Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Prevalensi Resistansi Antibiotik pada Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase dari Sampel Ayam di Indonesia: Tinjauan Sistematis Enny Suswati; Laylatul Fitriah Mukarromah; Laksmi Indreswari
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Berdasarkan statistik Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2006-2016 menunjukkan bahwa produksi unggas meningkat sebesar 4,0% per tahun di negara-negara berkembang. Berbagai jenis unggas dipelihara di Indonesia, salah satunya adalah ayam. Pada umumnya peternak ayam menggunakan Antibiotic Growth Promoters (AGPs) sebagai pakan imbuhan dan untuk mencegah infeksi pada ternaknya. Namun, sebagian besar peternak ayam kurang memiliki pengetahuan tentang sistem peternakan yang tepat dalam hal  penggunaan antibiotik. Akibatnya, terdapat kekhawatiran luas mengenai potensi munculnya dan penularan resistansi antibiotik pada manusia melalui rantai pasokan makanan dan komponen lingkungan.  Penelitian di Indonesia yang membahas tinjauan sistematis mengenai prevalensi resistansi antibiotik pada Escherichia coli penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dari sampel ayam masih terbatas, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis mengenai prevalensi resistansi antibiotik pada E. coli penghasil ESBL dari sampel ayam.  Database Pubmed, Springer, ScienceDirect, Google Scholar, dan Portal Garuda dicari dan dikumpulkan dari artikel terbitan tahun 2013 hingga 2023 untuk semua studi cross-sectional yang menunjukkan prevalensi resistansi antibiotik pada E. coli penghasil ESBL dari sampel ayam di Indonesia. Senanyak sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi dan dilanjutkan penilaian kualitas dan ekstraksi data. Penelitian terbanyak berada di wilayah Jawa Timur yaitu delapan penelitian di Blitar dan satu penelitian di Surabaya. Penelitian yang dilaporkan menemukan bahwa resistansi antibiotik terhadap E. coli penghasil ESBL pada usap kloaka adalah 100%. Namun, pada sebagian besar penelitian, rata-rata angka resistansi antibiotik E. coli penghasil ESBL berada di bawah 50%. Sembilan penelitian yang dilakukan di Blitar dan Surabaya, rata-rata prevalensi resistansi antibiotik E. coli penghasil ESBL pada sampel ayam adalah 27%.
FAKTOR HIGIENITAS PERORANGAN DAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA TERHADAP KONTAMINASI SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA TANAH Utami, Wiwien Sugih; Furqon, Achmad Nazalal; Indreswari, Laksmi; Armianti, Yunita; Hermansyah, Bagus
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3562

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) merupakan penyakit yang ditularkan melalui telur dari tinja orang yang terinfeksi. Menurut WHO sekitar 1,5 miliar orang di dunia mengalami kasus infeksi cacing yang setelah ditelusuri penularannya melalui tanah. Perbaikan higienitas perorangan dan sanitasi lingkungan diketahui berpotensi meningkatkan keberhasilan program WHO untuk mengurangi infeksi cacingan terutama jenis STH. Hal itu dibuktikan oleh penelitian yang membahas tentang peningkatan fasilitas sanitasi jamban dapat mengurangi prevalensi infeksi STH. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 sampel. Penelitian ini menguji faktor higienitas perorangan dan sanitasi lingkungan terhadap kontaminasi STH pada tanah. Uji statistik menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kebiasaan buang air besar, sarana pembuangan sampah, sarana pembuangan tinja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kontaminasi STH pada tanah (p>0,05). Sedangkan sarana pembuangan air limbah rumah tangga, lokasi kandang hewan ternak dan penggunaan pupuk tanaman memiliki hubungan yang signifikan dengan kontaminasi STH pada tanah (p<0,05). Lokasi kandang hewan ternak merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kontaminasi STH pada tanah. Simpulan: Sarana pembuangan air limbah rumah tangga, lokasi kandang hewan ternak dan penggunaan pupuk tanaman berhubungan dengan kontaminasi STH pada tanah (p<0,05). Lokasi kandang hewan ternak merupakan variable yang paling berpengaruh terhadap kontaminasi STH pada tanah. Kata Kunci: higienitas perorangan; sanitasi lingkungan rumah tangga, soil-transmitted helminths.
Calvarial bone destruction secondary to dermoid cyst with squamous cell carcinoma transformation: A rare case report Indreswari, Laksmi; Adji, Novan Krisno; Putri, Komang Yunita Wiryaning; Nugraha, Muhammad Yuda
International Journal on Health and Medical Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): April: Medical and Health Science
Publisher : Institute of Accounting Research and Novation (IARN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/healmed.v4i2.671

Abstract

Dermoid cysts are congenital, benign lesions that originate from ectodermal inclusions during embryogenesis and are most often encountered in the scalp and intracranial regions. While their clinical course is generally indolent, malignant transformation is an exceptionally rare phenomenon, with squamous cell carcinoma (SCC) being the most frequently reported histologic subtype. Such transformation is clinically significant, as it alters the otherwise benign natural history of dermoid cysts into a locally aggressive neoplasm capable of extensive tissue invasion. We report a rare case of a dermoid cyst undergoing malignant degeneration into SCC with associated calvarial bone destruction. This case highlights the importance of recognizing atypical clinical presentations and radiologic findings that may suggest malignant change. The clinical manifestations, radiographic characteristics, surgical approach, histopathological confirmation, and postoperative course are presented, followed by a review of the relevant literature to contextualize this uncommon entity and its therapeutic implications.
A Meta-Analysis of 80% Fraction of Inspired Oxygen on Surgical Site Infection in Patients Undergoing Surgery Erisadana, Rifaldy Nabiel; Tohari, Achmad Ilham; Supranoto, Yehuda Tri Nugroho; Utami, Wiwien Sugih; Indreswari, Laksmi
Solo Journal of Anesthesi, Pain and Critical Care (SOJA) Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/soja.v3i1.62251

Abstract

Background: WHO recommended the use of 80% FiO2 in patients undergoing general anesthesia with endotracheal intubation (ETI) to prevent surgical site infection (SSI). However, the ongoing debate regarding efficacy and safety raises because further trials have been published. We conducted a review based on recommendations in terms of SSI as the primary outcome and adverse events as the secondary outcome in both patients with or without ETI.Method: A literature search was carried out by PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar for RCTs in all-type surgical patients who administrated 80% FiO2 compared with 30–35% FiO2. Pooled relative risks with a 95% confidence interval were conducted for meta-analysis. Result: Based on 23 RCTs included in the analysis, there were no significant differences in terms of SSI (RR,0.85; 95%CI, 0.72 to 1.01; p=0.07), sepsis (RR,1.47; 95%CI, 0.78 to 2.76; p=0.23), postoperative hospitalization days (PHD) (RR,0.16; 95%CI, -0.67 to 0.98; p=0.71), ICU admission (RR,0.94; 95%CI, 0.78 to 1.13; p=0.50), reoperation required (RR,0.78; 95%CI, 0.30 to 2.06; p=0.62), and 30-days mortality (RR,1.18; 95%CI, 0.76 to 1.84; p=0.45). In contrast, even though the subgroup analysis showed association that PHD longer in high FiO2 group for colorectal surgery (RR,0.80; 95%CI, 0.24 to 1.35; p=0.005), the high FiO2 significantly reduced SSI and anastomotic leakage in abdominal surgery (RR,0.78; 95%CI, 0.62 to 0.99; p=0.04 and RR,0.55; 95%CI, 0.36 to 0.85; p=0.008).Conclusion: This meta-analysis provides evidence that administration of 80% FiO2 even though association with longer of PHD in colorectal surgery, it is associated with a reduction in SSI and anastomotic leakage in patients who underwent abdominal surgery. It contrasts for sepsis, ICU admission, reoperation required, 30-day mortality, SSI, and PHD in all-type surgery.