Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PANJANG DATA CURAH HUJAN PADA HITUNGAN HUJAN RENCANA Nanda, Abdul Rakhim
Teknik Hidro Vol 1, No 01 (2008): Teknik Hidro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis hidrologi merupakan satu bagian analisis awal dalam perancangan bangunan-bangunan hidraulik masih merupakan bagian analisis yang sangat dominan, dan memerlukan penanganan yang cermat. Ukuran dan karakter bangunan irigasi sangat tergantung dari tujuan pembangunan dan informasi yang diperoleh dari analisis hidrologi. kualitas data sangat menentukan hasil analisa yang dibutuhkan. Panjang data yang tersedia juga mempunyai peranan yang cukup besar. Perbedaan panjang data yang dipergunakan dalam analisis memberikan penyimpangan yang cukup berarti terhadap perkiraan hujan dengan kala-ulang tertentu. Makin pendek data yang tersedia, makin besar penyimpangan yang terjadi. Penyimpangan sejenis terjadi pula sebagai akibat kerapatan jaringan pengukuran hujan. Makin kecil kerapatan setasiun hujan, makin besar penyimpangannya (Sri Harto, 1986).Penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penyimpangan data terhadap panjang data yang digunakan pada hitungan hujan rencana pada kasus sungai Jeneberang. Tahapan Analisis data : Analisa Peta DAS(luas areal DAS/cathment area) dengan metode Aljabar, Thiessen dan Isohyet, analisis data curah hujan pada stasiun curah hujan dalam DAS Jeneberang yang nantinya menghasilkan Distribusi curah hujan wilayah dan curah hujan rencana, uji kesesuaian distribusi serta perhitungan curah hujan rencana dengan berbagai seri data.Hasil perhitungan curah hujan rencana pada kala ulang R2, R5, R10, R25, R50, R100 persentase penyimpangan relative semakin mendekati titik 0 pada jumlah data 31 tahun hal ini menunjukkan bahwa semakin panjang data yang digunakan untuk menghitung curah hujan rencana maka akan semakin baik hasil perhitungan yang diperoleh. Adapun penyimpangan relative yang dihasilkan pada tiap kala ulang (R2, R5, R10, R25, R50, R100) dengan menggunakan serial data 31 tahun adalah : R2 = 4.422, R5 = 8.041, R10 = 8.375, R25 = 8.612, R50 = 8.619, R100 = 4.162.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF RAIN FREQUENCY ON PERMEABILITY AND PONDONG TIME ON TYPE SOIL COMMON SOIL (Laboratory Testing Study With Rainfall Simulator) Abdul Rakhim Nanda; Eky Sandi; Sulvahendra Sulvahendra
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 1 (2019): TEKNIK HIDRO Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.836 KB) | DOI: 10.26618/th.v12i1.2460

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh frekuensi hujan terhadap permeabilitas dan waktu penggenangan dengan frekuensi ulangan hujan yang intensitasnya sama dan intensitas bervariasi pada jenis tanah common soil. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental labolatorium, dengan  menggunakan alat rainfall simulator. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis tanah common soil. Selanjutnya diberikan hujan buatan dengan intensitas I5, I15, dan I25, setiap intensitas digunakan frekuensi lima kali hujan dan dilakukan pembacaan waktu final penggenagan dan tinggi genangan pada bak percobaan Rainfall Simulator dan untuk pengujian permeabilitas dilakukan pengamatan dengan uji constand head. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien permeabilitas berbanding terbalik dengan meningkatnya intensitas curah hujan dan frekuensi hujan.. Tinggi genangan dan Waktu final genangan berbanding lurus dengan meningkatnya intensitas curah hujan dan variasi frekuensi hujan. Kata kunci : permeabilitas, tinggi genangan, waktu final genangan.
PENGARUH KRIB BAMBU TIPE PERMEABEL TERHADAP GERUSAN TEBING DI BELOKAN SUNGAI (STUDI EKSPERIMENTAL) Abdul Rakhim Nanda; Amrullah Mansida; Anita Anita; Yayu Sulistiawati
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2805

Abstract

Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) menyebabkan Gerusan tebing sungai menambah sedimentasi di dasar sungai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik aliran di daerah krib bambu tipe permeable dan pengaruh pemasangan jarak krib bambu tipe permeable terhadap gerusan tebing di belokan sungai. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Pengaruh pemasangan krib tipe permeabel terhadap karakteristik aliran dan tanpa pemasangan krib menyebabkan terjadinya perubahan karakteristik aliran di beberapa titik dari super kritis ke sub kritis dan pemasangan jarak krib bambu tipe permeabel terhadap gerusan tebing di belokan sungai berpengaruh pada volume gerusan, dimana semakin kecil jarak pemasangan krib yang digunakan maka akan semakin kecil volume gerusan yang terjadi. Hal ini diakibatkan karena krib mengalami agradasi dan degradasi di daerah krib dengan jarak yang cenderung lebih besar
Pemberdayaan kelompok tani tambak garam bulcin mandiri di Desa Bulu Cindea Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep Abd. Rasyid Jalil; Rahmi Rahmi; Abdul Rakhim Nanda; Rahmat Muhammad; Ilham Jaya
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.2.31-37

Abstract

The development of Bulu Cindea village’s potential, especially salt in Pangkep Regency, needs to be continuously pursued to improve farming community’s economy, especially salt. This service program aims to produce iodized salt consumption by innovating consumption salt equipment to increase salt production and productivity at a low cost and sustainable manner. Through FGDs and technical guidance on the utilization of low power equipment, by metthos used was following with the salt farmer group’s household electricity capacity. This service activity will benefits various parties, including village community groups involved in community service, universities, and village government officials. The target audience for this service activity is the group of salt farmers in Bulu Cindea village. After this service activity was carried out, there was a change in behaviour through the understanding of the partner group about the better quality of consumption salt. The post-test results showed that the groups understanding of the activity participants reached 82.5%.The need for further community empowerment in building an iodized salt processing industry improves public welfare and health.
The Analysis of Groundwater Quality for Drinking Purposes: A Case Study of Universitas Muhammadiyah Makassar Area Abd Rakhim Nanda; Rahmi; Hartono Bancong
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 9 No. 1 (January 2023)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.4678

Abstract

The use of groundwater for drinking purposes is increasing along with population growth and the wider range of human activities that require water. Groundwater is used more often because it is more accessible than surface water. The quality of groundwater suitable for consumption as drinking water must pass physical, chemical and biological parameter tests. This study aims to analyze the comparison of groundwater quality at depths of 30 and 100 meters in the area of the Universitas Muhammadiyah Makassar and determine its suitability as drinking water based on physical, chemical, and biological parameters. This research is an experimental study with water sampling collected at two different locations: 30-meter and 100-meter depth wells. In each well, sampling was carried out three times so that there were six total water samples analyzed in total. Data collection was carried out by observation and laboratory tests. Observations were made by looking directly at groundwater conditions to measure parameters such as odor, color, temperature, and pH, while other parameters were tested in the laboratory. The data analysis results showed differences in the values of the physical, chemical, and biological parameters of groundwater taken at a depth of 30 meters and 100 meters. However, the two samples are still within the standard’s allowable range of values. This study concluded that groundwater at a depth of 100 meters in the Universitas Muhammadiyah Makassar area has better water quality than groundwater at a depth of 30 meters. Therefore, if groundwater at a depth of 30 meters is to be used as drinking water with good quality, it must undergo specific treatment.
Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Tambak Udang Melalui Teknologi Kincir Modifikasi Di Desa Bulu Cindea Kabupaten Pangkep Rahmi; Abd Rasyid Jalil; Abd Rakhim Nanda; Ilham Jaya; Andi Sukri Syamsuri; Rahmat Muhammad; Andi Chadijah
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 2 Vol. 2 April, 2021
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v2i2.51

Abstract

Wilayah Kabupaten Pangkep khususnya Wilayah kecamatan Bungoro desa Bulu Cindea yang masyarakatnya mengandalkan bidang perikanan (tambak). Pengelolaan potensi unggulan desa seperti perikanan dilakukan dalam skala terbatas. Belum terdapat investasi besar dalam pengelolaan sehingga produktivitasnya dibawah rata-rata. Potensi perikanan juga sebenarnya dapat dikembangkan oleh karena tersedianya media budidaya udang windu dan vaname. Oleh masyarakat desa Bulu Cindea, potensi tersebut belum dikembangkan secara profesional. Pemberdayaan masyarakat kelompok tani tambak udang melalui aplikasi penggunaan teknologi kincir air berbahan dasar gas elpiji 3 kg, menjadi salah satu produk inovasi yang dapat dikembangkan khususnya di desa Bulu Cindea Kabupaten Pangkep. Pendekatan partisipatif digunakan dengan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan proses pengabdian ini dalam sosialisasi dan pelaksanaannya. Inovasi teknologi yang diberikan kepada petambak udang melalui penggunaan probiotik Bacillus sp yang dampaknya tidak akan merusak lingkungan sekitar serta penggunaan alat kincir dengan menggunakan bahan bakar tabung gas elpiji 3 kilo. Peningkatan pengetahuan kepada masyarakat terjadi dengan materi yang diberikan pada kegiatan sosialisasi ini, peningkatan ini terlihat dengan peningkatan nilai post-test yang mencapai 85,5% yang menandakan bahwa masyarakat memahami dan menerima kegiatan pengabdian yang dilakukan di desa mereka. Kegiatan pengabdian ini memberikan nilai positif terhadap pengetahuan masyarakat yang ikut berpartisipasi
TINJAUAN HIDROLOGI DAN HIDROLIS BENDUNG BATU BASSI Saiful; Putri Diana; H. Abd. Rakhim Nanda; Amrullah Mansida
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjst.v1i4.147

Abstract

Bendung Batu Bassi mulai dioperasikan sejak tahun 1939 dan mengairi areal persawahan sekitar 6.513 ha dengan kebutuhan air 10.176 lt/dtk. Kondisi Bendung Batubassi saat ini mulai menurun mengigat usia bendung sudah mencapai 84 tahun. Permasalahan yang di temukan pada kondisi bendung batu bassi saat ini terdapat beberapa areal persawahan yang tidak terairi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perencanaan terdahulu dan pererencanaan terbaru. Perencanaan Hidrologi dan Hidrolis Bendung Batu bassi dilakukan metode perhitungan yang diperlukan dalam perencanaan Hidrologi dan Hidrolis bendung batu bassi yaitu. menentukan debit banjir rencana Metode HSS Nakayasu dengan priode ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, 200 dan 1000 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan Metode HSS Nakayasu di peroleh debit banjir rencana priode ulang 100 tahun = 1330.485 m3 /detik. Kemudian menghitung lebar bendung 28 m, tinggi mercu 3,10 m, tipe mercu bulat, tunggi energy (H1) 7,98m, sehingga dapat menairi areal pertanian seluas 6513 ha. Pada perhitungan stabilitas bendung dalam keadaan air normal di peroleh angka keamanan terhadap guling 2,54 dan geser 2,22. Pada saat banjir diperoleh angka keamanan terhadap guling 1,53 dan geser 1,80. Kostruksi dinyatakan stabil karena aman terhadap guling dan geser.
Kemasan dan Pelabelan Sebagai Bentuk Strategi Pemasaran Pada Pelaku UMKM Garam di Desa Bulucindea Asriyanti Syarif; Rahmi Rahmi; Juliani Ibrahim; Syamsia Syamsia; Fitri Indah Yani; Andi Chadijah; Abd. Rakhim Nanda; Nurinsana Salam
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.613

Abstract

Desa Bulucindea merupakan desa yang potensial pengembangan garam di Kabupaten Pangkep. Produksi garam telah menggunakan paket teknologi geomemran yang menghasilkan garam berkualitas, namun yang menjadi kendala kemasan yang digunakan masih tergolong sederhana dan menggunakan sistem tradisional sehingga diperlukan tindakan penyuluhan untuk mengedukasi pelaku UMKM garam menggunakan kemasan yang aman dan estetik sebagai bentuk dari strategi pemasaran dan upaya desa ini, menggerakan ekonomi rakyat dengan memasarkan garam secara nasional dan luar negeri (secara online) dengan memberikan perbaikan pada bentuk dan bahan kemasan serta pelabelan sebagai identitas produk garam yang dihasilkan oleh Desa Bulucindea untuk dipasarkan bagi skala rumah tangga dan industri.
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA ORGANIK DAN NON-ORGANIK UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN DI DESA BULU CINDEA, KABUPATEN PANGKEP Fitri Indah Yani; Rahmi Rahmi; Asrianti Syarif; Juliani Ibrahim; Nurinsana Salam; Syamsia Syamsia; Andi Chadijah; Abd. Rakhim Nanda
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1239

Abstract

The active role of residents in managing household waste is very important, especially in reducing the amount of waste piled up. It can be said that the waste problem in the Bulu Cindea Village environment is that residents are not yet able to manage organic and non-organic waste properly. If it continues, it will cause environmental pollution and harm people's health. Therefore, this outreach activity was carried out so that the residents of Bulu Cindea village could understand the importance of household waste management. In this activity, outreach is carried out to increase public awareness in managing organic and non-organic household waste independently and can be carried out well. This waste management will be felt to be effective because it will directly and actively involve village residents. From the results of community outreach in Bulu Cindea village, the community began to manage household organic and non-organic waste independently, was able to improve the waste management system, was able to reduce piles of rubbish which could cause various diseases and the environment around where they lived became cleaner, more comfortable and Healthy.
Pengembangan Infrastruktur Air Bersih Di Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Parangloe-Gowa : Langkah Praktis Untuk Perubahan Sosial Nawang, Nurnawaty; Bahtiar, Abd. Rahman; Nanda, Abd. Rakhim
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v6i1.196

Abstract

Pesantren Hisbul Wathan Muhammadiyah is one of the pesantren in the hills located in Belapuranga Gowa Regency. who face the challenge of limited access to clean water, uses rainwater and water from nearby rivers because the clean water supply has not been obtained from PDAM. The Community Service method used includes identification of needs, planning and design of water tanks, and clean water installations in accordance with the needs. The implementation phase involves the active participation until the construction is completed, training and counseling on the management and maintenance of facilities are carried out. The benefits of this service have succeeded in increasing access to clean water and the quality of life through the construction of water tanks and clean water installations, as well as training held, the community has become more independent in managing and utilizing groundwater sources properly and sustainably and can be adopted surrounding.