasari, Anggana Fitri
CSID Journal of Infrastructure Development Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores some issues that are potentially considered by bus rapid transit (BRT) system passengers when shifting their mode of transport from driving their personal vehicle to taking the BRT system for the same kind of trip. The issues are explored as part of an attempt to design an appropriate BRT passengers’ modal shift evaluation. The BRT passengers’ modal shift evaluation is to be carried out to understand how a BRT system may influence urban development around the system and how it may trigger transit-oriented development (TOD) around the system. This article was written through a literature review directed on certain topics, that are BRT ridership-influencing factors, the BRT system passengers’ behaviour, the built environment condition around BRT systems, the types of transit system passengers and the types of trips carried out utilising a transit system. It is found that several components of BRT system service quality and several components of built environment around the system potentially influence the BRT system passengers’ consideration when shifting their mode of transport. However, the influence may not be homogenous among all passenger-trips due to the different passengers’ backgrounds and the different types of trips carried out utilising the BRT system.
Kajian Konsep Desain Arsitektur Tropis Modern Pada Bangunan Rusunawa Kota Madiun Alief Muzakkii Saliim; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.1-6

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis lembab dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan dan kemarau yang pendek. Selain itu Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang cukup padat akan penduduk, kepadatan tersebut menyebabkan lahan untuk membangun suatu hunian tempat tinggal menjadi semakin terbatas setiap tahunnya. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat hunian tempat tinggal yang bersifat vertikal, atau biasa disebut dengan rumah susun. Dalam menciptakan bangunan rumah susun yang aman, nyaman, serta layak untuk dihuni, bangunan harus dapat beradaptasi terhadap iklim dan zaman untuk menyelaraskan antara desain bangunan terhadap kondisi alam dan kebutuhan masyarakat pada zaman tersebut. Oleh karena itu pendekatan konsep desain bangunan yang relevan untuk diterapkan daerah beriklim tropis adalah konsep arsitektur tropis modern.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN MODERN TRANSMART CIBUBUR Faiz Al Farisi; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.31-36

Abstract

ABSTRAK. Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Iklim tropis terdiri atas musim kemarau dan musim hujan. Di wilayah tropis memiliki suhu yang lumayan panas dan juga meiliki curah hujan yang tinggi sehingga hal ini dapat berdampak pada bentuk adaptasi bangunan di wilayah tropis. Salah satu bangunan yang lumayan penting pada era modern ini adalah Pusat Perbelanjaan atau Mall yang menjadi tempat transaksi dan jual beli. Untuk membuat sebuah mall juga harus memperhatikan kenyamanan terutama di iklim tropis sehingga dibutuhkan kajian mengenai arsitektur modern di bangunan Pusat perbelanjaaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ddan memahami tentang konsep arsitektur tropis pada bangunan Mall. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus Transmart Cibubur. Hasilnya Transmart Cibubur terdapat sebuah kanopi dan double façade pada muka bangunan, untuk menciptakan sistem penghawaan yang menyilang dilakukan dengan menerapkan dua bukaan pada sisi bangunan terdapat pula void untuk penghawaan. Kata Kunci: arsitektur, mall, tropisABSTRACT.. Indonesia is a country that has a tropical climate. The tropical climate consists of a dry season and a rainy season. In the tropics, the temperature is quite hot and also has high rainfall, so this can have an impact on the adaptation of buildings in the tropics. One of the buildings that is quite important in this modern era is the Shopping Center or Mall which is the place for transactions and buying and selling. To make a mall you also have to pay attention to comfort, especially in a tropical climate, so you need a study of modern architecture in shopping center buildings. This study aims to find out and understand the concept of tropical architecture in Mall buildings. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a case study of Transmart Cibubur. As a result, Transmart Cibubur has a canopy and double façade on the front of the building. To create a cross ventilation system, it is done by applying two openings on the sides of the building, there are also voids for ventilation.Keywords: architecture, mall, tropical
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN UNIVERSITAS BINA NUSANTARA ALAM SUTERA Arento Pandu Alifianto; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.43-48

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur hijau atau yang dikenal dengan sebutan green architecture merupakan salah satu konsep pada arsitektur yang mempunyai karakteristik dan berfokus pada arsitektur yang ramah lingkungan. Poin penting yang terdapat pada arsitektur hijau ini yaitu seperti meminimalisasi konsumsi sumber daya alam, efisiensi energi, penggunaan air yang bijak dan berkelanjutan, dan material non polusi serta daur ulang. Pada bangunan Pendidikan konsep arsitektur hijau ini sangat penting digunakan, selain untuk mengurangi emisi dan pemanasan global, arsitektur hijau ini sangat berpengaruh dengan kinerja atau kenyamanan orang didalam nya saat menuntut ilmu, fenomena desain bangunan pendidikan berkonsep arsitektur hijau banyak digunakan pada bangunan Universitas yaitu seperti Universitas Bina Nusantara Alam Sutera, konsep desain pada bangunan Universitas Bina Nusantara Alam Sutera ini mengusung arsitektur hijau yang hemat energi. Tujuan dari peneleitian ini adalah untuk (1) memahami bagaimana konsep arsitektur hijau pada bangunan Universitas Bina Nusantara Alam Sutera, (2) Memahami konsep dan prinsip- prinsip pada arsitektur hijau sehingga menjadi bangunan yang ramah lingkungan, yaitu dengan cara menganalisis konsep arsitektur hijau berdasarkan prinsip- prinsip khususnya membahas tentang: pemanfaatan energi pada bangunan, tampak bangunan, tapak bangunan, dan material yang digunakan pada bangunan. Selain itu manfaat dari penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana prinsip-prinsip pada bangunan yang berkonsep arsitektur hijau dan dapat menjadi acuan untuk mahasiswa arsitektur dalam merancang bangunan yang berkonsep arsitektur hijau. pada penelitian ini pengelolaan data menggunakan metode deskriptif dengan strategi kualitatif, yaitu penggambaran atau menjelaskan keadaan yang ada di lapangan dengan cara menganalisis serta membahasnya secara luas sehingga dapat menemukan hasil dan kesimpulan. Universitas Bina Nusantara Alam Sutera memenuhi standar konsep arsitektur hijau melalui penghematan energi, bangunan menyesuaikan dengan iklim setempat, tidak merusak lingkungan sekitar, memenuhi kebutuahan pengguna, dan material yang hemat energiKata Kunci: Arsitektur, Arsitektur Hijau, Bangunan Pendidikan ABSTRACT. Green architecture or what is known as green architecture is a concept in architecture that has characteristics and focuses on environmentally friendly architecture. The important points contained in this green architecture are minimizing the consumption of natural resources, energy efficiency, wise and sustainable use of water, and non-polluting and recycled materials. In educational buildings the concept of green architecture is very important to use, in addition to reducing emissions and global warming, this green architecture is very influential on the performance or comfort of people in it when studying, the phenomenon of educational building design with the concept of green architecture is widely used in university buildings, such as universities. Bina Nusantara Alam Sutera, the design concept for the Bina Nusantara Alam Sutera University building carries energy-efficient green architecture. The purpose of this research is to (1) understand how the concept of green architecture in Bina Nusantara Alam Sutera University buildings, (2) understand the concepts and principles of green architecture so that it becomes an environmentally friendly building, namely by analyzing the concept of green architecture based on the principles - the principles specifically address: energy utilization in buildings, the appearance of the building, the site of the building, and the materials used in the building. Apart from that, the benefits of this research are also to find out how the principles of buildings with a green architectural concept can be used as a reference for architecture students in designing buildings with a green architectural concept. In this study, data management uses descriptive methods with qualitative strategies, namely describing or explaining the conditions in the field by analyzing and discussing them broadly so that results and conclusions can be found. Bina Nusantara Alam Sutera University meets the standards of green architectural concepts through energy saving, buildings adapt to the local climate, do not damage the surrounding environment, meet user needs, and energy-efficient materials Keywords: Architecture, Green Architecture, Education Building
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA BANGUNAN SCIENCE CENTER (STUDI KASUS : ECORIUM NATIONAL INSTITUTE OF ECOLOGY, SOUTH KOREA) Nazlita Bungawali; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.83-90

Abstract

ABSTRAK. Biofilik adalah konsep arsitektur yang berusaha menghubungkan manusia dengan alam melalui desain pada bangunan, berdasarkan teori biofilia dimana manusia memiliki kecintaan terhadap alam. Dengan menerapkan konsep desain arsitektur biofilik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan lingkungan sekitar, dengan cara mengintegrasikan elemen-elemen alam ke dalam ruang yang dibangun oleh manusia. Salah satu contoh penerapan desain biofilik adalah pada bangunan pusat edukasi wisata, seperti science center, yang biasanya memiliki karakteristik atau orientasi bangunan yang tertutup. Dengan menggunakan prinsip- prinsip desain biofilik, seperti material alami, cahaya alami, udara segar, tanaman, air, dan bentuk organik, dapat menciptakan ruang yang lebih menarik, nyaman, dan interaktif bagi pengunjung. Selain itu, desain biofilik juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar pengunjung, yang sesuai dengan fungsi utama bangunan, yaitu sebagai sarana edukasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip desain biofilik yang paling relevan dan efektif untuk diterapkan pada bangunan pusat edukasi wisata. Sebagai studi kasus, penelitian ini akan mengambil contoh National of Ecological Institue atau Ecorium, yang merupakan bangunan pusat edukasi wisata yang berhasil menggabungkan sistem alam ke dalam desainnya, melalui pemanfaatan unsur air, hewan, dan vegetasi. Kata Kunci: biofilik, alam, eduwisata, science center ABSTRACT. Biophilic is an architectural concept that seeks to connect humans with nature through building design, based on the theory of biophilia where humans have a love for nature. By implementing the concept of biophilic architectural design, it is hoped that it can improve the quality of human life and the surrounding environment, by integrating natural elements into spaces built by humans. One example of the application of biophilic design is in tourism education center buildings, such as science centers, which usually have closed building characteristics or orientation. By using biophilic design principles, such as natural materials, natural light, fresh air, plants, water, and organic forms, you can create spaces that are more attractive, comfortable, and interactive for visitors. Apart from that, biophilic design can also help increase visitors' concentration and motivation of learn, which is in accordance with the main function of the building, namely as an educational facility. Therefore, this research aims to determine the most relevant and effective biophilic design principles to be applied to tourist education center buildings. As a case study, this research will take the example of the National Ecological Institute or Ecorium, which is a tourist education center building that has successfully integrated natural systems into its design, through the use of water, animal and vegetation elements. Keywords: biophilic, nature, edutourism, science center
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA BANGUNAN SOUTH QUARTER JAKARTA SELATAN Zahra Anindia Pratiwi; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.169-176

Abstract

ABSTRAK. Mixed Use Building dengan pendekatan Biofilik merupakan bangunan serbaguna yang mencakup fungsi beragam, termasuk area komersil, hunian, dan pedestarian. Permasalahan serius seperti polusi dan penggunaan energi yang tinggi di Jakarta berdampak signifikan pada kesehatan penghuni. Dengan menerapkan prinsip Biofilik, bangunan menambahkan unsur alam seperti tanaman, menciptakan Kesehatan, produktivitas dan investasi ekonomi untuk kesejateraan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsep biofilik pada bangunan South Quarter Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukan desain bangunan South Quarter berhasil mengintegrasikan tumbuhan alam dan elemen alam dalam desainnya, menciptakan rangsangan langsung dengan alam, serta meningkatkan kenyamanan pengguna melalui desain yang merespon iklim sekitar. Kata Kunci: Arsitektur, Biofilik, Mixed Use ABSTRACT. The Mixed Use Building with a Biofilic approach is a versatile structure that encompasses various functions, including commercial areas, residences, and pedestrian spaces. Serious issues such as pollution and high energy consumption in Jakarta significantly impact the health of residents. By implementing Biofilic principles, the building incorporates natural elements like plants, contributing to health, productivity, and economic investment for the well-being of users. The objective of this research is to understand the characteristics of the biofilic concept in the South Quarter Building in South Jakarta. The method employed in this study is qualitative descriptive. South Quarter has successfully integrated natural plants and elements into its design, creating a direct connection with nature, and enhancing user comfort through a design that responds to the surrounding climate. Keywords:  Architectural, Biophilic, Mixed Use
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA RUMANAMI RESIDENCE DI JAKARTA SELATAN FATHY AULIA ZAHRA; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta adalah ibu kota, pusat kegiatan, dan kota yang berkembang pesat dan merupakan salah satu kota dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi.Tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan kebutuhan perumahan tidak terpenuhi, sehingga menyebabkan terbentuknya permukiman kumuh dan berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh. Perlu nya konsep Arsitektur Biofilik yang merupakan sebuah konsep dengan mengedepankan hubungan positif antara manusia dan alam yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental kehidupan manusia dengan menerapkan bahan dan bentuk alami ke dalam desain. Penlitian yang berjudul “KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA RUMANAMI RESIDENCE DI JAKARTA SELATAN” ini dilakukan pada bangunan hunian majemuk yaitu Rumanami residence dengan  menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan pemahaman tentang aplikasi konsep arsitektur biofilik pada hunian majemuk. Hasil yang di dapat pada penelitian ini bahwa konsep arsitektur biofilik dapat diterapkan dengan menghadirkan tanaman didalam dan luar bangunan, menggunakan material alami, lukisan bermotif alam, pola denah yang berulang, sirkulasi berliku dalam bangunan, penggunaan atap skylight serta ruang tempat berllindung seperti kamar tidur. Kata Kunci: Arsitektur, Biofilik, Hunian majemuk   ABSTRACT. Jakarta is the capital city, center of activity and a city that is developing rapidly and is one of the cities with the highest population growth rate. High growth rates result in housing needs not being met, thus causing the formation of slums and having a negative impact on the physical and mental health of the people who live there. in slums. There is a need for the concept of Biophilic Architecture, which is a concept that prioritizes a positive relationship between humans and nature which aims to improve the physical and mental health of human life by applying natural materials and forms into the design. The research entitled "STUDY OF THE CONCEPT OF BIOPHILIC ARCHITECTURE IN RUMANAMI RESIDENCE IN SELATAN JAKARTA" was carried out on a compound residential building, namely Rumanami residence, using descriptive analysis methods to gain an understanding of the application of the concept of biophilic architecture in compound residences. The results obtained from this research are that the concept of biophilic architecture can be applied by presenting plants inside and outside buildings, using natural materials, paintings with natural motifs, repeating floor plans, winding circulation in buildings, using roof skylights and sheltered spaces such as bedrooms. Keywords: Architecture, Biophilic, Compound housing