Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Rantai Pasok dalam Klaster Agribisnis Sayuran di Pangalengan untuk Pasar Terstruktur Oktapiana, Arvitta; Perdana, Tomy
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Penjualan produk sayuran secara langsung ke pasar terstruktur merupakan suatu upaya guna meningkatkan pendapatan petani di Pangalengan dengan syarat produk harus dapat dipasok secara berkelanjutan dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan pasar terstruktur. Guna membantu petani dalam hal tersebut, Padjadjaran Agro Logistik (PAL)  menginisiasi pembentukan klaster yang dibentuk menggunakan model triple helix dengan melibatkan tiga lembaga, yaitu Universitas Padjadjaran, pasar terstruktur (PT. W, PT. X, PT. Y dan PT. Z), dan Pemerintah (Bank Indonesia/BI dan Badan Ketahanan Pangan Jawa Barat/BKP). Penelitian ini dilaksanakan guna mengetahui manajemen rantai pasok dalam klaster dari hulu hingga pasar terstruktur dengan menggunakan metode deskriptif dan identifikasi konflik yang terjadi antara semua pihak yang terlibat dengan menggunakan alat pemetaan konflik. Hasil penelitian menunjukkan integrasi rantai pasok yang terjadi dari petani hingga pasar terstruktur dan konflik antara semua pihak yang terlibat dalam klaster sayuran di Pangalengan.
Financing System For Technology Application In The Management of High Value Horticultural Supply Chain: Case Study of Paprika Greenhouse Financing System In West Bandung Regency, West Java Kusnandar, Kusnandar; Perdana, Tomy
Journal of S&T Policy and R&D Management Vol 12, No 1 (2014): Journal of S&T Policy and R&D Management
Publisher : Pusat Penelitian Perkembangan Iptek, LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until now, financing is still a problem for most farmers in developing country including    Indonesia, especially for high value commodity such as pepper. Pepper cultivation requires high investment cost due to the necessity of pepper to grow in a greenhouse equipped with drip irrigation installation. Most farmers today utilizes greenhouses with appropriate         technology. Even though favourable, the crop cannot reach optimal productivity. Meanwhile, Indonesian Vegetable Research Institute (Balitsa), cooperating with Wageningen University, has conducted a research to study a greenhouse design, optimal for Indonesian climate. However, the resulted greenhouse requires so high investment cost that most farmers cannot afford. Direct loan from banks is difficult to get because it requires guarantee and financing system, inappropriate with characteristics of farming. Due to that reason, it is necessary to have financing system that can help but does not burden farmers in its payment mechanism. This paper aims to analyze the financing system in supply chain management, capable to solve problems about financing access for small-scale business actor in order to apply a technology capable to increase productivity. This paper is written from the result of action research in Pasirlangu Village, Cisarua Subdistrict, West Bandung Regency. The result shows that the availability of partnerships between farmer groups/cooperation and exporters opens an opportunity for farmers to get loan from bank through guarantee from the exporters, with financing system regulated by exporters to fit the characteristic of pepper farming. The system also involves university as the facilitator.
TECHNOLOGY APPLICATION FOR ENHANCING COMPETITIVENESS OF VEGETABLE FARMERS TO COMPLY WITH REQUIREMENT OF EXPORT MARKET Perdana, Tomy; Sauman, Jajang; Wulandari, Eliana; Renaldi, Eddy
Journal of S&T Policy and R&D Management Vol 11, No 2 (2013): Journal of S&T Policy and R&D Management
Publisher : Pusat Penelitian Perkembangan Iptek, LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small vegetables farmers are required to meet the demand of export markets in the aspect of quality, quantity, sustainability, food safety and competitive prices. Small vegetables farmers should increase the integrated capacity of technological, managerial and institutional in order to fulfill export marketdemand. Universitas Padjadjaran had action research program to helping small vegetables farmers to increase their capacities. The action research program included science and technology application for vegetables export which emphasized on protected agriculture and sprinkle irrigation system. The application of these technologies parallel with the assistance of exportmarket access used contract mechanisme, as well as acces to finance. The program had implemented for three years at Pangalengan, the Distric of Bandung, West Java. In the first year, the program focused on farmers collective system development, protected agriculture development using greenhouse and export market acces. The vegetables production planning improvement, further development of protected agriculture and acces to finance were implemented in the second year program. In the last year, the program applied protected agriculture using rain shelter, sprinkle irrigation system development, and acces to finance. This article discusses about how to understand causal relationship and complexity in the program of science and technology aplication in order to fulfill export market demand. Systemthinking with policy structure diagram (stock and flow diagram) had used to understand a structure of causal relationship among variables in the program to helping small vegetables farmers increase their agribusiness capacities.
MODEL MANAJEMEN KAPASITAS PRODUKSI TOMAT PADA SENTRADI KABUPATEN GARUT Marina, Ida; Perdana, Tomy; Insan Noor, Trisna; Adiyoga, Witono
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.486 KB)

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas yang harganya selalu berubah-ubah selain cabai. Jika cabai pernah mengalami harga yang dikatakan paling tinggi justru untuk tomat pernah mengalami harga terendah sampai para petani lebih memilih untuk tidak melakukan pemanenan karena biaya operasional untuk memanen lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang akan mereka peroleh. Hal tersebut dikarenakan produksi tomat yang sangat melimpah sedangkan tidak diimbangi dengan permintaan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model manajemen kapasitas produksi pada komoditas tomat dalam upaya memenuhi permintaan pasar di Kabupaten Garut dengan pendekatan dinamika sistem. Kabupaten Garut sebagai sentra produksi tomat Propinsi Jawa Barat dengan fokus penanaman Kecamatan Cikajang dan Surupan, menjadi wilayah kerja penelitian ini. Identifikasi kebutuhan untuk model manajemen kapasitas produksi dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara dengan pakar dari pemangku kepentingan, yaitu praktisi dan pemangku kebijakan yang terlibat dalam prosedur penyediaan input, produksi, serta pemasaran. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder.Formulasi model dilakukan dengan softwareVeneta Simulation(Vensim DSS), yang dilanjutkan dengan simulasi. Hasil Penelitian Menunjukan bahwa tomat yang dihasilkan petani di sentra produksi Kabupaten Garut untuk pasokan ke pasar tradisional dan Industri belum sepenuhnya terpenuhi sesuai dengan permintaan yang dinginkan. Kata Kunci :Dinamika Sistem Kapasitas Produki Rantai Pasok
DAMPAK PENERAPAN MANAJEMEN RANTAI PASOKAN TERHADAP KINERJA PELAKU INDUSTRI TEH Perdana, Tomy; -Sa’id, E. Gumbira; Ma’arif, Syamsul; Tasrif, Muhammad
Indonesian Journal of Socio Economics Juni, Jurnal Sosio Ekonomika
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tea industry participants have to deliver their products with a good quality, quantity, continuity, right time,and the lower price. The efficiency is not only applied to individual business entity, but also applied to all participants in the tea industry supply chain. Recently, business decisions in the tea industry supply chain network still have individually and uncoordinated. This condition is different from the ideal supply chain management concept. Each business participants coordinates directly and transparently in the collaborative decisions making which aims to satisfy consumers in high efficiency level. The aim of this research are (1) identify and modelling  the recent tea industry supply chain system; (2) analyze and simulate of the of supply chain management implementation  in the tea industry; and (3) recommend the supply chain management strategy which can improve the performance of all the participants involved in tea industry. The research is using the “System Dynamics”  which used as a system approach using computers to analize and solving the problem and focused to analize and policy design.  The application of the supply chain management in the tea industry has a high ability to keep the level of inventory in optimum condition, then stockout was nothing happened. Inline with those condition, the application oh the supply chain management also avoids overstock which can cause high cost production. At the end, the supply chain management can improve the profitability of the involved participants on the tea industry supply chain.  In the effort to improve the tea industry supply chain need a cooperative development on the smallholders plantation level.
DAMPAK PENERAPAN MANAJEMEN RANTAI PASOKAN TERHADAP KINERJA PELAKU INDUSTRI TEH Perdana, Tomy; -Sa’id, E. Gumbira; Ma’arif, Syamsul; Tasrif, Muhammad
Indonesian Journal of Socio Economics Juni, Jurnal Sosio Ekonomika
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tea industry participants have to deliver their products with a good quality, quantity, continuity, right time,and the lower price. The efficiency is not only applied to individual business entity, but also applied to all participants in the tea industry supply chain. Recently, business decisions in the tea industry supply chain network still have individually and uncoordinated. This condition is different from the ideal supply chain management concept. Each business participants coordinates directly and transparently in the collaborative decisions making which aims to satisfy consumers in high efficiency level. The aim of this research are (1) identify and modelling  the recent tea industry supply chain system; (2) analyze and simulate of the of supply chain management implementation  in the tea industry; and (3) recommend the supply chain management strategy which can improve the performance of all the participants involved in tea industry. The research is using the “System Dynamics”  which used as a system approach using computers to analize and solving the problem and focused to analize and policy design.  The application of the supply chain management in the tea industry has a high ability to keep the level of inventory in optimum condition, then stockout was nothing happened. Inline with those condition, the application oh the supply chain management also avoids overstock which can cause high cost production. At the end, the supply chain management can improve the profitability of the involved participants on the tea industry supply chain.  In the effort to improve the tea industry supply chain need a cooperative development on the smallholders plantation level.
MODEL MANAJEMEN KAPASITAS PRODUKSI TOMAT PADA SENTRADI KABUPATEN GARUT Marina, Ida; Perdana, Tomy; Insan Noor, Trisna; Adiyoga, Witono
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.486 KB)

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas yang harganya selalu berubah-ubah selain cabai. Jika cabai pernah mengalami harga yang dikatakan paling tinggi justru untuk tomat pernah mengalami harga terendah sampai para petani lebih memilih untuk tidak melakukan pemanenan karena biaya operasional untuk memanen lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang akan mereka peroleh. Hal tersebut dikarenakan produksi tomat yang sangat melimpah sedangkan tidak diimbangi dengan permintaan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model manajemen kapasitas produksi pada komoditas tomat dalam upaya memenuhi permintaan pasar di Kabupaten Garut dengan pendekatan dinamika sistem. Kabupaten Garut sebagai sentra produksi tomat Propinsi Jawa Barat dengan fokus penanaman Kecamatan Cikajang dan Surupan, menjadi wilayah kerja penelitian ini. Identifikasi kebutuhan untuk model manajemen kapasitas produksi dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara dengan pakar dari pemangku kepentingan, yaitu praktisi dan pemangku kebijakan yang terlibat dalam prosedur penyediaan input, produksi, serta pemasaran. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder.Formulasi model dilakukan dengan softwareVeneta Simulation(Vensim DSS), yang dilanjutkan dengan simulasi. Hasil Penelitian Menunjukan bahwa tomat yang dihasilkan petani di sentra produksi Kabupaten Garut untuk pasokan ke pasar tradisional dan Industri belum sepenuhnya terpenuhi sesuai dengan permintaan yang dinginkan. Kata Kunci :Dinamika Sistem Kapasitas Produki Rantai Pasok
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI UBI KAYU DI KABUPATEN GARUT Yenny Budiawati; Tomy Perdana; Ronnie Natawidjaya
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.331 KB) | DOI: 10.33512/jat.v9i2.2498

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Sampai sejauh mana produksi, biaya, dan pendapatan usahatani ubi kayu dan keadaan output pasar ubi kayu di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut (2) Menganalisis tingkat efisiensinya serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan metode survei dengan mengambil 50 responden petani ubi kayu secara random yang terdapat di 5 (lima) desa penghasil ubi kayu terbesar di Kecamatan Malangbong Propinsi Jawa Barat. Produksi, biaya, dan pendapatan usahatani ubi kayu dan keadaan output pasar ubi kayu di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut diperoleh melalui data primer yang berasal dari 50 responden petani ubi kayu dan pelaku industri berbahan baku ubi kayu. Secara keseluruhan penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani ubi kayu di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut belum mencapai tingkat efisiensi ekonomi, sehingga penggunaan variabel untuk tenaga kerja, pupuk urea, pupuk TSP, dan penggunaan varietas (bibit) masih perlu ditambah dan ditingkatkan jumlahnya. Untuk input luas lahan para petani hendaknya tidak perlu menambah atau memperluas areal usahataninya karena luasan lahan yang digunakan saat ini sudah tidak efisien bila dibandingkan dengan biaya produksinya, sehingga petani ubi kayu perlu melakukan usaha intensifikasi pertanian atau menambah dan meningkatkan input atau faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan luasan lahan yang tetap agar usahatani yang dilakukan lebih efisien.
Struktur Rantai Pasok pada Klaster Sayuran untuk Tujuan Pasar Terstruktur Dias Cakra Supriatna; Tomy Perdana; Trisna Insan Noor
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.6 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i2.9990

Abstract

ABSTRAKManajemen logistik produk sayuran membutuhkan perlakuan khusus dikarenakan karakteristik sayuran yang bersifat mudah rusak secara fisik maupun secara biologis. Disisi lain, permintaan pasar pada produk segar terus menuntut agar produk dapat sampai ke konsumen dalam kualitas yang tinggi dan pasar menuntut pasokan yang kontinyu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan struktur rantai pasok sistem logistik yang optimal pada Klaster Sayuran Bernilai Tinggi yang mengelola 6 komoditas sayuran utama diantaranya tomat tw, paprika merah, kuning, hijau, oranye dan kentang berasal dari petani produsen yang tersebar dalam 8 Desa di Kecamatan Pangalengan untuk tujuan pasar terstruktur. Seluruh komoditas dikirimkan setiap hari, pada kualitas dan kuantitas yang telah ditentukan dengan syarat waktu panen, pengelolaan pasca panen dan pengiriman dalam satu hari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Melalui metode ini, penulis membuat gambaran secara sistematis mengenai permasalahan yang diangkat. Pendekatan kualitatif pada studi ini didasarkan atas pertimbangan bahwa penelitian memerlukan informasi yang mendalam (eksploratif) dari beberapa sumber. Teknik penelitian yang dilakukan adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan struktur rantai pasok dalam sistem logistik klaster sayuran. Struktur rantai pasok dikatakan berhasil apabila tercipta sistem yang efektif dan efisien sehingga memberikan manfaat pada seluruh pelaku dalam Klaster Sayuran.Kata Kunci: Struktur rantai pasok, Klaster sayuran, Komoditas sayuran utama klaster, Sistem logistik pertanian
MODEL DINAMIKA SISTEM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SPESIFIK WILAYAH DALAM PENANGANAN PASCA PANEN NANAS (Studi Kasus di Kabupaten Subang) - Model System Dynamics Of Development Specific Technology Region In Post-harvest Handling Pineapple (Case Study In Subang District) Agus Triyono; Nurpilihan Bafdal Bafdal; Tomy Perdana; Akmadi Abbas
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7647.769 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16657

Abstract

AbstrakIndikator keberhasilan di usaha kecil dan menenggah (UKM) adalah peningkatan nilai tambah dan pendapatan. Kemampuan UKM pengolahan nanas pada produksi dodol yang mempunyai nilai tambah rendah. Diperlukan kajian dengan metoda permodelan sistem dinamik untuk mengkaji permasalahan yang terjadi pada pengembangan teknologi spesifik wilayah. Hasil kajian menemukan faktor pengungkit (leverage) dalam peningkatan adopsi teknologi spesifik wilayah di UKM dalam memproduksi produk olahan nanas baru, seperti; (1) Peningkatan penguasaan (adopsi) teknologi yang sesuai, termasuk sarana produksi, melalui kebijakan dalam alokasi dana riset, dan hasil simulasi skenario yaitu peningkatan alokasi dana riset pengembangan teknologi, maka pendapatan pengusaha UKM naik hampir 100 %, (2) Peningkatan akses permodalan, dan hasil simulasi skenario yaitu peningkatan anggaran peminjaman untuk pengembangan UKM, maka pendapatan pengusaha UKM meningkat naik 14 %, (3) Peningkatan kemampuan SDM termasuk kesiapan pengelola UKM, dan hasil simulasi skenaro, yaitu peningkatan kemampuan SDM melalui pelatihan, maka pendapatan pengelola UKM meningkat naik 13.35 %, Kata kunci : Adopsi Teknologi, Komoditi Nanas, Sistem Dinamik, UKM Pengolahan nanas,AbstractIndicators of success in small businesses and medium (SMEs) is the increase in value-added and revenue. Pineapple processing ability levels SMEs still dodol products that have low added value. Necessary to study the dynamic system modeling method to study the problems that occurred in specific technology region development. Results of the study found the factors lever (leverage) in the increased adoption of specific technologies region of SMEs in the new pineapple producing products, such as; (1) Increased adoption of appropriate technology, including the equipment of production, through policies in the allocation of research funding, and the results of the simulation scenario is an increase in the allocation of research funding technological development, the revenue of SMEs rose by nearly 100%, (2) Improved access to capital , and the simulation scenario results are an increase in the budget allocation for the development of SMEs, the SME entrepreneurs increased revenue rose 14%, (3) Increasing the capability of Human Resources including the readiness of SME intrepreuneurs, and simulation scenario results, which improve human resource capacity through training, the intrepreneurs of SMEs increased revenue up 13 %.Keywords:  Technology Adoptiony,  CVomodity  Pineapple, SMEs Pineapple Processing, Dynamic Systems
Co-Authors -Sa’id, E. Gumbira Adiyoga, Witono Agriani Hermita Sadeli Agus Triyono Ajeng Sesy Nur Pratiwi Akmadi Abbas Andika, Alif Anggita Kharisma Anne Charina Arfina Samangi Arfina Samangi - Arvitta Oktapiana Azka, Muhammad Balqis, Viona P Budiawati, Yenny Dhanan Sarwo Utomo Dhany Esperanza Diah Chaerani Dias Cakra Supriatna Dini Rochdiani Dini Turipanam Alamanda Dwi Purnomo Eddy Renaldi Eddy Renaldy Eliana Wulandari Endah Djuwendah Endang Rusyaman Fernianda Rahayu Hermiatin Fernianda Rahayu Hermiatin Firdaniza Firdaniza Fransisca Lia Gabriella, Maria Gema Wibawa Mukti Ghiffari, Alif Muhamad Gunardi Judawinata Hanifah, Mariska Nur Heru Winarno Hesty Nurul Utami Ida Marina, Ida Irmansyah, Athaya Zahrani Jajang Sauman Jajang Sauman Khairinnisa Aghnani Kurniati, Dinar Mariam Kusnandar - kusnandar kusnandar Kusnandar Kusnandar Laurensia Sri Yubilanti Lia, Fransisca Lies Sulistyowati Lies Sulistyowati Lucyana Trimo, Lucyana Lukman Hakim Maman Haeruman Karmana Marimin , Melda Noereast Talytha Muhammad Arief Budiman Muhammad Azka Muhammad Naufal Muhammad Naufal, Muhammad Muhammad Tasrif Muslihin, Khoirunnisa R A Natawidjaya, Ronnie Nurfikri, Irman Nurpilihan Bafdal Bafdal Nurul Gusriani, Nurul Pardede, Legenda Samuel Prabawari, Maria Vincentia Sista Rahmani, Alya Reny Sukmawani Resti Arini Riny Kusumawati Ronnie Natawidjaya Samangi, Arfina Sara Ratna Qanti Sari, Dwi Novanda Setiawati, Fitri Sulis Sopian, Shaliha Taqiya Sopyandi, Dede Sri Ayu Andayani Sulistyodewi Nur Wiyono Sunarta Susanto Syamsul Ma’arif Tetep Ginanjar Tobing, Odelia Faustina Br. Trisna Insan Noor Wahyu Trisnasari Witono Adiyoga Yenny Budiawati Yosini Deliana Yuanita Handayati Yuanita Handayati