Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Penggunaan Jumlah Bahan Aktif Pestisida dan Banyaknya Keluhan Masalah Kesehatan Pada Petani di Wilayah Agroindustri Jember Sofiana, Kristianningrum Dian; Indreswari, Laksmi; Firdaus, Jauhar; Prasetyo, Aris; Pralampita, Pulong wijang; Supangat, Supangat
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1209

Abstract

Pestisida dapat menyebabkan masalah kesehatan baik akut ataupun kronik. Latar belakang dari penelitian ini adalah Penggunaan pestisida di kawasan agroindustri Jember yang tidak dapat dihindari.. Paparan pestisida pada petani Jember, baik paparan langsung ataupun tidak langsung, diduga menjadi salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan.. Keterkaitan antar penggunaan bahan aktif pestisida dan masalah kesehatan pada petani di wilayah agroindustri jember perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan jumlah bahan aktif pestisida dengan banyaknya masalah kesehatan pada petani di wilayah Agroindustri Jember. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observational dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diambil adalah petani yang berada di kabupaten jember yang diwakili oleh 11 kecamatan. Besar sampel berjumlah 84 orang yang diambil dengan accidental sampling. Variabel yang diambil adalah jenis pestisida, jumlah bahan aktif yang dipakai, keluhan masalah kesehatan, Analisis menggunakan analisis unvaried dan bivariate menggunakan Chi square tes dengan p <0,05. Penggunaan bahan aktif yang digunakan selama penyemprotan mayoritas 1 bahan aktif 51,19% .Keluhan masalah kesehatan sebesar 52,38% dengan keluhan terbanyak adalah pusing sebesar 29,76%.Hasil Analisis jumlah bahan aktif saat penyemprotan dengan banyaknya keluhan kesehatan dengan menggunakan Chi Square tes, p= 0,009 dengan nilai p<0,05. Dari penelitian ini didapatkan ada hubungan penggunaan bahan aktif residu pestisida dengan keluhan masalah kesehatan pada petani di Jember. Petani yang terpapar kebanyakan tidak merasakan keluhan kesehatan.
Combination Therapy for Cryptosporidiosis in Immunocompromised Patients: A Systematic Review Utami, Wiwien Sugih; Rozaq, M.S. Irham; Indreswari, Laksmi; Abrori, Cholis; Hermansyah, Bagus
Folia Medica Indonesiana Vol. 60, No. 4
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cryptosporidium sp. is a gastroenteritis-causing pathogen that may increase mortality and morbidity in immunocompromised patients. Diarrhea is a common problem among acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) patients, with 30–60% of patients in developed countries and 90% in developing countries affected. The prevalence of cryptosporidiosis is 3–5% of the global population, with 14.42% of those affected being immunocompromised. There is currently no vaccine available to prevent cryptosporidiosis, while nitazoxanide monotherapy is ineffective in eradicating the organism in immunocompromised hosts and malnourished children. This study aimed to determine the most effective combination therapy for cryptosporidiosis in immunocompromised patients. This study used a systematic review design and implemented eligibility criteria for the literature search across PubMed, ScienceDirect, Epistemonikos, Google Scholar, Nature, Springer, and John Wiley databases. The search utilized specific keywords and Boolean operators, i.e., “Cryptosporidium,” OR “cryptosporidiosis,” AND “combination therapy,” OR “combination treatment,” AND “immunocompromised.” Two cohort studies and two case reports were selected, three of which used a nitazoxanide and azithromycin combination as the intervention, whereas only one cohort study used a nitazoxanide and fluoroquinolone combination. The studies comprised 54 samples from post-kidney transplantation patients and one sample from an acute lymphoblastic leukemia (ALL) patient. The nitazoxanide and fluoroquinolone combination showed superior outcomes than the nitazoxanide and azithromycin combination. The stool clearance was significantly lower with nitazoxanide monotherapy than the nitazoxanide and fluoroquinolone combination (OR=0.65, 95% CI=0.34–0.92, p=0.01). However, it was non-significantly lower with the nitazoxanide and azithromycin combination compared to monotherapy (OR=0.27, 95% CI=0.01–5.77, p=0.24). Nitazoxanide monotherapy exerted a significantly lower effect than the nitazoxanide and fluoroquinolone combination in stopping diarrhea symptoms (OR=0.45, 95% CI=0.21–0.81, p=0.004). In conclusion, a combination therapy using nitazoxanide and fluoroquinolone for cryptosporidiosis in immunocompromised patients offers more favorable outcomes compared to monotherapy, particularly in stopping diarrhea and enhancing stool clearance.
Prevalensi Resistansi Antibiotik pada Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase dari Sampel Ayam di Indonesia: Tinjauan Sistematis Enny Suswati; Laylatul Fitriah Mukarromah; Laksmi Indreswari
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Berdasarkan statistik Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2006-2016 menunjukkan bahwa produksi unggas meningkat sebesar 4,0% per tahun di negara-negara berkembang. Berbagai jenis unggas dipelihara di Indonesia, salah satunya adalah ayam. Pada umumnya peternak ayam menggunakan Antibiotic Growth Promoters (AGPs) sebagai pakan imbuhan dan untuk mencegah infeksi pada ternaknya. Namun, sebagian besar peternak ayam kurang memiliki pengetahuan tentang sistem peternakan yang tepat dalam hal  penggunaan antibiotik. Akibatnya, terdapat kekhawatiran luas mengenai potensi munculnya dan penularan resistansi antibiotik pada manusia melalui rantai pasokan makanan dan komponen lingkungan.  Penelitian di Indonesia yang membahas tinjauan sistematis mengenai prevalensi resistansi antibiotik pada Escherichia coli penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dari sampel ayam masih terbatas, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis mengenai prevalensi resistansi antibiotik pada E. coli penghasil ESBL dari sampel ayam.  Database Pubmed, Springer, ScienceDirect, Google Scholar, dan Portal Garuda dicari dan dikumpulkan dari artikel terbitan tahun 2013 hingga 2023 untuk semua studi cross-sectional yang menunjukkan prevalensi resistansi antibiotik pada E. coli penghasil ESBL dari sampel ayam di Indonesia. Senanyak sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi dan dilanjutkan penilaian kualitas dan ekstraksi data. Penelitian terbanyak berada di wilayah Jawa Timur yaitu delapan penelitian di Blitar dan satu penelitian di Surabaya. Penelitian yang dilaporkan menemukan bahwa resistansi antibiotik terhadap E. coli penghasil ESBL pada usap kloaka adalah 100%. Namun, pada sebagian besar penelitian, rata-rata angka resistansi antibiotik E. coli penghasil ESBL berada di bawah 50%. Sembilan penelitian yang dilakukan di Blitar dan Surabaya, rata-rata prevalensi resistansi antibiotik E. coli penghasil ESBL pada sampel ayam adalah 27%.