Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY AT DHINDA BEAUTY CLINIC Laras Ratu Khalida; Syifa Pramudita Faddila; Dexi Triadinda
International Journal of Management, Economic, Business and Accounting Vol. 4 No. 2 (2025): International Journal of Management, Economic, Business and Accounting (IJMEBA)
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/ijmeba.v4i2.148

Abstract

Research method— The research employs a qualitative approach, utilizing surveys and interviews to gather data on current beauty standards as defined by women in Indonesia, alongside an analysis of the business’s internal and external environments through the SWOT framework. Result— The findings reveal that the current beauty standards among Indonesian women prioritize smooth skin (30.7%), well-dressed appearance (16.4%), and a glowing face (16.3%) according to the ZAP Beauty Index (2024). An effective business development strategy for Rumah Cantik Dhinda is proposed, emphasizing a combination strategy that includes market penetration to address promotional and marketing challenges, as well as addressing human resource needs by hiring additional employees. Conclusion— The study concludes that the integration of these strategies will enhance Rumah Cantik Dhinda’s market presence and operational effectiveness, providing a valuable reference for further research and practical application in business development courses within economics and management programs.on
Pengaruh E-Service Quality Terhadap Loyalitas Pelanggan Yang Dimediasi Oleh Kepuasan Pelanggan (Studi Pada Pelanggan Aplikasi Vidio) Hanapiah Halimatu Sya'diah; Citra Savitri; Syifa Pramudita Faddila
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 8, No 2 (2025): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v8i2.8687

Abstract

Video on Demand berkembang pesat, namun Vidio menghadapi kendala pada sistem layanan dan respons customer service. penelitian ini bermaksud mengetahui pengaruh e-service quality pada kepuasan pelanggan dan loyalitas, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi, pada pengguna Vidio di Karawang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data SEM-PLS, penelitian ini melibatkan 96 responden yang telah berlangganan Vidio selama minimal tiga bulan, jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Temuan dari penelitian memperlihatkan bahwa e-service quality membawa dampak positif serta signifikan pada kepuasan pelanggan dan loyalitas. Kepuasan pelanggan juga terbukti secara signifikan memediasi hubungan antara e-service quality dan loyalitas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi e-service quality, maka semakin tinggi pula kepuasan yang dirasakan pengguna, yang nantinya meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi Vidio untuk meningkatkan layanan demi menjaga loyalitas pelanggan.
HOW DOES THE LOYALTY PROGRAM AFFECT THE PURCHASE DECISION OF KOPI KENINGAN WITH CUSTOMER SATISFACTION AS A MEDIATING VARIABLE? Zania Nurul Ramadanti; Citra Savitri; Syifa Pramudita Faddila
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program loyalitas terhadap keputusan pembelian pelanggan Kopi Kenangan dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi dalam penggunaan aplikasi Loyalitas Kopi Kenangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program loyalitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dan program loyalitas memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap keputusan pembelian melalui kepuasan pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan pelanggan bertindak sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara program loyalitas dan keputusan pembelian. Dapat disimpulkan bahwa semakin efektif program loyalitas yang ditawarkan melalui aplikasi digital, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya mendorong konsumen untuk mengambil keputusan pembelian dan melakukan pembelian berulang di Kopi Kenangan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan literatur pemasaran digital, khususnya mengenai peran program loyalitas berbasis aplikasi dalam memengaruhi keputusan pembelian melalui kepuasan pelanggan. Lebih lanjut, hasil penelitian ini dapat berfungsi sebagai referensi praktis bagi pelaku industri ritel kopi dalam merancang strategi loyalitas digital yang lebih efektif.
MENGANGKAT KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DASAR:PENINGKATAN KINERJA KADER POSYANDU MELALUIPELATIHAN DIGITALISASI PENCATATAN DOKUMEN DIPOSYANDU BERINGIN IX Syifa Pramudita Faddila; Uus MD Fadli; Hafsari Prabhamanik Faddila; Mawa Syahputri; Aura Aulia
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/kmx6rk25

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kinerja kader Posyandu Beringin IX melalui pelatihan digitalisasi pencatatan dokumen menggunakan Microsoft Word dan Excel. Pelatihan diikuti oleh 5 kader, mencakup materi penyusunan laporan dan pengelolaan data kesehatan seperti pencatatan berat badan, tinggi badan, serta pembuatan grafik analisis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor post-test sebesar 80 dibandingkan dengan pre-test sebesar 55, dengan efisiensi waktu pencatatan meningkat hingga 30%. Meskipun berdampak positif, kendala seperti keterbatasan perangkat dan adaptasi kader terhadap teknologi baru memerlukanperhatian lebih. Digitalisasi terbukti efektif meningkatkan administrasi Posyandu, mendukung layanan kesehatan yang lebih baik.
Peran Influencer Marketing Tiktok Dan Lifestyle Dalam Mendorong Impulse Buying Produk Skintific : Studi Pada Generasi Z Di Karawang Rosalinda; Citra Savitri; Syifa Pramudita Faddila
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1426

Abstract

Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi sosial, khususnya di kalangan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing dan gaya hidup (lifestyle) terhadap perilaku pembelian impulsif pada produk Skintific yang digunakan oleh Generasi Z. Selain itu, penelitian ini juga berfokus untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pembelian impulsif konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode verifikatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner digital (Google Form) menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa influencer marketing tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap impulse buying, meskipun konsumen sering terpapar promosi oleh influencer. Di sisi lain, lifestyle memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying produk Skintific. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah di bidang manajemen, khususnya dalam memahami perilaku pembelian impulsif di era digital. Penelitian ini juga menyarankan agar perusahaan menyesuaikan strategi pemasaran dengan gaya hidup Generasi Z serta mengevaluasi efektivitas penggunaan influencer untuk lebih sesuai dengan karakteristik konsumen. Implikasi teoretis dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih dalam mengenai peran lifestyle sebagai pendorong perilaku impulsif, sementara influencer marketing mungkin perlu dikaji lebih lanjut untuk menyesuaikan pendekatan dengan dinamika pasar saat ini.   The digital era has brought significant changes to consumption patterns, particularly among Generation Z. This study aims to analyze the influence of influencer marketing and lifestyle on impulse buying behavior for Skintific products used by Generation Z. Additionally, this study seeks to identify the most influential variables on consumer impulse buying behavior. This research employs a quantitative approach with a verificative method, collecting data through digital questionnaires (Google Forms) using purposive sampling. The results of hypothesis testing indicate that influencer marketing does not have a significant impact on impulse buying, even though consumers are frequently exposed to promotions by influencers. On the other hand, lifestyle has a positive and significant effect on impulse buying of Skintific products. This study contributes to the body of knowledge in the field of management, particularly in understanding impulse buying behavior in the digital era. It also suggests that companies adjust their marketing strategies to align with Generation Z's lifestyle and reassess the effectiveness of influencer marketing to better suit consumer characteristics. The theoretical implications of this research emphasize the importance of a deeper understanding of the role of lifestyle in driving impulse behavior, while influencer marketing may require further exploration to better align with current market dynamics.
Efek Rebranding Dan Kualitas Produk Dalam Meningkatkan Pembelian Produk SS Skin Di Tiktok Shop Rahayu Nur Agustin; Citra Saviti; Syifa Pramudita Faddila
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebranding dan kualitas produk dalam meningkatkan keputusan pembelian produk SS Skin di TikTok Shop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebranding memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Selain itu, kualitas produk juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, bahkan menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian. Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sebesar 77% variasi dalam keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi rebranding yang efektif serta kualitas produk yang konsisten, aman, dan sesuai dengan klaim memiliki peran penting dalam meningkatkan keputusan pembelian. Kombinasi antara rebranding yang tepat dan kualitas produk yang baik juga mampu membantu mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap SS Skin. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan ilmu manajemen pemasaran dan perilaku konsumen, khususnya terkait pengaruh rebranding dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Selain itu, secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan skincare dalam merancang strategi pemasaran dan meningkatkan kualitas produk guna memperkuat kepercayaan konsumen serta mendorong keputusan pembelian.   This study aims to examine the effect of rebranding and product quality on increasing purchasing decisions for SS Skin products on TikTok Shop. The results indicate that rebranding has a positive and significant influence on consumers’ purchasing decisions. In addition, product quality also has a positive and significant effect and is identified as the most dominant factor influencing purchasing decisions. Overall, both variables contribute to 77% of the variance in consumers’ purchasing decisions.Based on these findings, it can be concluded that an effective rebranding strategy and consistent, safe product quality that aligns with the claims made to customers play an important role in enhancing purchasing decisions. The combination of appropriate rebranding and good product quality can also help restore consumer trust in SS Skin. Therefore, this study is expected to provide academic contributions to the development of marketing management and consumer behavior, particularly regarding the influence of rebranding and product quality on purchasing decisions. Practically, the findings can serve as a reference for skincare companies in designing marketing strategies and improving product quality to strengthen consumer trust and encourage purchasing decisions.  
Pentingnya Pengalaman Emosional Dan Identitas Diri Dalam Mempengaruhi Word of mouth Yang Dimediasi Oleh Pengalaman Wisata Yang Berkesan Ananda Tato Aris; Citra Savitri; Syifa Pramudita Faddila
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengalaman emosional dan identitas diri terhadap word of mouth (WOM) dengan mempertimbangkan peran pengalaman wisata yang berkesan sebagai variabel mediasi pada destinasi wisata Loji Karawang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan sifat deskriptif dan verifikatif, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman emosional dan identitas diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap WOM. Pengalaman wisata yang berkesan terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara pengalaman emosional serta identitas diri dengan WOM. Artinya, pengalaman emosional dan identitas diri mempengaruhi WOM melalui pengalaman wisata yang berkesan, yang bertindak sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan keduanya. Kontribusi teoretis dari penelitian ini adalah memperkaya literatur tentang pengalaman wisata dan perilaku komunikasi wisatawan, khususnya dalam konteks pengaruh pengalaman emosional dan identitas diri terhadap WOM. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pengelola destinasi wisata dalam merancang strategi promosi berbasis WOM dengan fokus pada penguatan pengalaman emosional dan identitas destinasi, untuk meningkatkan komunikasi rekomendasi wisatawan yang positif.   This study aims to examine the impact of emotional experience and self-identity on word of mouth (WOM), considering the role of memorable travel experiences as a mediating variable at the Loji Karawang tourist destination. The research adopts a quantitative approach with descriptive and verificative characteristics, involving 100 respondents selected using accidental sampling technique. Data analysis is performed using Structural Equation Modelling (SEM) with the help of SmartPLS 3.0 software. The findings show that both emotional experience and self-identity have a positive and significant effect on WOM. Furthermore, memorable travel experiences are proven to positively influence WOM and act as a mediator in the relationship between emotional experience, self-identity, and WOM. This means that emotional experience and self-identity influence WOM through memorable travel experiences, which serve as a psychological mechanism linking the two. The theoretical contribution of this study enriches the literature on tourist experiences and tourist communication behavior, particularly in the context of how emotional experience and self-identity affect WOM. Practically, the findings provide insights for destination managers in designing WOM-based promotional strategies that focus on strengthening emotional experiences and destination identity to enhance positive tourist recommendation communication.
Kekuatan Dari Word of Mouth, Keberagaman Produk, Dan Lokasi Dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian Di Toko Kue Basah Kaum Jaya Karawang Meisarah Nabila; Citra Savitri; Syifa Pramudita Faddila
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh word of mouth (WOM), keberagaman produk, dan lokasi terhadap keputusan pembelian di Toko Kue Kaum Jaya. Pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 pelanggan dengan teknik non-probability sampling. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbantuan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WOM, keberagaman produk, dan lokasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Secara khusus, lokasi yang strategis terbukti sebagai faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dalam mengembangkan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen di industri kuliner. Dari sisi praktis, penelitian ini menyarankan bahwa pelaku usaha perlu memaksimalkan strategi pemasaran yang memanfaatkan WOM, menawarkan keberagaman produk yang sesuai dengan preferensi konsumen, serta memilih lokasi yang strategis untuk meningkatkan daya tarik dan keputusan pembelian konsumen.   This study aims to analyze the impact of word of mouth (WOM), product variety, and location on purchasing decisions at Toko Kue Kaum Jaya. A quantitative approach with descriptive and verificative methods was used to test the relationships between variables. Data were collected through a questionnaire distributed to 100 customers using non-probability sampling techniques. The analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 3.0. The results show that WOM, product variety, and location have a positive and significant effect on consumers' purchasing decisions. Specifically, a strategic location proved to be the most dominant factor influencing purchasing decisions. These findings contribute theoretically by enhancing the understanding of factors influencing consumer behavior in the culinary industry. From a practical perspective, this study suggests that business owners should maximize marketing strategies that leverage WOM, offer a variety of products aligned with consumer preferences, and choose strategic locations to enhance attractiveness and consumers' purchasing decisions.
Peningkatan Penjualan Uli Crispy Dua Putra Melalui Promosi Di Media Sosial Dan Brand Awareness Dian Kurniasari; Citra Savitri; Syifa Pramudita faddila
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1860

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna menganalisis pengaruh promosi serta Brand awareness pada peningkatan penjualan UMKM Uli Crispy Dua Putra melalui pemanfaatan media sosial selaku sarana promosi. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 91 konsumen yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan SPSS versi 24 melalui regresi linear berganda serta uji hipotesis. Hasil analisis regresi linear berganda mengindikasikan bahwasanya promosi serta Brand awareness memiliki pengaruh positif serta signifikan pada peningkatan penjualan, baik secara parsial ataupun simultan, dengan angka koefisien determinasi sebanyak 0,634 yang berarti 63,4% variasi peningkatan penjualan mampu dipaparkan oleh variabel-variabel terkait. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa promosi yang efektif dan penguatan Brand awareness melalui media sosial berperan penting dalam meningkatkan penjualan UMKM Uli Crispy Dua Putra.   This study aims to analyze the effects of promotion and brand awareness on increasing sales at Uli Crispy Dua Putra MSME through the use of social media as a promotional. This quantitative study involved 91 consumers selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with SPSS version 24 through multiple linear regression and hypothesis testing. Multiple linear regression analysis showed that promotion and brand awareness had positive and significant effects on sales growth, both partially and simultaneously. The coefficient of determination was 0.634, indicating that these variables explained 63.4% of the variation in sales growth. Effective promotion and stronger brand awareness through social media play an important role in increasing sales at Uli Crispy Dua Putra MSME.  
Efektivitas Program Pelatihan Kerja Di BLK Disnakertrans Kabupaten Karawang Dicky Sulistiya Harta Wijaya; Syifa Pramudita Faddila
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v3i3.1787

Abstract

Job Training Centers are government agencies that organize job training programs, trial training programs, competency tests and empowerment training institutions in industrial sector. The training held is Competency-Based Training by opening several areas of competence needed in the industrial sector. The effectiveness of program training on resource allocation activities is right on target and programmed by government as a public servant as a form of investment in the form of a skilled workforce, competitive workforce and competent workforce by increasing their capabilities programmatically through training institutions or Vocational Training Centers. This study used a qualitative research method, the data used were primary data obtained from interviews with employees and participants at BLK Karawang district and secondary data obtained from agencies related to research. The results of the study show that this job training program is very effective in reducing unemployment rates in Karawang district, there are several aspects that are considered low and need improvement in the level of satisfaction to be training on aspects of participant reactions. To increase the effectiveness of the training program, it is necessary to improve the quality of services at the center, and the placement of workers because the number of placements after training is still low, and then cooperation with stakeholders is still limited.