Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK BAGI MASYARAKAT DI DESA BOTUTONUO Zulzain Ilahude; Mohamad Ikbal Bahua; Hayatiningsih Gubali
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v3i1.40

Abstract

Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi bahan pupuk organik merupakan langkah penting dalam mendukung gaya hidup sehat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pupuk organik sangat berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk ini mengandung nutrisi berupa zat hara yang diperlukan oleh tanaman, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Desa Botutonuo merupakan kawasan wisata pantai dan juga memiliki lahan pertanian dengan berbagai komoditas perkebunan maupun hortikultura. Program MBKN terintegrasi KKN merupakan salah satu upaya atau sarana dalam meningkatkan potensi sumber daya yang ada di desa dengan tujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai bidang pertanian yang berguna bagi masyarakat dan pemuda tani desa serta mengembangkan kreatifitas mahasiswa dalam budidaya sayuran organik dengan inovasi teknologi sederhana. Menggunakan pupuk organik lebih aman bagi lingkungan, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kualitas tanah. Selain itu, mengomposkan sampah dapur seperti limbah ikan menjadi pupuk organik juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan program MBKM terintegrasi KKN telah memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat sekitarnya dalam memanfaatkan sampah organik. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, berupa pembuatan pupuk organik cair dari bahan limbah ikan dan aplikasinya pada tanaman sayur pakcoy. Hasil kegiatan berupa POC limbah ikan, dan tanaman pakcoy yang tumbuh subur dan aman dikonsumsi.
Penanaman Pohon Buah di Pekarangan Rumah Sebagai Upaya Mengurangi Genangan Banjir Zulzain Ilahude; Hayatiningsih Gubali; Silviana Arsyad
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v4i2.82

Abstract

Banjir adalah masalah yang sering terjadi di berbagai daerah, terutama di wilayah yang memiliki curah hujan tinggi, tata kota yang buruk, atau berada di daerah rendah. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) MBKM berupaya untuk melakukan pencegahan banjir di Desa Talango, Kabupaten Bone Bolango, melalui penghijauan berupa penanaman pohon buah di pekarangan rumah. Kegiatan ini mencakup sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat penghijauan, pelatihan teknik penanaman, dan kolaborasi antara mahasiswa, aparat desa, serta tokoh masyarakat. Kegiatan dilakukan karena diketahui bahwa pohon buah dengan sistem perakaran yang kuat, dapat meningkatkan kapasitas tanah dalam menyerap air hujan sehingga mengurangi potensi banjir di area perkotaan. Selain itu, penanaman pohon ini memberikan keuntungan tambahan berupa hasil buah yang dapat dikonsumsi, memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, meskipun terdapat kendala terkait pemilihan lokasi yang kurang optimal. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi genangan air, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui hasil panen buah yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi Pupuk Nano Organik dan Komunikasi Digital untuk Kemandirian Agropreneur Berbasis Pertanian Berkelanjutan di Desa Tunggulo Selatan Hayatiningsih Gubali; Zulzain Ilahude; Fitrah Yusharyani Puluhulawa
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i1.116

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas agropreneur di Desa Tunggulo Selatan melalui sinergi teknologi pertanian berkelanjutan dan strategi komunikasi digital. Metode yang digunakan meliputi demoplot tanaman cabai organik (±250 m²), pelatihan pembuatan pupuk nano organik, pendampingan digital marketing (Instagram, Shopee, TikTok Shop, WhatsApp Business), serta produksi konten pupuk nano organik. Partisipan terdiri dari Gapoktan (10 orang), Karang Taruna (10 orang), perangkat desa (6 orang), tokoh masyarakat (4 orang), dan mahasiswa (14 orang). Data dikumpulkan melalui angket, pre-test/post-test, observasi, wawancara, dan diskusi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan kehadiran peserta mencapai 90%, partisipasi aktif dalam diskusi dan praktik, serta peningkatan pemahaman dan ketrampilan membuat produksi pupuk nano dari 15 % menjadi 85 %. Kanal digital aktif dan transaksi produk tercatat selama pelaksanaan. Kegiatan ini berhasil menciptakan sinergi antara produksi dan pemasaran digital yang memperkuat ekosistem agropreneur lokal. Rekomendasi diarahkan pada pendirian unit usaha digital desa, integrasi ke RKP Desa, dan kolaborasi mitra dalam keberlanjutan program.
A Pengaruh Metode Pematahan Dormansi Dan Posisi Tanam Benih Terhadap Viabilitas Benih Salak (Salacca edulis Reinw) I Made Leddy; Hayatiningsih Gubali; Nikmah Musa
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 3 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i3.3374

Abstract

The hard and thick structure of snakefruit seeds makes it difficult for snakefruit seeds to germinate, therefore efforts are needed to break the dormancy of snakefruit seeds. The aim of the research was to determine the method of breaking dormancy and the appropriate seed planting position to increase the viability of snakefruit (Salacca edulis Reinw) seeds, which was carried out at the Green House of the Agriculture, Fisheries and Forestry Extension Center (BP3K). The research method uses a factorial pattern in a completely randomized design. The first factor is the dormancy breaking method which consists of 5 levels, namely control, atonic, gibberellin (GA3), 60oC hot water, and sanding. The second factor is the position of planting seeds which consists of 3 levels, namely upright, lying down and upside down. Data analysis was carried out using ANOVA with a DMRT further test at 5% level. The research results showed that the method of breaking dormancy had an effect on the viability of snakefruit seeds. A good method of breaking dormancy is with GA3. The position of seed planting influences the viability of snakefruit seeds. The positions for planting seeds that have a good effect are the upright and lying positions. There was an interaction between the method of breaking dormancy using GA3 and the planting position of the lying seeds on the viability of the snakefruit seeds.
Aplikasi Teknologi Media Tanam Kompos Organik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Bibit Pisang Cavendish Zulzain Ilahude; Fauzan Zakaria; Hayatiningsih Gubali; Mohamad Lihawa
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.134

Abstract

Quality Cavendish banana seedlings are needed to support successful cultivation and improve the productivity of banana farming. However, the Women Farmers Group Tunas Hijau in Haya-haya Village, West Limboto District, Gorontalo Regency, still faces several problems in seedling preparation. The growing medium used by the group still depends on ordinary soil, has low organic matter content, poor drainage, and does not yet produce uniform seedling growth. In addition, the technical knowledge of group members in preparing and applying organic compost as a growing medium is still limited. This community service activity aimed to apply organic compost-based growing media technology to improve the quality of Cavendish banana seedlings. The method consisted of program socialization, initial observation of seedling conditions, training on organic compost use, training on growing media formulation, demonstration of growing media preparation with a 2:1:1 ratio of soil, mature organic compost, and rice husk, mentoring during seedling application, and evaluation of seedling growth. The activity involved 20 participants and was carried out collaboratively with students and farmer group members. The results showed increased participant understanding and skills in recognizing mature compost, formulating growing media, filling polybags, transplanting seedlings, and maintaining seedling moisture. This activity provides a simple, low-cost, and applicable technology that can support healthier, more uniform, and sustainable Cavendish banana seedling production.