Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

From field to cloud: Integrating AI-driven coaching in modern sport education David Iqroni; Kevin Waldo
Jurnal Sinar Edukasi Vol 6 No 03 (2025): Jurnal Sinar Edukasi
Publisher : Institute of Information Technology and Social Science (IITSS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61346/jse.v6i03.288

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in sport education has marked a transformative era in how coaching, learning, and performance development are conceptualized. This paper critically examines current research and emerging trends in AI-driven coaching, focusing on its pedagogical potential, technological applications, and challenges within modern sport education. Drawing from peer-reviewed articles published between 2015 and 2025, the analysis synthesizes studies across domains such as biomechanics, learning analytics, machine learning, and educational technology. The findings reveal that AI-based coaching systems—encompassing motion capture analysis, performance prediction algorithms, and virtual training assistants—significantly enhance feedback precision, athlete engagement, and individualized learning experiences. Moreover, AI facilitates adaptive pedagogy, enabling educators to tailor instructional strategies based on learners’ real-time performance data. However, the literature also highlights substantial barriers, including limited educator readiness, ethical concerns about data security, and disparities in access to advanced technologies. Theoretical frameworks such as constructivism and self-determination theory are frequently employed to interpret how AI-mediated environments support active learning, motivation, and self-regulation in sport settings. Despite promising outcomes, gaps remain in empirical validation and in understanding the long-term educational impact of AI integration. This analysis concludes that the shift from traditional field-based coaching to cloud-enabled, AI-driven environments represents a paradigm shift in sport education. By synthesizing the current evidence base, this paper provides a foundation for future research exploring sustainable models for AI adoption in sport education.
Implementasi Senam Irama Berbasis Gerakan Kreatif untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas Rendah di Sekolah Dasar Yonifia Anjanika; sugih suhartini; kevin waldo
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 6 No. 1 (2025): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/unimudasportjurnal.v6i1.2863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas senam irama berbasis gerakan kreatif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas rendah di SD 191 Simpang Jelita. Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional siswa, yang perlu ditumbuhkan sejak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 21 siswa kelas rendah yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepercayaan diri berdasarkan lima indikator: (1) berani tampil di depan teman, (2) tidak mudah menyerah, (3) mampu mengekspresikan diri, (4) percaya pada kemampuan diri, dan (5) inisiatif dalam kelompok. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa mengalami peningkatan skor kepercayaan diri sebesar 7 poin setelah mengikuti senam irama berbasis gerakan kreatif. Rata-rata skor pretest sebesar 12,19 meningkat menjadi 19,19 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan t-hitung = ∞ dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa senam irama kreatif mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa melalui pengalaman gerak yang menyenangkan, ekspresif, dan partisipatif. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek afektif siswa di jenjang sekolah dasar.