Claim Missing Document
Check
Articles

PENERIMAAN PASAR TERHADAP BODY BUTTER MASERAT BERAS MERAH (Oryza glaberrima Steud.) Ni Made Dharma Shantini Suena; Alfiana Naili Syirvia; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i2.854

Abstract

Beras berwarna mengandung lebih banyak antosianin dan antioksidan daripada beras tanpa warna (Sutharut, 2012). Beras merah sebagai salah satu jenis beras berwarna berpotensi dikembangkan menjadi produk yang mampu memberikan nilai tambah bagi produsen beras merah, maupun masyarakat pengguna produk tersebut. Untuk itu telah dilakukan formulasi body butter dari maserat beras merah. Untuk mengetahui potensi pasar produk yang dihasilkan, diperlukan penelitian untuk mengetahui penerimaan pasar terhadap body butter beras merah. Penelitian dilaksanakan dengan metode analisis deskriptif menggunakan kuesioner. Responden adalah masyarakat di Kota Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Responden diminta untuk menilai kualitas body butter yang meliputi warna, aroma, kekentalan, kemudahan saat digunakan, kenyamanan saat digunakan, kemampuan melembabkan kulit, dan kemampuan meresap ke dalam kulit. Setelah dilakukan analisis data secara deskriptif diperoleh bahwa persentase penerimaan body butter maserat beras merah adalah 82.31% sehingga termasuk dalam kategori sangat diterima di pasaran.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN TANAMAN OBAT DALAM USADA TARU PRAMANA PADA PENDUDUK BANJAR SAKAH DESA PEMOGAN DAN BANJAR KERTA DESA PETANG Ni Putu Udayana Antari; I Putu Tangkas Suwantara; Putu Era Sandhi Kusuma Yuda
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i1.885

Abstract

Pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat jaman dulu. Sistem pengobatan tradisional masyarakat Bali banyak dituliskan di lontar, salah satunya Lontar Usada Taru Pramana. Usada Taru Pramana merupakan lontar yang membahas tanaman obat. Perkembangan tekhnologi khususnya dalam sistem pengobatan telah memperkenalkan sistem pengobatan konvensional yang lebih praktis. Perkembangan tekhnologi tentunya memberi dampak yang berbeda bagi kehidupan masyarakat kota dan masyarakat desa. Perbandingan penggunaan tanaman obat menurut Usada Taru Pramana oleh masyarakat desa dan kota bermanfaat sebagai dasar penelitian selanjutnya untuk mengetahui pola penggunaan obat tradisional oleh masyarakat. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey di Banjar Sakah Desa Pemogan yang mewakili daerah perkotaan dan Banjar Kerta Desa Petang yang mewakili daerah pedesaan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 147 tanaman obat yang disebutkan dalam Lontar Usada Taru Pramana. Sebanyak 45 tanaman (30,61%) yang disebutkan dalam Usada Taru Pramana masih digunakan oleh masyarakat Banjar Kerta, Petang. Sebanyak 11 tanaman (7,48%) yang disebutkan dalam Usada Taru Pramana masih digunakan oleh masyarakat Banjar Sakah, Desa Pemogan.
Korelasi antara Pemahaman COVID-19 dan Penggunaan Suplemen, Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar Ni Putu Udayana Antari; Ni Putu Leona Yorita Dewi; I Wayan Mahardika Saputra; Nyoman Ayu Prascitasari; Ni Putu Ayu Dhea Arkhania; Ni Nyoman Zelina Aswindari; Ni Putu Hera Juliari; Ni Kadek Novi Andarista; Anak Agung Ngurah Dwi Kosalawa; Ni Ketut Aprilia Jayanti; Made Dwik Lestari; I Gede Bagaskara Sangging
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v7i1.1029

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit jenis baru yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan penyakit jenis baru ini menimbulkan pandemi yang telah menyebabkan ribuan kematian di seluruh dunia. COVID-19 dapat dicegah dengan memperbaiki daya tahan tubuh terhadap infeksi saluran napas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman mahasiswa Fakulas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar mengenai pandemi COVID-19 dan perilaku konsumsi suplemen pemelihara daya tahan tubuh yang meliputi suplemen makanan, vitamin dan imunomodulator. Mahasiswa yang dijadikan sebagai responden sebanyak 96 mahasiswa dari 684 mahasiswa Fakultas Farmasi di Universitas Mahasaraswati Denpasar. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri atas 34 pertanyaan. Dari hasil Uji Korelasi Spearman diperoleh data yang menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara pemahaman mahasiswa fakultas farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar dan penggunaan suplemen daya tahan tubuh (p = 0,088 ) > 0,05.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KLUNGKUNG TAHUN 2016 Fitria Megawati; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i2.1035

Abstract

Pelayanan kefarmasian mempunyai peranan strategis dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan yang kurang optimal dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Pasien akan merasa puas apabila ada persamaan antara harapan dan kenyataan pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan pelanggan, oleh karena itu penulis ingin mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Klungkung.Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung. Penelitian dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner yang dibuat oleh I Gede Agus Handi Krisnawan dengan reliabilitas 0,947 yang berisi lima indikator yaitu reliability (kehandalan), assurance (keyakinan), tangible (berwujud), empathy (empati), responsiveness (cepat tanggap). Dari hasil perhitungan dan analisa data, pada masing-masing indikator diperoleh prosentase sebagai berikut : tangible 53,33% dengan klisifikasi cukup puas, responsiveness 28,80% dengan klasifikasi tidak puas, assurance dengan prosentase 65,88% dengan klasifikasi cukup puas, empathy 56,23% dengan klasifikasi cukup puas, dan reliability 45,33% dengan klasifikasi kurang puas. Disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah klungkung adalah kurang puas.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MAHASISWA UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR SELAMA PANDEMI COVID-19 Ni Putu Udayana Antari; Ni Putu Kurnia Dewi; Kadek Ayu Kartika Putri; Luh Risma Putri Rahayu; Ni Putu Nadya Kirana Wulandari; Ni Putu Ayu Wulan Ningsih; Ni Wayan Ari Pertiwi; Ni Putu Sri Devi Chynta Cahyanti; Made Elvenia Ambara Damayanti; Made Tarysa Laksmi Dewi; Komang Tri Candrayani; Gusti Bagus Krisna Arum Jati
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v6i2.1056

Abstract

COVID-19 menjadi wabah yang telah menyebar luas di dunia termasuk Indonesia. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS adalah upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok maupun masyarakat agar peduli dan mengutamakan kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. Mahasiswa di fakultas kesehatan memiliki akses yang lebih banyak terhadap informasi kesehatan dibandingkan fakultas non kesehatan. Penerapan PHBS dengan baik dapat membantu pencegahan COVID-19. Oleh karena itu, penelitian dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan perilaku hidup bersih dan sehat antara mahasiswa fakultas kesehatan dan mahasiswa fakultas nonkesehatan di Universitas Mahasaraswati Denpasar. Penelitian dilaksanakan menggunakan 96 orang responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu 48 orang mahasiswa fakultas kesehatan dan 48 orang mahasiswa fakultas non kesehatan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat antara mahasiswa fakultas kesehatan dan fakultas nonkesehatan (P=0,403). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa latar belakang pendidikan tinggi tidak mempengaruhi perilaku PHBS mahasiswa di Universitas Mahasaraswati Denpasar.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENANGANAN OBAT DALAM SWAMEDIKASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBIASAAN MENGGUNAKAN OBAT PADA RESPONDEN DI APOTEK GUNUNG SARI Ni Putu Udayana Antari; I Made Agus Sunadi Putra
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v2i2.1097

Abstract

The International Pharmaceutical Federation (FIP) mendefinisikan swamedikasi atau self-medication sebagai penggunaan obat-obatan tanpa resep oleh seorang individu atas inisiatifnya sendiri (FIP, 1999). Swamedikasi hendaknya dilaksanakan berdasarkan tingkat pengetahuan yang cukup untuk menghindari penyalahgunaan atau penggunasalahan obat, serta kegagalan terapi akibat penanganan obat yang tidak sesuai. Menurut WHO (2012) pengetahuan yang cukup akan mempengaruhi seseorang untuk berperilaku atau melakukan sesuatu. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang penanganan obat dalam swamedikasi, kebiasaan responden dalam menggunakan obat, dan pengaruh tingkat pengetahuan tentang penanganan obat dalam swamedikasi terhadap kebiasaan menggunakan obat di Apotek Gunung Sari. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang terdiri dari kuesioner untuk menilai kebiasaan responden dalam menggunakan obat dan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan responden tentang penanganan obat dalam swamedikasi kepada 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden di Apotek Gunung Sari tentang penanganan obat dalam swamedikasi termasuk dalam kategori cukup dengan persentase rata-rata 74,12%, kebiasaan responden dalam menggunakan obat termasuk dalam kategori positif dengan persentase rata-rata 75,17% dan tidak ada pengaruh yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang penanganan obat dalam swamedikasi terhadap kebiasan responden dalam menggunakan obat.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASERAT AIR BIJI KOPI (Coffea canephora) HIJAU PUPUAN DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Ni Made Dharma Shantini Suena; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v6i2.1106

Abstract

Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya. Indonesia memiliki keragaman tanaman buah yang memiliki manfaat sebagai antioksidan. Pupuan adalah daerah penghasil kopi robusta (Coffea canephora) di Bali yang dinilai memiliki pengelolaan produksi hingga panen yang baik. Senyawa asam klorogenat larut dalam air dan berfungsi sebagai antioksidan. Biji kopi hijau robusta paling banyak mengandung asam klorogenat dibandingkan dengan biji kopi lainnya. Maka dilakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidan maserat air biji kopi hijau robusta daerah Pupuan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrakzil). Serbuk simplisia biji kopi hijau robusta dimaserasi dengan bantuan gelombang ultrasonik menggunakan pelarut air (1:3), kemudian difiltrasi dengan bantuan mesh dan Corong Buchner. Maserat air biji kopi hijau robusta diendapkan selama 24 jam, kemudian dipisahkan antara filtrat dan endapan. Setelah itu diuji aktivitas antioksidan dari filtrat dan endapan maserat air biji kopi hijau robusta dengan metode DPPH secara Spektrofotometri UV-Vis. Nilai IC50 filtrat dan endapan maserat air biji kopi hijau robusta berturut-turut adalah 262,41 ppm dan 244,42 ppm. Filtrat maserat air tergolong memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dan endapan maserat air tergolong memiliki aktivitas antioksidan yang sedang. Dari hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH maka dapat disimpulkan bahwa maserat air biji kopi hijau robusta di daerah Pupuan memiliki aktivitas antioksidan.
Evaluasi Mutu Fisik dan Uji Hedonik Krim Minyak Cendana (Santalum album L.) sebagai Antiinflamasi Ni Made Dharma Shantini Suena; Ni Luh Wayan Mudia Ariani; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v8i1.3425

Abstract

Inflammation is the body's defense response used to fight agents that cause cell damage in an organism. One source of natural ingredients whose content can be developed as an anti-inflammatory with low side effects is Sandalwood (Santalum album L.). The pharmaceutical preparation chosen for the development of Sandalwood oil as an anti-inflammatory is a cream, because of its several advantages, namely, it is more convenient, practical, easy to use, not sticky, and easy to wash with water so it is easy to clean. The purpose of this study was to determine the physical quality of sandalwood oil cream using two variant concentrations of surfactant sodium lauryl sulfate 1.5% (F1) and 2.5% (F2) as an emulsifying agent, as well as to determine consumer perceptions of sandalwood oil cream. In ensuring pharmaceutical quality, the preparations made must meet several physical parameters including organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, mechanical stability tests, dispersibility tests, and hedonic tests. To find out whether there is a significant difference between F1 and F2, statistical data processing of cream physical quality was performed using SPSS 20 with an unpaired T-test if the data were normally distributed, and if the data were not normally distributed, the Mann-Whitney test was performed. The results of the research that has been carried out show that overall the two cream formulas have good physical quality and are quite liked by the panelists. From the results of the organoleptic test, homogeneity test, and pH test, it is known that F1 and F2 have no difference, and the results of the dispersion test and hedonic test show that there is no significant difference between F1 and F2.
DIFFERENCE IN OUTPATIENT’S EXPECTATION AND PERCEPTION TOWARD PHARMACY SERVICE OF RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA AND RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA. Ni Putu Udayana Antari; Achmad Purnomo; Sumarni Sumarni
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 1, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.35

Abstract

Pharmacy unit should always strive to satisfy patient by giving excellent pharmacy services so that thepatient become loyal and at the same time hospital’s income increases. Patient’s expectation toward governmenthospital’s services should differ with private hospital’s service. Research is carried out with ServQual method (Parasuraman et al, 1985) through the distribution of expectation and perception questionnaire to self paid outpatient or the family members in RSUP Dr. Sardjito and Rumah SakitBethesda. Patient’s satisfaction is seen from the gap or the ServQual score. Positive score shows respondent is verysatisfied, zero score shows respondent is satisfied, and negative score shows respondent is not satisfied. Difference inpatient’s expectation is analyzed using Kruskal-Wallis test and Mann Whitney test.ServQual score shows negative value for RSUP Dr. Sardjito and Rumah Sakit Bethesda in all dimensions of thetotal score for each of the dimensions. If expectation pattern at each hospital is compared, patient’s expectation inRSUP Dr. Sardjito is highest of assurance dimension and reliability, second at tangible and responsiveness dimension, and third (the lowest) a empathy dimension. Patient expectation of Rumah Sakit Bethesda is highest at assurance dimension, the other four dimensions (tangible, empathy, reliability, and responsiveness) is at the same level afterassurance. Total patient’s expectation of RSUP Dr. Sardjito and Rumah Sakit Bethesda is not difference significantly.Patient’s expectation for each dimension shows difference at empathy and reliability dimension. Key Word : patient’s satisfaction, patient expectation, RSUP Dr. Sardjito, Rumah Sakit Bethesda
SOSIALISASI CEK KLIK (KEMASAN, LABEL, IZIN EDAR, KADALUARSA) UNTUK MENDUKUNG PENGGUNAAN OBAT DENGAN AMAN DAN CERMAT DI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 Ni Made Dharma Shantini Suena; Debby Juliadi; I Gede Made Suradnyana; Rr. Asih Juanita; Nyoman Budiartha Siada; Ni Putu Udayana Antari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i11.1853

Abstract

Masyarakat dapat mengetahui keamanan dan mutu obat, serta kesesuaiannya dengan keluhan yang diderita, dengan cara mencermati dengan baik informasi obat sebelum digunakan. Cek KLIK merupakan Slogan yang dicetuskan oleh BPOM yang merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa, dari obat maupun olahan pangan yang akan dikonsumsi. Namun sebagian masyarakat belum mengetahui dengan baik langkah-langkah Cek KLIK maupun pentingnya melakukan hal ini demi menjamin penggunaan obat dengan tepat dan aman. Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi sediaan farmasi khususnya suplemen kesehatan demi menjaga imunitas dalam menghadapi pandemi. New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktifitas ekonomi sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. New normal diberlakukan di Indonesia sejak awal Juni 2020. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang aman, cermat, dan bermutu di masa new normal pandemi COVID-19, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi Cek KLIK sediaan obat.
Co-Authors Achmad Purnomo Achmad Purnomo Agustini, Ni Putu Dewi Alfiana Naili Syirvia Anak Agung Ngurah Dwi Kosalawa Andarista, Ni Kadek Novi Arkhania, Ni Putu Ayu Dhea Aswindari, Ni Nyoman Zelina Debby Juliadi Dewa Ayu Made Adnya Swari Dewi, Ni Putu Leona Yorita Erna Cahyaningsih Fitria Megawati Fitria Megawati Fitria Megawati Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sari Gusti Bagus Krisna Arum Jati Hastama, Ryo Herleeyana Meriyani Herleeyana Meriyani I Gede Bagaskara Sangging I Gede Made Suradnyana I Gede Wayan Sujarna I Made Agus Sunadi Putra I Putu Tangkas Suwantara I Wayan Mahardika Saputra Intansari, Ni Putu Ocha Indira Jati, Gusti Bagus Krisna Arum Jayanti, Ni Ketut Aprilia Juliari, Ni Putu Hera Kadek Ayu Kartika Putri Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Komang Tri Candrayani Kosalawa, Anak Agung Ngurah Dwi Lestari, Made Dwik Luh Risma Putri Rahayu Made Dwik Lestari Made Elvenia Ambara Damayanti Made Tarysa Laksmi Dewi Marwati, I Gusti Ayu Megawati, Fitria Mendra, Ni Nyoman Yudianti Meriyani, Herleeyana Ni Kadek Novi Andarista Ni Ketut Aprilia Jayanti Ni Luh Damayanti Ni Luh Wayan Mudia Ariani Ni Made Dharma Shantini Suena Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka Ni Made Puspayanti, Ni Made Ni Nyoman Zelina Aswindari Ni Putu Ayu Dhea Arkhania Ni Putu Ayu Wulan Ningsih Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Dewi Agustini Ni Putu Hera Juliari Ni Putu Kurnia Dewi Ni Putu Leona Yorita Dewi Ni Putu Nadya Kirana Wulandari Ni Putu Sri Devi Chynta Cahyanti Ni Wayan Ari Pertiwi Ni Wayan Ratih Purnama Sari Noviyanti, Anak Agung Vivi Nurul Fatoni Nyoman Ayu Prascitasari Nyoman Budiartha Siada Prascitasari, Nyoman Ayu Putra, I Made Agus Sunadi Putu Era Sandhi Kusuma Yuda Rahadi , I Wayan Surya Restuliani, Ni Kadek Ayu RR. Asih Juanita Sangging, I Gede Bagaskara Saputra, I Wayan Mahardika Sumarni Sumarni Sumarni Sumarni Suradnyana, I Gede Made Sutrisnawati, Ni Komang Ayu Bintang Syirvia, Alfiana Naili Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma