Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN OBESITAS DI PUSKESMAS TEGALREJO, KOTA SALATIGA Jeckzen Norisan Turege; Angkit Kinasih; Maria Dyah Kurniasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.530

Abstract

AbstrakObesitas dapat dialami oleh semua golongan usia, maupun jenis kelamin. Kemajuan teknologi memberikan dampat positif dan negatif. Dampak positifnya banyak kegiatan menjadi lebih praktis dan cepat, sedangkan dampak negatifnya manusia menjadi semakin malas untuk bergerak. Berkurangnya aktivitas fisik mangakibatkan penyimpanan energi yang tersimpan dalam jaringan lemak, yang menyebabkan kegemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas di Puskesmas Tegalrejo Kota Salatiga Jawa Tengah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Responden adalah pasien aktif di Posyandu Puskesmas Tegalrejo. Jumlah responden sebanyak 59 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan uji korelasi Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap nilai aktivitas fisik dengan analisis uji Pearson diperoleh p-value 0,000 0,05 dan nilai koefisien korelasi r pearson -0,505 yang ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan aktivitas fisik pada pasien aktif di Posyandu Puskesmas Tegalrejo, Kota Salatiga. Sedangkan nilai koefisien korelasi r pearson berkorelasi sedang, dan ditunjukkan dengan tanda negatif (-) yang berarti hubungan yang terjadi bersifat berlawanan arah. Sehingga semakin rendah aktifitas fisik maka semakin tinggi nilai IMT atau sebaliknya.Kata Kunci: aktivitas fisik, obesitas. AbstractObesity can be suffered by all age groups, as well as gender. Technological advances provide positive and negative effects. The positive impact of many activities becomes more practical and fast, while the negative impact of humans becomes increasingly lazy to move. Reduced physical activity results in the storage of energy stored in fat tissue, which causes obesity. The purpose of this study was to determine and analyze the relationship between physical activity and obesity at the Tegalrejo Health Center in Salatiga City, Central Java. This type of research is quantitative descriptive research. Respondents were active patients at the Tegalrejo Health Center Posyandu. The number of respondents was 59 people. The data obtained in this study are primary data and secondary data. Based on the correlation test of Body Mass Index (BMI) to the value of physical activity with Pearson test analysis obtained p-value of 0.000 0.05 and Pearson correlation coefficient value of -0.505 which indicates that there is a significant relationship between Body Mass Index (BMI) and Physical activity in active patients at the Tegalrejo Health Center Posyandu, Salatiga City. While the value of the Pearson correlation coefficient is moderately correlated, and is indicated by a negative sign (-) which means that the relationship is in the opposite direction. So the lower the physical activity, the higher the BMI value or vice versa.Keywords: obesity, physical activity.
STRATEGI PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS DI SEKOLAH DASAR Makmur Makmur; Treesia Sujana; Angkit Kinasih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.301

Abstract

Usia anak merupakan usia yang rentan terhadap penyakit, kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang merupakan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi khususnya untuk anak Sekolah Dasar. Puskesmas memiliki program Promosi Kesehatan di Sekolah Dasar, dimana keberhasilan program ini terutama tergantung pada kemitraan antara instansi terkait, terutama Puskesmas dan Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha kegiatan promosi kesehatan Puskesmas Getasan di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) menggunakan pedoman wawancara. Penelitian ini dilakukan di daerah Puskesmas Getasan Kabupaten Semarang Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2017. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang didapat dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisa data Miles dan Humberman. Hasil dari penelitian ini bahwa usaha kegiatan promosi kesehatan Puskesmas di Sekolah Dasar  sudah cukup baik dan sesuai dengan harapan tenaga kesehatan yang memberikan promosi kesehatan di Sekolah Dasar dengan fasilitas yang cukup dan dukungan antara orang tua dan petugas kesehatan sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi peningkatan kesehatan anak diusia Sekolah Dasar.
Challenges Encountered by Novice Divers in Their Initial Four Open Water Dives of Certification Programs Kukuh Pambuka Putra; Bonifacius Arbanto; Angkit Kinasih; Muchamad Arif Al Ardha
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol. 5 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/9bnqrx15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan spesifik yang muncul selama empat penyelaman perairan terbuka pertama dalam pelatihan dan sertifikasi Penyelam Perairan Terbuka. Sebanyak sepuluh peserta yang telah menjalani pelatihan sertifikasi OWD pada tanggal 2-5 September 2022 di perairan Karimunjawa dipilih untuk mengikuti penelitian. Pesertanya terdiri dari tiga penyelam laki-laki dan tujuh penyelam perempuan, berusia antara 19-23 tahun. Studi ini mengidentifikasi berbagai tantangan yang dialami oleh para peserta, termasuk lima masalah fisiologis, tujuh masalah teknis terkait peralatan, dan tiga belas masalah terkait penguasaan materi. Hampir semua peserta melaporkan mengalami beberapa kesulitan selama empat penyelaman perairan terbuka pertama mereka. Namun, tingkat keparahan masalah ini umumnya ringan, dan tidak menghambat proses penyelaman secara signifikan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelam pemula kemungkinan besar akan menghadapi kesulitan selama penyelaman awal di perairan terbuka. Namun permasalahan ini dapat diatasi melalui pengalaman dan pelatihan. Studi ini menyoroti pentingnya mengembangkan strategi dan intervensi yang bertujuan untuk mengurangi terjadinya masalah-masalah ini dan meningkatkan keselamatan dan efektivitas program sertifikasi penyelaman perairan terbuka secara keseluruhan.
Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Kemampuan Mengikuti Mata Pelajaran Penjas Siswa Kelas 4-6 Angkit Kinasih; Angga Wahid Saputra
JSH: Journal of Sport and Health Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jsh.v4i2.3520

Abstract

Anak usia sekolah adalah salah satu aset yang berharga bagi bangsa, karena anak sekolah memasuki fase pertumbuhan dan perkembagan, maka diperlukan asupan makan yang bergizi cukup. Gizi anak akan tercukupi bila melakukan sarapan pagi untuk mendapatkan energi dan tubuh menjadi lebih bugar. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui hubungan sarapan dengan kemampuan mengikuti mata pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) di SDN Polobogo. Metode yang digunakan kuantitatif korelasional. Responden penelitian ini adalah siswa kelas 4-6. Pemilihan reponden penelitian menggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah kebiasaan sarapan pagi diperoleh 73,3% anak selalu sarapan, 20% anak sering sarapan dan 6,67% anak jarang sarapan. Pada nilai penjas diperoleh hasil 100% dengan kriteria baik, dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar anak berdasarkan hasil uji korelasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sarapan pagi bukan satu-satunya yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Kemampuan mengikuti mapel penjas anak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor internal (faktor jasmani dan psikologi) dan eksternal (faktor sosial, faktor kebudayaan, faktor lingkungan fisik).Â