Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Aromaterapi Jahe dalam Penurunan Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Simpang Tiga Tanberika, Fajar Sari; Meri, Dilgu; Aifa, Wira Ekdeni; Fitri, Jufenti Ade
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i1.654

Abstract

Emesis gravidarum sering terjadi pada ibu hamil, dimana terjadi mual kadang disertai dengan muntah frekuensi kurang dari 5 kali. Mual muntah ini disebabkan karena meningkatnya HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang dapat meningkatkan produk estrogen. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pemberian aromaterapi jahe terhadap penurunan emesis. Kegiatan PkM ini dibagi menjadi 3 (tiga) sesi yaitu sesi pretest, pemberian materi oleh narasumber dan post-test. Rerata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan yaitu 17 dengan nilai median 15-18 dan rerata setelah diberikan penyuluhan 18 dengan nilai median 17-20 Hasil uji Wilcoxon, p-value bernilai 0,001 yang menunjukkan perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Petugas kesehatan di Puskesmas Simpang Tiga diharapkan dapat menggalakan pemberian terapi nonfarmakologi khususnya jahe dalam menurunkan emesis.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI UPT PUSKESMAS ENOK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Afrida Wahyuni; Tanberika, Fajar Sari; Lisviarose, Lisviarose; Fitria, Nurhidaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44153

Abstract

Salah satu upaya penanggulangan masalah gizi kurang adalah dengan pemberian makanan tambahan lokal. Selain bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang, pemberian makanan tambahan lokal juga bertujuan sebagai sarana penyuluhan dan pemulihan anak balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dapat meningkatkan berat badan balita dengan gizi kurang di UPT Puskesmas Enok, Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan menggunakan desain quasi-experimental dan rancangan pre-post test tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 19 balita yang mengalami gizi kurang sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PMT berbasis pangan lokal memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan balita. Perubahan Z-score sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan menunjukkan perbaikan yang jelas. Uji statistik dengan paired t-test menghasilkan p-value lebih kecil dari 0,05 yang mengindikasikan bahwa pemberian PMT berbasis pangan lokal efektif untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang. Penelitian ini menggambarkan bahwa semua balita yang menerima makanan tambahan berbasis pangan lokal menunjukkan peningkatan berat badan yang signifikan selama periode intervensi, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi balita dengan gizi kurang, penggunaan bahan pangan lokal dalam pemberian makanan tambahan terbukti berpengaruh memperbaiki status gizi balita. Berdasarkan temuan ini didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan bahan pangan lokal dalam program PMT merupakan solusi yang terjangkau dan mudah diakses untuk memperbaiki status gizi balita.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENGKALIS Nurhaliza, Nurhaliza; Yanti, Rifa; Mardiya, Rizka; Tanberika, Fajar Sari
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 1 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3293

Abstract

Early marriage is one of the problems faced in many countries. The causes are various, such as economic problems, customs and education, and values instilled by parents. Early marriage has consequences such as reproductive health risks and increased fertility and so on. The application of appropriate parenting patterns in guiding and educating children is very necessary because one of the biggest problems due to early marriage is how to educate and raise children with good parenting patterns and in accordance with the needs of children because adolescence is the beginning of the process of maturity. The purpose of this study was to determine the Relationship between Parenting Patterns and Early Marriage in the Bengkalis Health Center Work Area, Bengkalis Regency. Type of research Quantitative research with analytical observational design, The population in this study were all women who married early under the age of 19 in the Bengkalis Health Center Work Area as many as 40 people with a sample size of 20 people. The sampling technique used Purposive Sampling. The instrument used was a Questionnaire. The results of the study were analyzed using univariate analysis and the Chi Square test. The majority of respondents who married at an early age indicated that their parenting style was permissive (50.0%). The majority of respondents married at an early age (65.0%) and there is a relationship between parenting patterns and early marriage in the Bengkalis Health Center Work Area, Bengkalis Regency. with p value = 0.033. This study shows that there is a relationship between parenting patterns and early marriage in the Bengkalis Health Center Work Area, Bengkalis Regency. It is hoped that parents will be wise in guiding and directing their children, so that children can choose the right decisions, especially in matters of marriage. Keywords: Parenting, Early Marriage, Parents
PENGARUH PEMBERIAN BUAH PEPAYA TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MESKOM KABUPATEN BENGKALIS Erliana, Erliana; Tanberika, Fajar Sari; Mardiya, Rizka; Yanti, Rifa
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 1 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3291

Abstract

Breastfeeding is the best method of feeding infants. The coverage of exclusive breastfeeding in the Meskom Community Health Center working area is still below the target, this may be due to insufficient breast milk production. Lactagogum is a substance that can increase breast milk production, which is found in papaya. The purpose of this study was to determine the effect of giving papaya on the smooth flow of breast milk in breastfeeding mothers in the Meskom Community Health Center working area. The type of research used in this study is experimental research. The research design is quasi-experimental and the design is a two-group pretest-posttest with control group design. The population is 30 breastfeeding mothers with a sample size of 24 people. Respondents are divided into two groups, 12 respondents in the treatment group and 12 respondents in the control group. The sampling technique uses purposive sampling. Data analysis is bivariate analysis using a paired sample t-test. The amount of breast milk before being given papaya in the intervention group averaged 176.67 cc. Meanwhile, the control group averaged 181.25 cc. The amount of breast milk after being given papaya in the intervention group on the first day was 179.17 cc on average. Meanwhile, the control group averaged 181.25 cc on the first day. There is an effect of giving papaya on the smooth flow of breast milk in breastfeeding mothers (p-value 0.011 < 0.05). Research conclusion: There is an effect of giving papaya fruit on the smooth flow of breast milk in breastfeeding mothers in the Meskom Community Health Center Working Area. The output of the research is a Journal. It is hoped that breastfeeding mothers should regularly consume papaya fruit, because giving papaya fruit to breastfeeding mothers can stimulate the secretion and increase the amount of breast milk production.Keywords: Papaya fruit, Smooth breast milk flow
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EDUKASI NUTRISI PADA IBU HAMIL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG STATUS GIZI DI POSKESDES PENAMPI KABUPATEN BENGKALIS Tania, Nurul; Susanti, Komaria; Ekdeni Aifa, Wira; Tanberika, Fajar Sari
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 3 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3343

Abstract

The low knowledge of pregnant women about pregnancy nutrition can have a negative impact on the health of the mother and fetus. Nutrition education is one of the potential promotive interventions to improve nutritional literacy of pregnant women, especially in rural areas such as Penampi Village Health Post, Bengkalis Regency. Objective: This study aims to determine the effectiveness of providing nutrition education on improving pregnant women's knowledge about nutritional status. Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 15 pregnant women selected using a purposive sampling technique. The instrument used was a nutrition knowledge questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using the Paired Sample T-Test with a significance level of p < 0.05. Results: The results showed an increase in the average knowledge score from 59.93 (pre-test) to 82.60 (post-test). The statistical test showed a p value = 0.000, which means there was a significant difference between knowledge before and after education. The majority of pregnant women after education were categorized as having good knowledge (80%). Conclusion: Providing nutrition education has been proven effective in improving pregnant women's knowledge about nutritional status. This intervention is recommended as part of routine services at village health posts (Poskesdes) to increase nutritional awareness during pregnancy. Furthermore, it is recommended that Poskesdes develop interactive, culturally-based outreach methods, including the involvement of families and digital technology, to expand the reach and sustainability of nutrition education in the future.Keywords: Nutrition education, pregnant women, knowledge, nutritional status, Poskesdes
Pengaruh Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap Sanitasi Lingkungan di Sekolah Dasar Kecamatan Tenayan Raya Mulyadi, Mulyadi; Yenita, Riski Novera; Yanti, Rifa; Tanberika, Fajar Sari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3275

Abstract

Pendidikan merupakan kegiatan yang terencana yang diwujudkan pada proses pembelajaran yang bertujuan agar siswa aktif mengembangkan potensinya, dalam proses pendidikan tidak terlepas dari lingkungan proses pendidikan dengan lingkungan memiliki hubungan erat dan tidak bisa dipisahkan. Lingkungan sekolah yang bersih merupakan salah satu unsur yang harus ada, dibina dan dikembangkan terus agar dalam proses pendidikan yang berjalan mencapai hasil yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik sampel dalam penelitian ini yaitu sampel jenuh, Sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel di mana seluruh anggota populasi digunakan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 54 responden kategori guru SD Kecamatan Tenayan Raya (Laki-laki : 19 dan Perempuan: 34). Hasil yang didapatkan yaitu terdapat pengaruh kesadaran PHBS terhadap sanitasi Lingkungan yaitu Sig. 0,000. Arah hubungan pada penelitian ini arah positif yaitu (r= 0,318), artinya semakin tinggi kesadaran PHBS, maka semakin tinggi sanitasi lingkungan, begitu pun sebaliknya semakin rendah kesadaran PHBS, maka semakin rendah sanitasi Lingkungan pada. Dengan demikian pentingnya menjadi sanitasi Lingkungan dengan meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Melakukan Pijat Bayi Mandiri Di Puskesmas Siak Priska , Meri; Aifa , Wira Ekdeni; Rahayu , Ary Oktora Sri; Tanberika, Fajar Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi serta mempererat ikatan antara ibu dan bayi. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan dan sikap yang tepat dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri di wilayah kerja Puskesmas Siak.. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan berjumlah 18 Responden, yang dipilih dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples Test. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p = 0,000 ( p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Disarankan agar program pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terus ditingkatkan untuk mendukung praktik perawatan bayi di rumah
PENGARUH JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) DALAM MENURUNKAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI RUANG RAWAT INAP KEBIDANAN RSUD BANGKINANG Irawati, Reni; Yanti, Rifa; Tanberika, Fajar Sari; Aifa, Wira Ekdeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49148

Abstract

Hiperemesis gravidarum di Indonesia tercatat sekitar 14,8% dari seluruh kehamilan, dengan prevalensi di Provinsi Riau meningkat dari 49,7% pada 2020 menjadi 53,24% pada 2022. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pengetahuan, pengalaman, stres, serta pola makan yang kurang tepat. Penanganan dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya dengan pemberian air jahe merah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jahe merah (Zingiber Officinale var Rubrum) dalam menurunkan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di ruang rawat inap kebidanan RSUD Bangkinang. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 dengan populasi seluruh ibu hamil trimester 1 dengan hiperemesis gravidarum pada Oktober–Desember 2024 sebanyak 20 orang, dan sampel sebanyak 16 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi seluruh responden mengalami mual muntah berat. Setelah diberikan jahe merah, 75,0% mengalami mual muntah ringan, 18,7% mual muntah sedang, dan 6,3% tidak mengalami mual muntah. Uji statistik menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian jahe merah terhadap penurunan hiperemesis gravidarum dengan nilai p=0,000. Disarankan RSUD Bangkinang mempertimbangkan penggunaan jahe merah sebagai terapi nonfarmakologis alternatif dalam menangani hiperemesis gravidarum.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2025 Mentari, Yulia; Ruspita, Rika; Yanti, Rifa; Tanberika, Fajar Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49151

Abstract

Nyeri merupakan respons umum yang dirasakan pasien pasca operasi sectio caesarea (SC), yang dapat menghambat mobilisasi dini, proses menyusui, serta memperlambat pemulihan. Terapi nonfarmakologis seperti aromaterapi lavender dapat menjadi alternatif dalam manajemen nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Bangkinang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 pasien post operasi SC yang diambil secara total sampling. Pemberian aromaterapi lavender dilakukan dengan meneteskan 2-3 tetes minyak esensial pada tisu, kemudian dihirup selama 5 menit dan diamati efeknya selama 30 menit. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan setelah diberikan aromaterapi lavender. Sebelum intervensi, sebagian besar pasien mengalami nyeri sedang hingga berat, dan setelah intervensi mengalami penurunan menjadi nyeri ringan hingga tidak nyeri. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah aromaterapi lavender efektif digunakan sebagai terapi komplementer dalam menurunkan nyeri post operasi sectio caesarea. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk mendukung kenyamanan pasien, mempercepat pemulihan, serta mengurangi ketergantungan terhadap obat analgesik.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON UNTUK MENGURANGI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RUANGAN KHADIJAH RSUD BANGKINANG Ningsih, Fitria; Tanberika, Fajar Sari; Ruspita, Rika; Yanti, Rifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49330

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan mual dan muntah berat yang terjadi selama kehamilan dan dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, serta penurunan status gizi ibu hamil. Di Indonesia HEG tercatat sebesar 14,8% dari seluruh kehamilan. Di Provinsi Riau, dari 49,7% pada tahun 2020 menjadi 53,24% pada tahun 2022. Penanganan kondisi ini dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui penggunaan aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruangan Khadijah RSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment jenis one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama dengan hiperemesis gravidarum yang dirawat pada bulan Oktober hingga Desember 2024 sebanyak 20 orang, dengan sampel sebanyak 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan aromaterapi lemon, seluruh responden mengalami mual muntah berat. Setelah pemberian aromaterapi lemon, seluruh responden mengalami penurunan intensitas mual muntah menjadi kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor mual muntah sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Kesimpulan yaitu aromaterapi lemon efektif dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruangan Khadijah RSUD Bangkinang. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk mempertimbangkan penggunaan aromaterapi lemon sebagai metode nonfarmakologis dalam menangani mual dan muntah.