Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Fabrikasi dan Karakterisasi Biokomposit Selulosa Bakteri-Kitosan dengan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle) sebagai Dural Patch Suci Rahma Sari, Deli; Wido Paramadini, Adanti; Dyah Kurniawati, Ajeng
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dura mater merupakan lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan pada dura mater akibat cedera, operasi neurokirurgi, atau infeksi dapat menyebabkan kebocoran cairan serebrospinal dan komplikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biomaterialberbasis bacterial cellulose (BC) yang diperkuat dengan kitosan dan ekstrak daun sirih sebagai kandidat dural patch. BC disintesis menggunakan Acetobacter xylinum dalam media air kelapa, kemudian direndam dalam larutan kitosan dan ekstrak daun sirih dengan variasi konsentrasi (0%, 5%, 10%, 15%) dan dikeringkan menggunakan metode freeze dry. Karakterisasi material dilakukan melalui uji FTIR, swelling, degradasi, dan antibakteri. Hasil menunjukkan keberhasilan sintesis komposit dengan interaksi gugus fungsi antara BC, kitosan, dan ekstrak daun sirih. Rasio swelling tertinggi pada sampel kontrol (1002%) menurun drastis pada konsentrasi 15% (446%). Uji degradasi menunjukkan penambahan ekstrak daun sirih meningkatkan laju degradasi material dengan hasil ANOVA (p = 0,0429) yang signifikan. Uji antibakteri menunjukkan peningkatan zona hambat terhadap bakteri S. aureus (0–5,4 mm) dan E. coli (0–2,2 mm) seiring penambahan konsentrasi ekstrak daun sirih. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi BC-kitosan dengan ekstrak daun sirih memiliki potensi sebagai dural patch dengan sifat antibakteri, kemampuan penyerapan cairan, dan laju degradasi yang sesuai untuk aplikasi biomedis.Kata kunci: Daun sirih, dural patch, kitosan, selulosa bakteri
Sintesis Dan Karakterisasi Membran Komposit Kitosan Kolagen Dengan Variasi Konsentrasi Plasticizer Gliserol Untuk Membran Gingival Putri Anjani, Isabella; Wido Paramadini, Adanti; Faizah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka yang disebabkan oleh trauma, penyakitperiodontal, pencabutan gigi, dan operasi bedah mulut lainnyadikenal sebagai radang gingiva. Untuk menjaga homeostasisdan memperbaiki integritas jaringan yang rusak, prosespenyembuhan luka gingiva sangat penting. Membran ialah zatberpori, biokompatibel, dan dapat terurai secara hayati yangberfungsi sebagai matriks ekstraseluler dan penopangstruktural bagi sel selama proses pertumbuhan dan regenerasijaringan alami. Dalam penelitian ini, komposit kolagen-kitosanuntuk membran gingiva disintesis menerapkan berbagaiplasticizer. Senyawa-senyawa ini diterapkan karenakemampuannya untuk membantu memperbaiki gusi yangsurut. Prosedur pengeringan beku, yang dapat membuat poripori di membran, diterapkan dalam pembuatan membrankolagen-kitosan- gliserol. Selain itu, karakterisasi FTIR,morfologi, tarik, dan pembengkakan dilakukan terhadap hasilsintesis membran kolagen- kitosan dengan penambahangliserol. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan bahwasanyasifat kimia dan fisik sistem kolagen- kitosan dipengaruhi olehpenambahan gliserol. Hasil uji tarik kitosan-kolagen + gliserol2 ml menunjukkan nilai perpanjangan maksimum sebesar83,6%. Hasil uji swelling gliserol 2 ml menghasilkan rasiopembengkakan terbaik dalam penelitian ini, dengan rasiopembengkakan 198%. Variasi kitosan-kolagen + gliserol 2 mlterungkap dari hasil karakterisasi morfologi (SEM).didasarkan atas karakterisasi FTIR, kekuatan mekanis(kekuatan tarik), tingkat pembengkakan, dan karakterisasiSEM, membran kolagen-kitosan dengan tambahan gliserolmemiliki prospek yang baik sebagai pilihan membran untukterapi resesi gingiva.Kata Kunci: Gingival, gliserol, kitosan, kolagen, membran
Sistem Monitoring Tanaman Kangkung Dengan Metode Hidroponik Berbasis Internet of Things (IoT) Fitriawan, Taufiq; Indah Purnama, Sevia; Wido Paramadini, Adanti
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern saat ini, pertumbuhan penduduk semakin pesat semakin meningkatnya Dengan kondisi ini Masyarakat perkotaan yang ingin bercocok tanam dapat menggunakan media hidroponik. Hidroponik merupakan lahan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, sehingga hidroponik cocok menggunakan lahan yang sempit dan terbatas. Tanaman kangkung salah satu jenis sayuran yang populer di penduduk Indonesia, kangkungmemiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti vitamin A,B,C dan protein yang berguna bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. Pemantauan nutrisi pH dan kadar nutrisi yang terlarut jadi faktor kesuksesan hasil panen tanaman kangkung. Dengan menggunakan Teknologi IoT dapat membantu untuk mengontrol nutrisi secara otomatis dan dapat memantau dari jarak jauh secara realtime. Untuk hasil sensor TDS pada penelitian ini memiliki tingkat akurasi sebesar 95,74%. Sensor TDS digunakan untuk memantau padatan terlarut didalam wadah nutrisi. Sensor pH pada penelitian ini memiliki tingkat akurasi sebesar 99,18%. Sensor pH digunakan untuk mengetahui nilai keasaman atau kebasaan dalam wadah nutrisi, untuk pengujian QoS diperoleh nilai Delay sebesar 413 ms dan nilai Packet Loss 0%.Kata kunci — Hidroponik, Sensor TDS, Sensor pH, Aplikasi Android
Komparasi Variasi Pengeringan BC-PVA Sebagai Kandidat Ligamen Buatan Ida Saroya, Nikita; Wido Paramadini, Adanti; Afifah Zen, Nur
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera ligamen krusiat anterior (ACL) merupakan salah satu cedera sendi lutut paling umum dengan prevalensi global mencapai 30-78 per 100.000 orang, terutama pada individu aktif secara fisik. Keterbatasan regeneratif jaringan ligamen alami serta risiko komplikasi pada metode rekonstruksi tradisional mendorong pengembangan ligamen buatan berbasis biomaterial. Komposit Bacterial Cellulose–Polyvinyl Alcohol (BC–PVA) menjadi salah satu kandidat potensial karena memiliki sifat biokompatibilitas dan mekanik yang mendekati jaringan ligamen asli. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode pengeringan oven-drying dan freeze-drying terhadap sifat kimia, mekanik, dan kestabilan struktur BC– PVA sebagai calon ligamen buatan. Karakterisasi dilakukanmelalui uji Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), uji tarik, dan uji swelling. Hasil menunjukkan bahwa metode ovendrying menghasilkan komposit BC-PVA dengan tensile strength tertinggi (17,53 MPa), elongation at break sebesar 149,17%, dan kapasitas swelling 311,703% ± 50,37 pada sampel BC-PVAGliserol menit ke-60. Spektrum FTIR mengindikasikan terbentuknya ikatan hidrogen yang kuat antara BC dan PVA tanpa munculnya gugus fungsi baru, menunjukkan integrasi kimia yang stabil. Berdasarkan hasil tersebut, metode ovendrying dinilai paling optimal dalam menghasilkan material BC–PVA dengan performa mekanik dan kestabilan struktur terbaik, sehingga berpotensi sebagai kandidat ligamen buatan untuk aplikasi dalam bidang kedokteran regeneratif.Kata kunci : BC-PVA, biomaterial regeneratif, ligamen, oven-drying.
Optimasi Carboxymethyl Cellulose Dan Hyaluronic Acid Sebagai Hydrogel Untuk Aplikasi Wound Dressing Pada Luka Bakar Uzlifatul Arridla, Putri; Wido Paramadini, Adanti; Afifah Zen, Nur
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar merupakan cedera kulit yang disebabkan oleh paparan panas atau bahan kimia menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat secara global. Berdasarkan data WHO, prevalensi lukabakar mencapai lebih dari 11 juta kasus yang memerlukan penanganan medis setiap tahun. Salah satu pendekatan untuk mempercepat proses penyembuhan luka adalah dengan menjaga kelembapan menggunakan wound dressing. Hydrogel sebagai wound dressing menjadi salah satu pilihanyang menarik karena kemampuannya mempertahankan kadar air yang tinggi yaitu 70–90%, sehingga menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan amorphous hydrogel berbasis carboxymethyl cellulose (CMC) dan hyaluronic acid (HA), yang diformulasikan untuk menyesuaikan luka dengan bentuk tidak teratur. CMC dipilih karena sifat hidrofiliknya yang mampu meningkatkan stabilitas mekanik hydrogel, sedangkan HA berperan dalam mendukung regenerasi jaringan, menjaga hidrasi, dan memberikan efek antimikroba. Pembuatanhydrogel dilakukan dengan mencampurkan HA 2,5% dan CMC 5% dengan variasi rasio 1:1, 1:3, 1:5 (v/v) dan HA 2,5% sebagai kontrol. Karakterisasi dilakukan melalui uji viskositas, afinitas cairan, stabilitas, dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi hydrogel dengan rasio HA:CMC 1:1 memberikan performa terbaik, dengan viskositas sebesar 81.120 cps, daya serap cairan mencapai34,56%, serta stabilitas dan daya sebar yang mendukung aplikasi topikal. Dengan demikian, formulasi ini berpotensi sebagai wound dressing efektif untuk mendukung penyembuhan luka bakar secara optimal.Kata Kunci : amorphous hydrogel, carboxymethyl cellulose (CMC), hyaluronic acid, luka bakar, wound dressing
Pengaruh Konsentrasi Hidroksiapatit Terhadap Scaffold Dengan Metode Spons Replikasi Untuk Defek Tulang Juan Timotius Prasetya, Yosafat; Wido Paramadini, Adanti; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Defek tulang merupakan kondisi kehilangan struktur tulang yang memerlukan pendekatan rekayasa jaringan, salah satunya melalui penggunaan scaffold. Hidroksiapatit (HA) digunakan karena sifat biokompatibel dan osteokonduktifnya. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi HA (10%, 40%, dan 70%) terhadap sifat scaffold yang dibuat dengan metode spons replikasi. Scaffold dikarakterisasi melalui uji XRD untuk identifikasi struktur kristal, uji dimensi untuk kestabilanbentuk, uji degradasi dalam larutan PBS selama 7 hari, serta uji SEM-EDX untuk analisis morfologi dan komposisi kimia. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi HA 40% dan 70% berhasil membentuk fase kristalin HA, dengan struktur pori yang saling terhubung dan tingkat degradasi yang sesuai untuk aplikasi regenerasi tulang. Konsentrasi 70% menunjukkan porositas yang lebih baik dan kestabilan struktur lebih tinggi. Dengan demikian, scaffold HA 70% berpotensi lebih optimal untuk aplikasi pemulihan defek tulang. Kata kunci : Defek tulang, hidroksiapatit, metode sponsreplikasi, regenerasi
Pengaruh Variasi Konsentrasi Pva Pada Membran Berbasis Kitosan Untuk Aplikasi Stomatitis Aftosa Patch Menggunakan Metode Solvent Casting Afrianto, Arman; Wido Paramadini, Adanti; Permatasari, Indah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stomatitis aftosa adalah peradangan rongga mulutyang ditandai dengan luka sariawan, menimbulkan rasa nyeridan ketidaknyamanan. Penelitian ini bertujuanmengembangkan patch berbasis kitosan dan polyvinyl alcohol(PVA) sebagai terapi lokal, menggunakan metode solvent castingdengan variasi konsentrasi PVA (2,5% dan 7,5%). Patchdikeringkan dengan dua metode, yaitu suhu ruang dan oven.Evaluasi karakteristik patch dilakukan melalui uji FTIR,mekanik, degradasi, swelling, dan SEM. Hasil FTIRmenunjukkan adanya interaksi kuat antara kitosan dan PVAmelalui ikatan hidrogen, ditandai oleh pergeseran dan pelebaranpuncak -OH dan -NH₂, serta terbentuknya struktur komposityang homogen. Uji mekanik menunjukkan peningkatankohesivitas (hingga 0,38), elastisitas (hingga 1,90 mm), danadhesi (hingga 59,85 mJ) seiring bertambahnya konsentrasiPVA, terutama pada sampel dengan rasio 1:3 yang dikeringkandi suhu ruang. Uji degradasi menunjukkan membran Oven 1:3dan Ruang 1:3 mengalami penurunan berat masing-masingsebesar 4% dan 6,25%, menandakan sifat biodegradabel yangsesuai untuk durasi aplikasi di rongga mulut. Uji swellingmemperlihatkan kemampuan penyerapan air yang sangattinggi, melebihi 1000% dalam waktu 60 menit, namunberpotensi menyebabkan disintegrasi dini pada patch jika tidakdikendalikan. Hasil SEM menunjukkan struktur permukaanyang berpori namun belum sepenuhnya homogen,mengindikasikan perlunya modifikasi formulasi, sepertipenambahan plasticizer, untuk meningkatkan kestabilan. Secarakeseluruhan, kombinasi kitosan dan PVA, terutama pada rasio1:3 dengan pengeringan suhu ruang, menunjukkankarakteristik fisikokimia dan mekanik yang paling optimaluntuk aplikasi patch stomatitis aftosa.Kata kunci— kitosan, PVA, patch, stomatitis aftosa, solventcasting.