Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android dengan Konteks Kemaritiman bagi Guru di SMP N 1 Bintan Susanti Susanti; Een Sumarni; Nurul Hilda Syani Putri
Jurnal Anugerah Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v5i2.6318

Abstract

Era society 5.0 menuntut guru untuk inovatif dan produktif memanfaatkan IPTEK seperti doratoon, canva, articulate storyline dan apk builder dalam membuat bahan ajar berbasis aplikasi android yang kontekstual dan berbasis kebutuhan Masyarakat maupun masalah di lingkungan peserta didik agar pembelajaran mudah dipahami yang sesuai dengan P5 dalam kurikulum Merdeka. Maka, bagi sekolah di Kepulauan Riau perlu mengintegrasikan konteks kemaritiman dalam pembelajaran. Berdasarkan wawancara dengan kepala SMPN 1 Bintan terdapat permasalahan yaitu: guru belum memaksimalkan pemanfaatan teknologi, kurangnya motivasi pentingnya media pembelajaran interaktif, proses pembelajaran berpusat pada guru, dan kesulitan mengintegrasikan kontekstual kemaritiman dalam materi. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertujuan menambah wawasan, pengetahuan serta keterampilan guru membuat media pembelajaran berbasis aplikasi android dengan konteks kemaritiman. Bentuk kegiatan PKM adalah pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran aplikasi android menggunakan konteks kemaritiman. Instrumen angket google form digunakan untuk pengambilan data evaluasi dan pemahaman peserta yang dianalisis secara deskriptif. Hasil angket menunjukkan: (1) Peserta memiliki pengetahuan tentang media pembelajaran berbasis aplikasi android dengan mengaitkan konteks kemaritiman; (2) Meningkatnya keterampilan guru membuat media pembelajaran aplikasi android dengan mengintegrasikan konteks kemaritiman. Hasil PKM mengimplikasikan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi dengan konteks kemaritiman merupakan salah satu media pembelajaran yang memanfaatkan IPTEKS dengan mempertimbangkan karakteristik lingkungan peserta didik.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA SMP/MTs KOTA TANJUNGPINANG DALAM MENGEMBANGKAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA Mariyanti Elvi; Nur Izzati; Nur Asma Riani Siregar; Susanti; Metta Liana; Aang Yudho Prastowo
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.4126

Abstract

Perubahan kurikulum membawa efek yang signifikan bagi guru dalam merancang pembelajaran. Guru harus mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah yang dituangkan dalam modul ajar. Namun, masih banyak guru yang belum mempunyai kompetensi dalam mengembangan modul ajar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan dalam mengembangan modul ajar bagi guru matematika SMP/MTs Kota Tanjungpinang. Kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pendampingan. Instrumen evaluasi yang digunakan dalam bentuk angket, bertujuan untuk mengumpulkan data tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan pelatihan dan penguasaan peserta terhadap substansi pelatihan. Data responden diolah secara deskripstif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru terhadap konsep modul ajar, capaian pembelajaran, merancang model pembelajaran dan membuat asesmen pembelajaran.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Melatih Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Bangun Datar Kelas VII SMP Oktavera, Cherryn; Tambunan, Linda Rosmery; Susanti, Susanti
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Vol 8, No 2 (2023): JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jkpm.v8i2.18145

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan E-LKPD berbasis PBL yang valid, praktis dan efektif untuk melatih kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi bangun datar kelas VII SMP. Metode penelitian dalam penelitian adalah Research and Development (R&D) model pengembangan 4D. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas VII.2 SMP Negeri 6 Tanjungpinang. Instrumen pengumpulan datanya adalah angket validasi, angket uji coba produk, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif yang dijelaskan menggunakan angka dan uraian kalimat. Diperoleh simpulan sebuah produk bahan ajar berupa E-LKPD yang valid, praktis dan efektif dengan berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk melatih kemampuan pemecahan masalah pada materi bangun datar kelas VII SMP.
Pelatihan Penyusunan Asesmen dan Rencana Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung SDGs4: Pendidikan Berkualitas Elsa Ernawati Nainggolan; Nana Raihana Askurny; Pradipta Agustina; Benni Satria; Adam Fernando; Susanti Susanti; Karla Amelia
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.78084

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mitra, yaitu para guru yang masih menghadapi tantangan dalam memahami konsep pembelajaran mendalam serta kesulitan menyusun asesmen dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Permasalahan utama meliputi kurangnya pemahaman guru tentang prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; kurang optimalnya perumusan tujuan pembelajaran holistik; serta minimnya kemampuan merancang asesmen autentik yang mendukung profil pelajar Pancasila. Sebagai solusi, tim PKM mengembangkan pelatihan komprehensif yang memadukan penguatan konsep, pendampingan teknis, dan praktik langsung penyusunan asesmen dan RPM. Metode pelaksanaan meliputi: (1) analisis kebutuhan awal mitra; (2) pemaparan materi tentang kerangka pembelajaran mendalam dan asesmen, dan sumberdaya maritim Kepulauan Riau; (3) lokakarya penyusunan asesmen autentik dan RPM; (4) micro teaching (5) evaluasi dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, pretest dan postest, dan angket persepsi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pada pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam, kemampuan merumuskan tujuan dan indikator pembelajaran, serta keterampilan menyusun asesmen autentik dan RPM yang kontekstual kemaritiman. Peserta juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan untuk menerapkan praktik pembelajaran mendalam di kelas masing-masing. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas profesional guru dan mendukung pencapaian SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas
Empowering the Anambas Islands Community Through Waste Education and the Potential of Utilizing Mangrove Waste into Bioplastics Jelita Rahma Hidayati; Try Febrianto; Susanti Susanti; Ronald Raditya Kesatria Sinaga; Dominikus Yoeli Wilson Laia; Rosyita Alifiya; Eddy Handoko; Murwanto Murwanto; Rika Anggraini; Aditya Hikmat Nugraha; Ilil Arifatin; Said Rully Aditianda; Poppy Yulia Anjani; Hilyatul Aulia; Soneta Achmadiah
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i3.1605

Abstract

Waste, particularly plastic, poses a serious threat to coastal ecosystems in the Anambas Islands, Riau Islands Province. This community service program collaborated with LKKPN Pekabaru and Yayasan Jaga Mangkai aimed to enhance environmental literacy, raise awareness on waste management, and introduce the potential of mangrove waste (Bruguiera gymnorhiza) as raw material for environmentally friendly bioplastic. The methods included educational sessions, interactive discussions, coastal clean-up activities, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results revealed that from 407.1 kg, 69% of the collected waste consisted of non-plastic categories. Laboratory tests on mangrove waste indicated the presence of active compounds with potential for bioplastic production. Questionnaire evaluation showed a significant improvement in community understanding, with average scores exceeding 50% in aspects of waste knowledge, bioplastic innovation, and attitudes toward environmental management. In conclusion, the program effectively increased ecological awareness and highlighted the potential for local innovation based on coastal resources. Nevertheless, follow-up programs are necessary to ensure that improved knowledge is transformed into sustainable daily practices in waste management.
SOSIALISASI ASPEK HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DESTINASI WISATA DAERAH PESISIR Yudi Pratama; Lia Nuraini; Susanti Susanti; Christiani Prasetyasari; R A Widyanti Diah Lestari; Angelina Eleonora; Devan Novriyandra; Nabilla Aqiilah Najla
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 3 (2025): Journal of Maritime Empowerment - Edisi Khusus
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i3.7556

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat pesisir, khususnya di Desa Pengudang, mengenai pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam pengembangan potensi destinasi wisata lokal. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pengetahuan tentang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), lemahnya perlindungan terhadap karya dan budaya lokal, serta kurangnya pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai strategi penguatan daya saing pariwisata daerah. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan partisipatif, penyusunan materi kontekstual berbasis kasus nyata, dan pembentukan kelompok belajar. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta (60%) memiliki pemahaman awal yang rendah, namun 90% menilai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) relevan atau sangat relevan dengan pengembangan wisata. Tingkat partisipasi tergolong tinggi (100% aktif atau cukup aktif), dan 60% peserta memberikan masukan spesifik serta membangun. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal dan minat masyarakat terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), meskipun diperlukan pelatihan lanjutan dan pendampingan teknis untuk mendorong penerapan secara berkelanjutan. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis perlindungan kekayaan intelektual di wilayah pesisir.