Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN LEAN MANAGEMENT DALAM PROSES PERSALINAN UNTUK EFISIENSI DAN KESELAMATAN PASIEN Sri Rahma Friani; Meli Safreni Turnip; Adventides Natali Siahaan
Jurnal Minfo Polgan Vol. 11 No. 1 (2022): Article Research
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v11i1.15403

Abstract

The birth process, although a natural event, often involves a series of complex workflows that can potentially generate waste and risks to the safety of mothers and babies. Lean Management, a management philosophy focused on eliminating waste and creating value, has proven effective across various industries, including healthcare. This literature review aims to explore the application of Lean Management in the birth process, analyzing its impact on operational efficiency and patient safety. The review results indicate that the application of Lean principles such as value identification, value stream mapping, continuous flow, pull systems, and continuous improvement (kaizen) can reduce waiting times, medical errors, costs, and increase patient and staff satisfaction. Implementation challenges include resistance to change, training needs, and leadership commitment. The integration of Lean Management can optimize the birth process, making it more efficient, safe, and patient-centered.
Health Promotion through a Digital Peer Education Platform for Teenage Pregnancy to Reduce Stunting Sri Rahma Friani; Meyana Marbun; Deswidya S Hutauruk; Elsida Aritonang
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 6 No. 02 (2026): Call for Papers Juni 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v6i02.8762

Abstract

Adolescents who experience early pregnancy before the age of 18–20 years are at greater risk of giving birth to low-birth-weight babies and experience limited ability to maintain ideal nutritional care. National data shows that the prevalence of stunting in Indonesia, according to local studies, shows that children born to adolescent mothers have a risk of stunting of up to 44.4%, much higher than children of adult mothers. Peer education plays a role in the delivery of information carried out by peers who are considered more trustworthy and easier to accept. Health promotion interventions that use digital platforms are easily accessible; the digital media arena allows for the dissemination of information quickly, interestingly, and according to adolescent learning styles. The purpose of this study was to determine the influence of the Digital Peer Education Platform on adolescent pregnancy knowledge to reduce stunting. This study used a quasi-experimental design, using a pre-test-post-test control group design. Two groups were randomly selected and then given a pre-test to determine whether there were any differences between the experimental and control groups. Data analysis included paired t-tests and independent t-tests to determine differences in knowledge and attitude scores. The results of this study, based on the analysis of the Paired Sample T-Test, indicate that peer education has an effect on adolescents' knowledge levels with a p-value of 0.001 (p<0.05). Suggestions are expected for schools to implement peer education methods in future learning curricula.
Penyuluhan Gizi Seimbang Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Kelompok Lansia di Nagori Sigodang Meyana Marbun; Sri Rahma Friani; Ria Lusi Utami; Santy Widya Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6990

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia memicu berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi organ seperti malnutrisi, obesitas, hingga penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia yang erat kaitannya dengan pola makan dan status gizi. Salah satu faktor risiko yang berperan terhadap kondisi tersebut adalah pola konsumsi yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai pemenuhan kebutuhan gizi menyebabkan perilaku makan yang kurang sehat sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Oleh karena itu, penyuluhan gizi seimbang perlu dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat pada kelompok lansia. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran lansia tentang pentingnya pola makan sehat sesuai prinsip gizi seimbang. Mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah Kelompok Lansia di Batu Dua Puluh, Nagori Sigodang Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai pola makan yang sesuai untuk usia senja serta tingginya angka keluhan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan gout (asam urat). Solusi yang ditawarkan adalah edukasi interaktif berbasis panduan gizi seimbang bagi lansia. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media visual (powerpoint dan selebaran), demonstrasi penyusunan menu, serta post-test. Penyuluhan ini terbukti efektif sebagai langkah preventif untuk mencegah masalah kesehatan. Lansia didorong untuk terus mempraktikkan pengolahan menu seimbang yang aplikatif dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa SMA Swasta Yapim Taruna Dolok Hamela Sari Sitompul; Sri Rahma Friani
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 01 (2023): Artikel Periode Agustus 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i01.2963

Abstract

Ruang lingkup pelayanan kesehatan repoduksi menurut International Conference Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo terdiri dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi, pencegahan dan penanganan infertilitas, kesehatan reproduksi usia lanjut, deteksi dini kanker saluran reproduksi serta kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, sunat perempuan dan sebagainya. Uraian ruang lingkup kesehatan reproduksi remaja berdasarkan pada pendekatan siklus kehidupan, yakni memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar fase kehidupan tersebut. Ini dikarenakan masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, maka apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat buruk bagi masa kehidupan selanjutnya Salah satu ruang lingkup kesehatan reproduksi dalam siklus kehidupan adalah kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari penyuluhan kesehatan reproduksi remaja adalah untuk membantu remaja tingkat SMA/SMK agar memahami kesehatan reproduksi, sehingga remaja memiliki sikap dan perilaku sehat serta bertanggung jawab kaitannya dengan masalah kehidupan reproduksi. Diharapkan kegiatan pengabdian penyuluhan kesehatan reproduksi ditargetkan kepada siswa SMA/SMK Swata Yapim Dolok Masihul.