Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT MODA ANGKUTAN BARANG di PERGUDANGAN KOTA PAREPARE Hidayat, Rahmat; Hakzah Hakzah; Andi Bustan Didi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5477

Abstract

Logistics operations, particularly loading and unloading (L/U) activities within warehouses, constitute critical components of the supply chain. Parepare City, a logistics hub in Indonesia, faces operational challenges including prolonged waiting times and facility constraints, leading to goods congestion and diminished L/U productivity. This study aims to characterize warehouse facilities and freight transport modes while quantitatively measuring cargo handling productivity. Employing a mixed-methods approach, data were collected via field observations (including timed L/U cycles), questionnaires, and documentation across four mechanized warehouses (three commercial, one steel material facility). Multiple linear regression analysis (SPSS v.26) was applied. Field measurements revealed peak productivity at the steel warehouse (51 pieces/minute, negligible waiting time), contrasting with significant variability and extended waiting periods (e.g., 119 minutes) observed in commercial warehouses. Regression analysis identified the quantity of goods (X1), equipment performance (X2), and L/U time (X3) as statistically significant predictors of productivity (Y). The strongest model (R² = 79.5%) was derived for the steel warehouse. The study concludes that strategic investment in mechanical handling equipment and enhanced scheduling protocols are imperative to mitigate waiting times and elevate overall productivity. Its novelty resides in addressing a significant gap in the regional logistics literature through an empirical focus on Parepare's unique warehouse operations.
Predicting Speeding Behavior of Long-Haul Freight Truck Drivers Using Machine Learning Models Hakzah, Hakzah; Damayanti, Andi; Misbahuddin; Rahman, Abdul
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 11 (2025): November
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-11-015

Abstract

The behavior of long-haul truck drivers is shaped by the weak enforcement of working-hour rules, tight deadlines, and heavy workloads. Over-dimensioning and overloading practices further increase risks by forcing drivers to handle excessive loads and work for prolonged periods. This study predicts speeding behavior among long-haul freight truck drivers using statistical and machine learning models. Data was collected from 370 respondents at two weigh stations in South Sulawesi, Indonesia, covering eight socio-demographic, economic, and operational predictors. Three models were tested: Binary Logistic Regression (BLR), Random Forest (RF), and Extreme Gradient Boosting (XGBoost). The dataset was balanced and split into 70% training and 30% testing, with performance assessed using accuracy, recall, F1-score, and AUROC. XGBoost delivered the best results, achieving 97.3% accuracy, 93.2% recall, a 96.4% F1-score, and a perfect AUROC of 1.000. RF also showed strong performance with 94.05% accuracy and an AUROC of 0.973, while BLR served as a relevant baseline despite weaker predictions. Key predictors of speeding violations were daily sleep duration, monthly income, and driving experience. This study demonstrates how machine learning can be effectively integrated alongside transportation data under imbalanced conditions, providing evidence-based insights to strengthen freight transport safety.
Perilaku Perjalanan dan Pemilihan Moda Transportasi Berdasarkan Data Demografi Masyarakat Sulawesi Selatan Dhea Sherina Tahir; Hakzah Hakzah; Andriyani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2639

Abstract

Tradisi massompe’ atau merantau merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang turut membentuk pola mobilitas dan pemilihan moda transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku perjalanan dan preferensi moda transportasi masyarakat Bugis perantau berdasarkan karakteristik demografis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 300 responden dari lima wilayah konsentrasi Bugis: Barru, Parepare, Pinrang, Sidenreng Rappang, dan Enrekang. `we`asil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif dengan distribusi gender yang relatif seimbang. Moda transportasi darat seperti mobil pribadi (40,3%) dan sepeda motor (31%) menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan efisiensi. Tujuan perjalanan didominasi oleh kebutuhan bekerja (49,3%) dan pendidikan (36%), sementara alasan sosial-budaya seperti silaturahmi hanya 15,3%. Faktor demografi seperti usia, pendapatan, dan asal domisili berpengaruh signifikan terhadap pilihan moda. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan transportasi yang kontekstual dan inklusif perlu mempertimbangkan budaya lokal dan kondisi sosial-ekonomi, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat perantau di wilayah Indonesia Timur.
Pengaruh Cuaca Ekstrem terhadap Perilaku Distribusi Transportasi Barang di Sulawesi Selatan dengan Pendekatan SEM-PLS Risma Yanti; Hakzah; Andriyani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2645

Abstract

Cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem distribusi logistik, terutama pada jalur angkutan barang non-perkotaan di wilayah Indonesia timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan, waktu tempuh, keselamatan, dan biaya transportasi terhadap perilaku distribusi angkutan barang dengan mempertimbangkan peran cuaca ekstrem. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), berdasarkan data kuesioner dari 300 pengemudi truk di UPPKB Datae dan Maccopa, Sulawesi Selatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keselamatan (p = 0,021) dan biaya transportasi (p = 0,001) berpengaruh signifikan terhadap perilaku distribusi. Sebaliknya, kecepatan, waktu tempuh, dan cuaca ekstrem tidak memberikan pengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,01) mengindikasikan bahwa model hanya mampu menjelaskan 1% variasi perilaku distribusi, sehingga terdapat faktor eksternal lain di luar model yang lebih dominan memengaruhi distribusi logistik. Temuan ini menekankan pentingnya strategi peningkatan keselamatan dan efisiensi biaya sebagai prioritas utama dalam menghadapi ketidakpastian cuaca ekstrem, sekaligus mendorong perlunya pengembangan variabel tambahan untuk memperkuat pemodelan perilaku distribusi.
Analisis Karakteristik dan Perilaku Operator Angkutan Barang Yang Melintas di Kabupaten Sidenreng Rappang wirya dwi winata; Hakzah; Hendro Widarto
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2662

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidenreng Rappang mendorong peningkatan volume angkutan barang yang secara simultan memicu praktik Overdimension dan Overloading (ODOL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara karakteristik teknis kendaraan dan perilaku operator dengan tingkat kepatuhan terhadap kebijakan transportasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei terhadap 405 operator truk di Jembatan Timbang Data’e. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, serta uji asumsi klasik melalui perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas operator adalah laki-laki berusia 25–30 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah menengah pertama. Kendaraan yang dominan berupa truk dua as berkapasitas 10–15 ton, sebagian besar telah mengalami modifikasi di luar ketentuan standar teknis. Sebanyak 52,49% operator tercatat tidak melakukan penimbangan, 70,12% kendaraan tidak memiliki sertifikat uji laik jalan(KIR), serta 45,43% berada dalam kondisi ODOL. Analisis regresi menunjukkan perilaku negatif operator berpengaruh signifikan terhadap pemahaman kebijakan transportasi dengan koefisien determinasi R² = 0,491. Temuan ini menegaskan bahwa faktor teknis kendaraan dan perilaku operator merupakan determinan utama praktik ODOL. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris berbasis data lapangan mengenai determinan kepatuhan operator angkutan barang, serta menawarkan rekomendasi berupa penguatan penegakan hukum dan edukasi teknis guna mendukung keselamatan lalu lintas dan keberlanjutan infrastruktur jalan.
Impact of Road Gradient on Fuel Consumption, Fuel Rate and CO₂ Emissions of Freight Transport Abdul, Rahman; Hakzah, Hakzah; Andriyani, Andriyani; Jasman, Jasman; Kasmaida, Kasmaida
ASTONJADRO Vol. 15 No. 1 (2026): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v15i1.21234

Abstract

This study investigates the impact of road gradient on fuel consumption, fuel rate (FR), and CO₂ emissions in freight transport vehicles with two-axle and three-axle configurations. The research was conducted on a 250-meter road segment with a 0.067 rad (~7%) gradient in front of Taman Rekreasi Datae, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi, Indonesia. A quantitative mathematical model, based on vehicle technical parameters and empirical formulations from previous studies, was applied. Results show that increasing the gradient from 0 to 0.067 rad raised fuel consumption in two-axle trucks from 0.0356 L to 0.0857 L and in three-axle trucks from 0.1463 L to 0.3269 L. The FR for two-axle trucks increased from 0.0014 L/s to 0.0056 L/s, while for three-axle trucks it rose from 0.0033 L/s to 0.0124 L/s. CO₂ emissions from two-axle trucks increased from 0.0958 kg to 0.3941 kg, and from 0.2310 kg to 0.8807 kg for three-axle trucks. The relative increase was higher for two-axle trucks (311%) than for three-axle trucks (281%), due to axle load distribution, engine capacity, and transmission ratio. These findings highlight the need to consider vehicle configuration and topography in route planning to minimize fuel consumption and emissions in hilly regions.