Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi antara Pemahaman COVID-19 dan Penggunaan Suplemen, Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar Antari, Ni Putu Udayana; Dewi, Ni Putu Leona Yorita; Saputra, I Wayan Mahardika; Prascitasari, Nyoman Ayu; Arkhania, Ni Putu Ayu Dhea; Aswindari, Ni Nyoman Zelina; Juliari, Ni Putu Hera; Andarista, Ni Kadek Novi; Kosalawa, Anak Agung Ngurah Dwi; Jayanti, Ni Ketut Aprilia; Lestari, Made Dwik; Sangging, I Gede Bagaskara
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v7i1.1029

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit jenis baru yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan penyakit jenis baru ini menimbulkan pandemi yang telah menyebabkan ribuan kematian di seluruh dunia. COVID-19 dapat dicegah dengan memperbaiki daya tahan tubuh terhadap infeksi saluran napas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman mahasiswa Fakulas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar mengenai pandemi COVID-19 dan perilaku konsumsi suplemen pemelihara daya tahan tubuh yang meliputi suplemen makanan, vitamin dan imunomodulator. Mahasiswa yang dijadikan sebagai responden sebanyak 96 mahasiswa dari 684 mahasiswa Fakultas Farmasi di Universitas Mahasaraswati Denpasar. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri atas 34 pertanyaan. Dari hasil Uji Korelasi Spearman diperoleh data yang menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara pemahaman mahasiswa fakultas farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar dan penggunaan suplemen daya tahan tubuh (p = 0,088 ) > 0,05.
The Correlation of Pemogan Community Knowledge about Usada Taru Pramana with the Behaviour of Utilization and Conservation of Herbal Medicine Ni Putu Udayana Antari; I Putu Tangkas Suwantara; Erna Cahyaningsih
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.856 KB) | DOI: 10.22146/mot.29687

Abstract

Usada Taru Pramana is a record of hundreds medicinal plants. Researcher is interested to know the knowledge level of Pemogan Villager about Usada Taru Pramana and its influence on the utilization behavior and conservation of herbal medicine. Data were collected using a valid and reliable structured questionnaire with a cross-sectional survey design. According to Spearman's test result from total 150 samples, Pemogan Villager knowledge about Usada Taru Pramana is not correlated with the utilization behavior and conservation of herbal medicine (P value=0,280 and r=0,089). There were no significant differences between the both variables with respondents' education level, age and gender. The results showed that the factor which influenced the studied variables is very complex. There were "aja wera" belief in Balinese society, which means that the general public is prohibited from learning directly from the Lontar. Pemogan Villager also hampered by the scarcity of land and medicinal plants around them.
PEMANFAATAN BUAH NYIRIH DAN LINDUR UNTUK MENDORONG MASYARAKAT MELESTARIKAN HUTAN MANGROVE I Putu Tangkas Suwantara; Ni Putu Udayana Antari; Fitria Megawati
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove di Bali tersebar menjadi beberapa lokasi dengan total areal seluas 3067,71 Ha. Kawasan hutan yang luas sangat berpotensi untuk dimanfaatkan dalam menunjang ekonomi penduduk pesisir. Secara empiris buah lindur sebagai salah satu hasil hutan mangrove sering digunakan oleh masyarakat pesisir sebagai pengganti beras saat gagal panen. Demikian pula buah nyirih yang banyak dimanfaatkan untuk melindungi kulit saat pergi melaut oleh para nelayan. Penelitian pun dilakukan untuk mengolah bahan-bahan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang perekonomian. Mitra pengabdian masyarakat adalah dua Kelompok Wanita Tani pengolah hasil hutan mangrove. Kegiatan pengabdian dibiayaiDirektorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penggunaan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.Berdasarkan hasil observasi, permasalahan Mitra-1 dan Mitra-2 terdapat pada bidang produksi, formulasi, pemasaran, sarana produksi yang masih terbatas dan dalam bidang manajemen keuangan. Luaran yang dijadikan target dalam pelaksaan program pengabdian ini antara lain perbaikan formulasibody scrub dan body lotion buah nyirih, peningkatan kualitas sarana dan teknologi produksi, pendampingan mitra dalam penyusunanmarketing mix, membuat pembukuan, merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menginformasikan cara memperoleh notifikasi produk kosmetik dan nomor PIRT. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu membuat produk yang memiliki nilai jual tinggi, serta mampu mengelola proses produksi dan pencatatan keuangan dari kegiatan tersebut untuk menunjang perekonomian. Dengan demikian secara tidak langsung masyarakat pun akan ikut menjaga kelestarian hutan mangrove yang telah membantu perekonomian mereka. The mangrove forest in Bali is spread over several locations with total area of 3067,71 Ha. Large forest areas are potential to be utilized to support coastal economy. Empirically lindur as one of the mangrove forest is often used by coastal communities as a substitute for rice when crop failure. Similarly, nyirih fruit is widely used to protect the skin when going to sea by the fishermen. Research was conducted to process these materials so that can be utilized by the community to support the economy. Community service partners are two Kelompok Wanita Tani processing of mangrove forest products. The service activities are funded by Directorate of Research and Community Service of Directorate General of Research and Development, Ministry of Research, Technology and Higher Education. Based on observations, the problems of Partners and Partners-2 are in the areas of production, formulation, marketing, production facilities are still limited and in the field of financial management. The outcomes targeted in the implementation of this service program include the improvement of body scrub formulation and body lotion of nyirih fruit, improving the quality of facilities and production technology, assisting partners in preparing marketing mix, making bookkeeping, designing Standard Operating Procedures (SOP) and informing how to get notification cosmetic products and PIRT numbers. Through this activity, people are expected to be able to make products that have high selling value, and able to manage the production process and financial recording of these activities to support the economy. Thus indirectly the community will also take care of the sustainability of mangrove forests that have helped their income.
PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN OBAT YANG RASIONAL DI RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG GERAKAN MASYARAKAT CERMAT MENGGUNAKAN OBAT Ni Putu Udayana Antari; I Putu Tangkas Suwantara; Ni Made Dharma Shantini S.
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

When used properly, over-the-counter and over-the-counter drugs should be able to help the community in self-medication safely and effectively. But unfortunately, it is often found that the treatment itself becomes very wasteful because it takes drugs that are not really needed, or can be dangerous, for example because of the use that is not in accordance with the rules of use. However, over-the-counter and free drugs are not necessarily free of side-effects, so their use should be in accordance with the indications, duration of correct use, accompanied by user knowledge of the risks of side effects and contraindications (Suryawati, 1997). Although it looks simple, drug use may pose many risks, from mild to severe risk that can result in death. In response to these problems, we are implementing community service with a target so that people understand how rational drug management and use in households and communities can utilize the first aid box in public places. To improve the community's knowledge on drug management in household and rational drug usage will be counseling coupled with discussion using Community Based Interactive Activity Approach Method (CBIA) Method. Devotion performed on May 7, 2017 located in Banjar Sakah, Pemogan Village, Kec. Denpasar Selatan. To assess the effectiveness of the program, several samples were taken to follow pre test and post test. According to the results of the analysis of pre test and post test samples generally seen an increase in knowledge of participants, but a statistically significant increase only knowledge on question 9 part 2 that is the understanding of respondents about kontraindikasi.
THE PERFORMANCE DIFFERENCES BETWEEN HIGH AND LOW SALES TURNOVER COMMUNITY PHARMACIES Ni Putu Udayana Antari; Ni Putu Dewi Agustini; Ni Made Dharma Shantini Suena
Indonesian Journal of Health Administration Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v9i2.2021.135-149

Abstract

Background: Pharmacy managers will make various efforts to increase their income. In spite of this, pharmacies that have the same facilities can generate greatly varied incomes.Aims: The purpose of this study was to determine the difference between high sales turnover pharmacies and low sales turnover pharmacies as observed through employee motivation, organizational culture, and patient satisfaction.Methods: This study used an analytical design with a questionnaire and checklist. Consumers were selected using the purposive sampling system to assess patient satisfaction. All employees were sampled to assess work motivation and organizational culture. Data analysis was performed using descriptive, bivariate, and multivariate testing.Results: Direct observation of pharmaceutical services from the two outlets shows that there were differences in the time it takes for pharmacist to retrieve the drug, the time for providing drug information, collecting information from patients, and the type of drug information provided, as well as employee motivation, organizational culture, and patient satisfaction.Conclusion: Services at pharmacies with high sales turnover are different from pharmacies with low sales turnover. Empathy has the greatest effect on sales turnover, followed by reliability, responsiveness, assurance, and tangible dimensions. Outlets that have high sales turnover have better organizational culture and higher employee motivation when compared to outlets that have low sales turnover. Keywords: motivation, organizational culture, patient satisfaction, sales turnover
Evaluasi Mutu Fisik Formula Body Butter Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) NI MADE DHARMA SHANTINI SUENA; NI PUTU UDAYANA ANTARI; ERNA CAHYANINGSIH
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 15 No 1 (2017): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.827 KB)

Abstract

The rind of the mangosteen (Garcinia mangostana L.) contains many xanthones which have anti-infl ammatory and antioxidant activity that can counteract free radicals and prevent or inhibit cell degeneration (inhibiting aging). Utilization of mangosteen rind generally in the form of powder capsule. The lack of utilization in topical dosage forms makes the researcher interested in making a body butter of ethanol extract of mangosteen rind and evaluating its physical quality. Simplicia of mangosteen rind were dried using oven at 50 °C. Mangosteen rind extract was obtained from the maceration of simplicia powder with 96% ethanol solvent. The formula of body butter mangosteen rind extract is prepared based on the literature study. The body butter was evaluated for organoleptic, pH, adherence, spreading, homogeneity test, and physical stability test for five months. Besides using literature standards, researchers also using body butter that has been market legally as a comparison in evaluated its physical quality. Based on the statistical analysis, it can be concluded that the preparation of body butter extract of mangosteen rind has a good physical quality compared with the body butter that has been market legally. Physical stability for five months showed that the body butter of mangosteen rind extract was stable.
FAKTOR – FAKTOR KOMUNIKASI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPERCAYAAN TERHADAP TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN Ni Putu Udayana Antari; Herleeyana Meriyani; Ni Made Dharma Shantini Suena
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v5i2.431

Abstract

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker yang dibantu oleh Tenaga Tekhnis Kefarmasian (TTK). Menurut hasil survei terhadap 50 konsumen Apotek, didapatkan hasil bahwa hanya 8 konsumen Apotek yang memilih tenaga kefarmasian untuk membantu memilihkan obat dalam swamedikasi. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TTK sebagai salah satu tenaga kefarmasian. Penelitian dibatasi pada faktor-faktor dari segi komunikasi khususnya di Apotek. Ditemukannya informasi-informasi yang diperlukan untuk pengembangan kompetensi TTK, khususnya dalam bidang komunikasi dengan pasien akan sangat membantu upaya peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional, dengan menggunakan sistem purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada 100 konsumen apotek. Kuesioner terdiri dari pertanyaan terkait faktor-faktor komunikasi eksternal (daya tarik fisik apotek, daya tarik fisik TTK, familiarity, empati, dan kedekatan) dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TTK di Apotek. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dan analisis multivariat menggunakan regeresi linear. Ada lima faktor yang diuji, yaitu; daya tarik fisik TTK, daya tarik fisik Apotek, empati, familiarity, dan kedekatan. Menurut hasil analisis bivariat semua faktor berpengaruh pada tingkat kepercayaan pasien kecuali faktor familiarity. Sedangkan jika diuji secara simultan menggunakan regresi linear, hanya faktor empati dan daya tarik fisik apotek yang dianggap cukup berpengaruh terhadap persamaan yang dihasilkan.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN DIRI TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) DI KOTA DENPASAR TERKAIT PENGGUNAAN LOLOH DALAM PELAYANAN KESEHATAN Ni Putu Udayana Antari; Ni Made Dharma Shantini Suena
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v5i1.833

Abstract

Saintifikasi Jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan. Tujuan pengaturan saintifikasi jamu adalah meningkatkan penyediaan jamu yang aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas baik untuk pengobatan sendiri maupun dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu wujud pelaksanaan saintifikasi jamu adalah Klinik Jamu. Hingga saat ini belum ada Klinik Jamu yang didirikan di Bali khususnya di kota Denpasar sehingga wujud pelaksanaan dari Saintifikasi Jamu belum terealisasi. Telah dilakukan survey kepada 50 calon Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) di kota Denpasar dan diperoleh hasil bahwa hanya 48% orang percaya bahwa loloh/jamu memiliki khasiat dan bisa membantu menjaga kesehatan. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dan kepercayaan diri TTK di kota Denpasar untuk menggunakan loloh dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling menggunakan kuesioner yang telah diuji uji validitas dan reliabilitasnya, kemudian disebar ke 80 TTK di kota Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan TTK di kota Denpasar tentang penggunaan loloh adalah kurang dengan persentase nilai sebesar 37,50 %. Sedangkan tingkat kepercayaan diri (TTK) di Kota Denpasar untuk menggunakan loloh sebagai salah satu metode preventif dalam pelayanan kesehatan masuk klasifikasi baik, dengan nilai persentase sebesar 72,9%.
UJI MUTU FISIK DAN UJI HEDONIK BODY BUTTER MASERAT BERAS MERAH JATILUWIH Ni Made Dharma Shantini Suena; Herleeyana Meriyani; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v6i1.843

Abstract

Jatiluwih merupakan salah satu tujuan wisata andalan Kabupaten Tabanan Bali. Beras merah hasil pertanian dari Jatiluwih terkenal sebagai beras merah organik bermutu tinggi. Beras merah dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga komoditi tesebut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sediaan body butter. Dengan dasar pertimbangan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji mutu fisik dan kenyamanan penggunaan melalui uji hedonik body butter maserat beras merah. Formulasi body butter dilakukan dengan membuat empat jenis formula body butter beras merah (F1, F2, F3, F4). Uji mutu fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, daya serap, daya sebar, homogenitas, dan daya lekat. Uji hedonik dilakukan terhadap aroma, penampilan fisik, tekstur, dan kenyamanan saat menggunakan body butter maserat beras merah. Kenyamanan saat penggunaan body butter meliputi: kemampuan melembabkan kulit, kelengketan saat digunakan, tingkat kesulitan saat dibersihkan, dan kemampuan body butter menyerap dengan baik ke dalam kulit. Hasil penelitian menunjukkan setiap Formula (F1, F2, F3, F4) memiliki kestabilan yang baik. Berdasarkan uji hedonik didapatkan bahwa formula F3 adalah formula yang terbaik dengan total nilai 100 (dari nilai tertinggi 120). Berdasarkan uji mutu fisik, formula yang terbaik adalah formula F3 karena memiliki daya serap paling tinggi (5,15 ml), daya sebar yang baik (6,12 cm) dan daya lekat yang baik (1,48 detik) yang tidak berbeda bermakna dengan daya lekat produk pembanding.
PENERIMAAN PASAR TERHADAP BODY BUTTER MASERAT BERAS MERAH (Oryza glaberrima Steud.) Ni Made Dharma Shantini Suena; Alfiana Naili Syirvia; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i2.854

Abstract

Beras berwarna mengandung lebih banyak antosianin dan antioksidan daripada beras tanpa warna (Sutharut, 2012). Beras merah sebagai salah satu jenis beras berwarna berpotensi dikembangkan menjadi produk yang mampu memberikan nilai tambah bagi produsen beras merah, maupun masyarakat pengguna produk tersebut. Untuk itu telah dilakukan formulasi body butter dari maserat beras merah. Untuk mengetahui potensi pasar produk yang dihasilkan, diperlukan penelitian untuk mengetahui penerimaan pasar terhadap body butter beras merah. Penelitian dilaksanakan dengan metode analisis deskriptif menggunakan kuesioner. Responden adalah masyarakat di Kota Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Responden diminta untuk menilai kualitas body butter yang meliputi warna, aroma, kekentalan, kemudahan saat digunakan, kenyamanan saat digunakan, kemampuan melembabkan kulit, dan kemampuan meresap ke dalam kulit. Setelah dilakukan analisis data secara deskriptif diperoleh bahwa persentase penerimaan body butter maserat beras merah adalah 82.31% sehingga termasuk dalam kategori sangat diterima di pasaran.
Co-Authors Achmad Purnomo Achmad Purnomo Agustini, Ni Putu Dewi Alfiana Naili Syirvia Anak Agung Ngurah Dwi Kosalawa Andarista, Ni Kadek Novi Arkhania, Ni Putu Ayu Dhea Aswindari, Ni Nyoman Zelina Debby Juliadi Dewa Ayu Made Adnya Swari Dewi, Ni Putu Leona Yorita Erna Cahyaningsih Fitria Megawati Fitria Megawati Fitria Megawati Gusti Bagus Krisna Arum Jati Hastama, Ryo Herleeyana Meriyani Herleeyana Meriyani I Gede Bagaskara Sangging I Gede Made Suradnyana I Gede Wayan Sujarna I Made Agus Sunadi Putra I Putu Tangkas Suwantara I Wayan Mahardika Saputra Intansari, Ni Putu Ocha Indira Jati, Gusti Bagus Krisna Arum Jayanti, Ni Ketut Aprilia Juliari, Ni Putu Hera Kadek Ayu Kartika Putri Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Komang Tri Candrayani Kosalawa, Anak Agung Ngurah Dwi Lestari, Made Dwik Luh Risma Putri Rahayu Made Dwik Lestari Made Elvenia Ambara Damayanti Made Tarysa Laksmi Dewi Marwati, I Gusti Ayu Megawati, Fitria Mendra, Ni Nyoman Yudianti Meriyani, Herleeyana Ni Kadek Novi Andarista Ni Ketut Aprilia Jayanti Ni Luh Damayanti Ni Luh Wayan Mudia Ariani Ni Made Dharma Shantini Suena Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka Ni Made Puspayanti, Ni Made Ni Nyoman Zelina Aswindari Ni Putu Ayu Dhea Arkhania Ni Putu Ayu Wulan Ningsih Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Hera Juliari Ni Putu Kurnia Dewi Ni Putu Leona Yorita Dewi Ni Putu Nadya Kirana Wulandari Ni Putu Sri Devi Chynta Cahyanti Ni Wayan Ari Pertiwi Ni Wayan Ratih Purnama Sari Noviyanti, Anak Agung Vivi Nurul Fatoni Nyoman Ayu Prascitasari Nyoman Budiartha Siada Prascitasari, Nyoman Ayu Putra, I Made Agus Sunadi Putu Era Sandhi Kusuma Yuda Rahadi , I Wayan Surya Restuliani, Ni Kadek Ayu RR. Asih Juanita Sangging, I Gede Bagaskara Saputra, I Wayan Mahardika Sukamto, Ika Sumiyarsi Sumarni Sumarni Sumarni Sumarni Suradnyana, I Gede Made Sutrisnawati, Ni Komang Ayu Bintang Syirvia, Alfiana Naili Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma