Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : WACANA

Pelatihan Mental Imagery Untuk Menurunkan Kecemasan Bertanding pada Atlet Taekwondo di Dojang Patriot Wonosobo Ayuningtyas Sekar A P; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.696 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.87

Abstract

Pelatihan Mental Imagery Untuk Menurunkan Kecemasan Bertanding pada Atlet Taekwondo di Dojang Patriot Wonosobo Mental Imagery Training For Reducing Anxiety in Competition on Taekwondo Athletes at Dojang Patriot Wonosobo Ayuningtyas Sekar Asmara Putri, Suci Murti Karini, Rin Widya Agustin Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Setiap atlet pasti mempunyai keinginan tampil secara maksimal agar dapat mencapai hasil yang terbaik. Tuntutan yang dialami oleh atlet tidak hanya dari dalam dirinya sendiri namun juga biasa diperoleh dari lingkungan disekitarnya.Tekanan-tekanan baik dari dalam diri dan dari lingkungan atlet itu sendiri menyebabkan atlet mengalami kecemasan, jika tidak dapat dikontrol maka akan mempengaruhi performa sehingga tidak dapat tampil dengan maksimal. Pelatihan mental imagery merupakan suatu proses pendidikan jangka pendek yang bertujuan membantu atlet taekwondo untuk dapat mengontrol kecemasan bertanding yang dialami sehingga dapat memberikan performa yang terbaik dalam bertanding. Pelatihan mental imagery menggunakan metode ceramah, diskusi, role play dan simulasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 10 orang atlet taekwondo yang mempunyai kecemasan sedang dan tinggi berdasarkan skala kecemasan dari peneliti yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu lima subjek untuk kelompok eksperimen dan lima untuk kelompok kontrol dengan menggunakan teknik matching. Pelatihan mental imagery diberikan oleh dua orang fasilitator sebanyak tiga kali pertemuan dengan materi hari pertama ketajaman, materi hari kedua keterkendalian, dan materi hari ketiga evaluasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala kecemasan dengan indeks korelasi bergerak dari 0,011 sampai dengan 0,751 dan koefisian reliabilitas (α) 0,741. Berdasarkan analisis kualitatif masing-masing subjek kelompok eksperimen mengalami penurunan skor kecemasan bertanding setelah diberi perlakuan berupa pelatihan mental imagery. Sedangkan uji hipotesis dengan menggunakan uji Mann-Whitney U-test diperoleh nilai probabilitas (p) 0,094 (uji dua sisi) (p>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan skor kecemasan bertanding antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan berupa pelatihan mental imagery. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mental imagery tidak efektif untuk menurunkan kecemasan bertanding pada atlet taekwondo, perbedaan skor kecemasan bertanding yang dialami oleh subjek dimungkinkan terjadi karena faktor-faktor lain dan bukan karena pengaruh dari pelatihan mental imagery. Kata kunci : kecemasan bertanding, atlet taekwondo, pelatihan mental imagery.
Pengaruh Permainan Tradisional Bentengan Terhadap Interaksi Sosial Anak Asuh di Panti Yatim Hajah Maryam Kalibeber Wonosobo Mutia Febri Nurastuti; Suci Murti Karini; Istar Yuliadi
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.663 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.83

Abstract

Pengaruh Permainan Tradisional Bentengan Terhadap Interaksi Sosial Anak Asuh di Panti Yatim Hajah Maryam Kalibeber Wonosobo Effect of Traditional Games Bentengan on Social Interaction in Orphans in Panti Yatim Hajah Maryam Kalibeber Wonosobo Mutia Febri Nurastuti, Suci Murti Karini, Istar Yuliadi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Perbedaan individu dalam suatu masyarakat dapat memengaruhi interaksi sosial yang terjadi, tidak terkecuali di panti asuhan. Panti asuhan merupakan rumah yang berisi banyak individu dengan latar belakang yang berbeda. Setiap individu memiliki sifat, karakter, dan masa lalu berbeda. Individu-individu di harapkan untuk dapat membentuk suatu interaksi sosial yang baik agar tercipta keadaan yang nyaman sehingga panti asuhan dapat menjadi rumah yang menyenangkan bagi anak asuh. Salah satu cara untuk meningkatkan interaksi sosial pada anak asuh panti asuhan adalah dengan melakukan permainan tradisional bentengan di Panti Yatim Hajah Maryam Kalibeber Wonosobo. Penelitian ini menggunakan desain Randomize Pretest-Posttest Control Group Design dengan subjek penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu menentukan subjek berdasarkan suatu kriteria. Kriteria subjek dalam penelitian ini, yaitu anak asuh Panti Yatim Hajah Maryam Kalibeber Wonosobo, berusia 7 hingga 11 tahun, dan bersedia mengikuti penelitian. Metode lain yang digunakan adalah total sampling, yaitu menggunakan seluruh subjek yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Subjek yang sesuai kriteria berjumlah 20 anak, kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan jumlah anggota kelompok 10 anak asuh. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini diberikan perlakuan berupa permainan tradisional selama empat pertemuan dengan 60 menit pada setiap pertemuannya. Permainan diberikan oleh peneliti dan dua fasilitator yang merupakan pengasuh di Balai Yatim Hajah Maryam. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Skala Interaksi Sosial dengan nilai uji daya beda (Corrected Item-Total Correlation) antara 0,315 hingga 0,696 dan nilai reliabilitas (α) 0,905. Berdasarkan uji hipotesis dengan uji Independent Sample T Test diperoleh nilai t hitung sebesar 6,921 > nilai t tabel 2,101 dan p sebesar 0,000 < nilai α 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional terhadap interaksi sosial anak asuh di Balai Yatim Hajah Maryam Kalibeber Wonosobo. Pengaruh permainan tradisional bentengan juga dapat diamati melalui perubahan perilaku pada kelompok eksperimen antara sebelum diberi perlakuan hingga penelitian selesai. Anak asuh yang semula menarik diri dari lingkungan Panti Yatim Hajah Maryam Kalibeber Wonosobo menjadi lebih dekat dengan lingkungan. Kata Kunci : Interaksi Sosial, Permainan Tradisional Bentengan
PERBEDAAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA TUNARUNGU YANG DIBESARKAN DALAM LINGKUNGAN ASRAMA SLB-B DI KOTA WONOSOBO Ratna Widyastutik; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.909 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.42

Abstract

Berbagai kesulitan karena keterbatasan pendengaran maupun kesulitan-kesulitan masa remaja dihadapi remaja tunarungu mengarahkan pada kondisi ketertekanan. Dukungan sosial sangat membantu remaja tunarungu untuk menghadapi kesulitan tersebut dan membangun kondisi psychological well-being. Melihat adanya korelasi antara dukungan sosial dengan psychological well-being, maka tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk dukungan sosial yang efektif untuk membangun psychological well-being pada remaja tunarungu. Perbedaan bentuk dukungan yang paling banyak diterima oleh remaja tunarungu akan mengarahkan pada psychological well-being yang berbeda pula. Populasi penelitian ini ialah remaja tunarungu Lembaga Pendidikan Anak Tunarungu Don Bosco dan Dena Upakara, Wonosobo, masing-masing sebanyak 62 dan 58 siswa. Sampel diambil dengan kriteria Remaja dengan usia 13-18 tahun, laki-laki dan perempuan, memiliki kemampuan baca dan tulis, serta memiliki kecerdasan normal atau di atas rata-rata. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Seluruh populasi masuk ke dalam kriteria yang dibutuhkan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan skala psychological well-being dan skala dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis varians klasifikasi satu arah (One Way Anova). Hasil analisis dengan menggunakan teknik One Way Anava diperoleh F hitung (11,478 ) > F tabel (2,725) serta taraf sigifikansi 0,000 < 0,05. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat dikemukakan ada perbedaan yang sangat signifikan psychological well-being ditinjau dari bentuk dukungan sosial pada remaja runarungu. Selain itu, hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya perbedaan rata-rata psychological well-being ditinjau dari dukungan sosial. Rata-rata psychological well-being tertinggi berada pada bentuk dukungan emosional dan terendah berada pada bentuk dukungan instrumental.   Kata kunci: psychological well-being, dukungan sosial, remaja tunarungu