Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBINAAN POTENSI SISWA MELALUI KEGIATAN MUHADHOROH DI MADRASAH DINIYAH NURUD DHOLAM AMPARA’AN KOKOP BANGKALAN Muksin; Munajib
AL - IBRAH Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i2.180

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menampung peserta didik untuk di bina agar peserta didik memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan diperlukan pembinaan yang terarah agar peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga tujuan pendidik dapat tercapai. Setiap peserta didik memiliki potensi atau bakat yang harus dibina dan di kembangkan.Upaya sekolah ataupun lembaga dalam mengembangkan potensi atau bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.Sebagai mana yang telah di laksanakan di madrasah Nurud Dholam kepala madrasah dan juga dewan guru dalam membina potensi atau bakat santri melalui kegiatan muhadhoroh. Berdasarkan dari latar belakang di atas maka rumusan masalah sebagai berikut, bagaimana pembinaan potensi siswa melalui kegiatan muhadhoroh di Madrasah Diniyah Nurud Dholam, bagaimana bentuk-bentuk kegiatan dalam muhadhoroh yang dapat mengembangkan potensi siswa di Madrasah Diniyah Nurud Dholam. Penelitian ini di lakukan di lembaga Madrasah Diniyah Nurud Dholam Ampara’an Kokop Bangkalan.Janis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.Dan mengumpulan datanya di lakukan dengan metode Observasi, interview/wawancara dan dokomentasi. Kemudian data di analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan potensi dan bakat santri di madrasah Nurud Dholam meliputi kegiatan ekstrakurikuler seperti: Muhadhoroh, Isro’ Mikraj dan peringatan Tahun Baru Islam (Hijriyah). Dalam kegiatan ektrakurikuler muhadhoroh santri diberi tugas serangkaian acara yang dilaksanakan di muhadhoroh seperti: MC, Qiro’at, Sambutan, Asroful Anam, dan acara inti yang isi dengan Tahlil bersama. Kendala dalam kegiatan muhadhoroh adalah: cuaca hujan, tempat yang kurang strategis dan mati lampu.
HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Afandi, Afandi; Muksin, Muksin
AL - IBRAH Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v7i1.189

Abstract

Kajian ini bertujuan mendiskripsikan hak asasi manusia dalam perpektif Pendidikan Islam dengan pendekatan kuaitatif jenis pustaka. Hasil kajian ini adalah pertama bahwa Pendidikan Islam harus mempertahankan pendidikan yang mengakui dan mengedepankan nilai dan hak asasi manusia karenameletakkan dasar-dasar hak yang jelas yaitu ada lima hak dalam Islam yang harus dipelihara. Kedua Pendidikan Islam harus memerhatikan dan mengedepankan nilai kemanusiaan seperti keadilan dan kesetaraan, toleransi dan moderasi, KetigaPendidikan Islam mengedepankan paham multicultural dalam interaksi manusia di dalam al-Qur’an This study aims to describe human rights in the perspective of Islamic education with a qualitative approach to the type of literature. The results of this study are first that Islamic education must maintain an education that recognizes and prioritizes human values and rights because Islam is a religion that was revealed by Allah to His Apostle to be conveyed to humans. Second, Islamic education must pay attention to and prioritize human values such as justice and equality, tolerance and moderation. Third, Islamic education prioritizes multicultural understanding in human interaction in the Qur'an.
MENCETAK SARJANA MUSLIM KAFFAH LEWAT PENDIDIKAN PESANTREN KAMPUS Muksin, Muksin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia merupakan lembaga pendidikan untuk mengkaji agama (at-tafaqquh fi ad-din). Artinya, pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mengkaji ilmu-ilmu keagamaan yang disertai penanaman moralitas kehidupan (akhlaq) kepada santri-santrinya. Dalam perkembangannya, pesantren ternyata tetap eksis dan bertahan dengan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan keislaman meskipun banyak mengalami tekanan dan cobaan di zaman era globalisasi ini. Karena itulah, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tidak pernah luntur bahkan dianggap mampu untuk menjadi solusi alternatif bagi pendidikan para siswa saat ini ditengah semakin tergerusnya moral spritual mereka. Untuk menghadapi tantangan-tantangan di era ini, perguruan tinggi Islam khususnya, perlu menerapkan sistem pesantren kampus sebagai salah satu solusi meminimalisir segala kemungkinan yang berbau negatif yang selama ini melekat pada pendidikan perguruan tinggi, disamping sebagai upaya untuk memaksimalisasi segala kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan output berupa sarjana muslim yang kaffah (sarjana yang mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni dan profesional yang multiterampil). Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, bisa dilakukan lewat pesantren kampus program intensif. Dengan adanya pendidikan perguruan tinggi berbasis pesantren kampus ini, akan lahir generasi penerus bangsa yang benar-benar mumpuni serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM Muksin, Muksin
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamisasi Ilmu Pengetahuan merupakan pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran dan bahasa, juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya, sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya, dan berbuat tidak adil terhadapnya. Islamisasi adalah suatu proses menuju bentuk asalnya yang tidak sekuat proses evolusi dan devolusi. Artinya, dengan Islamisasi ilmu, umat Islam akanterbebaskan dari belenggu hal-hal yang bertentangan dengan Islam, sehingga timbul keharmonian dan kedamaian dalam dirinya, sesuai dengan fitrahnya. Islamisasi ilmu pengetahuan diharapkan bisa membebaskan kaum muslimyang bertentangan dengan Islam bahkan menjadikannya sekuler. Ketika dikumandangkan era pencerahan di Eropa, perkembangan ilmu-ilmu rasional dalam semua bidang kajian sangat pesat dan hampir keseluruhannya dipelopori oleh ahli sains dan cendikiawan Barat.Akibatnya, ilmu yang berkembang dibentuk dari acuan pemikiran falsafah Barat yang dipengaruhi oleh sekularisme, utilitarianisme, dan materialisme.Sehingga konsep, penafsiran, dan makna ilmu itu sendiri tidak bisa terhindar dari pengaruh pemikirannya.Konsep pemikiran demikian dikonsumsi oleh umat Islam sebagai umat yang kalah yang mulai tergantung kepada Barat.Mereka mempelajari sains Barat tanpa menyadari kaitan tali-temali historis Barat dan ilmu-ilmu Barat, sehingga umat Islam pun terjatuh dalam hegemoni Barat. Proses ini mengakibatkan esensi peradaban Islam semakin tidak berdaya ditengah kemajuan peradaban Barat yang sekuler. Hilangnya aspek kesakralan dari konsep ilmu Barat serta sikap keilmuan muslimyang menyebabkan terjadinya stagnasi setelah memisahkan wahyu dari akal, dan memisahkan pemikiran dari aksi dan kultur dipandang sama berbahayanya bagi perkembangan keilmuan Islam. Karena itu, muncullah sebuah gagasan untuk mempertemukan kelebihan- kelebihan diantara keduanya, sehingga lahir keilmuan baru yang modern tetapi tetap bersifat religius dan bernafaskan tauhid.Gagasan ini kemudian dikenal dengan istilah Islamisasi ilmu pengetahuan.
GENEALOGI CAROK DI MADURA; PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL Azis, Abd; AR, Zaini Tamin; Muksin
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaca mata hukum, carok adalah kriminalitas yang harus didera pidana. Dalam perspektif nilai-nilai etika, “tradisi” ini jelas adalah sesuatu yang tercela. Namun, bagi sebagian orang Madura, carok adalah penegakan harga diri dan penyelamatan kehormatan. Penelitian ini berupaya menganalisis genealogi carok pada masyarakat Madura. Dengan metode kualitatif dan kerangka baca fenomenologis dan psikologi sosial, penelitian ini mengungkapkan temuan bahwa: Pertama, bagi masyarakat Madura, carok adalah wujud tanggung jawab individu dan keluarga Madura dalam mengembalikan pranata sosial ke keadaaan semula, setelah dirusak oleh orang lain lewat perbuatan melecehkan dan mempermalukan. Kedua, pelaku mengalami tekanan baik dari dalam diri, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi. Dorongan id yang besar dan tuntutan super ego yang belum terselesaikan, menyebabkan pelaku berada dalam ketidakberdayaan, mengalami keletihan emosi dan kecenderungan pada pribadi yang depresif. Akhirnya, carok menjadi alternatif penyelesaian. Penulis memberikan rekomendasi, antara lain: 1) Perlu upaya revitalisasi untuk menegakkan kembali otoritas dan kewibawaan Negara, terutama dalam mengontrol sumber kekerasaan; 2) Perlu upaya penyadaran pada masyarakat Madura tentang pelaku carok, agar lebih mengedepankan pengekspresian hasrat lewat budi bahasa ketika sedang menghadapi setiap bentuk konflik, terutama yang berpangkal pada pelecehan harga diri.
TEORI PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD JAWWAD RIDLA Mohammad Sholeh; Muksin
GAHWA Vol. 3 No. 1 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v3i1.225

Abstract

Artikel ini mengulas teori pendidikan Islam menurut Muhammad Jawwad Ridla, yang mencakup enam teori utama yang dikemukakan olehnya. Selain itu, artikel ini juga menganalisis pandangan Jawwad Ridla mengenai tiga aliran filsafat pendidikan Islam beserta tokoh-tokoh utama yang mendukung aliran tersebut. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode kajian pustaka (library research), dimana penulis menggali data dari sumber-sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Teori pendidikan Islam menurut Muhammad Jawwad Ridla mencakup beberapa aspek penting, di antaranya adalah konsep pengajaran/pembelajaran, dasar-dasar psikologis dalam proses pembelajaran, pemahaman mengenai subjek didik, metode pengajaran, peran pengajar (guru), serta persiapan individu untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi masyarakat. 2) Muhammad Jawwad Ridla mengklasifikasikan tiga aliran utama dalam filsafat pendidikan Islam: 1) Aliran Religius Konservatif, yang fokus pada ajaran keagamaan semata dengan tokoh utama al-Ghazali, 2) Aliran Religius-Rasional, yang menilai semua disiplin ilmu sebagai penting, dengan tokoh utama Ikhwan al-Shafa, dan 3) Aliran Pragmatis-Instrumental, yang dipelopori oleh Ibnu Khaldun, yang memandang pendidikan sebagai sarana untuk meraih keahlian baik dalam aspek duniawi maupun ukhrawi, yang keduanya harus saling memberikan manfaat.
TREN PENELITIAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN: ANALISIS BIBLIOMETRIK Siri, Abu; Moh. Jamaluddin Imron; Muksin; Subaidi
GAHWA Vol. 2 No. 2 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan perkembangan kajian ilmiah mengenai penjaminan mutu pendidikan di pondok pesantren dalam kurun waktu 2010 hingga 2025 melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dan Dimensions, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrik. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah publikasi dalam topik ini, terutama pasca-ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Temuan utama mencakup dominasi tema manajemen mutu internal, kepemimpinan instruksional, akreditasi, dan integrasi nilai-nilai khas pesantren dalam sistem mutu. Studi juga menemukan bahwa pesantren unggulan seperti MAN Insan Cendekia dan SMA Dwiwarna telah berhasil mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang efektif dan kontekstual, yang berdampak langsung pada kualitas lulusan dan pengakuan kelembagaan. Visualisasi bibliometrik menunjukkan evolusi tema dari pendekatan teknokratis menuju pendekatan berbasis karakter dan spiritualitas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan model mutu adaptif berbasis nilai dan peningkatan kolaborasi riset lintas institusi dan negara untuk mendukung penguatan mutu pendidikan pesantren ke depan.
URGENSI PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA LEWAT KISAH-KISAH ISLAMI Muksin, Muksin; Mudlofir, Ali
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attaqwa.v19i2.649

Abstract

Islamic education in the past, had an important role in shaping the character and morality of adolescents. In addition to the awareness from parents of the importance of instilling Islamic education for a child from an early age, adolescents also have an interest and awareness of the importance of studying, including religious knowledge. Nevertheless, the reality of our youth is far from the values of Islamic education. Even our teenagers today tend to fall into negativity and away from religious teachings. In this study, there were two formulations of the problem raised. Namely the strategy of instilling Islamic educational values for adolescents and the urgency of instilling Islamic educational values for adolescents through Islamic stories. The method used in this study is qualitative research methodology with a Library Research approach, which is reviewing books and journals that have been published in accordance with the theme. The results of the study, namely the cultivation of Islamic educational values for adolescents, can be done by prioritizing 3 aspects, namely monotheism / religion, moral aspects, and social aspects. Meanwhile, the urgency of its application can be done by prioritizing the cultivation of Islamic education values for adolescents through Islamic stories whose application can be more effective in providing a more comprehensive religious understanding.
Tren Penelitian Tentang Moderasi Beragama di Ma’had Jami’ah dan Pesantren Perguruan Tinggi: Studi Bibliometrik Muksin, Muksin; Afandi, Afandi
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian tentang moderasi beragama di Ma’had Jami’ah atau pondok pesantren mahasiswa yang terpublikasi di database Scopus, serta memvisualisasikan serangkaian tema yang terkait secara tidak langsung dengan tema utama moderasi beragama. Peneltian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran pelaksanaan moderasi beragama dikalangan mahasiswa terutama pada lembaga Ma’had Jami’ah sebagai salah satu lembaga Pendidikan Islam ditingkat lanjut yang berperan untuk menanamkan toleransi, keberagaman dan kebersamaan selain keagamaan dan akhlak. Dengan menggunakan metode bibliometric review, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa penelitian yang mempublikasikan moderasi beragama ditingkat Ma’had Jami’ah dan Pondok Pesantren Mahasiswa masih sedikit. Dari 115 dokumen publikasi di Scopus, hanya terdapat 12 dokumen penelitian yang membahas tentang moderasi beragama di Ma’had Jami’ah atau pondok pesantren mahasiswa. Sedangkan tema-tema yang tidak terkait dengan tema utama moderasi beragama, dengan menggunakan keyword strategy, ideology, difference, dan NU, juga masih baru muncul dalam pembahasan di Scopus dalam beberapa tahun terakhir.
Digital Ethics in Islamic Religious Education: Systematic Literature Review Muksin, Muksin; Afandi, Afandi
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v9i2.2225

Abstract

This study aims to evaluate the challenges and learning approaches developed in Islamic digital ethics education through a systematic literature review (SLR) method. Digital ethics is urgent in Islamic religious education because students increasingly navigate online spaces filled with misinformation, harmful content, and ethical risks, requiring guidance rooted in Qur’anic and Prophetic values. It ensures that technology supports, rather than undermines, moral character and responsible digital behaviour. The method used follows the Prisma 2020 protocol by analysing 28 selected articles from 327 initial literature identified through national and international databases. The findings show that the main challenges in digital ethics learning include teachers’ low digital literacy, the relevance of the curriculum to contemporary issues, and the absence of a contextual pedagogical approach. The identified learning strategies include integrating Islamic values in digital media case studies, using ethical verse interpretation, and using project-based simulations. This study concludes that there is a need to develop a holistic, standardized, and adaptive Islamic digital ethics learning model that adapts to the dynamics of the digital space. The implications of this study’s results include strengthening the curriculum, teacher training, and the development of technology-based for Islamic learning digital media.