Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Realisasi Switch Electrical Power System Berbasis Mikrokontroler Pada Nanosatelit Akbar Budi Wikanta; Muhammad Ary Murti; Inung Wijayanto
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telkom University sedang mengembangkan riset tentang nanosatelit. Salah satu subsitem yang ada pada nanosatelit adalah Electrical Power System (EPS). Electrical Power System (EPS) ini merupakan sistem power utama pada nanosatelit. Pada EPS, yang digunakan sebagai sumber daya adalah kombinasi cahaya matahari dan baterai. Pada penelitian ini dibuat sebuah prototype dari sistem Electrical Power System dengan menggunakan metode Direct Energy Transfer (DET). Dengan menggunakan metode DET ini energi listrik yang dihasilkan oleh solar cell multicrystalline akan digunakan untuk menyuplai beban secara langsung dengan melewati unit distribusi dan digunakan untuk pengisian baterai lithium polymer. Pada prototype EPS ini digunakan sebuah mikrokontroler ATMega8535 untuk melakukan kontrol terhadap switch relay yang digunakan untuk menentukan sumber catuan ketika nanosatelit berada dikondisi terkena sinar matahari atau kondisi gelap. Pada pengujian yang dilakukan sistem EPS yang dibuat mampu bekerja, hal ini dapat ditunjukkan bahwa sistem dapat melakukan proses pengisian dan pengosongan baterai tanpa beban maupun dengan beban, beban yang diberikan 0.324 watt – 6.186 watt. Dengan menggunakan solar cell multicrystalline hanya mampu melakukan pengisian baterai sampai dengan beban 0.8 watt dengan lama waktu 214 menit. Dan untuk pengosongan baterai dengan beban, baterai mampu menyuplai beban 6.1 watt selama 6 menit. Kata kunci — EPS, nanosatelit, power control, baterai, solar cell
Rancang Bangun Perbaikan Faktor Daya Dan Watt Hours Meter Digital Berbasis Mikrokontroler Andi Zulfakar; MuhammadAry Murti; Porman Pangaribuan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kelistrikan rumah tangga yang saat ini menggunakan berbagai macam perabotan dan alat-alat elektronik yang bersifat induktif. Induktifitas dari perabotan elektronik ini yang membuat kurangnya efesiensi daya listrik. Factor inilah yang menyebabkan perbedaan selisih daya antara penyedia sumber daya listrik dengan pengguna listrik pada umumnya. Pada tugas akhir ini dirancang suatu alat yang terdiri dari sensor tegangan dan sensor arus. Hasil dari pengukuran sensor inilah yang direkayasa untuk menentukan nilai daya dan  selisih derajat dari tegangan dan arus yang masuk ke beban. Adanya perbedaaan dan selisih nilai derajat antara tegangan dan arus kemudian dideteksi oleh mikrokontroler (arduino). Penentuan selisih derajat yang telah dideteksi ini yang akan mengaktifkan kapasitor yang telah dipasang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian daya oleh sumber dan pemakaian daya oleh pengguna kurang efesiens. Alat-alat elektronik yang pada umumnya bersifat induktif yang berakibat kurangnya efesiensi lisrik rata-rata sebesar 15-30% Kata kunci : teganganm, arus, mikrokontroler, ARDUINO
Monitoring dan Kendali Perangkat pada Ruang Kelas Berbasis Internet Of Things (IOT) Ahmad Fauzan Jaya; Muhammad Ary Murti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Monitoring ruang perkuliahan dan pemberian laporan dalam rentang waktu terntu merupakan salah satu hal yang cukup penting. Dengan pengontrolan alat-alat yang diruangan kelas seperti; kipas angin, proyektor, dan lampu. Butuh pengawasan dan pengontrolan lebih lanjut dikarenakan penggunaan alat selalu digunakan saat keadaan ruangan kosong. Sistem terdiri dari 3 (Tiga) bagian yaitu sensor, processor dan aktuator. Bagian sensor terdiri sensor Light Dependent Resistor (LDR), Suhu LM35, dan Passive Infra Red (PIR). Processor yang digunakan adalah NodeMCU untuk mengolah hasil data sensor. Aktuator digunakan relay sebagai switch sebagai tindakan untuk normally closed atau normally open. Sistem monitoring dan kendali perangkat mempunyai dua sistem kontrol, kontrol otomatis dan kontrol manual. Ketika kontrol otomatis aktif akan memutuskan kontrol manual dan akan berjalan sesuai sistem yang dibuat. Hasil data-data tersebut akan ditampilkan di ThingSpeak. ketika kontrol manual aktif, sistem akan mematikan kontrol otomatis dan semua kendali berada pada aplikasi BLYNK. Kata kunci : NodeMCU, Monitoring dan Kendali, Data Abstract Monitoring the lecture hall and giving the report within the time frame is one of the most important things. By controlling the tools in the classroom such as; fans, projectors, and lights. Need supervision and further control because the use of the tool is always used when the room is empty. The system consists of 3 (Three) parts ie sensors, processors and actuators. The sensor section consists of sensor Light Dependent Resistor (LDR), Temperature LM35, and Passive Infra Red (PIR). Processor used is NodeMCU to process the results of sensor data. Actuators are used relays as switches as actions for normally closed or normally open . The device's monitoring and control system has two control systems, automatic control and manual control. When automatic control is active will decide manual control and will run according to the system created. The results of these data will be shown in Thingspeak. when manual control is on, the system will turn off automatic control and all controls are in BLYNK application.. Keywords: NodeMCU, Monitoring and Control, Data
Stetoskop Elektronik Nirkabel Berbasis Android Andi Wahyu Adi Arryansyah; Achmad Rizal; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menggunakan stetoskop elektronik untuk mendeteksi suara denyut jantung,dan suara nafas, adalah cara efektif untuk meneliti penyakit cardiovascular. Disisi lain teknologi semakin berkembang kearah mobile dan teknologi wireless. Hampir semua orang memiliki smartphone. Membuat aplikasi mobile juga semakin hari semakin mudah. Kita dapat menggunakan teknologi HTML 5 untuk membuat aplikasi mobile. Smartphone memiliki banyak platform, Android adalah jenis yang paling banyak digunakan. Hal ini mendasari kami untuk membuat sebuah stetoskop elektronik nirkabel yang berbasis android. Stetoskop elektronik nirkabel berbasis android didesain dengan sistem yang sederhana, menggunakan membran yang dipasang sensor suara, kemudian tersambung (embedded) dengan modul bluetooth yang akan mengirimkan data suara auskultasi jantung masukan lewat sinyal bluetooth ke platform Android. Dari sisi software, android akan membaca masukan suara kemudian diterjemahkan pada visualisasi yang indah dan dengan output suara yang bisa diatur seberapa besar suara yang di keluarkan. Kita dapat mengubah suara detak jantung menjadi data BPM, dan analisis detak jantung, seperti suara jantung normal, bradycardia atau tachycardia. Kata Kunci : Wireless, HTML 5, Auskultasi, Bradycardia, Tachycardia.
Perancangan Alat Pendeteksi Gempa Menggunakan Sensor Accelerometer Dan Sensor Getar Cahya Kusuma Ardhi; Muhammad Ary Murti; Ramdhan Nugrah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan daerah rawan gempa baik gempa tektonik maupun gempa vulkanik. Terjadinya gempa tidak dapat di prediksi kejadiannya. Hal tersebut meyebabkan gempa dapat terjadi secara tiba-tiba pada zona gempa. Banyak korban jiwa yang tidak dapat menyelamatkan diri karena terjebak disuatu tempat atau minimnya pemberitahuan akan informasi gempa yang terjadi. Dengan adanya kondisi ini penulis tertarik untuk membuat sebuah inovasi untuk menanggulangi masalah tersebut, dengan cara membuat sistem pendeteksi gempa menggunakan sensor accelerometer dan vibration sensor, untuk menangkap gerakan tanah/getaran tanah dan memberikan sebuah notifikasi kepada pengguna penduduk melalui aplikasi Android tepat pada saat gempa berlangsung. Sistem ini terdiri dari mikrokontroller Arduino Uno, sensor accelerometer dan sensor getar. Mikrokontroller Arduino Uno digunakan sebagai pengolah data yang di deteksi oleh sensor accelerometer dan sensor getar. Sensor accelerometer digunakan untuk mengetahui posisi atau keadaan tanah saat keadaan diam atau bergerak yang memiliki keluaran berupa nilai koordinat x, y,z. Sensor getar digunakan untuk mengetahui besar getaran yang bergetar pada tanah yang memiliki keluaran tegangan. Parameter keberhasilan dari penelitian ini adalah mampu mendeteksi gempa bumi dan nilai yang dideteksi sesuai dengan nilai realtime dari pembacaan sensor yang diolah sesuai dengan data yang digunakan dalam British Geological Survey.Setelah beberapa pengujian dan analisis dari sensor Adxl 335 memiliki error rate pada 0,80% pada sumbu x, 0,30% pada sumbu y,dan 0,017% pada sumbu z. Sedangkan, dari sensor getar telah mendapatkan nilai tegangan sesuai porsi tekanan. Dari hasil yang diperoleh tersebut, dapat diketahui bahwa pembacaan data oleh sensor Adxl 335 menghasikan nilai yang hampir sama dengan accelerometer pada smartphone. Kata kunci : Gempa bumi, Accelerometer Adxl 335,sensor getar, Arduino Uno Abstract Indonesia is an area prone to earthquakes both tectonic earthquakes and volcanic earthquakes. The occurrence of earthquakes can not be predicted in the event. This causes the earthquake to occur suddenly in the earthquake zone. Many casualties can not save themselves because they are trapped somewhere or the lack of notice of earthquake information that occurred. The most important thing in earthquake disaster is the speed of information received by the community from the earthquake detection system, given the earthquake disaster happened very quickly. With this condition the author is interested to make an innovation to overcome the problem, by making earthquake detection system using accelerometer and vibration sensor, to capture ground motion or ground vibration and give a notification to resident user through Android app right at the time of earthquake . This system consists of Arduino Uno microcontroller, accelerometer sensor and vibration sensor. Arduino Uno microcontroller is used as a data processor that is detected by accelerometer sensor and vibration sensor. The accelerometer sensor is used to determine the position or state of the ground when a stationary or moving state has an output of coordinate values x, y, z. The vibration sensor is used to find out the magnitude of vibration vibrating on the ground that has a voltage output. The success parameter of this research is able to detect earthquake and detected value according to the realtime value of sensor readings processed according to the formula used in real world. After some tests and analysis of the Adxl 335 sensor has an error rate at node A of 0,80% on the x-axis, 0,30% on the y-axis, 0.017% on the z axis. Whereas, from vibration sensor has get value of stress according to portion of pressure. From the results obtained, it can be seen that the reading of data by the sensor Adxl 335 menghasikan value almost equal to the accelerometer on the smartphone. Keywords: Earthquake, Accelerometer Adxl 335, vibration sensor, Arduino Uno
Perancangan Alat Pendeteksi Gempa Menggunakan Sensor Getar Alif Ghifari; Muhammad Ary Murti; Ramdhan Nugrah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempa dengan macam-macam gempa seperti gempa tektonik maupun gempa vulkanik. Gempa tidak dapat di prediksi kejadiannya. Hal tersebut menyebabkan gempa dapat terjadi secara tiba-tiba pada daerah yang terkena dari dampak getaran gempa yang dirasakan. Banyak korban jiwa yang tidak dapat menyelamatkan diri karena terjebak disuatu tempat atau minimnya pemberitahuan akan informasi gempa yang terjadi pada lokasi tersebut. Dimana teknologi pendeteksi gempa masih menggunakan tenaga manusia atau tenaga konvensional sebagai operator. Hal yang penting dalam bencana gempa adalah kecepatan informasi yang diterima oleh masyarakat dari sistem pendeteksi gempa, mengingat bencana gempa terjadi dengan sangat cepat. Pada Tugas Akhir kali ini akan dilakukan perancangan dan implementasi alat pendeteksi gempa bumi berbasis sensor getar. Dimana hasil pembacaan sensor dari alat akan dibandingkan dengan pembacaan dari skala MMI. Dimana getaran yang terjadi di sekitar area tersebut akan diteruskan ke jaringan satelit. Rancangan sistem ini tersusun atas sensor getar , sensor accelerometer dan mikrokontroller Arduino Uno. Sensor getar digunakan untuk mengetahui berapa besar getaran yang terjadi pada area di sekitar yang memiliki keluaran ADC dan diubah kedalam tegangan. Parameter dari pemantauan pergerakan atau getaran dimasukan kedalam data perhitungan. Sistem ini akan menentukan jenis kekuatan gempa sesuai kekuatan yang dibaca oleh sensor 801S. Setelah dilakukan pengujian dan analisis didapatkan nilai akurasi dari sensor 801S diatas 90% dengan nilai error yang kecil. Selisih nilai sensor dengan Multimeter hampir mendekati. Kata Kunci : sensor getar 801s , Skala Richter, Skala MMI, Gempa. Abstract Indonesian region is an earthquake-prone area with types of earthquakes such as tectonic earthquakes and volcanic earthquakes. The earthquake cannot be predicted. This causes an earthquake to occur suddenly in the area affected by the impact of the earthquake. Many victims who cannot save themselves because they are trapped in a place or lack of notification of the earthquake information. Where earthquake detection technology still uses human power as an operator. The most important thing in the earthquake disaster is the speed of information received by the community from the earthquake detection system, considering that the earthquake disaster occurred very quickly. This Final Project will design and implement earthquake detection devices based on vibration and accelerometer sensors. Where the sensor readings from the device will be compared with readings from the scale of the MMI or the Richter Scale. Where the vibrations that occur around the area will be forwarded to the satellite network. The design of this system is composed of vibration sensors, accelerometer sensors and Arduino Uno microcontrollers. Vibration sensor is used to find out how much vibration occurs in the area around which has an ADC output and is converted into voltage. Parameters of monitoring the movement / vibration are included in the calculation data. This system will determine the type of earthquake strength according to the power read by the 801S sensor. After testing and analysis, the accuracy value of the 801S sensor is above 90% with a small error value. The difference in the value of the sensor with the Multimeter is almost close. Keywords: Vibration sensor 801S, Richter scale, MMI scale, Earthquake
Implementasi Sistem Pemantauan Dan Pengontrolan Perangkat Listrik Otomatis Menggunakan Aplikasi Android Berbasis Internet Of Things Rizqi Surya Utama; Ratna Mayasari; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Internet of Things atau yang dikenal dengan IoT semakin berkembang luas pada era kecerdasan komputasi dewasa ini. Pada tugas akhir ini, dibangun sebuah bentuk pengaplikasian IoT seperti smart home. Sistem yang dibangun dapat memantau keadaan rumah dan mengontrol perangkat listrik menggunakan aplikasi android. Sistem dibangun menggunakan NodeMCU dan beberapa sensor seperti sensor DHT11, sensor Light Dependent Resistor (LDR), dan sensor Passive Infrared (PIR), serta relay sebagai aktuator. Data yang diperoleh dari hasil pembacaan sensor-sensor dikirim melalui NodeMCU ke internet, kemudian akan ditampilkan pada aplikasi Android. Sistem kontrol akan dilakukan melalui aplikasi android dan akan dijalankan oleh relay yang telah dirangkai dengan lampu dan kipas angin. MQTT Broker diperlukan sebagai jembatan transfer data dari NodeMCU ke aplikasi Android yang dibangun. Setelah dilakukan pengujian, pada pengujian kualitas jaringan didapatkan bahwa nilai rata-rata delay yang didapatkan dari sistem pamantauan dan pengontrolan adalah sebesar 313,05 milisekon, nilai rata-rata throughput yang didapatkan ketika 1 node aktif adalah 8,992 Kbps, sedangkan pada 2 node aktif adalah 15,614 Kbps, nilai rata-rata packet loss yang didapatkan ketika 1 node aktif adalah 0,17%, sedangkan pada 2 node aktif adalah 0,25%, nilai rata-rata reliability dan availability pada server yang didapatkan adalah sebesar 99,99%. Kata Kunci : Internet of Things, NodeMCU, DHT11, LDR, PIR, Relay, MQTT Broker Abstract Nowadays, Internet of Things or known as IoT is growing up in the era of computing intelligence. In this final project built form IoT application such as smart house. The system built can monitor the state of the house and control electrical devices using the Android application. The system is built using NodeMCU and several sensors such as DHT11 sensors, Light Dependent Resistor (LDR) sensors, and Passive Infrared (PIR) sensors, as well as relays as actuators. The data obtained from the reading of sensors sent via NodeMCU to the internet, will then be displayed on the Android application. The control system will be done through Android applications and will be run by relays that have been connected with lamp and table fan. MQTT Brokers are required as bridge data transfers from NodeMCU to Android application. After several tests, the network quality testing found that the highest average delay in the monitoring system and control was 313,05 milliseconds, the average value of throughput obtained by compiling 1 active node was 8,992 Kbps on 2 active nodes is 15,614 Kbps, the average value of packet loss obtained by compiling 1 active node was 0,17% on 2 active nodes is 0,25%, the average value of reliability and availability is 99,99%. Keywords : Internet of Things, NodeMCU, DHT11, LDR, PIR, Relay, MQTT Brokers
Desain Dan Implementasi Wireless Sensor Network Pada Sistem Monitoring Kebakaran Hutan Berbasis Internet Of Things Fahmi Ahmad Fauzi; Sony Sumaryo; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebakaran hutan merupakan salah satu masalah yang mengancam kerusakan ekosistem. Sistem pencegahan dini terhadap indikasi kebakaran hutan mutlak diperlukan. Luasnya hutan menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pemantauan kondisi hutan. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan luasnya hutan, sistem pendeteksi kebakaran hutan menggunakan metode Wireless Sensor Network (WSN). Sensor node pada WSN ini dipasang pada titik-titik wilayah yang rawan kebakaran. Untuk mengekspansi jarak atau area yang diamati oleh WSN, maka digunakan mode transmisi multi-hop. Sensor node mengirimkan data ke node koordinator. Node koordinator mengirimkan kembali data yang diterima menuju ke node gateway. Data yang diterima di node gateway akan disimpan di database yang tersedia pada platform server antares. Data yang disimpan di database tersebut akan ditampilkan pada aplikasi android yang digunakan pengguna. Kata kunci : Kebakaran Hutan, Wireless Sensor Network, Sensor node, Transmisi multi-hop, Abstract Forest fires are one of the issues that threaten the destruction of ecosystems. Early prevention system against indication of forest fire is absolutely necessary. The extent of forest becomes one of the problems faced in monitoring the condition of forests. Therefore, to treat the problem of forest area, forest fire detection system using Wireless Sensor Network (WSN) method. Node sensors allow to collect data from changes in sensors caused by fires at specific points. Node sensors are installed at points of fire prone areas. To expand the distance or area observed by WSN, a multi-hop transmission mode is used. Node sensor sends data to coordinator node. Coordinator node sends back the received data to the gateway node. Data received at the gateway node will be stored in the database available on server Antares platform. The data stored in the database is showen on the user android application. Keywords: Forest Fires, Wireless Sensor Network, Node Sensor, Multi-hop transmission
Perancangan Sistem Kendali Dan Monitoring Jarak Jauh Peralatan Listrik Rumah Tangga Berbasis Android Muhammad Fathurrohim Nur; Muhammad Ary Murti; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang berkembang pesat telah menghasilkan berbagai peralatan cerdas dan canggih yang dapat mengubah kehidupan manusia pada saat ini. Perkembangan tersebut dapat di aplikasikan dalam kehidupan masyarakat untuk membantu aktivitasnya. Salah satunya adalah penerapan pada sebuah rumah, oleh karena itu dibuatlah perancangan sistem kendali dan monitoring jarak jauh peralatan listrik rumah tangga berbasis android. Pada penelitian ini dibuat suatu sistem kendali yang dapat menghidupkan atau mematikan dan memantau peralatan listrik rumah tangga yaitu lampu dan kipas angin dengan menggunakan mikrokontroller NodeMCU ESP8266 yang terintegrasi dengan smartphone android menggunakan fitur IoT. Keluaran yang didapatkan dari penelitian ini yaitu dapat mengontrol dan memonitoring lampu dan kipas angin dari jauh yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja melalui smartphone android. Kata Kunci : Android, IoT, NodeMCU ESP8266, Smartphone
Perancangan Dan Impelementasi Sistem Pengisian Baterai Otomatis Pada Mobil Listrik Berbasis Iot Irfan Suhendra; Angga Rudinar; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mobil listrik saat ini mengalami banyak kemajuan. Ini disebabkan mobil listrik merupakan salah satu alternatif pada kendaraan masa depan menggunakan energi baterai untuk menggerakannya. Tetapi saat ini banyak terdapat kelemahan mobil listrik khususnya di Indonesia. Salah satunya pengisian daya batrei yang dapat diakatakan belum efektif. Adapun baterai pada mobil listrik ini terdiri dari 4 baterai 12V yang yang diserikan menajadi 48V dalam proses charging. Jenis baterai yang digunakan yaitu Baterai Sealed Lead Acid dimana baterai ini merupakan baterai isi ulang elektrolit asam sulfat yang tidak dapat tumpah dikarenakan baterai ini dapat dikoagulasi (mengental). Pada sistem ini digunakan boost converter untuk menstabilkan tegangan dari PLN yang akan masuk melalui charger. Kemudian pada monitoring charger, perlu adanya sistem Internet of Things atau singkatan dari IoT untuk mengawasi apakah baterai sudah penuh atau belum. Dan untuk mikrokontroller yang digunakan yaitu ESP32. Selain itu pada sistem IoT ini juga dapat menghitung seberapa keefisienan charger setiap pengisiannya. Sehingga pemilik mobil listrik dapat memonitoring pengisian baterai melalui smartphone maupun laptop yang terhubung langusng ke internet. Kata kunci : IoT, boost converter, SLA, ESP32
Co-Authors Abdulloh Salahul Haq Achmad Rizal Adam, Muhamad Dhani Aditya Kurniawan Agung Nugroho Jati Ahmad Adhitya Nurhadi Ahmad Fauzan Jaya Akbar Budi Wikanta Alif Ghifari Amanda Austin Herlambang Andi Shridivia Nuran Andi Wahyu Adi Arryansyah Andi Zulfakar Angela, Fallerina Ribka Angga Rudinar Anggawa Kharisma Hananta Annisa Khoirul Husna Aprillia, Rizky Arfian, Ganjar Tri Azam Zamhuri Fuadi Bachri, Ibram Muharam Baihaqi, Zaidan Fitra Bazwir, Arasy Billy Ahmad Abdilah Cahya Kusuma Ardhi Casi Setianingsih Denny Darlis Difa Surya Putra Ersy Ervina Erwin Susanto Estananto Fahmi Ahmad Fauzi Faisal Budiman Fiky Y. Suratman Gandeva Bayu Satrya Gurnita Koncara Indraloka Gusti Ngurah Rama Putra Atmaja Hafizh , Luthfi Abdul Haq, Abdulloh Salahul Ibnu linursafa Imron Rizaldi Indra Prastowo Inung Wijayanto Irawan Dwi Purnomo Irfan Suhendra Irvan Akbar Anka Pratama istiqomah istiqomah Junartho Halomoan Koredianto Usman Kusprasapta Mutijarsa Listy Amalia Luthfi Abdul Hafizh Maruli Tua Baja Sihotang Modirono, Muh Ihsan Akmal Muhamad Ramadhan Muhammad Fathurrohim Nur Muhammad Hablul Barri Muhammad Imam Nashiruddin Muhammad Nasrun Muhammad Nur Rasyid Nahdatin Hasanah Napitu, Jefri Radianto Novi Prihatiningrum Nyoman Bogi Aditya Karna Porman Pangaribuan Rahadian Reza Rizaldy Rahmat Awaludin Salam Rahmat Syamsudaris Ramadhan, Muhammad Rifqi Ramdhan Nugrah Ratna Mayasari Ratri Dwi Atmaja Refnaldy Hartono Rezka Bunaiya Prayudha Rizka Alifya Rahman Rizki Ardianto Priramadhi Rizki Kurniawati Rizqi Surya Utama Sasmito, Ahmad Yulianto Bekti Selvy Zelia Sari Shalahuddin Kartika Candra Sony Sumaryo Syafri Akhsanul Iqbal Unang Sunarya Wahyuni, Putri Stri Willy Anugrah Cahyadi