Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Pengaruh Persepsi Kegunaan dan Dipersonalisasi Pengalaman tentang Loyalitas Merek: Peran Mediasi Merek Keterlibatan di antara Pengguna Duolingo Premium di Indonesia Lela, Lela; Wenny Pebrianti; Ilzar Daud; Bintoro Bagus Purmono; Ahmadi Ahmadi
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimak.v5i2.6797

Abstract

The rapid development of educational technology-based language learning platforms (EdTech) has transformed digital learning patterns in Indonesia, especially through premium subscription models. This study aims to analyze the influence of Perceived Usefulness and Personalized Experience on Brand Loyalty with Brand Engagement as a mediating variable in Duolingo Premium users in Indonesia. A quantitative approach with a cross-sectional design was used through an online survey of 250 active users who had maintained a minimum of one year subscription. Data analysis was carried out using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results show that the perception of usability and personalized experience has a positive and significant effect on brand engagement, which in turn has an impact on user loyalty on an ongoing basis. Additionally, Brand Engagement has been shown to significantly mediate the relationship between perceived benefits and personalization on long-term loyalty. These findings indicate that the consistency of functional benefits as well as the quality of personalization of learning are able to drive users' emotional and cognitive engagement. Managerially, the results of the study confirm that the success of a premium platform does not only depend on the completeness of the features, but also on its ability to support the achievement of learning objectives, thereby increasing positive user retention and advocacy.
Atmospheric Cues and Sales Promotion Effects on Impulse Buying Behaviour in TikTok Live Fashion Shopping: The Role of Flow Experience and Time Pressure Khadijah Nurul Aini; Nur Afifah; Ilzar Daud; Bintoro Bagus Purmono; Harry Setiawan
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jmm.v22i1.9127

Abstract

This study analyzes the influence of atmospheric cues and sales promotion on impulse buying behaviour, mediated by flow experience and moderated by time pressure in TikTok Live fashion in Indonesia. Using the SOR framework with a quantitative approach, 350 respondents were surveyed and analyzed using SmartPLS 4. Atmospheric cues and sales promotion positively and significantly affect flow experience and impulse buying behaviour, with flow experience as a partial mediator, while time pressure did not moderate the relationships. These findings emphasize that atmosphere quality and promotion in live streaming shape consumers' psychological state that drives impulse buying without time pressure.
Pengaruh Digital Competency dan Self-Management terhadap Career Resilience dengan Digital Literacy Sebagai Mediasi pada Freelance Kreatif Digital di Indonesia Askia Fitri Amanda; Ilzar Daud; Erna Listiana; Ahmad Shalahuddin; Efa Irdhayanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18355

Abstract

Pertumbuhan ekonomi digital telah meningkatkan jumlah freelancer di Indonesia dan menuntut individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap perubahan teknologi serta dinamika pasar kerja. Career resilience menjadi faktor penting bagi freelancer untuk bertahan dan berkembang dalam lingkungan kerja yang penuh dengan ketidakpastian. Namun, perbedaan tingkat literasi digital menunjukkan bahwa tidak semua pekerja memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi tantangan era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital competency dan self-management terhadap career resilience dengan literasi digital sebagai variabel mediasi pada freelancer di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital competency dan self-management berpengaruh positif signifikan terhadap career resilience. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada freelancer di Indonesia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Jumlah sampel akhir dalam penelitian ini adalah 179 responden freelancer kreatif digital setelah melalui proses seleksi data. Selain itu, digital literacy juga berpengaruh positif signifikan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara digital competency dan self-management terhadap career resilience. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan digital competency, kemampuan self-management, dan digital literacy sangat penting untuk meningkatkan ketahanan karier freelancer di era digital.
Pengaruh Job Insecurity dan Perceived Organizational Support terhadap Job Performance melalui Subjective Well-Being pada Generasi Z di Ritel Indonesia Riris Arsita; Rizky Fauzan; Rizani Ramadhan; Ilzar Daud; Mazayatul Mufrihah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18356

Abstract

Kinerja karyawan merupakan elemen krusial dalam mempertahankan daya saing perusahaan, terutama pada sektor ritel yang ditandai dengan ketidakstabilan dan pergantian tenaga kerja yang tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Job Insecurity dan Perceived Organizational Support terhadap Job Performance dengan Subjective Well-Being sebagai variabel mediasi pada Generasi Z di industri ritel Indonesia. Dengan menggunakan desain eksplanatori pada pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 253 responden yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online kemudian dianalisis dengan SEM-PLS pada SmartPLS 4. Temuan dari penelitian ini menyatakan bahwa Job Insecurity memiliki pengaruh negatif terhadap Subjective Well-Being dan Job Performance, sedangkan Perceived Organizational Support menunjukkan pengaruh positif terhadap kedua variabel tersebut. Selain itu, Subjective Well-Being terbukti berfungsi sebagai mediator dalam hubungan antara kedua variabel independen dan Job Performance. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan Conservation of Resources Theory dalam konteks Generasi Z di industri ritel. Secara praktis, hasilnya menegaskan pentingnya dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis untuk menjaga kinerja berkelanjutan di tengah ketidakpastian kerja.