Claim Missing Document
Check
Articles

Physical House Condition and Individual Characteristics Influence the Incidence of Leprosy Dhea Vara Adellya; Narwati Narwati; Sri Anggraeni; Imam Thohari
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 5 (2024): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i5.409

Abstract

Angka penemuan kasus tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Singgahan sebesar 6,87 per 100.000 penduduk masih belum memenuhi target CDR <5 per 100.000 penduduk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kusta yaitu faktor lingkungan dan karakteristik individu. Menganalisis hubungan kondisi fisik rumah tangga dan karakteristik individu dengan kejadian kusta di Singgahan Kabupaten Tuban tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Kasus Kontrol. Penelitian ini melibatkan 15 kasus; 15 kontrol. Variabel bebas yang diteliti adalah kondisi fisik rumah tangga dan karakteristik individu; sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian kusta; pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi; analisis data menggunakan uji chi-square. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara kondisi fisik rumah tangga ( p-value = 0,023): kelembaban udara ( p-value = 0,014); luas ventilasi ( p-value = 0,014); dan kepadatan penduduk ( p-value = 0,009). Tidak ditemukan hubungan bermakna antara suhu ( nilai-p = 0,130) dan pencahayaan ( nilai-p = 0,264). Analisis bivariat juga menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik individu: jenis kelamin ( nilai-p = 0,023); pekerjaan ( nilai-p = 0,001); tingkat pendidikan ( nilai-p = 0,003); tingkat pengetahuan ( nilai-p = 0,027); dan riwayat kontak ( nilai-p = 0,000). Usia tidak menunjukkan hubungan bermakna ( nilai-p = 0,598). Ada hubungan antara kondisi fisik rumah tangga termasuk kelembaban; area ventilasi; kepadatan penduduk; dan karakteristik individu seperti jenis kelamin; pekerjaan; tingkat pendidikan; tingkat pengetahuan; dan riwayat kontak dengan kejadian kusta. Namun; tidak ada hubungan bermakna antara suhu; pencahayaan; dan usia terkait kejadian kusta. Disarankan untuk meningkatkan ventilasi sehingga suhu; kelembaban; dan pencahayaan terjaga dan untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan campak dan partisipasi aktif dalam upaya pencegahan penyakit campak.
Soaking Water Of Pineapple Peel (Ananas comocus L. Merr) Solution On Reducing Formaldehyde Levels In Salted Fish Sugiana; narwati; Marlik; Rusmiati
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 5 (2024): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i5.413

Abstract

ABSTRACT Formaldehyde in salted fish processing is used to extend the shelf life of salted fish, potentially causing harmful effects on health. Before processing, such as soaking using pineapple peels can be done to reduce formaldehyde levels so that it is not harmful to health. The purpose of the study was to determine the decrease in formaldehyde levels in salted fish before and after soaking using a pineapple peel solution. This research is a pre-experimental study with a group Pretest and Posttest Design. The object of research is salted fish soaked in pineapple peel solution concentrations of 20%, 40%, 60%, and 80% with 4 replications. Soaking time is done for 60 minutes. The method of checking formaldehyde levels using the spectrophotometer method. The data that has been obtained is then analyzed using a paired t-test. The results of the examination of formaldehyde levels of salted fish before soaking amounted to 13.30 mg/kg. In contrast, after soaking the pineapple peel solution concentration of 20%, 40%, 60%, and 80% respectively amounted to 6.58 mg/kg, 4.16 mg/kg, 0.15 mg/kg, and 0.11 mg/kg, and tap water of 8.14 mg/kg. The Paired t-test obtained the P < α (0.05), meaning there is a significant difference in decline. The highest formaldehyde content reduction of 99.14% occurred in the treatment of soaking in pineapple peel solution with a concentration of 80% with a soaking time of 60 minutes. There is a significant difference between formaldehyde levels in salted fish before and after soaking using a pineapple peel solution. The use of pineapple peel solution can be an alternative effort in reducing formaldehyde levels in salted fish before processing for consumption and using other fruit peels with different concentration variations and different soaking times in salted fish.
Hubungan Intensitas Kebisingan, Lama Paparan, Umur, dan Kecukupan Tidur Malam terhadap Tekanan Darah Tenaga Kerja Bagian Produksi Kantung Plastik di PT. X Kabupaten Sidoarjo Iga Putri Aulia; Winarko Winarko; Narwati Narwati
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.134-148.2026

Abstract

Kebisingan di lingkungan kerja yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA berpotensi meningkatkan tekanan darah tenaga kerja. Faktor lain yang turut memengaruhi meliputi lama paparan, umur, dan kecukupan tidur malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan intensitas kebisingan, lama paparan, umur, dan kecukupan tidur malam terhadap tekanan darah tenaga kerja bagian produksi kantung plastik di PT. X. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 49 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pencatatan data tenaga kerja, menggunakan Sound Level Meter, serta pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer atau tensimeter jarum dan stetoskop sebelum dan sesudah bekerja. Hasil uji Korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan (p=0,002; r=0,436) korelasi positif cukup, lama paparan (p=0,020; r=0,330) korelasi positif cukup, umur (p=0,000; r=0,548) korelasi positif cukup, serta kecukupan tidur malam (p=0,002; r=0,428) korelasi positif cukup dengan tekanan darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intensitas kebisingan, lama paparan, umur, dan kecukupan tidur malam memiliki hubungan dengan tekanan darah tenaga kerja, dengan umur sebagai variabel yang memiliki hubungan paling kuat terhadap tekanan darah.
Co-Authors Adistya Galih P Agustin Dewi Aida Fithriyah Alvy Shafina Sundusin Ambarwati Ambarwati Angga Nurdianto Annisa Maulidia Rahayyu Annisa Nur Islamiar Asfiatus S. Rizkia Astri S Rinda Averina Wiratama Bambang Sunarko Bambang Sunarko Bambang Sunarko Chairudina S. Erin Clara Intan Pratiwi Darjati Darjati Darjati, Darjati Dealivy Hangga Arvin Deddy Adam Demes Nurmayanti Dessy Sylviana Devi Arifatin Giyanti Dhea Elok Apriliani Dhea Vara Adellya Diana Nerawati Diaz Ramadhani Dita Nur Kusumawati Erna Triastuti Ernita Sari Fadlilah, Hidayatul Ferdiansyah, Fariztyo Yusuf Fernanda Radianti Dwi Putri Ferry Kriswandana Fuadi, Muhammad Yusron Hadi Suryono Hamzah Muhammad Iqbal Aziz Henny Trisyanti Hermiyanti, Pratiwi Hesti Riski Febry Sohpyana I Putu Krysna Anom Putra Iga Putri Aulia Ika Agustina Ikhris Syafira rengganis Imam Thohari Imam Thohari Irwan Sulistio Itsna Nurul Auliya Iva Rustanti Eri Wardojo Jesica Gabriella Tapiory Khambali, Khambali Koerniasari . Leila Florento Lestari Dwi Utami Lidya Nurdiyati Sri Winarie Liza Fajrin Zukrisningtyas Margono . Marita Elvina U Marita Elvina Ulprastika Marlik Mayangsari Yunika Wijaya Mirasa, Yudied Agung Mohammad Nur Hamzah Nasution, Aldi Syahputra Nazahah Hunafa Nerawati Diana A.T Ngadino, Ngadino Nia Nur Azizah Nisrina Mufidah Novi Nur Pratiwi Nur Anisah Apriliani nur haidah Nur Rafiqa Puspita Sari Nurhaidah Nurhaidah Nurmawati Nurmawati Pratiwi Pratiwi Putra, Farhan Kusuma Putri Arida Ipmawati Rachmaniyah Rinda Astri Setyawati Riri Tri cahyani Rokhmalia, Fitri Rosida Al Indansah Rusmiati Rusmiati Rusmiati Sari Catur Imelia Sabilah Selfi’un Linda Apsari Seow Ta Wee Setiawan Sharen Liestya Santosa Silvia Retna Ning Tyias Sri Anggraeni Sugiana Suwantiningsih, Suwantiningsih Thohari, Imam Tiara Sandriana Umi Rahayu Vivick Artha R S Winarko Winarko Winarko, Winarko Windri Khusuma Pratiwi Yuliana Ngasarotun Zilca Ervalia Zamilanti Zilca, Ervalia Zamilanti Zulia Hanin Nugraini