Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH SAMPAH ORGANIK TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA VERMIKOMPOS Ahmad Ilham Tanzil; Puji Rahayu; Raudhotun Jamila; Wahyu Indra Duwi Fanata; Ummi Sholikhah; Tri Ratnasari
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v7i1.5262

Abstract

Vermicompost is a fertilizer produced by composting organic matter by utilizing the interaction between earthworms and microorganism. Vermicompost also contains a number of macro and micro nutrients needed by plants. Besides containing macro and micro of nutrients, vermicompost also containing growth hormone such as cytokinins and auxins which are produced by worms during the composting process. The benefits of vermicompost are that it can improve the physical, chemical and biological properties of soil, increase the ability of the soil to retain water, rebuild damaged soil structures and increase ability of the soil to exchange cations. The fermentation process lasted for 14 days using Lumbricus rubellus worms. The choice of this type worm is based on its character which has a high level of productivity, can eat all types of organic matter, is much more adaptive and move less actively. This research was held in Sumbersalak Village, Ledokombo District, Jember Regency and also involving the Kenconowungu farmer group. Goat manure become waste in this village so it has potential to be developed further as the main ingredient for vermicompost. The other additional materials such as vegetable and fruits waste, and leaf litter were used as factor (treatment). These three types of materials are used to find out which treatment gives the best vermicompost quality. Chemical analysis was carried out in this study to determine the organic N, P, K, C organic, pH, and water content. The result of the analysis will be compared with the standards of Minister of Agriculture No.70 of 2011.
Upaya Kemandirian Benih di Desa Sumbersalak Ledokombo Kabupaten Jember, Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Ummi Sholikhah; Ahmad Ilham Tanzil; Wahyu Indra Duwi Fanata; Tri Ratnasari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 3 (2023): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i3.6081

Abstract

Implementation of community service regarding plant breeding was carried out in Sumbersalak Village, Ledokombo District with the Kenconowungu farmer group. The activities in this service program are to provide knowledge and understanding related to rice plant breeding. Breeding is carried out by crossing rice plants with the aim of producing superior rice varieties in accordance with the problems of farmers in Sumbersalak village. To improve theoretical mastery of the material, the method used is through material presentation activities, discussion sessions and evaluation. To facilitate the transfer of mastery of plant crossing skills in the field to target farmers, the direct practice method is used. The results of the service evaluation show that all target audiences have experienced a change in mastery of knowledge from not knowing and not understanding to knowing and understanding how to cross rice plants
Pengaruh Komposisi Bahan dan Bentuk Media Pembibitan pada Hasil Seedling Tanaman Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Yusuf Rachmandhika; Andhika Setiawan; Tri Wahyu Saputra; Gatot Subroto; Ahmad ilham tanzil; Syafina Pusparani
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53707

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomis tinggi. Namun, produktivitas sering terganggu oleh kualitas bibit yang kurang optimal. Penelitian ini menguji berbagai komposisi media tanam, termasuk campuran tanah, kompos, dan bahan organik lainnya, serta berbagai bentuk media seperti pot, tray, dan polybag. Dilaksanakan pada Februari 2023 di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu media tanam (cocopeat, lumut, dan tanah) dan bentuk media (blok tanah, polybag sosis, dan potray), melibatkan 27 unit percobaan dengan 2 ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, jumlah daun, berat segar, dan berat kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi cocopeat, lumut, dan tanah memberikan hasil terbaik pada semua parameter pertumbuhan: tinggi tanaman 5,63 cm, jumlah daun 6,11 helai, diameter batang 1,60 mm, berat kering 0,06 gram, panjang akar 11,17 cm, dan berat segar 0,33 gram. Media polybag sosis adalah yang paling efektif, menghasilkan tinggi tanaman 5,89 cm, jumlah daun 6,22 helai, diameter batang 1,48 mm, berat kering 0,07 gram, panjang akar 9,44 cm, dan berat segar 0,37 gram. Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan komposisi media tanam dan bentuk media yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas bibit cabai rawit, yang pada akhirnya dapat mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian cabai rawit di Indonesia.
Pupuk Organik Kaji Sebagai Alternatif Pemanfaatan Limbah Ternak – Pertanian Di Desa Dukuh Dempok Kabupaten Jember Pusparani, Syafina; Suci Ristiyana; Rina Kumalasari; Yusuf Rachmandhika; Ika Purnamasari; Tri Wahyu Saputra; Yagus Wijayanto; Wildan Muhlison; Irwanto Sucipto; Ahmad Ilham Tanzil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13134

Abstract

Komoditas utama pertanian di desa Dukuh Dempok, Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan padi yang menghasilkan sebanyak 50% limbah jerami yang belum termanfaatkan. Sebagian petani juga memiliki hewan ternak berupa sapi dan domba yang kotoran ternak tersebut Sebagian besar belum termanfaatkan dan menjadi limbah yang cukup mengganggu lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan solusi terkait permasalahan limbah pertanian-peternakan melalui pembuatan pupuk organik Kaji (Kandang Jerami). Melalui kegiatan pengabdian ini, petani yang berasal dari kelompok tani dapat memperoleh informasi terkait manfaat pupuk organik dan cara pembuatan pupuk organik yang berasal dari limbah pertanian-peternakan yang belum termanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini juga mampu memberikan solusi mengurangi limbah yang mengganggu lingkungan menjadi produk yang memiliki nilai tambah yaitu berupa pupuk organik. Pembuatan pupuk organik ini juga menjadi pendukung kemandirian petani dalam memproduksi pupuk secara mandiri yang dapat digunakan dalam kegiatan budidaya pertanian.
Penguatan Kemandirian Benih Padi Lokal melalui Pelatihan Teknologi Backcross di Desa Sumbersalak, Jember: Program Pengabdian kepada Masyarakat Sholikhah, Ummi; Ahmad Ilham Tanzil; Wahyu Indra Duwi Fanata; Tri Ratnasari; Yusuf Rachmandhika
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13026

Abstract

Strengthening the independence of local rice seeds is a strategic effort to increase agricultural productivity while preserving the sustainability of local varieties. Sumbersalak Village, Ledokombo Sub-district, Jember Regency, has the potential of adaptive local rice, yet the seed quality still needs improvement. This community service program aims to provide training and technical assistance to farmers in applying backcross technology for the improvement of local rice seeds. The implementation methods include socialization, hands-on training in backcrossing, field assistance, as well as evaluation through pretests and posttests. The results showed an increase in participants’ understanding from an average of 30% (pretest) to 94% (posttest) in terms of backcross concepts and techniques. Field practices successfully demonstrated the stages of crossing and line selection, although a small number of participants still required additional guidance in the controlled pollination stage. This activity demonstrates that the transfer of backcross technology can enhance farmers’ capacity to produce high-quality and adaptive local rice seeds, thereby supporting seed self-reliance in Sumbersalak Village.
Pemberdayaan masyarakat Desa Jenggawah dalam meningkatkan kualitas pakan ternak kambing melalui fermentasi Ankardiansyah Pandu Pradana; Ahmad Ilham Tanzil; Intan Kartika Setyawati; Rachmi Masnilah; Deviana Fitria Astuti; Thia Mahardikha Ra Putri; Ollyvia Eswinda Santi; Efrian Kuncoro; Bela Indri Ayunita; Shavanna Ardhelia Arijaya; Roni Yulianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29963

Abstract

Abstrak Peternak kambing di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember masih mengandalkan pakan konvensional tanpa pengolahan khusus, sehingga rendahnya kecernaan dan nilai gizi pakan menjadi masalah yang berdampak pada produktivitas ternak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peternak melalui penerapan teknologi fermentasi pakan ternak kambing untuk menghasilkan pakan yang lebih bernutrisi dan efisien. Program pengabdian dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan pendekatan pelatihan di lapangan. Metode ini dilakukan melalui sosialisasi teori dan demonstrasi langsung teknik fermentasi, yang terdiri atas penyiapan bahan, pencacahan, pencampuran dengan inokulan bakteri asam laktat, dan penyimpanan produk dalam ruang kedap udara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis dengan uji T untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penerapan teknologi ini. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pada skor pengetahuan (2,0 menjadi 8,0, t = –17,75; p = 5,39×10⁻¹¹), keterampilan (2,0 menjadi 8,0, t = –16,02; p = 3,99×10⁻¹⁰), dan motivasi (4,0 menjadi 7,93, t = –14,63; p = 1,72×10⁻⁹). Program ini berhasil diimplementasikan dan membawa dampak perubahan positif bagi masyarakat mitra. Kata kunci: bakteri asam laktat; gizi; hijauan; kecernaan; silase. AbstractGoat farmers in Jenggawah Village, Jember Regency, continue to rely on conventional feed without specialized processing, resulting in low digestibility and nutritional value, which negatively affects livestock productivity. This community service program aimed to enhance farmers' knowledge, skills, and motivation by introducing fermented feed technology for goat farming, thereby producing more nutritious and efficient feed. The program was implemented from September to October 2025 using a field-based training approach. The methodology included theoretical dissemination and hands-on demonstrations of feed fermentation techniques, covering material preparation, chopping, mixing with lactic acid bacteria inoculants, and storing the product in an airtight environment. Data were collected through pre- and post-training questionnaires and analyzed using a t-test to assess improvements in knowledge, skills, and motivation. Additionally, a SWOT analysis was conducted to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats associated with the adoption of this technology. The results demonstrated a significant increase in knowledge scores (from 2.0 to 8.0, t = –17.75; p = 5.39×10⁻¹¹), skills (from 2.0 to 8.0, t = –16.02; p = 3.99×10⁻¹⁰), and motivation (from 4.0 to 7.93, t = –14.63; p = 1.72×10⁻⁹). The program was successfully implemented and had a positive impact on the partner community, contributing to the improved efficiency and sustainability of goat farming practices. Keywords: digestibility; forage; lactic acid bacteria; nutrition; silage.
Peningkatan keterampilan petani dalam produksi pupuk organik dan pestisida nabati di Desa Jenggawah Kabupaten Jember Ankardiansyah Pandu Pradana; Ahmad Ilham Tanzil; Intan Kartika Setyawati; Rachmi Masnilah; Deviana Fitria Astuti; Thia Mahardikha Ra Putri; Ollyvia Eswinda Santi; Efrian Kuncoro; Bela Indri Ayunita; Shavanna Ardhelia Arijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26742

Abstract

Abstrak Desa Jenggawah di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat produksi padi dan palawija. Namun, petani di daerah ini menghadapi tantangan berupa kesulitan mendapatkan pupuk dan serangan hama serangga yang sering mengganggu produksi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada petani di Kelompok Tani Mulyo, Desa Jenggawah, agar dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dari bahan alami. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan dan motivasi peserta. Berdasarkan uji T, ditemukan perbedaan signifikan dalam keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan petani dalam memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati, yang diharapkan dapat membantu mereka menghadapi tantangan produksi dan meningkatkan hasil pertanian di masa mendatang. Kata kunci: fermentasi; limbah; motivasi; penyuluhan; praktik AbstractJenggawah Village in Jember Regency, East Java Province, is known as one of the key centers for rice and secondary crop production. However, farmers in this region face challenges such as difficulty in accessing fertilizers and frequent insect pest infestations that disrupt agricultural production. This community service program aims to provide training to the Mulyo Farmers Group in Jenggawah Village, enabling them to independently produce organic fertilizers and botanical pesticides. The program is implemented through education, training, and hands-on field practice, where participants are taught to produce solid and liquid organic fertilizers using materials such as livestock manure, fruit waste, and neem and papaya leaves for the production of botanical pesticides. The results of the training showed a significant improvement in the participants' skills and motivation. Based on the T-test, a significant difference was found in the participants' skills before and after the training. This program successfully enhanced the farmers' ability to produce organic fertilizers and botanical pesticides, which is expected to help them address production challenges and improve agricultural yields in the future. Keywords: fermentation; waste; motivation; extension; practice
Pengenalan Buah Dan Sayur Pada Anak Usia Dini Di TK IT Buah Hati Kita Syafina Pusparani; Yusuf Rachmandhika; Ika Purnamasari; Suci Ristiyana; Irwanto Sucipto; Wildan Muhlison; Ahmad Ilham Tanzil; Sri Redjeki Utami; Much. Misbah Muhtadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14436

Abstract

Kebutuhan akan keseimbangan gizi melalui asupan makanan bagi anak usia dini sangat penting karena pada usia tersebut anak-anak sedang aktif dalam masa pertumbuhan. Kekurangan gizi pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan pada usia dewasa, seperti penyakit tidak menular diantaranya kanker, kardiovaskuler, dan diabetus melitus. Upaya meningkatkan minat anak dalam mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang bergizi perlu dilakukan pada anak sejak usia dini. Metode sosialisasi yang dilakukan dengan mengenalkan bermacam bentuk buah dan sayur serta penjelasan terkait manfaat nutrisi olahannya untuk dikonsumsi. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada saat pertemuan guyub rukun antar wali murid TK IT Buah Hati Kita. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pengetahuan jenis buah dan sayur sebesar 102,4% dan peningkatan pengetahuan manfaat nutrisi sebesar 107,9%.
Pendampingan Pemanfaatan Larutan KNO3 terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Benih Padi di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember Adin Novitasari; Sri Rejeki Utami; Aminatun Nisa; Ummi Sholikah; Ahmad Ilham Tanzil; Wahyu Indra Duwi Fanata; Tri Ratnasari; Yusuf Rachmandika
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14442

Abstract

Farmers in Sumbersalak Village, Ledokombo, Jember Regency still depend on rice as the main commodity in their business. One important component that supports the success of rice cultivation is the availability of quality seeds. One obstacle faced in rice seed production is dormancy. One effort to improve the quality of seeds that have been stored for a long time is to give rice seeds special treatment in the hope of improving germination and early growth. The method used is participatory assistance, including dissemination of information, discussion, and direct practice of seed soaking. The activity was carried out in July 2025 at the Kenconowungu Farmer Group, involving 10 participants. The rice seeds were soaked in a 3% KNO3 solution for 24 hours. The results showed that the KNO3 treatment was effective as an invigoration technique that improved the physiological characteristics of the seeds, which had deteriorated during storage. The application of this technology was proven to increase the germination rate of local rice seeds to be faster and more uniform compared to those without treatment. Additionally, this assistance successfully improved farmers' understanding and independence in managing seeds in a practical and applicable manner.
Morpho-Physiological Responses of Purbalingga and Purowkerto Local Black Rices to Drought Stress Ummi Sholikhah; Khusna Khamidah; Tri Handoyo; Ahmad Ilham Tanzil; Wahyu Indra Duwi Fanata; Tri Ratnasari; Tri Wahyu Saputra
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1148-1155

Abstract

Black rice (Oryza sativa L. indica) is a pigmented rice plant that has high antioxidant content. Drought is an abiotic stress that can inhibit the growth and productivity of rice plants. Planting of local black rice with several drought treatments using PEG 6000 was observed in this study. The aim of this research is to determine the morphological and physiological response of local black rice plants in Purbalingga and Purwokerto at various levels of drought stress. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. The first factor is 2 local black rice plants, namely Purbalingga and Purwokerto. The second factor was drought stress treatment via PEG 6000 with 4 treatments, namely 0% PEG (control), 5%, 10%, and 15%. The results showed that when applying 15% PEG, local black rice in Purbalingga and Purwokerto experienced a decrease in plant height and number of leaves but increased root length. Based on the physiological response, when addition 15% PEG there was a decrease in the amount of chlorophyll and an increase in the content of H2O2 and anthocyanins in both Purbalingga and Purwokerto local black rice.   Keywords: Black Rice, Drought Stress, Morphological Response, Physiological Response.