Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUASAAN PENGETAHUAN GIZI CALON GURU PAUD SEBAGAI HASIL BELAJAR KESEHATAN DAN GIZI II DI PG-PAUD UPI Yuli Triwahyuni; Ai Nurhayati; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.443 KB) | DOI: 10.17509/boga.v5i1.8451

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mahasiswa sebagai calon guru yang dituntut mempunyai kemampuan sesuai dengan kompetensi guru PAUD diantaranya menguasai konsep dasar matematika, sains, bahasa, pengetahuan sosial, agama, seni, pendidikan jasmani, kesehatan dan gizi. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai penguasaan pengetahuan gizi mahasiswa sebagai hasil belajar mata kuliah Kesehatan dan Gizi II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan instumen tes. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sempel total yaitu sebanyak 35 responden mahasiswa Prodi PG-PAUD UPI Cibiru angkatan 2012. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata penguasaan pengetahuan gizi calon guru PAUD pada aspek pengetahuan dan pemilihan bahan makanan sehat untuk anak usia dini (88%) berada pada kriteria baik sekali, pada aspek pemilihan makanan sehat untuk anak usia dini (74%) berada pada kriteria baik dan pada aspek perencanaan penyelenggaraan makan untuk anak usia dini (60%) berada pada kriteria cukup. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memahami materi perkuliahan tetapi masih terdapat materi yang kurang dipahami oleh responden diantaranya adalah materi mengenai nilai kalori dari zat gizi, khususnya potein. Saran diharapkan mahasiswa dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pengetahuan gizi dengan membaca buku, jurnal dan sumber lainnya yang bekaitan dengan ilmu pengetahuan gizi
PENGARUH PENGGUNAAN AUDIO VISUAL PADA PENCAPAIAN “KOMPETENSI DASAR MENGOLAH STOCK, SOUP DAN SAUCE” SISWA SMK 3 CIMAHI Nurul Aini; Atat Siti Nurani; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.304 KB) | DOI: 10.17509/boga.v2i1.6420

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapatnya (65%) siswa yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 7 dalam “Kompetensi Dasar Mengolah Stock” diduga media yang digunakan guru kurang bervariasi. Tujuannya untuk mengetahui perbedaan pencapaian kompetensi siswa dalam aspek pemahaman tentang “Kompetensi Dasar Mengolah Stock”  antara kelas eksperimen yaitu kelas yang menggunakan media video dan kelas kontrol yaitu kelas yang menggunakan media cetak. Metode yang digunakan yaitu metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi adalah siswa kelas X Boga di SMK Negeri 3 Cimahi dengan sampel sebanyak dua kelas yaitu X boga 1 sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol dan X Boga 2 sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berbentuk tes objektif. Hasil penelitian ini adalah  yaitu (4,73 1,67) maka ditolak dan diterima. Sehingga terdapat perbedaan yang positif dan signifikan pada pencapaian kompetensi siswa dalam aspek pemahaman tentang “Kompetensi Dasar Mengolah Stock” antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Saran ditujukan kepada Guru untuk dapat menggunakan media video agar dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam aspek pemahaman “Kompetensi Dasar Mengolah Stock”.
KESULITAN MAHASISWA BELAJAR ANALISIS BUTIR SOAL DALAM MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN TATA BOGA Tiara Edianti; Ade Juwaedah; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.169 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i1.8401

Abstract

Evaluasi Pembelajaran Tata Boga merupakan salah satu Mata Kuliah Keahlian Profesi (MKPP) di Prodi Pendidikan Tata Boga dengan bobot 2 sks. Salah satu tugas terstruktur dalam Evaluasi Pembelajaran Tata Boga adalah melakukan Analisis Butir Soal. Terdapat temuan-temuan dari dosen pengampu dan penulis terkait hasil penyelesaian tugas tersebut yang kurang optimal. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mengetahui kesesuaian prosedur pengerjaan analisis butir soal yang dilakukan oleh responden, (2) mengidentifikasi kesulitan responden dalam mengerjakan enam tahapan analisis butir soal, (3) mengetahui tahapan yang paling sulit dikerjakan oleh responden, (4) mengetahui upaya responden dalam mengatasi kesulitan mengerjakan enam tahap analisis butir soal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan data penelitian menggunakan instrumen tes dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) tahapan analisis butir soal dikerjakan dengan tertib dan sesuai dengan prosedur yang seharusnya oleh lebih dari setengah responden, (2) terdapat kesulitan belajar yang terjadi pada tahapan analisis butir soal yang terdapat pada tahapan uji reliabilitas, standar deviasi, penilaian dengan norma kombinasi PAP-PAN dan uji validitas, (3) tahapan paling sulit terdapat pada tahapan uji reliabilitas (4) upaya responden dalam mengatasi kesulitan belajar analisis butir soal adalah dengan mempelajari kembali sendiri dan bertanya pada teman sebaya.
MANFAAT HASIL BELAJAR MAKANAN PENUTUP (DESSERT) PADA UJI LEVEL SISWA SMK NEGERI 3 CIMAHI Merryanne Maulani; Sudewi Yogha; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.35 KB) | DOI: 10.17509/boga.v5i2.5174

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah hasil belajar makanan penutup (dessert) yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam tahap persiapan pembuatan dessert, pengolahan dessert dan penyajian dessert pada saat uji level. Penelitian bertujuan untuk mengetahui manfaat hasil belajar makanan penutup (dessert) pada uji level. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, dengan menggunakan sampling purposive dan jumlah sampel 38 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar makanan penutup (dessert) pada uji level yang berkaitan dengan tahap persiapan pembuatan dessert memperoleh rata-rata nilai persentase 59% dengan kriteria cukup bermanfaat, berkaitan dengan tahap pengolahan dessert memperoleh rata-rata nilai persentase 54%% dengan kriteria cukup bermanfaat dan berkaitan dengan tahap penyajian dessert memperoleh rata-rata nilai persentase 62% dengan kriteria bermanfaat dan secara keseluruhan memperoleh rata-rata nilai persentase 58% dengan kriteria cukup bermanfaat. Rekomendasi ditujukan kepada siswa kelas XI Jasa Boga 1 SMK Negeri 3 Cimahi perlu adanya kesadaran siswa akan pentingnya pemahaman materi makanan penutup (dessert) dan untuk terus berlatih dalam membuat makanan penutup (dessert), agar materi yang diberikan dapat diterapkan pada ujian praktikum selanjutnya yaitu uji kompetensi di kelas XII dan bagi guru siswa kelas XI Jasa Boga 1 diharapkan dapat memberikan penguatan materi sehingga siswa dapat membuat hidangan makanan penutup (dessert) pada uji kompetensi dengan lebih optimal.Kata kunci : Manfaat hasil belajar, Makanan Penutup (Dessert), Uji Level
POLA KONSUMSI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA BAYI USIA 12-24 BULAN (CONSUMPTION PATTERN OF COMPLEMENTARY FOOD IN INFANTS AGES 12-24 MONTHS Rostika Rostika; Elis Endang Nikmawati; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.329 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i1.19238

Abstract

Beberapa masalah yang berkaitan dengan pola konsumsi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 12-24 bulan yaitu memiliki nafsu makan rendah, suka memilih jenis makanan tertentu, dan tidak ingin makan dalam jumlah banyak sehingga akan berpengaruh terhadap status gizi bayi. Tujuan dalam penelitian ini adalah memperoleh gambaran pola konsumsi MP-ASI yang berkaitan dengan jenis MP-ASI, frekuensi konsumsi MP-ASI dan tingkat kecukupan gizi MP-ASI. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah responden 60 orang. Instrumen berupa kuesioner penelitian, semiquantitative food frequency questionnaire dan recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (76,7%) bayi usia 12-24 bulan mengonsumsi jenis makanan sesuai dengan anjuran Kemenkes 2014 yaitu makanan padat berupa nasi dan lauk pauk seperti makanan keluarga. Frekuensi makan pada bayi usia 12-24 bulan di Kelurahan Isola lebih dari setengahnya (65%) bayi mengonsumsi makanan utama sebanyak 3-4 kali/hari dan 71,6% mengonsumsi makanan selingan sebanyak 1-2 kali/hari. Kontribusi zat gizi MP-ASI terhadap pemenuhan AKG diantaranya energi sebesar 58,9%, zat gizi protein sebesar 80,2%. zat gizi lemak sebanyak 43,5%, kontribusi karbohidrat sebesar 69,1%, kecukupan mineral kalsium sebanyak 23,4%, fosfor sebesar 35,7%, zat besi memenuhi 66,4%, vitamin A sebanyak 65,8% dan vitamin C sebesar 58,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan masyarakat dapat memberikan konsumsi MP-ASI kepada bayi usia 12-24 bulan dengan lebih baik lagi
MANFAAT HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PADA PENYELENGGARAAN UNIT PRODUKSI PASTRY DI SMK NEGERI 9 BANDUNG Maria Dwi Yulanda; Sudewi Yogha; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.265 KB) | DOI: 10.17509/boga.v3i1.6535

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh mata pelajaran Kewirausahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat pada penyelenggaraan unit produksi pastry di SMK Negeri 9 Bandung. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang manfaat hasil belajar Kewirausahaan pada penyelenggaraan unit produksi pastry berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi praktek. Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif, sampling jenuh dan angket sebagai alat pengumpulan data. Sampel penelitian sebanyak 35 responden dari siswa kelas 12 Pastry 1. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata manfaat hasil belajar Kewirausahaan berkaitan dengan aspek perencanaan berada pada kriteria bermanfaat, aspek pelaksanaan berada pada kriteria cukup bermanfaat dan aspek evaluasi berada pada kriteria cukup bermanfaat sehingga dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa cukup mampu memahami mata pelajaran Kewirausahaan yang bermanfaat pada penyelenggaraan unit produksi pastry di SMK Negeri 9 Bandung. Saran ditujukkan kepada peserta didik yang akan menempuh mata pelajaran Kewirausahaan untuk lebih mengaplikasikan hasil belajar Kewirausahaan yang didapat pada penyelenggaraan unit produksi pastry sehingga hasil belajar Kewirausahaan lebih optimal manfaatnya.
Acceptability Crispy Cheese Tuile with Main Ingredients Canna Starch Flour and Mung Bean Flour Benazhir Angelia Maghribi; Sri Subekti; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.583 KB) | DOI: 10.17509/boga.v11i2.58438

Abstract

Crispy cheese tuileis one of the cookies that comes from France. The main ingredient for making these cookies is wheat flour. Canna starch flour comes from canna tubers which are easy to cultivate intensively but their utilization is not maximized. Canna starch flour has the potential as a source of carbohydrates and high quality starch. Mung bean flour comes from mung bean seeds which is a food plant that is easy to cultivate and has high protein. Canna starch flour and mung bean flour can be developed into pastry products to replace wheat flour whose ingredients must be imported. The purpose of this study was to obtain a recipe for crispy cheese tuile, to know the sensory analysis of crispy cheese tuile with the main ingredients of canna starch and mung bean flour. and knowing consumer acceptance of crispy cheese tuile products with the main ingredients of canna starch and mung bean flour. This study used RAL (Completely Randomized Design). The instrument used is a questionnaire in the form of a checklist. The panelists in the study were 30 untrained panelistsof the three formulas for crispy cheese tuile with code 169 (80% canna starch: 20% mung bean flour), code 507 (50% canna starch: 50% mung bean flour), and code 307 (20% canna starch: 80 % green bean flour). Based on sensory analysis, the most preferred recipe formula is code 169. The highest level of preference for the color, taste, aroma, texture, and overall category is for products with code 169. The results of the acceptability analysis, codes 169 and 307 are in the very acceptable category and code 507 accepted.
Nutritional Status and Food Consumption of School Children “Dayak Hindu Tribe Bumi Segandu Indramayu” Sintia Wulandari; Cica Yulia; Ai Nurhayati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.793 KB) | DOI: 10.17509/boga.v10i2.40792

Abstract

The prevalence of underweight school-age children in Indramayu is the highest in West Java since 2017 even though schoolchildren are experiencing a second rapid growth so that a balanced healthy diet is required to obtain nutritional intake and achieve optimal nutritional status. Children with unbalanced food consumption are susceptible to nutritional problems that affect their growth. The purpose of this study was to analyze the nutritional status and food consumption of schoolchildren of the Dayak Hindu Buddhist Bumi Segandu Indramayu Tribe. This research method is descriptive quantitative with this research design is cross-sectional. The sampling technique used was purposive sampling with inclusion criteria aged 7-12 years and having parents belonging to the Losarang Dayak Tribe. Data was collected by means of anthropometric measurements and interviews using a 2x24 hour food recall sheet. This research was conducted in January – July 2020. The results of this study showed that the nutritional status of the 7-10 year old children group was 78% in the normal category and 11% underweight nutritional status and 11% obese nutritional status. The level of consumption of staple foods is in accordance with the recommendations, the consumption of animal side dishes, vegetable side dishes, vegetables, fruit and milk is not in accordance with the recommended balanced nutrition guidelines. The level of calorie adequacy includes a weight deficit, the level of protein adequacy includes a weight deficit and moderate deficit, and fat and carbohydrates including a weight deficit. Adequate levels of vitamin A, vitamin C, calcium and iron including severe deficits and phosphorus in mild and severe deficits. Recommendations to provide assistance to parents of schoolchildren by posyandu cadres and health institutions regarding the selection of food ingredients and the portion given to suit the nutritional adequacy of school children.
PENGETAHUAN GIZI IBU HAMIL DI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG Sri Lestari Apriliani; Ellis Endang Nikmawati; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.115 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21967

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) menggambarkan resiko kematian ibu pada fase kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Angka kematian ibu di Jawa Barat mengalami peningkatan dari 748 kasus ditahun 2014 menjadi 823 kasus di tahun 2015. Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan angka kematian ibu cukup tinggi. Masalah gizi ibu hamil seperti kurang energi kronik (KEK), anemia dan kurang yodium dapat menyebabkan angka kematian ibu (AKI) meningkat. Salah satu faktor yang dapat mencegah masalah gizi ibu hamil adalah melalui asupan makanan yang dipengaruhi pengetahuan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengetahuan gizi ibu hamil di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian secara cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional simple random sampling, sebanyak 95 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif yang telah divalidasi secara konstrak dan dihitung menggunakan program iteman dengan jumlah butir soal yang valid sebanyak 25 soal dengan reliabilitas sedang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu hamil kurang dari setengah responden memiliki pengetahuan gizi kurang (42,1%) dan pengetahuan gizi cukup (31,6%), sedangkan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan gizi baik (22,1%) dan pengetahuan gizi sangat baik (4,2%). Pengetahuan ibu hamil tentang pesan gizi seimbang, anjuran porsi makan ibu hamil, fungsi dan sumber zat gizi bagi ibu hamil termasuk pada kriteria cukup. Pengetahuan tentang akibat kekurangan dan kelebihan gizi bagi ibu hamil termasuk pada kriteria kurang.
Nutrition Intake Among Stunting Toddler in Cimahi Urban Village Anggi Yustiani Nuryanti; Ai Nurhayati; Cica Yulia
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.312 KB) | DOI: 10.17509/boga.v10i2.40680

Abstract

Stunting was a state of height/length-for-age index below minus two standard deviations based on the WHO standard. Nutritional intake is one of the factors that directly influence the incidence of stunting. This study aims to analyze nutritional intake and consumption of nutrient sources in stunting infants in Cimahi Urban-Village. The study uses a cross-sectional design with descriptive research methods. The populations are 172 stunting toddlers using random sampling area and took 64 toddlers as respondent. Data collection was done through interviews using 24-hour food recall form and food frequency questionnaire. This study was carried out on December 6, 2018 - May 14, 2019. The results showed protein intake in the age group 1-3 years categorized as mild deficit and age group 4-5 years categorized as a severe deficit. Intake of fat, carbohydrates, calcium, phosphor, iron, vitamin A and vitamin C are categorized as severe deficits. Sources of nutrients that are often consumed include eggs consumed by age groups 1-3 years 5 times/week and age groups 4-5 years 4 times/week, oil consumed 1 time/day, rice consumed 2 times/day, milk consumed by age groups 1-3 years 5 times/week and the age group 4-5 years 3 times/week, chicken consumed 3 times/week and papaya consumed once/week. The recommendation is to hold assistance for parents of stunting toddler by posyandu cadres regarding the selection of food ingredients and the portion provided to suit the nutritional adequacy of the toddler.