p-Index From 2021 - 2026
5.839
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dinamika JAKU (Jurnal Akuntansi & Keuangan Unja) (e-journal) Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Jurnal Ilmiah Peuradeun Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) AGRITEKNO, Jurnal Teknologi Pertanian AKUNTABILITAS: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Akuntansi SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Dinasti International Journal of Management Science Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) JURNAL AKUNTANSI Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) VALUE: Jurnal Ilmiah Akuntansi, Keuangan dan Bisnis International Journal of Finance Research International Journal of Marketing and Human Resource Research Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal Akuntansi dan Keuangan (JAK) ProBisnis : Jurnal Manajemen Social Science Studies Jurnal Manajemen Perbankan Keuangan Nitro Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Journal of Accounting and Finance Management (JAFM) Journal of International Conference Proceedings Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) Jurnal Sains Manajemen  Nitro Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi Jurnal Riset Akuntansi Indonesian Journal of Library and Information Science (IJLIS) International Journal of Education, Vocational and Social Science Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK KEBIJAKAN PAJAK MINIMUM GLOBAL (OECD PILLAR 2) TERHADAP STRATEGI AKUISISI DAN RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN MULTINASIONAL Ka Utama, Hendri; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
Jurnal Sains Manajemen Nitro Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnak Sains Manajemen Nitro Volume 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Pasca Sarjana IBK Nitro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Pajak Minimum Global (OECD Pillar 2) telah menggeser paradigma tata kelola perpajakan internasional dan memaksa reorientasi strategi korporasi multinasional. Namun, literatur masih menunjukkan kesenjangan signifikan, di mana hanya 3% penelitian terkait yang mengkaji dampak kebijakan ini terhadap strategi akuisisi dan restrukturisasi perusahaan multinasional (MNE). Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis mekanisme kausal Pillar 2 dalam membentuk keputusan strategis MNE. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020, dengan seleksi 21 artikel relevan dari periode 2021–2025 yang terindeks di Scopus, ProQuest, dan Publish or Perish. Hasil penelitian mengungkap bahwa Pajak Minimum Global berdampak negatif terhadap aktivitas M&A global (ditandai penurunan 23%) dan memicu gelombang restrukturisasi besar-besaran pada 67% MNE, terutama melalui penutupan entitas di yurisdiksi pajak rendah. Analisis melalui lensa Teori Institusional menunjukkan bahwa respons strategis MNE ini didorong oleh tekanan koersif untuk menjaga legitimasi dalam lanskap regulasi global yang semakin kompleks. Implikasi penelitian memberikan panduan strategis bagi korporasi dan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam menavigasi era baru tata kelola pajak global.
Environmental, Social, and Governance (ESG), Intellectual Capital and Firm Value: The Mediating Role of Competitive Advantage in Asia Meilanda, Putri; Fuadah, Luk Luk; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting Vol. 6 No. 5 (2025): Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (November - De
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijefa.v6i5.5551

Abstract

This study examines the role of Environmental, Social, and Governance (ESG) and Intellectual Capital (IC) in enhancing firm value, with competitive advantage as a mediating variable. This study employed a quantitative approach by analyzing secondary data from 882 Asian companies, consisting of 7,938 firm year observations covering the period 2015–2023, using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 3. The findings show that ESG does not significantly affect firm value or competitive advantage. In contrast, IC has a positive effect on both competitive advantage and firm value. Competitive advantage itself positively influences firm value and mediates the relationship between IC and firm value, but not between ESG and firm value. These results suggest that firm value improvement in Asia is more effectively driven by optimizing intellectual capital. Managers are encouraged to strengthen intellectual assets, ensure efficient financing, and improve the quality and integration of ESG practices to enhance competitiveness and long-term firm value.
The Effect of Asymmetry Information, Budget Target Clarity, and Budget Participation on Budgetary Slack with Organizational Commitment as a Moderating Variable: A Literature Review Pratama, Bobby; Florencia, Irene Tri; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting Vol. 6 No. 6 (2026): Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (January - Feb
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijefa.v6i6.5617

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of the budgetary slack phenomenon. The method used is a systematic literature review (SLR) of 100 journal articles published in Scopus-indexed journals (Q2–Q4) and Sinta 2 to Sinta 4 during the period 2016–2025. The results of the study indicate that agency theory is the most dominant theoretical framework used, while asymmetry information has been shown to increase the tendency of budgetary slack. Conversely, the influence of budget target clarity and budget participation still produces diverse and inconsistent findings. The differences in research results are thought to be influenced by the organizational context, the research period, and the measurement instruments used. The novelty of this study lies in the use of organizational commitment as a moderating variable. The literature shows that organizational commitment has been shown to weaken the positive effect of asymmetry information and strengthen the positive effect of budget target clarity and budget participation in reducing budgetary slack.
ESG Disclosure dalam Perspektif Maqasid Syariah: Jalan Menuju Maslahah atau Ritual Strategis Korporasi? Sinta, Clara; Muzakki, Faiz; Alfarizi, Ikhsan; Ruwary, Cinda Nongfasya; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7366

Abstract

Pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) pada entitas bisnis syariah seringkali diasumsikan memiliki keselarasan inheren dengan Maqasid Syariah dalam mewujudkan maslahah. Namun, ekspektasi normatif tersebut kerap berbenturan dengan realitas empiris, di mana pengungkapan ESG sangat rentan tereduksi menjadi sekadar ritual strategis korporasi atau shariah-washing. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi dualitas pelaporan ESG antara komitmen etis mewujudkan maslahah versus pragmatisme legitimasi korporasi melalui lensa maqasid syariah, Legitimacy Theory, dan Stakeholder Theory. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif kritis terhadap 20 artikel bereputasi terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2026. Hasil sintesis mengonfirmasi adanya fenomena narrative-metric gap, di mana pengungkapan entitas syariah didominasi klaim strategis kualitatif yang bersifat governance-heavy namun metric-light, dengan minimnya target kuantitatif terukur. Di sisi lain, implementasi ESG yang substantif terbukti secara empiris mampu memperkuat kinerja keuangan, memitigasi risiko kejatuhan saham, dan menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan sebagai manifestasi nyata prinsip hifz al-mal. Penelitian ini merumuskan empat kriteria substantif ESG berbasis maqasid, meliputi operasionalisasi parameter maqasid secara eksplisit dan terukur, peningkatan kualitas tata kelola Dewan Pengawas Syariah, adopsi standar pelaporan yang terstandardisasi dengan assurance eksternal yang independen, serta reorientasi paradigma pelaporan menuju pengukuran dampak sosio-ekologis jangka panjang. Temuan ini mendesak otoritas pengatur dan lembaga standar seperti AAOIFI untuk segera membangun arsitektur Islamic ESG Assurance guna memastikan komitmen korporasi melampaui kepatuhan administratif dan terwujud menjadi keadilan ekonomi serta keberlanjutan yang autentik.
Peran Sistem Pengendalian Manajemen Pada Lembaga Pemerintahan Astuti, Cantika wati famly; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7618

Abstract

Transformasi tata kelola sektor publik mendorong lembaga pemerintahan untuk mengadopsi sistem pengendalian manajemen (management control systems/MCS) yang lebih terstruktur dan berorientasi pada hasil guna meningkatkan kinerja, akuntabilitas, serta penciptaan nilai publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem pengendalian manajemen dalam meningkatkan kinerja organisasi sektor publik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka naratif terhadap artikel ilmiah bereputasi yang dipublikasikan pada periode 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas organisasi, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta peningkatan motivasi dan produktivitas sumber daya manusia. Selain itu, penerapan MCS juga mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik melalui mekanisme pengawasan yang lebih sistematis dan terukur. Dimensi utama MCS meliputi personal control, cultural control, action control, dan result control yang secara bersama-sama membentuk paket pengendalian yang komprehensif dan saling melengkapi. Efektivitas sistem ini dipengaruhi oleh berbagai faktor kontekstual, seperti budaya organisasi, gaya kepemimpinan, komitmen pegawai, serta tingkat adopsi teknologi digital dalam proses administrasi dan pengambilan keputusan. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain resistensi budaya, keterbatasan sumber daya, kompleksitas tujuan organisasi, serta belum meratanya kapasitas SDM dalam memahami sistem pengendalian secara optimal. Kesimpulannya, sistem pengendalian manajemen berperan strategis dalam meningkatkan kinerja lembaga pemerintahan. Oleh karena itu, diperlukan desain sistem yang adaptif, kontekstual, dan seimbang antara aspek enabling dan constraining agar mampu menjawab dinamika lingkungan sektor publik secara berkelanjutan.
Implementasi Enterprise Risk Management dalam Mengakselerasi Peningkatan Nilai Perusahaan Nugraha, Ahmad Rafli; Astuti, Cantika Wati Famly; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7693

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas dan dinamika risiko bisnis dalam lingkungan global yang penuh ketidakpastian, yang menuntut perusahaan untuk mengadopsi pendekatan manajemen risiko yang terintegrasi guna menjaga stabilitas serta mengakselerasi peningkatan nilai perusahaan. Enterprise Risk Management (ERM) tidak lagi dipandang sekadar sebagai mekanisme mitigasi risiko, melainkan sebagai instrumen strategis yang mampu menciptakan nilai melalui peningkatan kualitas pengambilan keputusan dan penguatan tata kelola perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif implementasi ERM dalam mengakselerasi nilai perusahaan serta mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang menentukan keberhasilan maupun kegagalannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui systematic literature review terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2025 yang relevan dengan topik ERM, nilai perusahaan, dan tata kelola risiko. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi ERM yang efektif dan transparan mampu menurunkan asimetri informasi, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat stabilitas kinerja keuangan yang berimplikasi positif terhadap peningkatan nilai perusahaan. Selain itu, ERM juga berperan sebagai sinyal strategis yang mencerminkan kualitas manajemen dan kesiapan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian. Namun demikian, temuan juga mengindikasikan bahwa dampak ERM tidak selalu linier dan positif, karena sangat dipengaruhi oleh kualitas pengungkapan, integritas manajerial, serta efektivitas sistem pengendalian internal. Pengungkapan risiko yang berlebihan tanpa diimbangi strategi mitigasi yang jelas justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di pasar. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa ERM hanya dapat berfungsi sebagai akselerator nilai perusahaan apabila diimplementasikan secara kredibel, terintegrasi, dan selaras dengan strategi bisnis jangka panjang, serta didukung oleh tata kelola yang kuat dan transparansi informasi yang berkualitas.
Budgetary Slack: Mekanisme Fleksibilitas Anggaran atau Eksploitasi Asimetri Informasi? Nugraha, Ahmad Rafli; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7723

Abstract

Budgetary slack remains a pivotal and widely debated issue within management accounting, particularly in relation to its influence on resource allocation, performance evaluation, and managerial behavior. This study aims to evaluate the nature of budgetary slack by examining whether it functions as a rational mechanism that enhances operational flexibility or as an opportunistic practice driven by information asymmetry between subordinates and superiors. To achieve this objective, the research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach by analyzing empirical studies published between 2020 and 2025, predominantly sourced from SINTA-indexed journals and Google Scholar databases. The review focuses on identifying key behavioral factors, organizational conditions, and control mechanisms that contribute to the emergence and persistence of budgetary slack within organizations. The findings reveal a complex and multidimensional phenomenon. On one hand, budgetary slack can serve as a strategic buffer that allows managers to cope with environmental uncertainty, reduce performance pressure, and maintain organizational stability. In uncertain and dynamic environments, the presence of slack may facilitate more realistic planning and prevent dysfunctional decision-making. On the other hand, budgetary slack is often criticized for encouraging opportunistic behavior, where subordinates intentionally underestimate capabilities or overestimate resource needs to create easily achievable targets, thereby maximizing personal benefits. This study concludes that the overall impact of budgetary slack is highly contingent upon the organizational context, including the effectiveness of internal control systems, the degree of organizational commitment, leadership style, and the integrity of the budgeting process.
ESG Disclosure: Financial Performance Improvement or Risk-Taking Behavior? Fitriyani, Andi Adelia Dwi; Franko, Marvin; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7914

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dua aspek dari pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mengintegrasikan temuan empiris terbaru dari 20 studi yang telah melalui proses peer-review yang dipublikasikan pada jurnal akademik dari tahun 2020 hingga 2026 yang tersedia dalam basis data ScienceDirect, Scopus, dan Wiley. Temuan menunjukkan bahwa pengungkapan ESG dapat sekaligus memberikan peluang untuk peningkatan finansial serta menimbulkan risiko dan ketidakstabilan, dengan hasil yang bergantung pada faktor-faktor seperti kualitas pengungkapan, lingkungan regulasi, karakteristik industri, dan karakteristik unik perusahaan yang terlibat. Pengungkapan ESG yang menyeluruh dan dapat dipercaya meningkatkan kinerja keuangan melalui berbagai saluran seperti penurunan biaya modal, peningkatan akses terhadap investasi yang berfokus pada ESG, menarik investor institusional, peningkatan efisiensi operasional melalui inovasi berkelanjutan, penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan, serta peningkatan efisiensi dalam penetapan harga di pasar modal. Pengungkapan ESG juga dapat menimbulkan risiko keuangan, terutama melalui peningkatan fluktuasi harga saham ketika muncul berita keberlanjutan yang negatif, upaya pengungkapan strategis yang dapat menyebabkan kelebihan informasi, peluang untuk klaim keberlanjutan yang menyesatkan dan pengelolaan laba, hubungan non-linear di mana pengungkapan yang berlebihan menghasilkan biaya kepatuhan yang tidak proporsional, serta ketidakkonsistenan dalam penilaian ESG yang menimbulkan ketidakpastian serta tantangan yang terkait dengan penerapan praktik pengungkapan wajib. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa hubungan antara pengungkapan ESG dan kinerja keuangan pada dasarnya bergantung pada konteks, bukan bersifat secara universal menguntungkan atau merugikan.
Akuntansi Karbon di Indonesia: Pendorong ESG atau Sekadar Janji Kosong? Raudhah, Putri Nur; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin; Sari, Rela
Jurnal Akuntansi & Keuangan Unja Vol 11 No 01 (2026): Jurnal Akuntansi & Keuangan Unja
Publisher : Magister Ilmu Akuntansi Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jaku.v11i01.54130

Abstract

The increasingly urgent issue of climate change has prompted Indonesia to strengthen its commitment to achieving net zero emissions within the next four decades. This commitment is reflected in the adoption of carbon accounting practices linked to environmental, social, and governance (ESG) reporting. This study examines whether carbon accounting in Indonesia serves as an effective driver of ESG reporting or merely represents a symbolic commitment. Using a qualitative approach, this research employs a semi-systematic literature review of 51 articles published between 2021 and 2026, focusing on carbon accounting, emission disclosure, and ESG reporting in Indonesia and emerging markets. The findings indicate that carbon accounting can improve environmental transparency and support both financial and environmental performance, particularly when reinforced by strong corporate governance and regulatory initiatives. However, its implementation remains constrained by the lack of standardized reporting frameworks, voluntary disclosures, limited technical capacity, and ongoing greenwashing practices. The study concludes that the effectiveness of carbon accounting depends on management commitment, regulatory enforcement, and stakeholder oversight.
Co-Authors Agil Novriansa Alfarizi, Ikhsan Alhanannasir Alhanannasir Astuti, Cantika wati famly Bernadette Robiani Damayani, Fitri Dasir Dasir Dirta Pratama Atiyatna Dwipa, Putri Balqis Sarah Fadlurahman, Rafi Failasufa, Mila Febriani, Fenti Fitriyani, Andi Adelia Dwi Florencia, Irene Tri Franko, Marvin Fuadah, Luk Luk Galang Hanipan Ghazali, Asmadi Mohammed Gusti Syavinatusshara Al Habib Harefa, Tulus Helmy Royaldi Ika Sasti Ferina, Ika Sasti Jamilah, Wardatul Junaidi, Nabila Arie Ka Utama, Hendri Kartasari, Shelly Febriana Krisna Praditya Marliana Marliana, Marliana Meilanda, Putri Ming Chen Muhammad Abdillah Muhammad Faisol Muhammad Farhan Muizzuddin Muizzuddin, Muizzuddin Muzakki, Faiz Nazari, Esa Cahyani Novelia, Riska Nugraha, Ahmad Rafli Nurrahmi Nurrahmi, Nurrahmi Nyoman Lia Lestari, Desak Prasetyawati, Tyas Pratama, Bobby Pungki Purnomo, Pungki Purba, Anggi Martuah Putri, Ayu Fitria Putri, Mareta Rafifah, R. A. Nisrina Sari Sanniyah Rahmawati, Rahmawati Rahmi Pratiwi, Rahmi Ramadanty, Jesica Ramadhanti, Dini Raudhah, Putri Nur Rika Henda Safitri, Rika Henda Ruslan Ruslan Ruwary, Cinda Nongfasya Sabikah Ulima Paw Waz Saifullah Idris Santoso, Rizki Agung Saptian, Egi Saputri, Nyimas Dewi Murnila Sari, Rela Setiawan, Eka A Setiawati, Riza Sihombing, Belandina Anita Sere Sinta, Clara Sulaiman Sulaiman Syukrinur Syukrinur Taufik Tertiarto Wahyudi Triasma, Citra Tulus Harefa Tyas Prasetyawati Umi Kalsum Utami, Faradina Wahyudi Nur Hidayat YULIA SAFTIANA, YULIA Yuliani Yuliani Yusnidar Yusnidar Zahrani, Olivia Putri Zurdiansyah, Zurdiansyah