Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Predicting Speeding Behavior of Long-Haul Freight Truck Drivers Using Machine Learning Models Hakzah, Hakzah; Damayanti, Andi; Misbahuddin; Rahman, Abdul
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 11 (2025): November
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-11-015

Abstract

The behavior of long-haul truck drivers is shaped by the weak enforcement of working-hour rules, tight deadlines, and heavy workloads. Over-dimensioning and overloading practices further increase risks by forcing drivers to handle excessive loads and work for prolonged periods. This study predicts speeding behavior among long-haul freight truck drivers using statistical and machine learning models. Data was collected from 370 respondents at two weigh stations in South Sulawesi, Indonesia, covering eight socio-demographic, economic, and operational predictors. Three models were tested: Binary Logistic Regression (BLR), Random Forest (RF), and Extreme Gradient Boosting (XGBoost). The dataset was balanced and split into 70% training and 30% testing, with performance assessed using accuracy, recall, F1-score, and AUROC. XGBoost delivered the best results, achieving 97.3% accuracy, 93.2% recall, a 96.4% F1-score, and a perfect AUROC of 1.000. RF also showed strong performance with 94.05% accuracy and an AUROC of 0.973, while BLR served as a relevant baseline despite weaker predictions. Key predictors of speeding violations were daily sleep duration, monthly income, and driving experience. This study demonstrates how machine learning can be effectively integrated alongside transportation data under imbalanced conditions, providing evidence-based insights to strengthen freight transport safety.
Perilaku Perjalanan dan Pemilihan Moda Transportasi Berdasarkan Data Demografi Masyarakat Sulawesi Selatan Dhea Sherina Tahir; Hakzah Hakzah; Andriyani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2639

Abstract

Tradisi massompe’ atau merantau merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang turut membentuk pola mobilitas dan pemilihan moda transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku perjalanan dan preferensi moda transportasi masyarakat Bugis perantau berdasarkan karakteristik demografis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 300 responden dari lima wilayah konsentrasi Bugis: Barru, Parepare, Pinrang, Sidenreng Rappang, dan Enrekang. `we`asil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif dengan distribusi gender yang relatif seimbang. Moda transportasi darat seperti mobil pribadi (40,3%) dan sepeda motor (31%) menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan efisiensi. Tujuan perjalanan didominasi oleh kebutuhan bekerja (49,3%) dan pendidikan (36%), sementara alasan sosial-budaya seperti silaturahmi hanya 15,3%. Faktor demografi seperti usia, pendapatan, dan asal domisili berpengaruh signifikan terhadap pilihan moda. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan transportasi yang kontekstual dan inklusif perlu mempertimbangkan budaya lokal dan kondisi sosial-ekonomi, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat perantau di wilayah Indonesia Timur.
Pengaruh Cuaca Ekstrem terhadap Perilaku Distribusi Transportasi Barang di Sulawesi Selatan dengan Pendekatan SEM-PLS Risma Yanti; Hakzah; Andriyani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2645

Abstract

Cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem distribusi logistik, terutama pada jalur angkutan barang non-perkotaan di wilayah Indonesia timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan, waktu tempuh, keselamatan, dan biaya transportasi terhadap perilaku distribusi angkutan barang dengan mempertimbangkan peran cuaca ekstrem. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), berdasarkan data kuesioner dari 300 pengemudi truk di UPPKB Datae dan Maccopa, Sulawesi Selatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keselamatan (p = 0,021) dan biaya transportasi (p = 0,001) berpengaruh signifikan terhadap perilaku distribusi. Sebaliknya, kecepatan, waktu tempuh, dan cuaca ekstrem tidak memberikan pengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,01) mengindikasikan bahwa model hanya mampu menjelaskan 1% variasi perilaku distribusi, sehingga terdapat faktor eksternal lain di luar model yang lebih dominan memengaruhi distribusi logistik. Temuan ini menekankan pentingnya strategi peningkatan keselamatan dan efisiensi biaya sebagai prioritas utama dalam menghadapi ketidakpastian cuaca ekstrem, sekaligus mendorong perlunya pengembangan variabel tambahan untuk memperkuat pemodelan perilaku distribusi.
Analisis Karakteristik dan Perilaku Operator Angkutan Barang Yang Melintas di Kabupaten Sidenreng Rappang wirya dwi winata; Hakzah; Hendro Widarto
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2662

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidenreng Rappang mendorong peningkatan volume angkutan barang yang secara simultan memicu praktik Overdimension dan Overloading (ODOL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara karakteristik teknis kendaraan dan perilaku operator dengan tingkat kepatuhan terhadap kebijakan transportasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei terhadap 405 operator truk di Jembatan Timbang Data’e. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, serta uji asumsi klasik melalui perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas operator adalah laki-laki berusia 25–30 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah menengah pertama. Kendaraan yang dominan berupa truk dua as berkapasitas 10–15 ton, sebagian besar telah mengalami modifikasi di luar ketentuan standar teknis. Sebanyak 52,49% operator tercatat tidak melakukan penimbangan, 70,12% kendaraan tidak memiliki sertifikat uji laik jalan(KIR), serta 45,43% berada dalam kondisi ODOL. Analisis regresi menunjukkan perilaku negatif operator berpengaruh signifikan terhadap pemahaman kebijakan transportasi dengan koefisien determinasi R² = 0,491. Temuan ini menegaskan bahwa faktor teknis kendaraan dan perilaku operator merupakan determinan utama praktik ODOL. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris berbasis data lapangan mengenai determinan kepatuhan operator angkutan barang, serta menawarkan rekomendasi berupa penguatan penegakan hukum dan edukasi teknis guna mendukung keselamatan lalu lintas dan keberlanjutan infrastruktur jalan.
Impact of Road Gradient on Fuel Consumption, Fuel Rate and CO₂ Emissions of Freight Transport Abdul, Rahman; Hakzah, Hakzah; Andriyani, Andriyani; Jasman, Jasman; Kasmaida, Kasmaida
ASTONJADRO Vol. 15 No. 1 (2026): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v15i1.21234

Abstract

This study investigates the impact of road gradient on fuel consumption, fuel rate (FR), and CO₂ emissions in freight transport vehicles with two-axle and three-axle configurations. The research was conducted on a 250-meter road segment with a 0.067 rad (~7%) gradient in front of Taman Rekreasi Datae, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi, Indonesia. A quantitative mathematical model, based on vehicle technical parameters and empirical formulations from previous studies, was applied. Results show that increasing the gradient from 0 to 0.067 rad raised fuel consumption in two-axle trucks from 0.0356 L to 0.0857 L and in three-axle trucks from 0.1463 L to 0.3269 L. The FR for two-axle trucks increased from 0.0014 L/s to 0.0056 L/s, while for three-axle trucks it rose from 0.0033 L/s to 0.0124 L/s. CO₂ emissions from two-axle trucks increased from 0.0958 kg to 0.3941 kg, and from 0.2310 kg to 0.8807 kg for three-axle trucks. The relative increase was higher for two-axle trucks (311%) than for three-axle trucks (281%), due to axle load distribution, engine capacity, and transmission ratio. These findings highlight the need to consider vehicle configuration and topography in route planning to minimize fuel consumption and emissions in hilly regions.
Analisis Moda Transportasi Angkutan Barang Di Kabupaten Enrekang Berdasarkan Hasil Komoditi Zahli Akhmad, Almuhfudli; Hakzah, Hakzah; Misbahuddin, Misbahuddin
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i2.143

Abstract

Setiap wilayah di kabupaten Enrekang memiliki potensi hasil komoditi pertanian yang beragam dan berlimpah yang distribusikan keberbagai wilayah dengan menggunakan berbagai jenis angkutan barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik komoditi dan pemilihan moda angkutan. Metode penelitian kuantitatif deskriktif berdasarkan survey dan wawancara sebanyak 250 responden supir moda angkutan, analisis data menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian memperlihatkan komoditas bawang merah dominan dari Kecamatan Anggeraja sebesar 861 ton, kemudian hasil komoditas jagung terbesar berasal dari Kecamatan Masalle sebesar 748 ton, dan hasil komoditas kopi terbesar berasal dari Kecamatan Enrekang sebesar 690 ton. Pemilihan moda angkutan yang efisien digunakan dalam proses mendistribusikan berbagai hasil komoditas pertanian antara wilayah memperliatkan bahwa moda Truk 2as (10 Ton) dengan bobot prioritas 0.40%.   
Analisis Kinerja Bongkar Muat Moda Transportasi Barang pada Kawasan Pergudangan Kasmaida; Hakzah; Rahmat Hidayat; Yusril Fiba
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2834

Abstract

Transportation and logistics are strategic aspects in goods distribution, where loading and unloading activities in warehouse areas are key factors determining operational efficiency. Parepare City, as a regional logistics hub in South Sulawesi, still faces challenges such as limited facilities and long truck waiting times due to ineffective loading and unloading scheduling. This study aims to analyze warehouse characteristics, transportation modes, and measure the influence of the quantity of goods (X1), equipment and labor performance (X2), and loading and unloading time (X3) on productivity and effectiveness (Y). The method used is a descriptive quantitative approach through field observations, questionnaires, and documentation studies, with multiple linear regression analysis using SPSS version 27. The study covered six warehouses, consisting of three commercial warehouses, a steel material warehouse using forklifts, a fertilizer warehouse, and a rice warehouse using manual labor. The results show performance disparities, where the steel material warehouse using forklifts recorded the highest productivity of 51 pieces/minute with an R² value of 79.5 percent, while the rice warehouse only reached 8 sacks/minute. Simultaneous (F) and partial (t) tests confirmed that X1, X2, and X3 significantly influence Y. These findings emphasize that optimizing forklift utilization, improving labor competency, and improving loading and unloading scheduling are key factors in increasing logistics efficiency in the Parepare warehouse area.