Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Membentuk Karakter Religius di Madrasah Aliyah Al Barokah Purwantoro Wonogiri Ana Wulan Lestari; Rido Kurnianto; Adib Khusnul Rois
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 6 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i7.12130

Abstract

This study aims to examine the strategies used by Islamic Religi ous Education teachers in building the character of students at Madrasah Aliyah Al-Barokah Purwantoro. The presence of technology and its development has an impact on the character formation of students. This has become a particular concern for teachers, especially Islamic Religious Education teachers. A qualitative approach was used in this study using the case study method. Data were collected through triangulation, including direct observation within the madrasah environment; in-depth interviews with the principal, Islamic Religious Education teachers, and students of Madrasah Aliyah Al-Barokah Purwantoro; as well as document analysis. Based on the research findings, religious education plays a crucial role in  the character development of students at Madrasah Aliyah Al-Barokah Purwantoro. Therefore, the presence of Islamic Religious Education teachers is highly influential in building students’ character. The strategies employed by Islamic Religious Education teachers at Madrasah Aliyah Al-Barokah Purwantoro encompass three main aspects: classroom instructional strategies, exemplary behavior strategies, and habituation strategies. The implementation of this strategy has shown an increase in student discipline in terms of worship, although inconsistency in behavior outside the madrasah environment is still an issue. The success of this program is supported by the collaboration between the madrasah and parents, as well as the availability of worship facilities.
Analisis Penerapan Microfinance Islam Dan Pengembangan Sumber Daya Insani Di Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Muhammadiyah Surya Kencana Balong Pada Pelaku UMKM di Kecamatan Balong Ponorogo Adib Khusnul Rois; Anip Dwi Saputro; Nichita Arzeti Mahardika
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i2.4783

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya lembaga keuangan mikro syariah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya kelompok usaha yang belum sepenuhnya terjangkau oleh lembaga keuangan formal. Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Muhammadiyah Surya Kencana Balong Ponorogo menjadi salah satu lembaga keuangan mikro syariah yang berperan dalam menyediakan pembiayaan berbasis prinsip Islam, terutama melalui produk mudharabah yang diminati pelaku UMKM di Kecamatan Balong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan microfinance Islam, mengidentifikasi dampaknya terhadap pelaku UMKM, serta mengkaji strategi peningkatan kualitas sumber daya insani di BMT Muhammadiyah Surya Kencana Balong Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola BMT, sumber daya insani lembaga, serta pelaku UMKM penerima pembiayaan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan microfinance Islam dilakukan melalui pembiayaan berbasis akad mudharabah, layanan keuangan syariah, pendekatan personal, pendampingan usaha, serta edukasi literasi keuangan syariah. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan modal, omzet, skala usaha, manajemen usaha, keberlanjutan usaha, literasi keuangan syariah, kemandirian ekonomi, dan jaringan usaha pelaku UMKM. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya insani melalui pelatihan, evaluasi kinerja, komunikasi efektif, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan karier turut memperkuat profesionalisme layanan BMT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan microfinance Islam tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pembiayaan, tetapi juga oleh kualitas pendampingan, tata kelola kelembagaan, dan kapasitas sumber daya insani. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa BMT perlu mengembangkan model pemberdayaan UMKM yang mengintegrasikan pembiayaan syariah, pendampingan usaha, literasi keuangan, dan penguatan sumber daya insani secara berkelanjutan.
Kekuatan Perbankan Syariah di Masa Krisis Adib Khusnul Rois; Didik Sugianto
Musyarakah: Journal of Sharia Economic (MJSE) Vol 1, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mjse.v1i1.3850

Abstract

Time keeps turning and times of economic crisis will continue to be repeated with various causes that may be different and require different solutions to problems. In Indonesia, at least three times have experienced crises, namely in 1998, 2008 and most recently in 2020 because of the Covid-19 pandemic. Nobody expects an economic crisis anywhere and anytime. But on the other hand, Islamic banking again proves that the system used is truly resilient to crises, not just a theory and a coincidence because it has been proven three times through the economic crisis and the strength of Islamic banking is very strong to beat conventional banking.
Analisis Manajemen Sumber Daya Insani Adib Khusnul Rois; Suprianto Suprianto
Musyarakah: Journal of Sharia Economic (MJSE) Vol 1, No 2 (2021): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mjse.v1i2.4424

Abstract

Management is a process in order to achieve goals by working together through people and other organizational resources. Human Resources are the determinants of the success of zakat management, humans are creatures that have various potentials in themselves, Human Resources are the basis of human nature until humans really spawn their minds and minds to become creatures that can produce in development. Human Resources (SDI) is the basic capital in the national development process. Therefore, the quality of resources must always be developed and directed in order to achieve the expected goals. This balance can occur by humanizing humans. BAZNAS is an institution that has been structured in law and has a standard legal basis, there are several principles that must be adhered to in implementing Human Resources management in BAZNAS including Human Resource Planning, Human Resource Planning, Qualified or Professional Human Resources, Placement, and Human Resources Recruitment.
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI EDUKASI ECOPRENEURSHIP BAGI IMIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA Diana Pramudya Wardhani; Hadi Soemarsono; Naning Kristiyana; Sri Hartono; Wahna Widianingrum; Adib Khusnul Rois
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v2i2.2291

Abstract

Ibu-ibu masyarakat Imigran Indonesia yang berad di Malaysia, dengan pekerjaan sehari-hari sebagian besar ibu rumah tangga, petani dan pedagang. Dimana mereka dapat menjadikan waktu disela sela keseharainnyauntuk mengembangkan sumber daya manusia dengan ecopreneurship. Ecopreneur yang dikembangkan dalam PkM ini adalah pengembangan produk bernilai tambah dari segi manfaat dan ekonominya yang bahan bakunya dari alam sekitar kita yang dianggap tidak/kurang bernilai ekonomis. Selain itu, kelompok juga didampingi dalam pembuatan produk dan media promosi serta pemasaran. Pada kegiatan PkM ini ecopreneurship damerupakan pendekatan yang potensial untuk digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan ecopreneur ini pada ibu-ibu imigran Indonesia di Malaysia tersebut diharapkan mampu memberikan kreatifitas dan inovasi untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis serta dapat meningkatkan pendapatan. Hasil akhir dengan adanya pelatihan ini para imigran berhasil membuat dan memanfaatkan media digital untuk promosi dan pemasaran.
PENGEMBANGAN RASA INGIN TAHU SANTRI TERHADAP ILMU SYAR’I MELALUI PENDIDIKAN ISLAM DI SMPI AMANAH UMMAH MOJOLABAN Nabilah Fairuz Firdaus; Nurul Abidin; Adib Khusnul Rois
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.682

Abstract

Rendahnya rasa ingin tahu sebagian generasi muda terhadap ilmu syar’i berpotensi mengurangi pemahaman dan pengalaman ajaran Islam, sehingga diperlukan upaya Pendidikan yang mampu membangun motivasi belajar dan karakter keilmuan santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan rasa ingin tahu santri terhadap ilmu syar’i melalui Pendidikan Islam di SMPI Amanah Ummah Mojolaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan rasa ingin tahu santri dilakukan melalui pembelajaran interaktif, keteladanan guru, lingkungan sekolah yang relegius, pelaksanaan halaqoh ilmiah, dan pemanfaatan sumber belajar yang memadai sehingga mendorong santri lebih aktif bertanya, berdiskusi, mencari informasi, dan mengaitkan ilmu syar’i dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, pengembangan tersebut masih menghadapi kendala berupa metode pembelajaran yang kurang variatif, motivasi internal sebagian santri yang belum optimal, dan kebiasaan belajar yang pasif. Penelitian disimpulkan bahwa Pendidikan Islam berperan penting dalam mengembangkan rasa ingin tahu santri terhadap ilmu syar’i. Akibatnya, diperlukan inovasi pembelajaran dan penguatan motivasi belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mengoptimalkan penguasaan ilmu syar’i.