Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pembuatan Program Pengolahan Data GPS Analisa Pseudorange Dan Koreksi Troposfer Mohammad Hadi Kunnuha; Akbar Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.522 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25085

Abstract

Seiring berkembangnya jaman, muncul berbagai teknologi baru yang digunakan untuk memperoleh data lebih banyak dan cepat dalam penentuan posisi suatu objek, seperti perlengkapan global positioning system (GPS). Namun, tidak ada pengukuran yang tepat, setiap pengukuran terdapat kesalahan, nilai asli pengukuran tidak pernah diketahui, dan ukuran pasti kesalahan juga tidak diketahui. Dikarenakan kesalahan pada pengukuran, pengamatan secara berulang pada objek yang sama sering memberikan nilai yang berbeda.Dari hasil perhitungan koordinat yang didapatkan pada program ini, didapatkan bahwa pada sinyal yang berbeda memberikan hasil koordinat yang berbeda. Pada sinyal C1 memberikan nilai koordinat titik dengan simpangan baku paling kecil dibandingkan sinyal P1 dan P2, yaitu sebesar 6,244 m tanpa koreksi troposfer dan 6,085 m dengan koreks troposfer. Koreksi troposfer juga mempengaruhi hasil yang didapatkan. Dengan adanya koreksi troposfer ini dapat menghilangkan kesalahan jarak yang menjadi lebih panjang karena sinyal GPS yang melewati lapisan troposfer. Dengan menggunakan koreksi troposfer, sinyal P2 memberikan hasil koordinat yang lebih presisi dengan nilai residu terhadap koordinat pendekatannya adalah sebesar 5,137 m.
Perancangan Database Informasi Medis untuk Sistem Prediksi Hipertensi Hisyam Malik; Mohammad Nuh; Muhammad Hilman Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.45686

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit penyebab kematian nomor 5 di Indonesia dengan prevalensi 25,8%. Hipertensi mendapat julukan sebagai silent killer karena tidak memiliki gejala. Faktor resiko hipertensi dapat memberikan indikasi adanya hipertensi pada seseorang. Sinyal tubuh manusia menyimpan informasi penting mengenai kondisi tubuh khususnya kondisi pengaruh tekanan darah. Selain itu, ketersediaan data pembelajaran dalam bentuk database yang berkaitan dengan hipertensi masih sangat sulit untuk didapatkan.Sinyal Electrocardiograph (ECG) dan Photoplentysmograph (PPG) pada beberapa penelitian, memiliki perbedaan parameter antara subyek normotensi dan hipertensi. Ekstraksi data ECG dan PPG dapat menghasilkan estimasi tekanan darah dan parameter penting sebagai tambahan faktor resiko untuk menunjang peningkatan akurasi prediksi hipertensi. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang diambil dari 30 subjek. Hasil ekstraksi data pada subjek dimasukan ke databasesebagai media penyimpanan dan sumber data yang diakses secara langsung saat sistem berjalan.Database yang dibuat berisi 30 data dengan rincian 21 subjek pria dan 9 subjek wanita. Berdasarkan hasil esktraksi data diperoleh beberapa parameter seperti Body Mass Index (25.19±5.09) kg/m2. Selain itu, hasil ekstraksi data sinyal tubuh subjek juga menghasilkan data yang dapat digunakan untuk keperluan sistem prediksi. Heartrate (88.93±10.68) beat per minute(bpm) disimpan juga bersama dengan Interval QT (0.34±0.07) detik dan persentase dicrotic notch (62.68±11.53) %. Dalam penelitian ini, faktor-faktor risiko dan hasil ekstraksi data disimpan dalam database sehingga dapat digunakan kembali untuk keperluan penelitian selanjutnya.
Klasifikasi Epileptiform dan Wicket Spikes Menggunakan Metode Key-Point Based Local Binary Pattern Theresia Laura Tayu; Mohammad Nuh; Muhammad Yazid
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.47254

Abstract

Epilepsi adalah gangguan kronis otak disebabkan oleh adanya lepasan muatan listrik abnormal yang berlebihan di neuron-neuron otak secara berlebihan di neuron-neuron otak secara paroksismal dan disebabkan oleh berbagai etiologi, bukan disebabkan oleh penyakit otak akut. Sampai saat ini jumlah penderita Epilepsi mencapai 50 juta di seluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan kesalahan diagnosis epilepsi mencapai 20-30%. Salah satu metode yang lazim digunakan untuk pemeriksaan epilepsi adalah dengan melakukan perekaman Electroencephalogram (EEG) kemudian dilanjutkan dengan melakukan diagnosis berdasarkan hasil rekaman sinyal EEG yang dihasilkan. Proses pemeriksaan secara manual oleh dokter ini merupakan proses yang panjang dan melelahkan sehingga tidak jarang menyebabkan terjadinya kesalahan dan over-diagnosis. Salah satu jenis sinyal EEG yang cukup sering salah dianggap sebagai sinyal tanda epilepsi adalah Wicket spikes. Wicket spikes merupakan sinyal wicket yang muncul saat pasien mengalami tidur ringan pada saat pemeriksaan EEG, bentuknya yang mirip sering disalah-artikan sebagai epileptiform sharp wave. Pada penelitian ini, diajukan metode Key-Point Local Binary Pattern dan Support Vector Machine untuk melakukan klasifikasi antara Epileptiform dan Wicket spikes. Metode yang diajukan termasuk pendeteksian Key-Point pada sinyal yang sebelumnya telah melalui proses konvolusi dengan filter gaussian. Local Binary Pattern kemudian akan dihasilkan berdasarkan lokasi Key-Point. Kemudian hasil histogram tersebut akan dimasukkan ke dalam Support Vector Machine untuk diklasifikasikan. Hasil proses klasifikasi berupa hyperplane yang mengklasifikasikan tiga kelas yaitu normal, epileptiform dan wicket spikes. Didapatkan metode yang diajukan memiliki tingkat keberhasilan sebesar 96% persen untuk klasifikasi pada Epileptiform dan Wicket spikes dan lebih besar dari yang ada pada saat ini.
Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Web untuk Diagnosa Penyakit Muhammad Yogie Nugroho; Mohammad Nuh; Muhammad Yazid
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51583

Abstract

Pada beberapa kasus, diagnosa penyakit tidak dapat dilakukan dengan mudah karena beberapa tanda dan gejala mungkin saling beririsan dengan penyakit lain. Sistem pendukung keputusan merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu dokter dalam pengambilan keputusan diagnosa. Pada penelitian ini dirancang suatu sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan untuk mendiganosa suatu penyakit sesuai dengan kebutuhan. Sistem pendukung dirancang agar dapat terintegrasi dengan data pasien sehingga secara praktis dapat digunakan di rumah sakit. Sistem diimplementasikan ke dalam sistem berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan Relational Database Management System MySQL. Jenis sistem pendukung keputusan yang dirancang pada penelitian merupakan nonknowledge-based sytem dengan algoritma machine learning yang digunakan yaitu Naive Bayes. Berdasarkan pengujian performansi, pada saat kondisi normal performansi sistem baik dan tidak terpengaruh jumlah user yang melakukan akses. Selain itu tidak terdapat perbedaan performa yang signifikan saat kondisi normal dan pada saat kondisi terdapat lonjakan trafik.
Pengembangan Instrumentasi dan Analisis Sinyal EMG pada Otot Leher Nabilah Ashriyah; Tri Arief Sardjono; Mohammad Nuh
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.44787

Abstract

Orang yang telah kehilangan laring (laryngectomee) atau mengalami kerusakan laring akan kehilangan fungsi bicara dan menyebabkan sulitnya berkomunikasi. Electrolarynx (EL) adalah perangkat genggam berdayakan baterai yang merupakan salah satu alternatif untuk membangkitkan suara dengan memberi getaran pada otot leher. EL adalah alternatif yang mudah digunakan dan sederhana, akan tetapi suara yang dihasilkan EL tidak natural (seperti robot), monoton, dan memiliki kualitas yang rendah sehingga dibutuhkan pengembangan lanjut untuk meningkatkan kualitas suara dan kenyamanan penggunaan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas otot leher dengan pembentukan suara. Oleh karenanya, sinyal elektromiografi (EMG) pada otot leher dianalisis terhadap intensinya untuk memulai/berhenti bicara dan hubungannya dengan nada suara yang dihasilkan. Pada penelitian ini, instrumentasi EMG minimum dirancang untuk memperoleh sinyal EMG pada otot leher. Instrumentasi EMG terdiri dari penguat instrumentasi, rangkaian filter, dan rangkaian adder. Sinyal EMG kemudian direkam dan dilakukan proses filtering, rectification, dan kalkulasi envelope sinyal sederhana dengan low pass filter Pole-Zero. Korelasi amplitudo envelope EMG dengan sinyal suara ketika berbicara dianalisis. Thresholding sinyal EMG dengan batas ambang ganda (onset/offset) diusulkan dalam mendeteksi sinyal wicara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perekaman sinyal EMG pada otot leher membutuhkan instrumentasi dengan penguatan yang jauh lebih besar. Nilai threshold untuk onset mampu mendeteksi sinyal wicara sebelum wicara terjadi dengan selang waktu sekitar 0.2 ms. Akan tetapi, offset threshold tidak mampu memberikan waktu akhir dari sinyal wicara dengan tepat, di mana deteksi wicara diakhir lebih cepat sekitar 0.12 ms dari seharusnya.
Community Participation in Green City Action Plan (Study about Implementation of Green City Development Program in Tulungagung) Fadhila Putri Sakina; Sumartono Sumartono; Mohammad Nuh
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 21 No. 3 (2018)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.927 KB)

Abstract

A green city becomes the one of the adaptation strategies which is responsive to the impact of climate change. A green city is an urban development concept which puts forward aspects of sustainability. The placement of sustainable development as a basic principle of a green city, then demands the existence of the participation from the community. The objectives of this research were to describe and analyze community participation in Green City Action Plan in Tulungagung. This research used descriptive research method with qualitative approach and qualitative data analysis of interactive model. The research results showed that the community participation process could be formed because of the existence of community’s opportunity, ability and will to participate. Degree of community participation was on degree of participation. The existence of community’s willingness and the Central Government’s commitment to support the participation became the supporting factors. Meanwhile, the community’s dependence on the government and management which was not optimal yet became the inhibiting factors of participation.
Comparison of EEG Pattern Recognition of Motor Imagery for Finger Movement Classification Khairul Anam; Mohammad Nuh; Adel Al-Jumaily
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 6: EECSI 2019
Publisher : IAES Indonesia Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eecsi.v6.2014

Abstract

The detection of a hand movement beforehand can be a beneficent tool to control a prosthetic hand for upper extremity rehabilitation. To be able to achieve smooth control, the intention detection is acquired from the human body, especially from brain signal or electroencephalogram (EEG) signal. However, many constraints hamper the development of this brain-computer interface (BCI, especially for finger movement detection). Most of the researchers have focused on the detection of the left and right-hand movement. This article presents the comparison of various pattern recognition method for recognizing five individual finger movements, i.e., the thumb, index, middle, ring, and pinky finger movements. The EEG pattern recognition utilized common spatial pattern (CSP) for feature extraction. As for the classifier, four classifiers, i.e., random forest (RF), support vector machine (SVM), k-nearest neighborhood (kNN), and linear discriminant analysis (LDA) were tested and compared to each other. The experimental results indicated that the EEG pattern recognition with RF achieved the best accuracy of about 54%. Other published publication reported that the classification of the individual finger movement is still challenging and need more efforts to make the best performance.
Engine Torque Control of SI Engine using Linear Quadratic Integral Tracking (LQIT) Optimal Control Aris Triwiyatno; Mohammad Nuh; Ari Santoso; I Nyoman Sutantra
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 22, No 4 (2011)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v22i4.80

Abstract

Due to the needs of improving fuel economy and reducing emissions, it is increasingly important to achieve control over robustness behavior and meet performance objectives over the life of the vehicle. This requires the development of high performance and optimal power train controllers. The performance objectives are often conflicting, or at least interrelated. One way to potentially meet these performance requirements is to introduce a method of controlling engine torque of Spark Ignition (SI) engine using Linear Quadratic Integral Tracking (LQIT) optimal control. The goal is to develop simple algorithms which can control engine torque well, thus providing fuel control more efficient and simultaneously improving engine performance due to the needs of the driver based on throttle opening information. In this case, spark ignition engine with automatic transmission simulation model is used to meet a good performance under this controller design.
Comparison of Amplifiers Utilization in Instrumentation to Record Muscle Signals in the Neck for Electrolarynx Applications Muhammad Hilman Fatoni; Nabilah Ashriyah; Tri Arief Sardjono; Mohammad Nuh
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 6, No 2 (2022): October
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jaree.v6i2.329

Abstract

Electrolarynx is an assistive technology commonly used by speech impaired people to speak. The speech impaired people who have lost their larynx (laryngectomee) or have damaged larynx use an electrolarynx device to be able to speak again. The use of the electrolarynx is generally equipped with a button to turn on and start the generation of sound from the electrolarynx. Several studies have tried to use other control methods by using the muscles in the neck, namely the sternohyoid muscle. Activation of the sternohyoid muscle has an influence on sound formation. The sternohyoid muscle is a small and long muscle so recording EMG (electromyograph) signals from this muscle is quite difficult. If the recording process of this signal can be carried out properly, then the electrolarynx control by empowering this muscle will be another solution in using the electrolarynx. In this study, instrumentation amplifier which is an important stage of recording EMG signals of neck muscle was tested and compared. There are two types of instrumentation amplifier tested. The first instrumentation amplifier uses a single IC from IC AD620 while the other is a combination circuit of IC OP07. The EMG signal in the subject's neck muscles was then recorded using the instrumentation amplifiers. The subject will sit down and pronounce the vowels "a", and "i". From the testing process, it was found that the average gain on IC AD620 (minimum 1.74362 volts and maximum 3.70538 volts) was greater than the gain on IC OP07 (minimum 0.57779 volts and maximum 1.71190 volts). IC AD620 also has an overall use area of 5.61 cm2 with the use of 4 external components. Thus, it can be concluded that the best instrumentation amplifier for recording EMG neck muscle for electrolarynx application is by using IC AD620.
Pemanfaatan Kursi Roda Elektrik dengan Kendali Joystick Guna Meningkatkan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa D Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surabaya Muhammad Hilman Fatoni; Eko Agus Suprayitno; Achmad Arifin; Nada Fitrieyatul Hikmah; Tri Arief Sardjono; Mohammad Nuh
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5909.514 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.446

Abstract

Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB YPAC) Surabaya merupakan yayasan pendidikan yang dirintis dan ditujukan untuk anak-anak yang mengalami cacat atau berkebutuhan khusus. SLB YPAC Surabaya berdiri dikhususkan untuk anak-anak penyandang disabilitas fisik atau tunadaksa. Anak Tunadaksa (ATD) mengalami hambatan dalam hal mobilitas dan gerak, baik pada bagian tangan, kaki, atau anggota tubuh lain yang berkaitan dengan motorik. Oleh karena itu mereka membutuhkan alat bantu seperti kursi roda, tongkat, brace, dan teknologi asistif lain untuk menggantikan fungsi anggota tubuh yang hilang. Meski dengan bantuan alat, kenyataannya mereka masih membutuhkan bantuan orang lain misalnya bagi pengguna kursi roda. Dengan kursi roda konvensional, setiap siswa akan membutuhkan pendampingan secara khusus untuk bergerak dan berpindah. Terlebih lagi, ketika siswa melewati permukaan miring atau medan yang sulit maka guru harus berperan secara langsung. Harga kursi roda elektrik yang mahal juga menjadi alasan kursi roda konvensional masih digunakan. Dengan masalah ini, tim telah mengembangkan kursi roda elektrik dengan kendali berupa joystick. Pada bulan Agustus 2021 telah dilaksanakan sosialisasi penggunaan kursi roda elektrik dengan joystick di SLB YPAC. Dan pada awal bulan November 2021 tim telah melakukan serah terima kursi roda elektrik kepada SLB YPAC. Dengan produk kursi roda elektrik yang dikendalikan menggunakan joystick, dapat dilipat, memiliki fitur sabuk dan meja diharapkan dapat meningkatkan kemandirian siswa SLB YPAC Surabaya dalam melakukan aktivitas mobilisasi.