Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Sistem Basis Data Menggunakan Microsoft Access untuk Manajemen Data Pelanggan, Produk, dan Transaksi di PT Bumi Gita Serehpati Koko, Tri Koko Apanugra; Aqil Siraj; Rafika Chairani; Indy Ramadhani Putri Pountung; Muhammad Hasbi
Jurnal Sosial Terapan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Sosial Terapan, Volume 3 No.2 Desember 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/b7skdm09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem basis data terintegrasi menggunakan Microsoft Access guna mengelola data pelanggan, produk, dan transaksi di PT Bumi Gita Serehpati, sebuah perusahaan industri pengolahan bahan alami. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Hasilnya adalah sistem basis data yang dirancang berdasarkan Entity Relationship Diagram (ERD) dan diimplementasikan menggunakan pendekatan Rapid Application Development (RAD). Sistem mencakup fitur Form input, query, relationship antar tabel, hingga laporan otomatis yang mendukung efisiensi operasional dan akurasi pencatatan data. Penerapan sistem ini terbukti mempermudah proses pelaporan, meningkatkan kecepatan pencatatan transaksi, serta mengurangi risiko kesalahan administratif. Sistem ini juga berpotensi menjadi model bagi pengembangan sistem serupa di sektor usaha kecil menengah lainnya.
Pemberdayaan Kader Dalam Pendampingan Manajemen Diri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Cembun; Muhammad Hasbi
Jurnal Dedikasi Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Lentera Mandalika Berinovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia. Desa Meninting, wilayah kerja Puskesmas Meninting, Kabupaten Lombok Barat, tercatat memiliki jumlah kasus DMT2 tertinggi di antara 20 puskesmas pada tahun 2020, dengan sekitar 90% pasien memiliki kadar gula darah tidak terkontrol. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendampingi manajemen diri pasien DMT2, khususnya perawatan kaki, melalui pemberdayaan kader. Sebanyak 20 kader kesehatan mengikuti edukasi ceramah dan video, pembagian modul, praktik pemeriksaan gula darah sewaktu, serta pendampingan kunjungan rumah pasien DMT2 pada Maret–November 2023. Pengetahuan kader dinilai menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna, kader berpengetahuan baik meningkat dari 25% (pre-test) menjadi 75% (post-test). Pemberdayaan kader terbukti menjadi strategi efektif untuk memperkuat manajemen diri DMT2 berbasis masyarakat dan dapat direplikasi di desa lain dengan beban kasus tinggi.
Aspek Hukum Dalam Proyek Konstruksi: Keterlambatan MC-0 Terhadap Stabilitas Cash Flow Denny Wahyudi Saputra; Busyra Azheri; Muhammad Hasbi
Nagari Law Review Vol 9 No 2 (2025): Nagari Law Review
Publisher : Faculty of Law, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/nalrev.v.9.i.2.p.167-174.2025

Abstract

Delays in the MC-0 (Initial Mutual Check) process in construction projects not only affect cash flow stability, but also have significant legal implications for the parties involved. This study aims to analyze the impact of MC-0 delays on the cash flow stability of construction projects, identify the causal factors, and evaluate the legal consequences based on applicable regulations in Indonesia. This study uses a Systematic Literature Review (SLR) approach by reviewing relevant academic sources, including journals, scientific articles, and laws and regulations. The results of the study indicate that MC-0 delays cause additional costs, such as procurement of materials, labor, and equipment rental, and have the potential to cause contract disputes between service providers and service users. In a legal context, MC-0 delays can lead to default in accordance with the provisions of the Civil Code (KUHPerdata) Article 1239 and Law Number 2 of 2017 concerning Construction Services, which regulates the rights, obligations, and sanctions for the parties in a construction contract. Delays can also violate the principles of good project governance, as stated in Presidential Regulation Number 16 of 2018 concerning Government Procurement of Goods/Services. To overcome these impacts, recommended mitigation steps include optimizing communication between parties, increasing the efficiency of contract administration, utilizing project management technology, and providing reserve funds to anticipate potential delays. This finding emphasizes the importance of integrating technical and legal aspects in managing MC-0 delays to ensure smooth implementation of construction projects, cash flow stability, and compliance with applicable regulations.