Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Mangga dalam Pemilihan Pasar di Kabupaten Indramayu Rani Andriani; Elly Rasmikayati; Gema Wibawa Mukti; Sri Fatimah
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.21 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i2.27736

Abstract

Increasing domestic demand for mangoes in recent years has increased rapidly, not only in terms of quantity but also in terms of quality of mango, especially for modern markets. But only a small part of the mango which could entered the modern market. Understanding of farmers' access to markets is needed to increase farmers' capacity as an effort to improve farmers' welfare. The purpose of this research were to: 1) Analyze socioeconomic characteristics of mango farmers in Indramayu Regency; 2) Analyze the mango marketing channelin Indramayu District; 3) Analyze the factors that influence the decision of mango farmers in market selection in Indramayu District. This research is a quantitative research with 130 mango farmers who were taken by using multi stage random sampling. Data were analyzed descriptively as well as logistic regression analysis. The results showed that most of the farmers were in productive age, had completed primary school education, had <100 trees, never participated in the activity, did not join to farmers group and partnership in marketing. Most farmers market their crops to collecting traders. The level of education of farmers, frequency of extension activities, access to information about mango’s market, quality requirements, the percentage of mango of goodquality and the attachment of farmers to certain financing sources are the factors that significantly influence the farmer's decision in choosing the market. The role of farmer groups is needed to collect farmers in marketing their crops with profitable systems for farmers.
PENINGKATAN KAPASITAS SDM PENGELOLA UMKM, BUMDES & KOPERASI DI DESA PASIR NANJUNG KECAMATAN CIMANGGUNG TAHUN 2021 Didah Didah; Gema Wibawa Mukti
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v3i1.37176

Abstract

Skala usaha produktivitas dan tingkat penerapan teknologi merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi daya saing UMKM. Untuk meningkatkan daya saing UMKM harus memiliki kemampuan berkompetisi antar para wirausaha, pemilik UMKM harus mampu menjadi motor penggerak untuk meningkatkan daya saing produk nya. Adapun tujuan dari kegiatan PPM ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan kapasitas pengelolaan SDM tentang UMKM, BUMDES dan KOPERASI serta untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dengan berpikir kreatif dan inovatif. Adapun tahapan kegiatan PPM ini adalah 1) Identifikasi wilayah terlebih dahulu, 2) melakukan kunjungan ke UMKM, 3) pelatihan peningkatan kapasitas SDM UMKM, BUMDES dan KOPERASI, di antaranya adalah melakukan persiapan kegiatan yaitu pembuatan materi, pembagian tugas dan peran antar mahasiswa KKN, membuat surat undangan kegiatan, kordinasi kegiatan dll,  Pelaksanaan kegiatan yaitu pemaparan materi tentang strategi pengemasan produk yang menarik, dasar -dasar pendirian koperasi serta perekonomian berdasarkan syariat islam. 4)Mendesain ulang kemasan untuk produksi UMKM serta membantu pelaksanaan produksi dengan menggunakan kemasan yang lebih menarik. 5) Evaluasi kegiatan. Adapun kesimpulan nya adalah untuk meningkatkan pengetahuan / wawasan serta melakukan pendampingan pengemasan produk yang baik dan menarik di tengah situasi pandemic COVID 19 agar usaha UMKM nya tetap berjalan sebagaimana mestinya.Kata kunci : Pelatihan, UMKM, Produk
USAHA AGRIBISNIS “KELOMPOK TANI KATATA”: SEBUAH MODEL USAHA KECIL AGRIBISNIS Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani Budi Kusumo; Nursyamsiyah Nursyamsiyah
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1796

Abstract

Perkembangan pasar terstruktur sebagai alternatif pasar bagi petani hortikultura menimbulkan optimisme tinggi bagi para petani hortikultura untuk terus mengembangkan usahanya.. Tujuan Penelitian adalah mengetahui proses dan tahapan tahapan memulai wirausaha produk hortikultura dan bagaimana pengembangan usaha yang telah dilakukan, agar menjadi inspirasi bagi pelaku usaha hortikultura skala kecil lainnya. Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi kasus. Rancangan Analisis Data menggunakan model bisnis canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani Katata merintis jalan dengan memfokuskan diri memenuhi permintaan pasar modern dan ekspor. Dalam perjalanannya, Katata berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Bank Indonesia, untuk mempermudah akses terhadap teknologi, informasi pasar dan aspek keuangan. Dengan kolaborasi tersebut, maka Katata dapat menjalankan bisnis dengan efektif, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar secara optimal dan mendapatkan profit dari aktivitas bisnisnya tersebut. Model bisnis yang diterapkan oleh kelompok tani Katata tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok – kelompok tani lainnya atau bahkan masyarakat yang ingin berbisnis di bidang pertanian.
PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS Gema Wibawa Mukti; Anne Charina
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v3i2.454

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis), Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu), Pasca panen dan pemasaran (hilir) dan juga penunjang. ABSTRACTThe purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach  with a  case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on the situation and has leadership qualities.Mitra Tani Parahyangan have Horticulture Business Unit, Plant Food , Savings, Loans and means of production . In the services aspect , Mitra Tani Parahyangan providing service in terms of on-farm , providing the means of production ( upstream ) , Post- harvest and marketing ( downstream ) and also supporting .
PERILAKU SUKSES PETANI MUDA WIRAUSAHA LULUSAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani Budi Kusumo; Sara Ratna Qanti
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.749 KB) | DOI: 10.33512/jat.v10i2.5076

Abstract

Entrepreneurship becomes an important thing for the development. Developed countries have a large number of entrepreneurs that can become the pillar in the development. Entrepreneurial culture certainly gives influence to the success of a businessman. This study aimed to analyze entrepreneurial behavior of young farmers who are considered successful. This sudy showed that young farmers who graduated from the Faculty of Agriculture consider that successful farmers were farmers who are able to apply their knowledge and experience in agriculture to the real world. Successful farmers were those who are constantly on the lookout for markets and always learning new things every day, they feel a loss if in one day they find nothing new to learn. Successful farmers were those who have successful behaviors such as will to find a solution and work hard to get that, it is a strong capital for young farmers to survive and grow in their business. Success in agriculture should be obtained by working diligently (istiqomah), always understanding the needs and wants of the market, always strengthening the knowledge of business management, having a consistent entrepreneurial spirit, always keeping up with the information technology and being able to adapt to the dynamic environment.
PENGUATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN PETANI MUDA HORTIKULTURA SKALA KECIL DI KECAMATAN PARONGPONG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Gema Wibawa Mukti; Agriani Hermita Sadeli; Kuswarini Kusno
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.632 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.19290

Abstract

Pertanian adalah sektor usaha yang sangat bergengsi, karena sangat berperan dalam menyediakan bahan pangan bagi umat manusia. Namun rupanya hal ini tidak secara otomatis menarik perhatian masyarakat terutama generasi usia muda untuk menekuni bidang usaha pertanian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan petani muda hortikultura skala kecil di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah proses partisipatif mulai dari awal sampai akhir kegiatan. Tim Pengabdian dalam proses ini menjadi fasilitator yang mempertemukan antara praktisi, aparat desa yang terkait dengan kelompok petani muda.  Melalui kegiatan ini, diperoleh hasil bahwa petani muda memiliki ketertarikan untuk mencoba sesuatu yang baru dalam kegiatan usahatani nya, tentunya yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi mereka. Berbeda dengan petani pada umumnya yang lebih memilih cara yang telah biasa mereka lakukan, petani muda cenderung lebih berani mengambil risiko dalam menjalankan usahanya. Hal ini membuat kegiatan pelatihan dan fasilitasi menjadi lebih dinamis, mereka lebih aktif untuk mempelajari manajemen usaha agar bisa mereka terapkan dalam usaha mereka.
MODEL BISNIS AGROFARM CIANJUR (Studi Kasus Kelompok Tani Agro Segar pada P4S Agrofarm Cianjur, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat) Niken Hikmawati; Gema Wibawa Mukti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 14 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.968 KB) | DOI: 10.20956/jsep.v14i2.3977

Abstract

 Indonesian society today does not show a great interest in the agricultural sector. Even though, there is one regency in West Java which have a highest population working in agricultural sector, that is Cianjur Regency. Agrofarm Cianjur is one of P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) in Cianjur Regency which do training cultivation and marketing of horticultural commodity, then there are farmers group which called Agro Segar. With the formation of Agrofarm Cianjur as a unity with different focus and function, it is important to look at the business model of Agrofarm Cianjur so it can be used as an inspiration for agricultural actors. This research uses qualitative research design with case study technique. The analytical tool used is value network mapping with Holo Mapping analysis and Business Model Canvas used to describe the applied business model. The description of business model is obtained through business design process with storytelling technique, visual thinking, and prototyping. Based on the results of research, business model of Agrofarm Cianjur is quite advanced and can be used as an inspiration for agricultural actors. Agrofarm Cianjur needs to add partners and resources, and update the administrative accounting which is still manual. Keywords: Canvas Business Model; Farmers Group; P4S; Value Network Mapping.  
ANALISA KETERSEDIAAN INFORMASI DAN DUKUNGAN KELEMBAGAAN PADA AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK Anne Charina; Rani Andriani Budi Kusumo; Yayat Sukayat; Gema Wibawa Mukti
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pertanian organic saat ini merupakan salah satu wujud inovasi dari pertanian berkelanjutan yang diharapkan memberikan banyak manfaat selain bagi lingkungan juga bagi petani. Tetapi keputusan petani untuk mengadopsi sebuah inovasi tidaklah mudah. Begitu pula dalam mengadopsi teknik budidaya sayuran organik dipengaruhi oleh beberapa faktor . Hasil analisis menunjukkan  salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani untuk menerapkan sistem pertanian organik adalah ketersediaan informasi terkait sayuran organik (Charina et al, 2017). Penelitian ini bertujuan menganalisa ketersediaan informasi terkait budidaya dan pasar sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Serta melihat bagaimana dukungan kelembagaan yang ada pada agribisnis sayuran organic. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan responden sebanyak 105 orang petani horti di Kabupaten Bandung Barat yang dipilih secara acak. Model analisis data Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini. Secara keseluruhan didapatkan hasil penelitian bahwa ketersediaan informasi baik itu tentang budidaya maupun informasi pasar di lokasi penelitian dari sisi relevansinya sudah sesuai, lengkap, tepat waktu, serta keterwakilan informasinya dinilai sudah baik oleh responden dan sangat membantu petani dalam mejalankan agribisnis sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Sementara itu lembaga yang dinilai memberikan dukungan terbesar pada petani dalam menjalankan agribisnis sayuran organic adalah Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian, disusul oleh Pemerintahan Desa, Bandar dan Lembaga Keuangan.
POTENSI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS KOMUNITAS DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rani Andriani Budi Kusumo; Anne Charina; Yossini Deliana; Gema Wibawa Mukti
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterpaduan sistem agribisnis sangat penting peranannya dalam industri berbasis agribisnis. Salah satu bagian dari subsistem agribisnis secara luas adalah pengembangan sektor pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi agrowisata di Desa Cibodas berbasis sumberdaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah sejumlah tokoh masyarakat di Desa Cibodas dan masyarakat Desa Cibodas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Desa Cibodas memiliki sumberdaya lokal yang potensial untuk dikembangkan sebagai agrowisata. Potensi pertanian dan kondisi alam Desa Cibodas dapat dijadikan atraksi wisata yang ditawarkan kepada pengunjung. Keberadaan beberapa objek wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan dapat menjadi faktor penunjang pengembangan agrowisata di Desa Cibodas. Masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan agrowisata harus dilibatkan secara penuh dalam perencanaan dan pengelolaannya.
KAPASITAS PETANI DALAM AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Rani Andriani Budi Kusumo; Anne Charina; Yayat Sukayat; Gema Wibawa Mukti
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani sebagai produsen dituntut untuk memenuhi kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produk yang diinginkan oleh konsumen. Untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang handal dalam mengelola usahatani. Kemampuan petani untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai dengan potensi yang dimiliki merupakan kapasitas petani yang sangat menunjang keberhasilan dan keberlanjutan usahatani. Kapasitas petani diperlukan agar petani mampu mengelola usahatani sayuran organik sesuai dengan kaidah sistem pertanian organik sehingga permintaan konsumen akan produk sayuran yang sehat dan aman dapat terpenuhi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui kapasitas petani dalam agribisnis sayuran organik di Kabupaten Bandung Barat, serta 2) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas petani dalam agribisnis sayuran organik di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden dipilih secara acak sebanyak 105 orang petani sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas sebagian besar petani dalam menjalankan usahatani sayuran organic tergolong tinggi. Ketersediaan informasi budidaya sayuran organic, dukungan lembaga penyuluhan serta dukungan kelompok tani berhubungan secara signifikan dengan kapasitas petani. Kata kunci : kapasitas, petani, sayuran, organik