Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KONSEP ANALOGI PADA BANGUNAN BENTANG LEBAR Taufik Hidayat; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2350.863 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.3.4.75-80

Abstract

ABSTRAK. Dalam memandang arsitektur para ahli teori seringkali membuat analogi-analogi dengan menganggap arsitektur sebagai sesuatu yang ‘organis’, arsitektur sebagai ‘bahasa’, atau arsitektur sebagai ‘mesin’. Secara singkat analogi-analogi. Analogi dalam arsitektur diidentifikasikan ke dalam 2 kategori, pertama Analogi matematis. kedua Analogi matematis. Analogi matematis adalah sebuah pandangan bahwa beberapa ahli menganggap bahwa bangunan-bangunan yang dirancang dengan bentuk-bentuk murni, ilmu hitung dan geometri (seperti golden section) akan sesuai dengan tatanan alam semesta dan merupakan bentuk yang paling indah. Prinsip-prinsip ini banyak digunakan pada bangunan zaman Renaissance. Analogi biologis adalah Pandangan para ahli teori yang menganalogikan arsitektur sebagai analogi biologis berpendapat bahwa membangun adalah proses biologi bukan proses estetis. Kata Kunci: arsitektur, bangunan bentang lebar, konsep analogi.
PENERAPAN KONSEP TEKTONIKA BAMBU SEBAGAI MATERIAL BERKELANJUTAN PADA PASAR HARAPAN JAYA BEKASI Faisal akbar; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.3.4.9-16

Abstract

ABSTRAK. Pasar Tradisional dianggap sebagai salah satu prasarana yang membawa citra buruk bagi estetika kota. Begitu pula kondisi pasar Harapan Jaya saat ini. Pengelolaan dan manajemen pasar yang buruk, sarana dan prasarana yang sangat minim dan ketidaknyamanan berbelanja (kumuh, semrawut, becek, kotor) menjadi permasalahan klasik yang menyebabkan ketidaknyamanan berbelanja. Metode penyusunan konsep yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Landasan teori yang terkait baik secara arsitektural maupun non arsitektural dimulai dari pengumpulan data sampai dengan pengolahan data secara faktual. Penyusunan konsep penerapan tektonika bambu sebagai material berkelanjutan pada Pasar Harapan Jaya adalah bertujuan untuk menerapkan bambu sebagai material bangunan yang hemat energi, dan pemeliharaan bahan bangunan pasar yang tidak mencemari lingkungan dan juga dapat menjadikan pasar yang tertata, ramah lingkungan, aman dan nyaman serta mengangkat citra pasar tradisional menjadi baik dan memberikan kemajuan perekonomian di Kota Bekasi.
PUSAT PENANGKARAN HEWAN LANGKA OWA JAWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI DI BOGOR Erick Handiana; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.638 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.3.3.199-206

Abstract

Javan Gibbons or “Owa Jawa” are one of the endemic animals of the Java island which are included in one of the 25 most endangered primate species in the world. The rise of poaching and long-term reproductive capacity of Javan Gibbon make the population decline. One way to see Javan Gibbons is to visit a breeding place because it is hard to find in its natural habitat. Natural breeding in Indonesia is very rare and breeding that has the concept of 5 animal welfare is free from hunger and thirst, freedom from displeasure, freedom from pain is also still rare, freedom to act normally, and freedom from fear and stress. Therefore, to achieve this, there is a need for captivity that has 5 concepts of animal welfare so that the Javan gibbon population can increase. The planning and design of the rare Javan gibbon animal breeding center was designed using the concept of ecological architecture as a concept most suited to the harmony between buildings and the environment. The method of drafting the concepts used is by collecting data from related theoretical foundations and field observations, data processing, and data analysis to formulate the concepts of planning and design "Center for Breeding Ecological Architecture with the Ecological Architecture Approaches"
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PUSAT REHABILITASI DOWN SYNDROME DI JAKARTA Yogi Nur Hidayat; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 2 (2018): Purwarupa Vol 2 No 2 September 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.871 KB) | DOI: 10.24853/purwarupa.2.2.43-56

Abstract

Penyakit down syndrome adalah suatu penyakit kelainan genetik dari lahir yang membutuhkan tempat penanganan khusus atau rehabilitasi untuk penderita tersebut. Di Indonesia tempat pusat rehabilitasi down syndrome sendiri belum ada, hanya ada sekolah khusus atau tempat terapi khusus down syndrome, dengan lokasi yang berbeda dan fasilitas yang kurang lengkap. Di Indonesia terdapat 300.000 ribu kasus down syndrome. Dalam proses perancangan dengan konsep arsitektur perilaku, harus memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan pengguna ruangnya. Setiap pengguna ruang memiliki aktivitas dan perilaku yang berbeda, jadi untuk memaksimalkan fungsi ruang yang akan dirancang perlu diperhatikan perilaku penderita down syndrome yang akan menggunakan ruang tersebut. Dengan konsep arsitektur perilaku desain perancangan pusat rehabilitasi down syndrome diharapkan dapat memudahkan para penderita down syndrome mendapatkan fasilitas yang lengkap dan terpadu untuk para penderita down syndrome dalam melakukan proses pemulihan kemandirian dan beradaptasi dengan lingkungan..
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA DESAIN PUSAT REHABILITASI PENYAKIT LANGKA DI TANGERANG SELATAN Imam Makinudin; Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.2.1.67-74

Abstract

ABSTRAK.Fasilitas kesehatan dan sarana pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam keberlangsungan hidupnya, tak terkecuali bagi para penderita penyakit langka.Penyakit langka adalah suatu kelainan atau penyakit yang angka kejadianya 1:2000 orang atau lebih, dan saat ini ada sekitar 6000–8000 jenis kelainan yang telah teridentifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan para penderita penyakit langka dirancang sebuah pusat rehabilitasi penyakit langka dengan pendekatan arsitektur universal. Pendekatan arsitektur universal  bertujuan untuk memudahkan aktifitas penderita baik aktifitas mandiri ataupun dengan pendampingan. Dengan adanya pusat rehabilitasi penyakit langka ini diharapkan menjadi pusat untuk penanganan dan proses pemulihan bagi penderita penyakit langka di Indonesia yang berorientasi pada kemandirian. Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Penyakit Langka, Arsitektur Universal  ABSTRACT. Health and educational facilities ara the most important human needs in life, not spesially raredisease for patients. A rare disease is disorder or a disease which happen in ratio 1:2000 people or more, and now there are about 6000-8000 types of disorders that have been identified. To fulfill the rare disease patient need, it will be designed a rare disease rehabilitation center with universal architecture approach. The approach of universal architecture aims to facilitate rare disease patients activities, either individual nor with mentoring. With this rare disease rehabilitation center is expected to be a center of handling and recovery process for rare disease patients in Indonesia and improve their independence. Keywords:Rehabilitation Center, Rare Disease, Universal Architecture 
Tinjauan Arsitektur Ekologis Pada Pusat Otomotif (Audi Centre, Singapura) Agung Setiawan; Anggana Fitri Satwikasari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 1 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i1.4343

Abstract

Perkembangan dunia modifikasi pada bidang otomotif, sudah mulai banyak diminati dari berbagai lapisan, tidak hanya pria yang gemar memodifikasi, tetapi sudah mulai diminati oleh perempuan, baik tua maupun muda. Mereka saling bersaing dalam menyalurkan ide-idenya memodifikasi kendaraannya. Melhat itu kebutuhan akan pusat otomotif menjadi lebih besar, karena adanya aktifitas penggemar modifikasi yang sangat antusias. Pusat otomotif didominasi buangan gas polutan , suara bising, yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan orang sekitar. Adanya permasalahan tersebut diperlukannya tinjauan bangunan pusat otomotif berekologis dalam perencanaannya. Arsitektur ekologis ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya dalam merancang suatu bangunan dengan memperhatikan aspek alam sekitar. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melakukan peneylidikan secara rinci dari permasalahan pada suatu objek. Setelah dilakaukan pengamatn terhadap studi kasus bangunan Audy Singapore. Pemilihan studi kasus bangunan ini terletak di singapore, mengingat negara tersebut sangat mengedepankan prinsip arsitektur berkelanjutan dan Bangunan ini juga menggunakan material baru yang ramah lingkungan serta desain yang memperhatikan konsep ekologis. Dapat disimpulkan bahwa bangunanan terebut sudah hampir mendekatkan konsep arsitektur ekologis. Dengan adanya pemilihan material pada fasadnya dan mempertahan kondisi lokal dalam perancangannya.
Kajian Konsep Arstiektur Surya Pasif Pada Bangunan Mall Bintaro Jaya Xcange Barrery Reza Bumi; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.1.27-32

Abstract

Indonesia mempunyai 2 musim sepanjang tahunnya, yaitu musim kemarau (kering) dan musim hujan (basah). Berdasarkan letak geografisnya. Indonesia menjadi salah satu negara yang beriklim tropis. Sinar matahari di daerah yang beriklim tropis sering kali membuat rumah-rumah atau bangunan di Indonesia menjadi tempat yang kurang nyaman bagi penggunanya. Hal tersebut dikarenakan kurangnya bukaan-bukaan sirkulasi udara maupun sirkulasi cahaya dan berdampak pada penggunaan AC yang berlebihan pada bangunan, salah satunya dapat dilihat pada bangunan-bangunan mall di Indonesia. Kondisi tersebut membuat bangunan mall di indonesia mayoritas menggunakan energi yang sangat besar karena membutuhkan penghawaan dan pencahayaan buatan baik saat siang maupun malam hari. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan desain pasif pada bangunan, termasuk diantaranya adalah konsep Arsitektur Surya Pasif. Konsep surya pasif dapat meningkatkan kualitas kenyamanan bagi para pengunjung mall ini. Penelitian ini dilakukan pada bangunan mall yang kemungkinan menggunakan konsep surya pasif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dimana penulis mendeskripsikan dan mengidentifikasikan setiap Elemen desain yang mendukung penerapan konsep arsitektur surya pasif pada bangunan mal tertentu. Studi kasus pada penelitian ini adalah Bintaro Jaya Xchange Mall yang terletak di Jl. Lingkar Tol, CBD Boulevard Bintaro Jaya Sektor 7, Tangerang 15227 Indonesia. Diharapkan penelitian ini bisa bermanfaat sebagai acuan bagi Khalayak umum, khususnya para arsitek untuk dapat merancang bangunan mall yang merespon pada kondisi iklim setempat dan mampu mengoptimalkan keberadaan energi terbarukan, yaitu matahari.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR SURYA PASIF PADA BANGUNAN PERIBADATAN MASJID SALMAN ITB Wawan Gunawan; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 5 No. 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.5.2.55-62

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki 2 musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Indonesia mendapatkan sinar matahari secara intens sepanjang tahunnya. Namun sinar matahari yang cukup intens tersebut seringkali memberi dampak ketidaknyamanan pada bangunan-bangunan yang ada di Indonesia. Beberapa mayoritas bangunan masjid di Indonesia banyak yang tidak memperhatikan kualitas kenyamanan termal, visual dan kualitas udara dalam ruang. Maka dari itu, pengetahuan mengenai desain bangunan masjid yang memperhatikan aspek-aspek kualitas tersebut sangat diperlukan. Solusi yang lebih hemat energi dan berkelanjutan adalah solusi konsep arsitektur yang menerapkan desain pasif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai desain bangunan masjid dengan konsep arsitektur surya pasif sehingga dapat dipelajari dan dapat diterapkan pada bangunan masjid di Indonesia yang lainnya. Sehingga dapat menjaga masyarakat yang beribadah menjadi lebih kyusuk, menambah kualitas dalam beribadah, membuat jamaah nyaman di dalam masjid dan membuat bangunan masjid menjadi bangunan yang lebih ramah lingkungan. 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN KANTOR ROBINSON TOWER SINGAPURA Muhammad Ibnu Fachry; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.1.41-48

Abstract

Arsitektur bioklimatik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara iklim dengan suatu rancangan bangunan. Bangunan bioklimatik adalah bangunan yang mengusung desain penggunaan teknik hemat energi dengan memanfaatkan iklim setempat dan data meteorologi, hasilnya adalah bangunan memiliki interaksi terhadap lingkungan dan penggunanya. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui prinsip – prinsip arsitektur bioklimatik, mengidentifikasi penerapan parameter konsep desain arsitektur bioklimatik, mengetahui prinsip arsitektur bioklimatik yang paling banyak diterapkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui sumber sekunder yaitu studi literatur. Penerapan arsitektur bioklimatik pada bangunan perkantoran dapat berdampak positif bagi pekerja di bangunan tersebut.
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PADA PASAR TARUMAJAYA BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Andiani Imantaka; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2023): Purwarupa Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.1.27-34

Abstract

ABSTRAK. Pasar tradisional menurut jenis transaksi merupakan pasar dimana cara pembayaran para pembeli kepada penjual dapat dan boleh saling tawar menawar secara langsung. Pada pasar tradisional juga menyediakan berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kegiatan jual dan beli di pasar tentunya menghasilkan banyak pengguna yang menggunakan bangunan pada bangunan ini, selain itu juga bangunan pasar tradisional merupakan bangunan komersial yang umum sehingga siapapun dapat mengakses, karena banyak pengguna bangunan ini maka akan mempengaruhi kenyaman termal pada bangunan pasar tradisional khususnya Pasar Tarumajaya. Pada penelitian ini kenyamanan termal dinilai dan diukur berdasarkan persepsi penguna bangunan yang dibedakan menjadi dua jenis yaitu pedagang dan pembeli. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pengambilan data yaitu menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kenyamanan termal pada Pasar Tarumajaya sehingga hasil dari penelitian ini adalah penilaian skala pada kenyamanan termal dari keempat parameter kenyamanan termal dengan berbagai keterangan berdasarkan jawaban responden yaitu sedikit hangat, hangat, netral, sedikit sejuk, dan sangat sejuk. Selain itu juga adanya pertimbangan desain bangunan yg mempengaruhi kenyamanan termal yaitu bentuk, dimensi, letak massa dan orientasi bangunan, ventilasi, material bangunan, elemen arsitektural dan adanya vegetasi. Kata Kunci: kenyamanan, termal, pasar, persepsi ABSTRACT. According to the type of transaction, traditional markets are markets where buyers and sellers can and can bargain directly with each other in terms of payment methods. Traditional markets also provide various types of goods to meet daily basic needs. Buying and selling activities at the market certainly result in many users using the building in this building, besides that the traditional market building is a common commercial building so that anyone can access it, because there are many users of this building it will affect the thermal comfort of traditional market buildings, especially Tarumajaya Market. . In this study, thermal comfort was assessed and measured based on the perceptions of building users which were divided into two types, namely traders and buyers. The method used in this study is descriptive quantitative with data collection using questionnaires, interviews, and direct observation. The purpose of this study was to determine the value of thermal comfort at Tarumajaya Market so that the results of this study were a scale assessment on the thermal comfort of the four parameters of thermal comfort with various explanations based on the respondents' answers, namely slightly warm, warm, neutral, slightly cool, and very cool. In addition, there are also building design considerations that affect thermal comfort, namely shape, dimensions, mass location and building orientation, ventilation, building materials, architectural elements and the presence of vegetation. Keywords: comfort, thermal, market, perception