Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI BERBASIS KOMUNITAS DARI INFEKSI VIRUS DENGUE DI JAKARTA, INDONESIA Aldo Ferly; Leonard Nainggolan; Beti Ernawati Dewi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Demam dengue adalah penyakit infeksi yang sering dijumpai di Indonesia. Ada empat serotipe dari virus penyebab demam dengue (DENV): DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Studi sebelumnya mendapatkan bahwa tingkat morbiditas dan insiden demam dengue berhubungan langsung dengan strain virus yang terdapat di suatu area. Studi ini bertujuan untuk mengetahui strain virus dengue yang paling sering ditemui di Jakarta. Metode : Studi prospektif dilakukan dengan total 67 pasien dari komunitas dan puskesmas di Jakarta yang mengalami demam kurang dari empat puluh delapan jam dan didiagnosis secara klinis mengalami infeksi dengue berdasarkan standar WHO. RT-PCR dilakukan untuk mengetahui serotipe DENV yang paling sering ditemukan pada pasien. Hasil : Serotipe DENV yang paling sering ditemukan adalah DENV-2 (35,82%). DENV-3 adalah serotipe yang kedua tersering (20,89%) dari total pasien terinfeksi. Dari seluruh pasien, 17,91% mempunyai DENV-1 dan 8,95% DENV-4. Dari gejala klinisnya, 13,43% dianggap negatif dengue setelah tes konfirmasi. Infeksi gabungan antara DENV-4 dan DENV-1 ditemukan pada 1,49% pasien. Infeksi gabungan DENV-3 dan DENV-2 ditemukan pada 1,49% pasien. Diskusi : Hasil studi ini menunjukkan bahwa serotipe DENV yang paling sering ditemukan di Jakarta adalah DENV-2. Hasil ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa DENV-3 adalah serotipe yang paling sering ditemukan pada pasien di Indonesia. Perbedaan ini disebabkan lokasi studi yang berbeda, yakni studi sebelumnya dilakukan di rumah sakit, sedangkan studi ini dilakukan di komunitas dan pusat kesehatan masyarakat.
Multidrug-Resistant Organisms Infection on Mortality of Burn Patients at Public Hospital X in Jakarta: A Retrospective Study Veronica, Raja Merlinda; Kumalawati, July; Rumende, Cleopas Martin; Nainggolan, Leonard; Simadibrata, Marcellus; Shatri, Hamzah; Yunir, Em; Wardhana, Aditya; Nelwan, Erni Juwita; Rustam, Musfardi
Kesmas Vol. 19, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susceptibility to infection and increasing antibiotic resistance put burn patients at risk of developing infections caused by multidrug-resistant organisms (MDRO). This condition can progress to sepsis, increasing morbidity and mortality. This retrospective cohort study employed the medical record data of patients treated at Public Hospital X in Jakarta, Indonesia, from January 2020 to June 2022. Of 160 subjects, most were aged <60 years (82.5%) and had comorbidities (16.88%). The most common cause of burns was fire (86.25%). The use of medical devices was 90.63%, with a 14-day median length of stay. The most common gram-negative MDRO pathogens were K. pneumoniae (29.91%), Enterobacter sp (22.32%), and Acinetobacter (20.54%); 45% of patients infected with MDRO died. The bivariate analysis found an increased risk of death due to MDRO infection in burn patients (RR 1.103; 95%CI 1.004-1.211, p-value = 0.046). After adjusting for role variables (age, comorbidities, total body surface area, use of medical devices, length of stay) and from multivariate analysis, the confounding variables for MDRO infection and mortality were length of stay and age. MDRO infection increases the mortality rate in burn patients. Mortality in burn patients due to MDRO infection is greater than non-MDRO.
Immunopathogenesis of dengue virus and Salmonella typhi coinfection Nugraheni, Enny; Sudiro, Tjahjani Mirawati; Nainggolan, Leonard; Fithriyah; Dewi, Beti Ernawati
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 15, No 2, (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol15.Iss2.art12

Abstract

Typhoid, malaria, leptospirosis, dengue virus (DENV), and other arboviruses are endemic in Indonesia. Therefore, it is more likely that DENV and other infectious diseases could be coinfected. More severe symptoms, delayed identification, and ineffective treatment of the illness can all result from Salmonella typhi coinfection. To serve as a principle for clinicians’ considerations while diagnosing and prescribing, we aim to examine the immunopathogenesis of dengue associated with Salmonella typhi coinfection. Dengue virus has the potential to increase both susceptibility and incidence of this coinfection, leading to dengue haemorrhagic fever (DHF) with more severe clinical symptoms. This is explained by regulating impact of coinfection in the presence of gram-negative membrane endotoxin, DENV replication, and lipopolysaccharide (LPS). If Salmonella typhi coinfection is not treated promptly, both dengue and Salmonella typhi can affect several organs and result in significant morbidity and death. Dengue and typhoid immunopathogenesis coinfection are unclear. When dengue monoinfection compared with Salmonella dengue dual infections are related to higher fatality and morbidity rates.
Co-Authors Aditya Wardhana Adityo Susilo, Adityo Agung, Ratih Arianita Agustin Iskandar Akmal Suryadi Aldo Ferly Alvina Widhani, Alvina Andreas Pekey, Andreas Annisa, Firda Ari Fahrial Syam Aryati Aryati Beti E. Dewi Beti Ernawati Dewi Bramantya Wicaksana C. Martin Rumende, C. Martin Ceva W. Pitoyo Christy Efiyanti Cleopas M Rumende, Cleopas M Cleopas Martin Rumende Cleopas Martin Rumende Cophiadi Irawan Cosphiadi Irawan Cynthia Olivia Maurine Jasirwan Dadang Makmun Dante S Harbuwono Deka Larasati Dicky L. Tahapary E. Mudjaddid A. Siswanto Deddy N.W.Achadiono Hamzah Shatri Edward Faisal Edwin Wijaya Edwin Wijaya, Edwin Edy Rizal Wahyudi Elza Febria Sari Elza Febria Sari Em Yunir, Em Eppy Eppy Erni J Nelwan, Erni J Erni Juwita Nelwan, Erni Juwita Esthika Dewiasty, Esthika Evy Yunihastuti Faisal, Edward Firda Annisa Fita Fitrianti Fithriyah Fitrianti, Fita Gurmeet Singh Gurmeet Singh Hardi Darmawan Herdiman T. Pohan Herikurniawan Herikurniawan Herikurniawan, Herikurniawan Irawan, Cophiadi Irsan Hasan Jasirwan, Chyntia OM Juferdy Kurniawan Kemal Fariz Kalista, Kemal Fariz Khie Chen Kumalawati, July Kurniyanto Kurniyanto Kurniyanto, Kurniyanto Maksum, Maradewi Maradewi Maksum Marcellus Simadibrata Mauleti, Ifael Yerosias Mira Yulianti Mira Yulianti, Mira Nadira Prajnasari Sanjaya Nathanael, Jason Nugraheni, Enny Pasaribu, Adeline Pradana Soewondo Putranto, Rud Rabbinu Rangga Pribadi Rahajuningsih Dharma Ratih Arianita Agung Rianto Setiabudy Rio Zakaria Rio Zakaria Robert Sinto Robert Sinto Rooshoeroe, A. G. Rudi Putranto Rumende, Martin Rustam, Musfardi Settrin Chenderawasi Shakinah, Sharifah Soejono, C. H. Suhendro Suhendro Suhendro Suhendro TJAHJANI MIRAWATI SUDIRO Tranggono Tranggono Veronica, Raja Merlinda Victor, Hildebrand Hanoch Wicaksana, Bramantya Widayat Djoko Santoso Widayat Djoko Santoso Widayat Djoko Santoso, Widayat Djoko Wiguna, Candra