Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Natrium Tripolyphospate (Na5p3o10) Terhadap Sifat Fisik Beton Cor Bawah Air Berlumpur Fitri Lestari; Ismeddiyanto Ismeddiyanto; Andre Novan
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete that used for underwater construction should be proportioned so that the concrete is capable to consolidate by its self weight and develop the strength. The aim of this research is to purpose the use of natrium tripolyphosphate as an additive to concrete mix that will be used for underwater construction. The amount of natrium tripolyphosphate added to the concrete mix was derived from three trial mix, namely trial mix I, II and III. Based on trial mix I natrium tripolyphosphate can used for underwater construction and the best percentage of filler is 15% by weight of fine aggregate, while based on trial mix II all of concrete had segregation and the concrete with 10% of natrium tripolyphosphate had the least segregation and based on trial mix III natrium tripolyphosphate can diluted the concrete mix and helps harden the mixture. The result showed that the slump flow value for concrete with 10% of natrium tripolyphosphate was 673,3 mm, this value fit the slump value suggested by ASTM-C-161, that slump for SCC should be within the range of 550 mm and 850 mm. The mud rates obtained from the test result using centrifuge and measurement were 28,62% and 26,87%. The values for porosity and permeability in normal water at 28 days are 21,97% and 1,04x10-9 m/s, and while the values for porosity and permeability in muddy water at 28 days are 23,27% and 1,61x10-9 m/s.Keywords: Underwater concrete, natrium tripolyphospate, muddy water, physical properties
Pengaruh Variasi Suhu Dan Durasi Pembakaran Terhadap Kuat Tekan Beton Pasca Bakar Juhariadi Juhariadi; Andre Novan; Alex Kurniawandy
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 2, No 1 (2015): Wisuda Februari Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The significant change of temperature as in the event of fire will have an impact on concrete structures, cracked at the surface of structure, damage / collapse, and discoloration. This research was carried out on samples of concrete cubes K350 with the size of 15 cm x 15 cm x 15 cm. Combustion also was carried out at 600 °C, 800 °C, and 1000 °C temperatures with holding time for 0.5 , 1 , 1.5 , dan 2 hours. The cooling process is done by allowed to stand for 24 hours at room temperature. The test results were obtained at the temperature of at 600 °C, 800 °C, and 1000 °C compressive strength decreased by 6.26%-26.30%, 11.99%-34.53%, and 23.08%-66.37. This research shows that the highest of temperatures gives a greater impact on reduction of concrete compressive strength and the concrete surface, compared with the increase of combustion duration. Through this research regression give equations that can be used to calculate the residual compressive strength of the other combution temperatures. Keywords : fire, compressive strength, porosity, temperature, duration
Kekuatan Tekan Sejajar dan Geser Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri) di Kota Pekanbaru Berdasarkan SNI 7973:2013 Marlaily Idris; alfian kamaldi; Andre Novan
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2971

Abstract

Kayu adalah salah satu bahan bangunan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat kita dan telah dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai pendukung struktur bangunan. Tanaman yang memiliki nama latin Eusideroxylon zwageri Teijsm ini tergolong kedalam suku Lauraceae. kayu Ulin dikenal sebagai kayu kelas kuat I dan kelas awet I sehingga memiliki banyak manfaat dan sangat diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sifat sifik dan mekanik dari kayu Ulin tersebut sehingga bisa mendapatkan nilai modulus elastisitas lentur, kuat lentur, kuat tekan, kuat geser dan bisa di klasifikasikan berdasarkan SNI 7973:2013. Dalam penelitian ini terdapat dua variasi yaitu kuat tekan kering udara dan kering oven. Hasil yang didapat yaitu kuat tekan sejajar kayu Ulin lebih besar apabila kayu Ulin dalam keadaan kering oven daripada kering udara, dengan nilai kuat tekan sejajar serat kering oven 26,69 MPa dan kering udara 17,58 MPa. Sedangkan hasil kuat geser lebih besar kering udara daripada kering oven dengan nilai kering udara 3,04 MPa dan kering oven 2,81 MPa
Kajian Kuat Tekan Sejajar Serat dan Kuat Geser Kayu Tembusu (Fragraea Fragrans) di Pekanbaru Terhadap SNI 7973:2013 Intan Monica MG; Alfian Kamaldi; Andre Novan
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2972

Abstract

Kayu adalah bahan yang umum digunakan baik secara struktural maupun non-struktural. Penggunaan kayu dalam bentuk struktural memerlukan spesifikasi tertentu. Kayu adalah bahan alami yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang menyebabkan perbedaan kualitas kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh nilai kuat tekan sejajar serat kayu dan kuat geser kayu serta mengklasifikasikan kayu berdasarkan SNI 7973: 2013. Kayu tembusu (Fragraea fragrans) digunakan sebagai objek dalam penelitian ini. Hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan paralel kayu tembusu variasi A 16,31 MPa sehingga termasuk dalam kategori kayu dengan kode mutu E19. Nilai kuat tekan sejajar serat kayu kayu tembusu variasi B 16,26 MPa sehingga termasuk dalam kategori kayu dengan kode mutu E18. Modulus elastisitas kayu tembusu variasi A yang diperoleh adalah 3.555,95 MPa dan 5.324,24 MPa untuk variasi B. Nilai kuat geser kayu variasi A didapat sebesar 2,54 MPa dan untuk variasi B didapat 3,27 MPa. Penelitian ini bermanfaat untuk menganalisis kuat tekan sejajar serat, kuat geser kayu dan untuk penelitian lanjutan lainnya. Hasilnya diharapkan berkontribusi pada basis data ilmiah umum sifat mekanis kayu di Indonesia dan khususnya dalam desain komponen struktural tekan dan lentur serta untuk penelitian lebih lanjut.
Pengaruh Penambahan MasterGlenium ACE® 8595 dengan Pengurangan Kadar Air 37.5% dan Kadar Semen Rencana 409.80 kg/m3 Terhadap Kuat Tekan Beton Andre Novan; Ermiyati Ermiyati; Yenita Morena; Ella Silvana Chebelita
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 6, No 1 (2022): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v6i1.6786

Abstract

MasterGlenium ACE® 8595 is a Type F chemical that serves to reduce the amount of mixing water, improve workability and improve concrete quality. The purpose of this study was to find out the effect of adding MasterGlenium ACE® 8595 with a reduction in water content of 37.5% and a plan cement level of 409.80 kg / m2. The research was conducted in the laboratory using the DOE (Department of Environment) method in accordance with SNI 03-2834-2000 with a test object in the form of a concrete cylinder diameter of 150 mm and a height of 300 mm. MasterGlenium ACE® 8595 tested on concrete age 7 days 3 sample, and 28 days 5 sample. Variations in the dose of addition of MasterGlenium ACE® 8595 used 0.54%, 0.81%, 1.08%, 1.35%, 1.62%, 1.89% and 2.16% of cement weight. The test results of a strong concrete press normal at 28 days amounted to 29.77 MPa.  The test results of a strong concrete press normal at 28 days amounted to 29.77 MPa.  The results of the test are strong concrete press with the addition of MasterGlenium ACE® 8595 amounting to 51.61 MPa, 53.53 MPa, 45.95 MPa, 49.80 MPa, 41.25 MPa, 40.80 MPa, and 39.27 MPa. Based on the results of the test, the use of MasterGlenium ACE® 8595 in concrete will increase the strength of the press, workability, and age coefficient.
Pengujian Kuat Lentur Dan Kuat Tekan Kayu Sengon Dengan Mengunakan Lapisan/ Coating Resin Yenita Morena; Ermiyati Ermiyati; Andre Novan; Yolanda Novianti
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian kuat lentur dan kuat tekan kayu adalah pengujian yang didasarkan pada sifat-sifat mekanik kayu yaitu menahan tarikan dan tekanan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelas kayu dan besar perubahan nilai kuat lentur dan kuat tekan kayu sengon solid dengan kayu sengon setelah diberi lapisan zat resin. Pada pengujian ini dilakukan tiga variasi yang berbeda dimana setiap pengujian kuat lentur dan kuat tekan yaitu, kuat lentur kayu solid, kuat lentur kayu coating dengan resin 1 lapis dan kuat lentur kayu coating resin 2 lapis. Begitu juga dengan pengujian kuat tekan dilakukan variasi yang sama serperti pengujian kuat lentur. Pada setiap pengujian ini diperoleh kelas kayu adalah kayu kelas III, dan persentase rata-rata kenaikan kuat lentur kayu coating resin 1 lapis adalah sebesar 17,97 MPa atau sekitar 0,4 % dari nilai kuat lentur kayu solid, sedangkan persentase rata-rata kenaikan kuat lentur kayu coating resin 2 lapis adalah sebesar 23,40 MPa atau sekitar 0,5 %. Dan untuk pengujian kuat tekan kayu coating resin 1 lapis mengalami penurunan sebesar 0,77 MPa, atau sekitar 0,02 % dari kuat tekan kayu solid, sedangkan pada pengujian kuat tekan kayu coating resin 2 lapis mengalami penurunan sebesar 1,53 MPa, atau sekitar 0,04 % dari nilai kuat tekan kayu solid.
Pengaruh Penambahan Fly Ash Cangkang Sawit dan Kapur Dolomit Sebagai Bahan Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar Eko Bayu Rahman; Ermiyati Tanjung; Azhari Azhari; Andre Novan; Yenita Morena
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.149

Abstract

Penggunaan mortar di Indonesia dalam pembangunan kontruksi cukup tinggi, seperti plesteran dinding, pengisi kolom komposit dan lain sebagainya, namun mutu dari mortar itu sendiri tidak diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat menghasilkan mortar alternatif berbasis limbah dengan mutu kuat tekan yang lebih tinggi dari mortar normal, dan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit terhadap kuat tekan mortar yang dihasilkan dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Pembuatan sampel benda uji mortar menggunakan cetakan yang berbentuk kubus dengan ukuran 5x5x5 cm dan kemudian dilakukan pengujian pada umur sampel mortar 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya komposisi fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit maka kuat tekan mortar semakin menurun tetapi kuat tekan mortar akan meningkat bila kedua bahan dicampurkan, yang mana kuat tekan mortar normal yaitu 28 MPa, setelah penambahan fly ash cangkang sawit, hasil tertinggi yaitu pada campuran 5% dengan hasil 20,8 MPa dan terendah yaitu pada campuran 20% dengan hasil 12,13 MPa. Sedangkan kuat tekan mortar pada subtitusi kapur dolomit tertinggi (meningkat) pada campuran 5% dengan hasil 35,47 MPa, dan terendah pada campuran 20% dengan hasil 21,20 MPa. Namun pada mortar yang menggunakan bahan subtitusi campuran fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit 10% didapatkan kuat tekannya meningkat lebih tinggi yaitu sebesar 31,33 MPa. Dengan demikian penambahan kapur dolomit sangat berpengaruh terhadap kuat tekan mortar ini.
Implementasi Model Soil dan Water Assessment Tool (SWAT) Dalam Pengelolaan Das Mikro Sei Tanduk Nurdin Nurdin; Imam Suprayogi; Muhammad Shalahuddin; Ermiyati Ermiyati; Siswanto Siswanto; Andre Novan
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/dli.10.1.p.38-44

Abstract

The Soil and Water Assessment Tool (SWAT) model which is integrated with the Geographic Information System (GIS) can provide an overview or prediction of the influence of land management on the hydrology of the Micro Sei Tanduk watershed in accordance with the interests of evaluating and monitoring watershed management activities. The purpose of this study was to analyze the management of the Sei Tanduk Micro watershed based on land use patterns, as a basis for determining the best recommendations for planning and evaluating the Indragiri Rokan Watershed Management Project Activities for Fiscal Year 2003 by compiling a Master Plan for the Micro Sei Tanduk Watershed Master Plan Rumbio Village, Kampar Regency. The research method is to process primary and secondary data using a SWAT model that is integrated with GIS in analyzing hydrological characteristics in land use scenarios in the management of the Micro Sei Tanduk watershed, as a basis for providing recommendations. The best recommendation from the evaluation and analysis of the Micro Sei Tanduk watershed management based on land use patterns is scenario 2 in the form of applying agroforestry on mixed dry land agriculture with the insertion of forestry trees based on community participation in the Micro Sei Tanduk watershed, Rubio Village, Kampar District, Kampar Regency.
Pengaruh Variasi Kecepatan Pembebanan Aksial Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton fc’ 20 MPa Ermiyati Ermiyati; Andre Novan; Reza Restu Ananda; Yenita Morena; Gussyafri Gussyafri
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9123

Abstract

Kuat tekan beton dipengaruhi beberapa faktor,diantaranya bahan susun beton, faktor air semen, dan lainnya, namun tidak hanya dipengaruhi hal tersebut saja, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kecepatan pembebanan. Pengaruh variasi kecepatan pembebanan aksial terhadap nilai kuat tekan beton fc' 20 MPa akan diuji pada penelitian ini, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan pembebanan aksial terhadap nilai kuat tekan beton dan rasio yang dihasilkan terhadap variasi kecepatan pembebanan standar (15 MPa/menit). Pengukuran kecepatan pembebanan dengan menggunakan stopwatch dan video recording. Berdasarkan ASTM C 39/C 39M-05 kecepatan pembebanan standar yaitu sebesar 0,25±0,05 MPa/detik. Penelitian ini menggunakan tujuh variasi kecepatan pembebanan, yaitu 3 MPa/menit, 5 MPa/menit, 10 MPa/menit, 15 MPa/menit, 20 MPa/menit, 25 MPa/menit dan 30 MPa/menit. Setiap variasi kecepatan pembebanan terdiri dari tiga sampel berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pembebanan aksial dapat mempengaruhi nilai kuat tekan beton, yaitu semakin besar kecepatan pembebanan yang digunakan maka semakin besar nilai kuat tekan beton yang dihasilkan. Rasio nilai kuat tekan beton pada variasi kecepatan pembebanan dibawah variasi standar (15 MPa/menit) dimana memiliki persentase rasio rata-rata yang lebih besar yaitu 11% dibandingkan dengan variasi kecepatan pembebanan diatas variasi kecepatan standar yang hanya memiliki persentase rasio rata-rata sebesar 5,3%.
Budidaya Mint dan Pemanfaatannya untuk Minuman Kesehatan di SMP IT Khazanah Boarding School Ermiyati; Nurdin; Yenita Morena; Muhammad Shalahuddin; Manyuk Fauzi; Andre Novan; Imam Suprayogi
Pelita Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Pelita Masyarakat, Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i2.9194

Abstract

Mint plants are generally grown on a small scale and are found growing wild in mountainous areas and in damp and watery places. This plant is able to adapt to tropical climates so that it can be cultivated. The purpose of this article is to provide counseling on how to cultivate mint leaves and use them as a fresh and healthy health drink at SMP IT Khazanah Boarding School. The method used is to provide counseling and practice it directly, how to cultivate and utilize mint plants as a fresh drink. Planting mint can be done by cutting existing plants. The trick is to cut the stalk about 1 cm above the branching. Then, remove some of the leaves on the stalks and submerge them in a container. Mint leaves have a distinctive spicy taste, fresh scent and have various benefits for the body, such as refreshing breathing, calming digestion, boosting immunity, and others. As for how to use it as a fresh drink for health which is combined with several ingredients such as Mint leaves, Lemons or Lime that have been cleaned, Honey or Sugar, and Hot Water. Then the lemons are cut into thin strips, then honey is added and the boiling hot water is poured into the container, then the mint leaves are dipped, and let stand for a moment so that the mint and lemon flavors are stronger then they can be served and drunk in warm conditions. The results obtained were that the teachers and students were very enthusiastic about participating in the community service activities carried out by the Riau University lecturer team from start to finish and almost all participants were excited to try planting, making drinks and enjoying fresh drinks from mint leaves.